. JENDELA PUISI: April 2013
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 30 April 2013

USIA EMASKU

tatkala kuharus bergembira
diusia emasku...
disana parah buruh menuntut hak mereka
agar hidup mereka sejahtera
anak anak nya bisa sekolah...
bisa makan yang sewajarnya...
dan bisa hidup layak seperti orang lain
mereka bekerja....
tapi hak mereka dipasung
kehidupan seperti sapi perah yang mereka jalani setiap harinya
sungguh miris kehidupan mereka....

ketika mereka mencari nafkah keluar
neraka menanti dilorong yg paling sempit
mereka dianiaya....
diperkosa....
dan dipenggal kepalanya...
karena mempertahankan hak mereka
haruskah kutiup lilin kegembiraan
disaat saudara sebangsaku sekarat.?
tidak....kutidak akan tiup lilin..
biarlah lilin kebahagian
selalu menyala dalam hatiku
bersama para buruh
kuberharap bahagia kan selalu datang.

by Endang Misnawaty
di gubuk tua rumahku 30 april 2013 20:44
pematang siantar

KALAH : TANPA PERANG

Meski penuh coretan
buku kusam jiwa, pustaka kehidupan : rapi tersimpan
kuharap kau sudi membacanya

Sekapur sirih hidupku,
dominan meloy bahkan cendrung tragis dramatis

Jika kekinian
membentangluaskan tanda tanya pun tanda seru,
beragam penafsiran jadi profilku

Takdir atau suratankah labelnya
jika secara terencana ditata sistimatikanya

Penutup, cuma jadi catatan seadanya
prajurit bhayangkara terjebak idealismenya
kalah : tanpa perang

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Selasa 30 April 2013 . 20:42wib.-
Jakarta

WANITA

silam berhembus lirih dingin menyapa,semilirnya menerpa halus membelai sukma..meniupkan kenangan kpada satu rona,sketsa-sketsa derita yg dulu sekuat tenaga ingin ku lupa.
teringat geliat gemulai lekuk yang hadirkan pesona,paras seindah bida
dari nyata..yang memudahkan dewa asmara lesatkan anak panahnya,kesetiap hati para pria.
inspirasi tuk menjadi melodi,menjadi kata penuh makna dalam aksara,alasan berjalan koas di atas kanvas..kaulah dia bernama WANITA!!
saat smua masih di sini,kau manja menghampiri..saat hebat tak lagi bersama ku kini,kau entah kemana menyalakan dendam dan terus kau siram dengan minyak kenangan!!

Oleh : Corush Arai
Jakarta

AIRMATA BIDADARI

senyuman luka tersirat diujung hari.
wajah seindah puspa kini sayu.
laksana lilin yang telah lama mati.
hilang seri indahnya dan layu.
gerimis airmata menguliti kenangan.
bidadari yang tertikam kesepian.
cinta sucinya tiada cahayanya.
tak mampu lagi berdiri dibatas hari.
kecundang oleh surgawi.
sengsara dalam rindu dendam.
lalu kembali meniti jalan ilahi rabbi.
semoga di beri hidayah nan abadi.

by : zharif
surabaya

DIAMBANG BATAS TITISAN

Hati yang lelah mengukir asa
berwujud bahagia
mengambang diawang-awang
ruang hampa udara
berkanvaskan langit jingga

Aku terperangah tak tentu arah
tangan menggapai namun tak sampai
hati berharap namun tak kunjung tiarap
jiwa berontak namun tak jua bergerak
bilur-bilur harapan dan impian
tetap lekat berarak awan
yang bermandikan air hujan

Hai...jiwa yang membuncah
tetaplah dirimu didalam peraduannya
dininabobokan nyanyian alam
biar kehidupan saja yang memainkan peranan
tanpa kita harus diikut sertakan
karena kita hanyalah
diambang batas titisan...

30042013
By : Maia syifa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

RUANG BATAS RINDU

Ketika hati tak lagi bernyanyi
disitulah kejenuhan mulai menghampiri
dimana syahdu dan lirihnya suara hati
menyapa hidup yang tak lagi bersendi

Ruang batas rindu mulai berbiku dan berjibaku
mengingkari janji sehidup semati
dititian-titian jiwa yang labil
akankah ada lagi janji suci
yang telah dikumandangkan dari balik tirai hati
walaupun telah terselubungi kabut...?

Dibalik mata bathinku ini
ku hanya bisa melihat
luka, kecewa dan air mata
yang tersuguh disana
kemana ku harus menampi hati
dan menimbang rasa
yang tak jua seirama,
tak sama lirihnya
dan sumbang nadanya

bagaimana menyatukan suara musik
yang berbeda alirannya
yang tak pernah seiring sejalan
dalam menapaki tangga nada

satu ke Barat yang lain ke Timur
Kemana ketemunya dua titik kutub bathin kita
yang selalu ku pertanyakan...?
sampai kapan harus begini
Haruskah sampai titik nadir menyeberangi nurani...?

30042013
By : Maia syifa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

HATI

HATI...
Menghancurkan Keinginan Yg Sudah Menebal...
Menghasut Kenikmatan Yang Teramat Indah...
Dan Membakar Emosi Kasih Sayang Hingga Tak Tersisa...

HATI...
Tak Sadarkah Kau Akan Rasa Ini...
Yang Merindukan Pelukan Mesra Tanganmu...

HATI...
Ingatlah Bahwa Ditempat yang Sangat Jauh...
Ada Kerinduan Dan Kasih Sayang Yang Menanti...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

TERIKAT TANPA TALI

Beku lidahku kelu
untai aksaramu merayap diulu jiwa
bermukim disana

Kueja magna tersirat dibalik aksara
terjawablah tanya : serupa karma

Pilihan ada diujung jemarimu,
semudah membalikkan telapak tangan, begitu ringkihnya
terikat tanpa tali, bebas namun terkekang

Membijaksanai nuansa, pasti ada terluka
sayangnya : pilihan tak ada yang sempurna

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Selasa 30 April 2013 . 15:16wib.-
Jakarta

TITIAN RINDU

Benak diriuhkan kenang
selarut ini mata tak jua terpejam
nyanyian jangkrik
menggenapkan ingatan yang hendak rehat
malam ini seikat lelah kuletakkan di sudut jendela
kubiarkan angin mengibaskan peluhnya
terbang ke pangkuan rembulan
di titian rindu aku berjalan menujumu
berpegang pada tali keyakinanku
bahwa hanya cintamu berdiri kokoh di ujung waktu
tak goyah cinta bertahtakan percaya
meski godaan mencoba mendekat
meski jarak menjauh memisah
satu jiwa dalam tujuan setia

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 30 april 2013

IRONI DALAM REALITA

Merindukanmu adalah hobiku
mencintaimu adalah hidupku
menghayalkanmu adalah pekerjaanku

Kau yang selalu hadir di setiap ku menatap langit bayanganmu yang selalu hadir disetiap anganku wajahmu yang selalu menghantui sepiku

Kau hadir dihidupku bagai khayalan
hampir seperti impian dalam kenyataan
suatu ironi dalam realita
kau begitu ada namun tak terjamah

Tuhan,
biarkan aku bahagia dengan caraku sendiri dan
biarkan cinta bahagia dengan caranya yang tak pernah bisa kumengerti

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 30 april 2013

DOA PENEDUH KALBU

Pada subuh
kurapal doa peneduh kalbu
memohon segala ampunan
diantara hujan langit dan airmata
sunyi hanyalah sekedar rasa
butiran tasbih menari ditagan
segelas airmata kusajikan diperjamuan malam
sekeping doa kulempar keangkasa
menembus pekat malam
semoga diaminkan jagat raya

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 30 april 2013

SELAMAT JALAN UJE

Tak kusangka secepat ini kau pergi
Ya Allah pemilik umur manusia
sepertinya kelak aku juga Kau panggil
Ya Rabb......ampuni segala dosa

Tak bisa kulihat lagi wajahmu nan rupawan
tak bisa kudengar lagi candamu nan menawan
sungguh aku kehilangan

Sekeping hati kandas
jatuh ke tanah remuk redam
bagaimana bisa kuhapus wajahmu dari ingatan
kau begitu melekat di dalam sukma

Tak mampu kubendung airmataku
kabar itu sungguh meluluhlantakkan hatiku
selamat jalan UJE,,,,
semoga tempatmu indah bersamaNYA

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 30 april 2013

NAMAMU

Masih namamu menjadi shimponi yg indah u/ qnyanyikan
masih namamu menjadi untaian kata yg indah u/ qpuisikan
masih namamu menjadi nada yg indah qmainkan
dan masih namamu menjadi cerita yg indah u/ qsahirkan.

Oleh : @Masita shanti
Takalar.30-04-2013

Senin, 29 April 2013

WANITA

Di balik "DIAM" nya wanita tersimpan rasa rindu yg mendalam
Di balik "Cuek" nya wanita tersimpan rasa sayang yg sesungguhnya
Di balik "Cemburu" nya wanita tersimpan rasa cinta yg sebenarnya
Di balik "Marah" nya wanita tersimpan rasa kasih yg tak terbayangkan....

Oleh : Yenny Ni Aini

TERBANG DI LANGIT SASTRA

biarkan qbelajar terbang mengepakkan sayap
meski bulu2x belum tumbuh sempurna

q ingin terbang menjelajah langit sastra
mewarnai pelangi tdk dgn merah,kuning dan hijau
tapi dengan warnaq sendiri
mengganti purnama yg redup
seterang lampu petromak...

Membiarkan rinai berubah jadi kelopak mawar putih yg anggun
mengganti awan dengan kembang gula berwarna merah muda
mengganti bintang dgn lampu warna-warni sesuai seleraku

biarkan qterbang dilangit sastra
berputar2
meski berputar2 tak jelas arah dan tujuannya
menodai warna langit biru dgn bekas kecupanq
yg membentuk warna merah muda bersahaja
mengganti warna awan jadi ungu kebiruan

biarkan qterbang dilangit sastra
meski berputar2 tak jelas arah dan tujuannya...

Karya : @masita Shanti
Takalar.29-04-2013

SABDA ALAM

Mari seperjuanganku kembali ke pertapaan
Bersama merenung meriahnya dusta tertutup citra
Menggunakan batin menatap kusutnya rencana
Besarkan hati rasakan realita

Mari seperjuanganku sejenak berdiam
Kuatkan batin biarkan alam yang berbicara
Sambil melihat arah mata angin
Lupakan sang hikmah yang sudah berkata

Mari seperjuanganku kita berguru
Pada pohon bambu yang selalu memperkokoh fondasi
Membangun ruas demi ruas hingga tinggi
Ikuti terpaan angin tanpa melawan

Mari.... berguru pada bunga teratai
Hidup megah ditengah air keruh
Agar warna teratai tampak indah
Tetap memancarkan sinar lembut di tengah kentalnya lumpur

Kuatkan hati bagai prinsip daun talas
Rela menampung air tapi tidak basah
Mengembalikan air ke sumbernya
Tidak ingin memiliki karena bukan haknya

Karya : Karyawan Perangin angin
Cianjur

PUISI TANPA MAKNA

abstrak, lelah, tak btepi
ku pikir ini pun tak bermakna apapun
tp teman ku blg,' puisi mu sarat makna'
kini aku yg bngung sndri ut mterjemahkan......

Oleh : Tuty Handayani
Bandar Lampung

KETIKA SEORANG PEJUANG TERLUKA

Kembali ke barak saja, katamu.
Aku inginkan perang ini.
Seperempat jam kemudian,
Tiga helikopter perang pada landasan bandara itu terbuka.
Malam telah melukai harga diri mereka.

Mungkin itu sebabnya kau selalu merasa bersalah,
seakan-akan sedih adalah bagian dari ketidak-tahuan.
Atau kegilaan pada musuhmu.

Tapi setiap malam, ada desingan peluru
dan lampu yang berkedap-kedip sebuah kota yang sudah hancur dan tak diingat lagi,
dan kau, yang mencoba mengenangnya
dari kebencian yang pendek, yang terburu,
Dan nafsu mengerjarmu akan gagal.

Di mana kota itu?
Siapa yang meletakkan tubuh itu pahlawan yang gugur itu di sisi tubuhmu?

Semua yang kembali
hanya menemuimu
pada mimpi yang tersisa
di langit yang sudah memar...

Coba dengar, katamu lagi, ada sepasukan tentara perang
apa yang datang di malam gulita begini ?

Di bandara itu seseorang memandang ke luar
dan mencoba menjawab:
Mungkin hujan peluru yang segera akan sampai. Hanya peluru.

Tapi tak ada peluru dalam ajalku, katamu.

Oleh : Jaka malela
Jakarta
(Jm dan ya - 29-04-2013)

SETIA

Setialah...
Seperti setianya mentari pada siang
khan qjaga hatiq u/mu
seperti rembulan menjaga setianya pada malam
yang kendatipun harus berpaling
ia akan berpaling tanpa cahayanya.

Oleh : Masita Shanti
@Takalar.29-04-2013

AKU SEDIH TANPAMU

Kutatap Kedepan Sambil Berjalan Dibebatuan Yang Tajam...
Luka Memang Luka Ditelapak Ini...
Namun Hasrat Ingin Mencapai Keindahan Itu Masih Kuat...
Hanya Tangan Tak Lagi Berpegangan...
Hingga Langkah Jatuh Dan Sering Terjatuh Dibebatuan Itu...
Walau Sudah Tahu Didepan Sana Tidak Ada Lagi Yang Namanya Senyum Menanti Kedatangan Diri...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

AIRMATA

air mata ini adalah air mata kepalsuan
air mata ini adalah lemahnya kemanusiaan
air mata ini adalah darah penghidupan
air mata ini adalah bongkahan bongkahan ke ngerian

sang Raja menempatkan
disejengkal darah darah mengulir waktu dia menggantikan bening putih
akut, dan brutalnya permusuhan ummat
bejatnya Hukum, rimba bagai berantara
jatuhnya alis dan kerut dahi anak remaja yang hilang dicita citanya'
kesalahan ummat diperdaya oleh ajaran ajaran bertemu Tuhan secara Kaffa
hingga air mata, mata air bertelaga menjadi darah darah dari manusia yang membunuh dan menusuk dirinya sendiri. karena Kecewa kepada Tuhan dan Hukum Yang berada diketiak dan kemolekan pramuria yang dituduh berzina

air mata darah, darah menceritakan anak anak manusia
air mata, mata air berubah menjadi kesaksian bisu
di hulu ada pergumulan
dihilir ada pertiakaian. berhenti diselipan batu batu
mengalir perlahan agar dimuara tidak amarah
dan menjadi perang air mata darah!

Oleh : Dion-anak Zaman

KU

mending kita main batu nani
main petak umpet, selagi kemarau belum terjegal awan
atau kita daccci dacci ( permaianan anak anak). sambil menunggu mangga jatuh
kita berlarian

seperti segudang pengetahuan. mereka bertengkar hanya karena ilmunya dibatasi
hampir serumpung kutemui sebelah rendahnya matahri atau perasaan awan yang berjuntai mengupil dibalik kaki langit. se deret kiat, atau tempat bermunajat, mereka saling mncuri falsafah, dan mencuri Tuhan yang mereka sejajarkan dengan Tuhanku. atau seperti budha, kong hucu, kristen protestan, dan katolik, atau agama yang bernama dan berlabel, sama menurut pilihan proses, namaun pengetahuanlah yang membedakan kadarnya bukan kita, dan manusia yang abru mengunjungi seharian makam yang bergunduk namanya telah tertera.

selebihnya mereka kembali mencari cari, dan mencuri Tuhanku
aku selerakan saja, aku mencoba mengkafani bumi, dan tandusnya pengetahuan
hingga satuan yang berubah menjadi bilangan bilangan selanjutnya, disebutkan olehnya, hanya belum terlepasd ari rongga rongga yang kita belum tahu muassal, massa dan volume dari unsur mana dia menemukan aliran, dan bertempat dimana dia selama ini, hingga akar akar dan kuantitas serta kualitas kepengatahuan itu ada?
banyak memang namun yang banyak itu belum tentu sepersen-pun melunakkan hati dan Tuhanku, yang mereka juga mencarinya. dimana letaka Agama Tuhanku? atau dimana sehelai rambut kusujudkan bagai anai anai terbang mencermati, hingga dibatas bumi tak bertapal, dia masih binal dan berteduh dibalik awan yang menumpuk, bingung arah mana Hujan akan tertimbun. sementara letak letak itu tak jauh! dia ada disini? kau percaya, sudah! ya atau tidak! saya tidak mau mengurusi soalan sepakat atau tidak ikut dan mungkin masih banyak parawi lain yang kau temui dinegeri paman - pamon Islam yang jujur meletakkan garis dasar Islam dan ketauhidan. sebelum dia mencari air matanya, yang jatuh ditanahnya sendiri lalu hilang terbuyur. dia masih juga mengandaikan Tuhannya. dan menegur sepinaya Agama lain, laknatnya palacur, zinahnya sang lelaki bersama perempuan yang memburu badai badai dunia yang sesaat hingga kelenjarnya basah kembali dia menumpahkan kepada Tuhannya.

seorang kembali bertaya kepadaku, terlalu dini mengurusi bias bias rona Tuhan
aku bilang terlambat kau menyakan itu!
dia kembali menegur air mataku, katanaya berlebihan aku meneteskannya
aku bilang terlalu dungu kau menafsirkan air bening kehalusan pekerti anak anak adam
akhirya dia mencuri slendang dan piamaku. selagi saat aku menemui ritualku semalam paru bulan ketiga selama ini kuterjemahkan agar mereka tidak pernah tahu.
hilang! kepiakku yang biasa ku gantung dekat bupet tua. kucari manik manik tasbihku, tercecer dilantai satu satu. hentinya disatu manik. pecah. terinajk naluri naluri yang terlalu tergoda mau mencari dan mencuri Tuhanku.

aku kembali menegurnya
sambil mengajaknya minum arak
serta cerutu tembakau alami yang lezat
dia mencibir bibir parawi dan hukum hukum Tuhanku, sambil dikibaskan jubahnya yang menyapu lantai ubin terasku, pergi dengan amarah yang tak tuntas
dan esok atau malam nanti kutemui kau kembali apda ritual ritualku
yang mereka tidak pernah tahu

Oleh : Dion-anak Zaman

W A H

Seharusnya, malam itu aku berburu bulan,
agar kita bebas bermesraaan
tapi awan hitam yang menderaskan hujan, datang
seperti AHASVEROS yang berkelana
aku mengelilingi taman bunga
berharap agar kau ada disana

Payungku sudah bergoyang keras
aku basah, payungku patah
oh.. hujan, kau hancurkan semua
bungaku, pakaian kerenku, basah semua

hati kecilku curiga, kau pasti bermain mata
dengan seorang pria, lalu lupa pada janji kita
aku menggigil dalam ratap yang terus memanggil
dimana dirimu, dimana kau saat ini sayangku

Malam yang celaka, malamku tak berguna
aku memandang purnama yang berselimut kabut
hujan semakin deras menyambut, rindu yang susut

air mataku membasah, wajahmu semakin sirna
tapi, sebuah tangan halus, memelukku entah dari mana
kau datang begitu tiba-tiba, katamu kau sejak tadi disana
di bawah pohon jambu...

Tak percaya, sungguh aku tak percaya
benarkah ini dirimu benarkah???
AKu menangis dan begitu ketatnya memeluk tubuhmu
kau pun juga begitu, dan dengan mesra mencium lembut bbirku

"Wah....aku salah sangka pada kekasihku, maafkan aku sayang...
bisiku lembut di telingamu"....I­ love U Yasminku

Oleh : Jaka Malela
Jakarta

LUKA ITU

seraya menembaki kembali burung burung yang sedang terbang
kemudian hanya bulu sehelainya terkepak diudara

sebayu mungil anak hari
setahun terasa sepi dan kelana
tanpa ada peta, hilang oleh terik
dan teriakan, sibuyung menghapus detik detik kematian Ibu

bunyi mendentum bagai
pelor tertejam mengenai sayapku
habis magrib kucuci lukaku dengan menunggu jedah isya
sebelum detik jantungku berdenyut pelan

api itu panas
air itu sejuk
separah apa luka itu?
takkkan mampu menerjemahkan selara apapun
aku terhujat sebelah lenganku terpisah oleh tubuh, karena kupertaruhkan ingin meraih bulan yang merah pedih.

kemudian kembali membidik burung burung selanjutnya
yang bertengger kini. diantara ranting kecil
sehelai bulunya terkenai jatuh lagi kembali diantara kaki kaki telanjang
yang tanpa alas sebelum ashar berhenti
lalu lalang manusia menatapku pilu dan cekam
sekarang aku membalutnya pada darah dan luka
sambil memabwa bulan ke-Amma' (ibu)
biar dia tak perlu tahu bahwa aku terluka dan berdarah

Oleh : Dion-anak Zaman

ILSUTRASI

sekedar ilsutrasi, sebelumnya permohonan maafku, jika ada perasaan nama dan kalimat tengtang Tuhan dan Agama kutempatkan, yang tidak sesuai dan tidak suka dengan tulisan dibawah ini, maka lewatkan saja, namun atas semua nilai nilai dan cara pandang kita menafsir, maka biarlah cukup disepekati dalam hati,,

malaikat yang mana?
yang berada dintara tubuh manusia?
serangkai kau kenali maliakat yang diajarkan guru agam kita diBangku sekolah sd, smp. sma? lalu kita berpindah lebih berkelas bernama maha siswa
masih saja maliakat penjaga nerak, surga, dan paling patuh punya Tuhan di tayangkan diantara garis dan baris nilaiku di ilmu Agama

ulama yang berjubah itu?
ustas yang bekhitbah dan pakai songkok (kepiak hitam) yang memimpin kala taraweh
atau kau mau jadi sufi?
jangan, kau terlalu gegabah
kenali dulu bagimana arak tercium
bagimana kau menggoda pelacur
atau kau menanam janinmu dinatara langit dan bumi
melengkapi keperluanmu. atau mencabuli nalarmu
berupaya mengunyah renyah pagi hingga sore
malam berlanjut bak dayung bersambut, seperduanya
kau bacakan semesta dulu sebelum menyembunyikan ayat ayatNya

pesuluk dan pencari Tuhan pada tasawwufnya?
apa didermaga dia temui kekasihNya sambil mencubuti pelipisnya yang ebrlesung
menguncupkan dadanya. selagi bulan berbulat, bersabit sekalipun
kepada binar binar, tasawwuf menghukum jiwa jiwa, kendali kita sama
pemahamanlah berbeda. berapa rakaat jika terhitung, ketika tanyaku ini, dia berpikir dan mulai menghitung, maka dia hialng sesaat, mencari rakaatnya. berupaya menghapalkannya dhur ashar magrib isya dan subuh, kau salah menyusup didahimu berakaat, sebab kau masih mengingat jumlah. maka biarlah kau kedermaga lagi bertanya pada bibir kecupan, dan lekuk pinggul penggoda goda nanar dan kebinalan
atau mencuri bulan biar rendah kebukit, terhalang hujan, agar bebas mengecup dan meraba raba.

jiwa yang mana?
apa juga sama kemungkinan kejiawaannya dengan mereka yang gila
karena kejiwaan itulah yang paling penting untuk membedakan hakiki, dan kikilnya nilai nilai keyakinan. setengguk dan seanggun perempuan yang telanjang lalu kita menafsirnya pemuas, padahal jiwa kita tertambat sedetik ingin merasakan lembut dan harum mewangi tubuhnya, sebesar apa buah ranum ranumnya. terbersit tanya ketika kutelusuri tulisan ini, pembaca mungkin jengah dan mencecarku.

keyakinan yang terbuat dari apa?
kalau saja aku tahu, maka akan ku sampaikan, kutulis diatas pasir, dan air
andai saja aku meneganlinya, maka akan ku lukis diatas salib yesus atau dirias kawat duri kepalanya. atau diperut budha, kuil, atau diatas hujan itu sendiri

kalau kau bertanya tengtang Tuhan
maka kau salah,
tapi jika kau bertanya alasan dan begitu liarnya tulisan ini
maka juga kau keliru.
sebantah apapun, selembut perasaan seperti sutra dan bagai embun
maka selera kita menerjemahkan keseluruhan akan bertepi diujung lembutnya kehidupan, berseksasama menilai, menukar tanya tak menjadi biang biang
atau meremah remahku bagai daun kering. hingga aku terbang melayang
dan menyebutku dengan nama nama lain, maka itu bagian dari ilsutrasi tengtang ulama sufi dan ajaran kebodohan yang mencuri celah celah Tuhan yang tersembunyi ( Rahasia)

Oleh : Dion-anak Zaman

M I Y A U

Miyau ,,,
Kucing Manis ku yang Manja,
Berjalan Perlahan Mempesona,
Melangkah Gemulai Datang Menghampiri,
Mengusik Jari Jemari Ini,
Hadirkan Bahagia di Kala Nestapa.

Miyau,,,
... Ku Belai Lembut Bulu Halus Tubuhmu,
Ku Jemput kan Kasih Sayang Untuk mu,
Karna Hanya kamu Yang Setia,
Temani di Saat Luka Lara,
Mengusir setiab Tangis yang Menyapaku.

Miyau,,,
Dalam Peluk ku Engkau Bermanja,
Hingga Mata Ini Terpejam Lena,
Bersama Sepi dan Dinginnya Malam.

By LUmbang KAyung

SIRNA

Tumbuh Sudah Harapan Yang Sirna...
Hanyut Sudah Mimpi Yang Berbayang Kasih Sayang...
Kini Tiada Mekar Sang Kuntum Kemesraan...
Karena Sinar Mentari Terhalang Akan Tembok Kecemasan...

Lisan Yang Tertatih Mengeja Kata...
Menghasut Jiwa Menentang Keindahan...
Serta Membawa Setitik Api Membakar Luka...
Luka Yang Tergores Oleh Keindahan Fhatamorgana...

Layu Sudah Tangan Yang Melambai...
Tersambar Sengatan Api Sang Raja...
Kini Tangan Tak Mampu Meraih...
Meraih Jiwa Yang Mulai Meronta...
Meronta Akan Lisan Yang Sudah Lancar Mengucap Kata...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Minggu, 28 April 2013

IN MEMORIAM USTADZ JEFRI AL BUCHORY

Kini dia terbaring begitu lelap
Karena jiwanya telah dirasuki cinta
Pada RABBnya
dan biarkan dia istirahat
karena batinnya dia memiliki segala kekayaan malam dan siang.

Bacakanlah Yassin dan shalawat
Dan surat al ikhlas
Lalu taburkanlah melati
nan mewangi di sekeliling ranjangnya ini

Taburilah tubuhnya dengan wangian melati serta mawar.
Minyakilah rambutnya dengan keharuman doa

Biar sajak-sajak dan shalawat-shalaw­atmu terus mengalun
Yang menggetarkan seluruh semesta
Agar nanti kehadirannya segera disambut para bidadari

Tabuhlah rebana dan gemakan shalawat shalawat
Dan gemakan pula takbir-takbir
Lalu terbangkan zikir-zikir dan gemuruh doa

Hapuslah air matamu, saudaraku seiman
Dan biarkanlah dia dengan tenang dan senang menghadap RABBnya

dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga
menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.

Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dan dia datang mengetuk pintu surga

Amin…

Selamat jalan UJE, kami semua pasti menyusulmu

Oleh : Jaka Malela
Surabaya

DUKAKU

kabut kian menebal
jarak antara kita kian menjauh
jurang antara kau dan aku
kian dalam...
kini,,,,,,
duka membelengguku
duka menyita segala galanya
menyita apa yang kukasihi...

Duka membuat aku menderita
duka yang menyita gairahku
duka yang menyita ceriaku
tapi,,,,,
duka juga yang membuat aku tau
arti hidup ini.....
duka menjadi pelajaran bagiku
pelajaran akan hidup
hidup untuk masa depan...

by Endang Misnawaty
di gubuk tua rumahku
pematang siantar 28 april 2013 13:55

CINTA

Jika Cinta, pasti ada ketulusan ketika bersamanya
Jika Tulus, pasti ada sebuah kekhawatiran jika menyakitinya
Jika Rindu, pasti ada rasa kangen ingin bertemu denganya
Jika Setia, pasti ada sebuah ketakutan tuk kehilanganya
Jika Sayang, pasti ada sebuah perasaan ingin melindunginya

Oleh : Yenny Ni Aini

BEBAN KALBU

Diamku
kau tak tau apa pun di hatiku
kusembunyikan segala catatan kelam
kutelan sendiri nostalgia itu bersama luka baru

Pilu
takmampu kuredam beban kalbu
mestinya kuletakkan saja keping luka
diatas langit biru

Akh,aku tak tau
lembaran pagi telah pergi

Kemana hati akan berbagi
sedih ditinggal sendiri
air mata jatuh pecah di pipi
tanpamu sangat sepi

Namun harus kujalani tanpa kesah
gumpalan rindu biarlah kusimpan
dilubuk hati yang ikhlas tertinggal

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 23 april 2013

PERAHU KEHILANGAN DAYUNG

Ketika pagi kubiarkan lara mengembara,
disapu angin ke angkasa,
segala penat biarlah mendebu,

Terbang lesap tak kembali ke kalbu,
namun kuingin menjadi bayangmu,
menemani kemana kaki melangkah,
menyusuri malam berhiaskan kunang,

Siang mebiaskan cahaya,
di pinggang malam kurangkulkan nestapa,
kuhujani senyap dengan airmata,
kulingkupi gelap dengan doa,

Seperti perahu kehilangan dayung,
menepi di ujung mendung,

Usah kau tanya,
kenapa dan mengapa,

Karya.4lm4
Jakarta pondok persinggahan 16 april 2013

HATI YANG TERPASUNG

Tatap mata layu merunduk
senja berpamitan
malam menebar lembaran bisu
saat tunggu yang jauh dari jawab

Hati cemas kecewa
kusimpan dibalik senyum
dan aku tertawa tanpa suara

Hatiku terpasung
jiwaku lara
siapa yang tau
tak kamu tak jua semesta

Gigil tak kurasakan lagi
entah tubuhku mati suri
atau hatiku sudah tak mampu
membuka lembaran baru

Karya,4lm4
Jakarta pondok persinggahan 23 april 2013

DIOMBANG AMBING

selamat pagi sunyi
kau masih bertahan di dada kiri
mendekam bersama kerinduan yang paling dalam
dadaku digemuruhkan sepi
rindu tak lagi menghampiri
cinta datang lalu pergi
hari hariku dirundung sendiri
cinta diombang ambing badai
biduk hampir pecah
namun hati tetap berjuang
menuju dermaga kebahagiaan
tak lelah mencintai segala duka segala luka
kutuang sebagai airmata
tak pernah lagi kuhitung sebagai kecewa

Karya.4lm4
Jakarta pondok persinggahan 23 april 2013

JIWAKU LEGAM

Di sunyi malam
aku belajar pada detak jarum jam
berhenti atau berlari bukan pilihan hidup
perjalanan hanya ke depan

Jika suatu hari pilihanku adalah kamu
semoga di derasnya rindu
aku dilancarkan menujumu

Luka hati mulai menyeruak kepermukaan
hanya tersisa dua pilihan
dienyahkan,nadiku koyak
diteruskan,jiwaku legam

Andai malam seperti aku
mencintai rembulan bukanlah pilihan
tetapi ialah kenyataan

Karya,4lm4
Bandara Soeta 24 april 2013

BILIK TANPA PINTU

Diujung jalan lurus
kau telah berhenti dan berbelok kebalik bayangan
tinggalkan terbengkalai agenda jiwa

Kupunguti jejak tertinggal
aspal hitam, trotoar malam dan nyanyian ombak pantai
isyaratkan kenangan hitam putih : pahitnya kenyataan

Masih saja aku terpukau,
padahal awan hitam mulai merambati tiang langit
dalam ketiadaan yang polos
mewujudlah memory
bilik bilik tanpa pintu, seabadi usia...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, minggu 28 April 2013. 18:56 wib.-
Jakarta

TITIAN JIWA

Mengapa ingkar,
padahal kata terangkai alami,
meski pupus jua embun menetes,
bukan awan mencipta hujan...

Begitukah caramu meretas asa,
tak bertanya terus berlalu saja,
dimana kucari jawab atas tanya yang kau tinggalkan....

Ujung jalan telah kita pahami
saat pertama membaca peta nurani
meski tanpa kesepakatan semua terjalin
haruskah remuk titian ditinggalkan.....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, minggu 28 April 2013.20:05.-
Jakarta

MENGANTARKANMU

Kusadari,
setiap kalimat mesti ditutup,
berakhir dengan koma dijeda atau titik balik asa beku,
semua itu berjalan diatas rel semata...

Bukan itu lukisan yang kita pesan,
kenapa menyuguhkan rangkaian tutur kata,
jika cuma pembenaran berita....

Dengan merayap terbata bata
akan kugapai puncak asa itu,
meski saat tiba, semua telah sia sia termakan usia
setidaknya hatiku telah lega : mengantarkanmu....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, minggu 28 April 2013. 20:23 wib.-
Jakarta

SEBELUM TITIK ADA KOMA

Meratapi karma
percuma sia sia,
sejak jalan dirintis tentu ada awalnya,

Sebelum kaki menjejakkan harapan,
bukan sebab rayuan orang semata,
jalan itu telah terpilih,
mengapa pula menyesalinya...

Kelak,
diperjalanan langkah selanjutnya,
pantaslah kita menyapa suasana,
sebelum menjatuhkan koma atau titik sekalian nyata..

Supaya tak buram lukisan wajah,
disenja usia meranggas pula jiwa
alangkah mubazirnya segala ikhtiar,
kerna tak pandai mensyukurinya...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Minggu 28 April 2013. 21:09wib.-
Jakarta

JANJI BERBUAH LUKA

Deris air mengalir mengikis angan.
Menghanyut kasih dalam buai hangat pelukan.
Rona pelangi terbentang kenangan.
Menghujat janji termasa lampau.

Janji janji tinggal lah janji..
Terselip di antara belantara hati yang penuh akan kepalsuan.
Engkau yang berjanji akan kasih setia semati.
Engkau pula yang hianati akan kasih mu yang penuh dengan kemunafikan..

Bunga hati kian layu berderis kelopak kasih jatuh berguguran.
Ranting demi ranting terpatah akan cinta berhias penghianatan
cinta yang dulu bersemi sekejab hilang di telan nestapa.
Menggores luka penuh derita tiada tara.

Apa dan mengapa.
Apa salah raga ini.....
Tersehingga kau meludah janji janji yang kita sepakati.
Mengapa engkau tega....
Berhianat di depan mata ini.

Sungguh teramat sungguh.
Ingin rasa tak merasa.
Namun apalah daya bila kisah telah tergores dalam cerita..
Wahai derita menarilah dalam lukaku..
Teramat ikhlas raga ini walau sukma kan hancur tak bersisah..

Oleh : Farel Cayanx Mamae
Tegalan, Jawa Tengah

MENINGGALNYA LELAKI PEMIMPI

aku adalah lelaki laknat yang tak pantas dicintai
terkadang mengesampingkan anak maupun istri
bagai dikebiri , hanya mengejar mimpi mimpi
mimpi ada yang teraih , tapi masih terus mensisakan mimpi lagi
terus dan terus , sampai dunia gelap menanti

mungkin bisa dibilang egois , keputusanku harus mutlak dan pasti
tak ada cara yang dapat mempengaruhi
apalagi membelokkan keteguhan hati
dalam setiap planing yang sudah dicermati
ya , begitulah aku , seorang ayah sekaligus suami pemimpi

penderitaan semasa kecil yang telah terlampaui
memompakan gelegak semangat dalam pencapaian diri
merenda harapan , menyusun teka teki suksesi
hingga seperti sekarang ini
tetap , masih berasa kurang berarti

hidup ini terasakan bagai menggali
sesuaktu yang kucari itu , sebenarnya tak pasti
karena batasan keduniaan , ada diujung usia ini
hingga tak sadarkan diri , mereka berkerumun mendoai untuk menghormati
mengantarkanku sekali dan tak mungkin terulang lagi
diakhir hilangnya mimpi mimpi

Oleh : Deky Budi
Surabaya

TIRAI DUSTA

Kau pasti berkolusi dengan malam,
saat melukis dusta ditirai gulita,
sempurna

Jika aku tak bersuara,
jangan terjemahkan sepertinya aku dungu,
tak tau apa-apa,
lahirku dua windu sebelummu,
lakonmu, sisa terompahku
klise

Sudah, mulailah menata lelaku seturut bibir berkata
apa adanya..

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Selasa 23 April 2013. 20:51 wib.-
Jakarta

MENYATU DENGAN HAKIKI

Sahabat jiwa
ini nyata atau cuma illusiku semata
duhai...betapa muskil mempercayainya

Tak sempat lagi kau melambai,
serangkaian tanda tanda terlukis diawan
bahkan senyata itu : titik jenuh
dan kata penutup : akhirnya semua akan kembali

Dini hari, seorang diri
begitu ikhlas hikayat pun kau sudahi
meninggalkan kami, menyatu dengan Hakiki
ustadt Jefri Buchori kekasih Illahi...

Sahabat jiwa,
mengapa secepat ini kau pergi,
tinggalkan ladang tuaian terbengkalai...

Selamat jalan sahabat,
Doa dan sajadahmu membentang hingga ke Sorga
menjemput impian perjalanan abadi,
bersama Gusti Pangeran Welas Asih

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
Tj Karang,Lampung 27 April 2013. 04.10 wib.-
Jakarta

BERTERIAK KETEBING TERJAL

Lagi,
tiang kebenaran tersungkur
reboh diujung kaki penguasa
siapa yang bertanya....

Berteriak ketebing terjal,
gemanya menampar muka,
sayangnya ; budaya malu telah terkikis
siapa yang perduli...

Menudingkan jari kewajah lawan,
adalah tikaman berlipat tiga, pada diri
maling teriak maling, mulai membudaya
apa kata wakil kita.....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok Bambu istanaku, Sabtu 27 April 2013. 21:37 wib.-
Jakarta

KUDENGAR PANGGILANMU

Kudengar panggilanMU,
di sapa lembut kekasih hati dirumahku : selamat hari minggu

Kudengar panggilanMU,
menyeruak disela sela sibuknya sibontot : bersiap ke Gereja

Kudengar panggilanMU,
mengaksara diberanda FB kekasih seiman : renungan harian

Kudengar panggilanMU,
kubawa hati, pikiran dan ragaku penat, kecewa dan letih lesu
inilah aku Gusti Pangeran Welas Asih : manusia pendosa
perbaharui dan mampukan tetap dijalanMU

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku , Minggu 28 April 2013 . 13:07.-
Jakarta

SITA

menulislah dengan lurus
arahkan batasan mata binar dan binal binalmu menafsir dunia dan manusia
pada posisi kita layang selayang pandang,
jangan berkelok kelok, coba memepertegas pada alur
saya tidak suka kalimat menggantung!
begitulah dia menuyuruhku menghpaus dasar dasar trafsir imajiku
aku terhentak, keliru aku menuai
mencengkram cakar cakarku diatas gunduk gunduk hati yang berkutat

sita (nama perempuan itu ), kau belum cukup mengenalku
sebentar lagi aku mengunjungi beranda berandamu
maka jangan melarangku sekali ini, diantara sesak sesak yang belum kutuntaskan
pada balok balok huruf dan kapitalnya kemurnian hakikinya keindahan syair

sita pada potongan potongan kalimatku kau pernah kan menegurnya
seperti mala petaka kau menuduhku liar dan selera kita ternyata sama
atau antara bathiniahmu belum menempatkanmu sebagai kenikmatan jikalau
aku mengurai, mengel;us, dan memnajakan kalimatku sendiri

maka kenali sebelum aku menemuimu kembali nanti..

Oleh : Dion-anak Zaman

TERGENANG GELISAH


Kutuliskan puisi tentang rindu tak usai
tentang seorang wanita menanti dan
tentang cinta yang ia jaga dihati

Didada perempuan ini
terselip sebuah kerinduan pada kisah cinta
kerap dituangkan pada selembar tulisan bisu

Ingin kukemas rinduku dan kuhadiahkan padamu
berlembar surat basah lama tergenang gelisah

Adakah hadiah lebih sempurna dari hikmah
menundukkan gelisah
menunjukkan arah
menuju cintamu yang indah

Karya,4lm4
Bandara Soetta 24 april 2013

TAK BERTEPI

Duhai aksara warna warni
banyak sudah ku kehilangan warna khas yang telah ribuan waktu terlampaui
mengapa kini engkau enggan menyambangiku disini
adakah pesona diri ini telah habis terkuliti.

Terkadang kilaunya mulai meredup tercampak dan ku ingkari
mulailah kini ku tertatih menggapai tepi
adakah ini tersemat kembali?
tanda tanya hanya sebuah misteri yang pastinya kan ku lupakan lagi.

♥ Kinanthie Soraya Jasmine ♥ 24 April 2013 20:57
Oleh: Kiki Soraya
Cikarang, Jawa Barat

SERUMPUN RESAH

dalam lelapku bersemi keresahan
diranting damaiku bertunas kesedihan
dikelopak sepiku berputik kecemasan
diranum rinduku tercium kekecewaan

saat ceria sukmaku terhimpit galau
kala tertawa batinku terjerat pilu
senyumanku berbaur duka
sekulum terulas mengoyak seribu luka

ingin kupendam kecewa dalam hati
biar derita kutanggung sendiri
namun pedih terlanjur merambat
diantara rindang taman harapan
kucium semerbak wangi kuncup lain...


Oleh : @Masita shanti
Takalar.22-04-2013

AKU

Aku menentang dunia
dengan berlari meraih tanganmu
ketika dunia menginginkanku
tapi kau menentang dunia
dengan tetap menggenggam erat tanganku
disaat dunia menyisihkanku...

By : Masita Shanti
Takalar.25-04-2013