. JENDELA PUISI: Februari 2016
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 28 Februari 2016

Corridoio Vasariano


Setidaknya aku mampu menikmati sesajian alam pada abad terdahulu
Bernardo Buontalenti, Gua tiga bilik semacam rumah bermain
Khayalan alami dan Ghotic dramatis yang menyerupai beton menetes dan batu apung mengalir
Ini memanjakan mata seluruh pemuda yang mengunjungi Pitti Palace
Mengaliri dinding dalam aksen air, merambah kesejukan selama musim panas
Seakan sedang melahap atau memuntahkan patung-patung berupa Manusia dan Hewan.

Gembala, Petani, Pemusik, Hewan, dan tambahan Empat Kriminal lainnya
Yah, mungkin aku akan dikatakan kampungan atau di cap norak
Semua kebutuhan, Makanan, Rumah, Pakaian, dan Kendaraan tampak seadanya
Dan juga agaknya aku akan bermimpi tanpa harus tertidur siang ini
Aku bermimpi tentang keberadaan kita di balik patung sepasang kekasih yang tengah berciuman
Mimpi kita untuk ku hadirkan ketika nanti terlelap
Tepatnya pukul Sembilan malam, di tengah kabut berawan
Lampu kota, dan beraneka jajanan khas Negri ini
Yah sayang, Abad pertengahan dengan kekayaan berlimpah
Saksi sejarah yang akan menimbulkan perselisihan

Sesaat sebelumnya, Aku memberimu nada nakal, Kau tau apa artinya itu?
Dua kali dalam hari ini aku menuliskan sajak untukmu
Sajak yang sedikit tertolong oleh para Seniman Renaisans, Vasari, Vasari.
Dan, Kau menyeringai lebih lebar sayangku, dengan tatapanmu nun begitu serius
Gedoran pintu kelabu, tempat aku bermimpi,
Kau datang dengan membawa sedikitnya ubi bakar kesukaanku
Berjalan menghampiriku di tengah cahaya remang dan dinginnya malam nanti

Ah, Aku menantikannya sayang, tepat pukul sembilan malam nanti
Rumah kecil kelabu dengan patung dua kekasih yang saling bertautan
Dan, Sajak-sajakku siang ini akan memandumu sepanjang koridor dan mulai bertanya, "Untuk apa ini"
Kegugupan dan keberadaanmu mengepung seluruh sumber dayaku
Tempat aku beribadah, memanjatkan Do'a dalam Shalatku
Keselamatan Ibu, Ayah, Adik, dan Keluargaku
Tentunya dengan mimpi dan khayalku,
Sebuah keluarga kecil, dimana kau dan aku,
Sepasang bocah, Laki-laki dan Perempuan
Kesederhanaan kita, Melanjutkan proses di dunia.

Corridoio Vasariano lorong rahasia yang khas
Tempat kita bermain dan menikmati senja
Saat usia kita berlanjut tua dengan berkelok-kelok melewati Galeri Uffizi
Kita menatapnya, menikmati limpahan sederhana.
Dibalik sungai Arno jembatan batu abad pertengahan
Oh sayang, inilah kota tua kita, tempat dahulu mereka berada
Menjadikannya kebun tempat berlayar, lalu mengiringnya pada halusinasi
Yah, kejayaan dahulu, tempat kita berada sekarang
Menikmati peninggalan-peninggalan mereka untuk kita ceritakan pada orang-orang terdekat
Saat ini dan nantinya kita warisakan pada bocah yang kita percaya.
Fitriani Alexandra dan Alex Wahyu Nurbista Lukmana.

~Alex Wahyu~
27 Februari 2016

Jumat, 26 Februari 2016

AKU


Aku…
Hanya wanita biasa dari keluarga sederhana
Terlahir dari ibu yang dermawan , ayah seorang nelayan
Di gubuk rumah yang penuh canda tawa
Aku….
Di besarkan dari berjuta kasih dan cinta dari keluarga
Demokrasi adalah ilmu yang di cetuskan ayah ku
Damai tentram dan saling mengayomi kualitas dari identitas keluarga intim
Ayah dan ibu adalah motofasi untuk jadi yang terbaik
Belajar adalah hal yang ku gemari ,melangkah dengan cepat adalah prinsip
Pengalaman adalah guru yang terbaik
Mengulas setiap peristiwa dengan mengevaluasi diri
Aku..
Seorang pembaca yang menyukai judul apa saja
Karena ilmu secuil sangat berharga
Aku…
Menyukai alam, alam memberikan kehidupan baru untuk berkarya
Alam pemberi inspirasi,menyejukkan pandangan mata
Aku…
Seorang pemimpi yang berharap mimpi tidur jadi kenyataan
Seorang bersahaja akrab dengan siapa saja
Jika tepat banyak hal yang di bicarakan
Aku ya aku

By: amoy

Senin, 22 Februari 2016

MATA KITA


Setiap mata yang tertutup
Bukan selalu tidur
Dan setiap mata yang terbuka
Tidak selalu bermakna melihat

Oleh : Andi Kurniawan SP
Kiriman : Adhiet's Ritonga
Beranda Sanggar Pelangi

FILOSOFI


Kusediakan tempat di kaki Bermuda
Persemayaman Iblis nun melegenda
Sebuah Wilayah Lautan Samudra Atlantik seluas Satu koma Lima juta mil2 atau Empat juta km2
Teritorial Britania Raya titik di sebelah Utara, Puerto Rico
Teritorial Amerika Serikat titik di sebelah Selatan
Miami, Florida titik di sebelah Barat
Dan juga, Pertemuan Samudra Atlantik dan Mediterania yang tidak tercampur satu dengan yang lain.

Apakah kau masih ingin menari?
Berpuisi mungkin?, Entahlah
Atau, Kau ingin bernyayi menikmati pertunjukan Dramanya Dante Alighieri, Divina Commedia
Dan, Berhalusinasi tentang Keluarga Medici?
Dimana Birth of Venus, Botticeli, Lukisan sensual yang di gantung di atas ranjang pengantin sepupunya?
Bisa juga kau resapi Pieta dan David, Dua patung yang di pahat Michelangelo
Boboli Gardens, Sebuah taman yang akan membawamu ke PalazoPitti
Benteng batu yang menjadi kedudukan Keluarga Medici
Kota tua dengan bocah bertato, salah satu pengunjung yang menghisap cerutu

Lalu, bagaimana denganmu?
Tempat mana yang akan kau pilih?
Bermuda?
Tempat hilangnya Pesawat, Penerbangan 19 dan Kapal Enserjen
Atau Florence Italia?
Tempat berkumpulnya Mahakarya Seniman abad terdahulu
Maka, Aku akan menunggu selama Duapuluh Empat jam kedepan
Waktu panjang untukmu berfikir
Mainkan Imajinasimu
Kumpulkan semua data atau angka yang terbelit di fikiranmu
Cobalah untuk menuliskannya pada secarik kertas di hadapanmu
Aku akan menunggunya
Apapun yang kau tulis akan kubaca, kucerna dengan sangat teliti, lalukitabernagkatdenganhasil, tempat yang kausukai
Silahkan, aku tidak akan mengganggumu sekarang
Yang bisa kulakukan hanyalah mencari sesuatu untuk di makan malam ini, pinggiran jalan
“KOTA KECIL DI UJUNG BARAT”

_Alex Wahyu_
22 Februari 2016

Sabtu, 20 Februari 2016

Cerpen: SURAT CINTA DARI SEBERANG


" Kenapa ayam sudah berkokok? " Ema tercari-cari jam tangan yang diletakkannya di bawa bantal sebelum tidur tadi.

"Oh rupanya sudah jam 2.15 pagi. Rasanya aku awal tidur tadi. Selepas Isyak mata sudah memeluk lena. Tapi kenapa pula terbangun di waktu- waktu begini. Untuk melenakan kembali mata yang sudah terkejut lebar ini, terasa sukarlah pula." Ema berkata-kata seorang diri.

Tiba-tiba Ema teringat pada sepucuk surat yang diterimanya tadi petang. Dia belum sempat membukanya kerna begitu sebuk melayan pelanggan di gerai kopinya, Pesorong Kam. Gerai Pesorong Kam baru dia buka seminggu yang lalu. Walau gerai itu belum begitu lengkap dengan keperluan asasnya, tapi pelanggan sudah ramai yang mahu singgah untuk menikmati kopi tumbuk asli yang wangi dengan jagung bakar dan jagung kukusnya.

Perlahan-lahan Ema bangkit dari pembaringan, menuju ke meja solek tempat dia meletakkan surat tadi. Ema mengambil gunting kecil yang terletak di atas meja itu juga, lalu menggunting hujung surat itu. Sebelum membuka lipatan surat yang sudah lama ditunggu-tunggunya itu, Ema menutup matanya seketika, cuba mencari kekuatan diri, kerna dia tahu surat itu akan membawa berjuta kesedihan pada rongga-rongga hatinya. Dengan didahulukan lafaz Bismillah, Ema mula membaca surat itu.

Asalamualaikum wwb .

salam sayang,
salam cinta,
salam rindu..
Forever......... for you kekasihku.

Testimoni cintaku

Seiring berjalannya waktu hingga saat ini, aku masih kekasihmu.

Setahun lebih sudah aku nokhtah cintaku kepadamu..
betapa sulitnya aku mendapatkanmu, dan betapa lebih sulitnya aku menjaga hubungan ini berbagai cabaran aku lalui. Aku tetap memilihmu..
dan itu berdasarkan kesucianku cintaku dan kesungguhanku terhadapmu.

Liku liku jurang terjal jalan berbatu aku hadapi demi keutuhan perjalanan kasihku untukmu.

Ingat, sebuah kesungguhanku padamu.. memang aku ingin selalu menghantar surprise paket untukmu tanpa mama minta.. dan itu bukti kesungguhanku mencintaimu.. dan tak terpikirkan dalam hidupku untuk buat pasport.. hanya dengan mengenalmu dan mencintaimu serta ingin memilikimu aku berusaha bagaimanapun untuk buat paspor..

Aku bangga mencintaimu..
kau yg telah merubah pribadiku dan kedewasaanku tentang cinta. satu catatan kau mampu menerimaku sedangkan aku beristri.. kau mau menerimaku..
aku sangat mengagumi ketulusan mencintaiku..

ingat dan ketahuilah di dunia maya fb ini. memang banyak dan ramai godaan ku hadapi.. aku tetap memilihmu sampai saat ini
sudah banyak aku blok rakan2 demi menjaga hubungan ini dan setiaku memilikimu.

Mesti pada saat ini aku mengatakan yg sesungguhnya kepadamu,
apa yg telah berlaku dari rasa cintaku terhadapmu pad saat ini yang aku tak seperti dulu lagi.

ketahuilah.. ini yg sebenarnya ada dalam persoalanku terhadapmu.
mama,, kehidupanku tak seperti dulu lagi.. dulu aku berjaya dalam niaga.. namanya niaga ada untung ada gagal.
sekarang aku mengalami kegagalan dalam merintis kembali gerai usaha pakaian yg dulu aku pernah berjaya dan punya banyak anak buah/karyawan yg aku handalkan.. skrg hidup tak seperti dulu lagi. Modalku habis menutup hutang ke china bekas bosku.. dia tak lagi memberikan kepercayaan terhadapku.. karena ekonomi di indonesia tak menentu.
dan lebih parah lagi.. sisa hutang2 dari anak buahku tak ada yg mengembalikan modalku dan adik perempuanku lima bulan yg liwat pinjam uangku. Dan itu modalku untuk buka niaga kembali. Dia untuk beli mobil avanza.

dan uang itu ada dibayar separuh..
Abg sudah menabung tanpa isteri ku tahu.. untuk bekal menemuimu nanti.. uang itu kini habis buat pulang kekampung tengok ibuku sakit dan biaya berobatnya.

kini aku.. belajar berjualan kecil2an di pasar. Demi mencukupi kebutuhan biaya hidupku dan tanggung jawabku sebagai kepala rumah tangga.

Itulah yang membuatku lelah dan sering bermenung sendiri memikirkan hubungan ini.. semuanya dengan uang hubungan ini terlaksana realiti..
bukan karena aku hambar karena aku punya selingkuh dg perempuan lain.. itu tak ada sama sekali. Ikrar cintaku adalah komitmen hidupku terhadapmu..
karena kaulah kekasih yg terakhir yg aku cintai.

satu catatan.. pahamilah ma..!
aku mengatakan yg sejujurnya soalan hidupku padamu.. bukan aku meminta sesuatu belas kasihanmu TIDAK...
justru ini kejujuranku..

memang dulu sekiranya aku berjaya dalam niaga sampai saat ini.. aku ingin menokhtah cinta ke penghulu denganmu.. apapun itu cabarannya nanti akan aku hadapi..
tapi kini rasanya aku sulit mewujudkan impianku denganmu.. karena membutuhkan uang yg cukup untuk menemuimu..

Niagaku gagal.. aku tak bisa mewujudkan nokhtah itu. Karena memang hidupku payah kini.

Sebelum nanti aku telah jauh melangkah mengantung harapan cinta terhadapmu.. aku tak kunjung menemuimu membuktikan cintaku terhadpmu.. kita keburu tua.. kau tak bisa menikah dengan pilihan atau takdir jodohmu yg sesungguhnya. Bisa2 aku berdosa nantinya mengantungmu harapanmu.. aku tak mau itu terjadi.
ini bukan aku lari dari kenyataan dan ini aku kisahkan sama mama adalah demi kebaikanmu jua nantinya.
untuk memilih pilihan hidup yg bisa membahagiakanmu..

hidupku susah kini.. .
tak mungkin rasanya menikah dgnmu. Karena semuanya dengan uang apalagi perjalananku antar negara.

Ini aku hantarkan isi hati janjiku semalam.. adalah berdasarkan fakta hidupku.. bukan aku tak mencintaimu.
tiada yg bisa mengantikan perempuan lain dlm hidupku.. sudah aku fikirkan masak2 dengan resiko ikrarku itu. Tetap aku berjanji kau yg terakhir dalam hidupku.. dan janji untuk memilikimu adalah karena keadaan hidupku yg susah sekarang tak punya uang lagi..
bukan aku mengkhianati cintamu.
Ingat, cintamu tak akan aku hapus dalam hidupku.. cintamu akan aku pusarakan seumur hidupku..
ingat cinta dunia maya bukan mainan.. ini karena proses panjang dan membutuh biaya besar juga bagiku saat ini mengumpulkan uang memenuhi semua kebutuhan hidup.

bila dalam fikiran mama.. tak lagi memungkin hubungan ini di teruskan.. karena keadaanku yg susah.. abg silahkan mama buat keputusan.. walau itu berat sekalipun aku terima dan mama putuskan kedua kalinya hubungan ini dengan lapang dada aku redho itu mama lakukan.

Abg tetap mendoakanmu bahagia dengan pilihanmu nanti..
walau abg akan tetap cinta

" Ah! Teganya kau menjadikan alasan hidup mu susah, perniagaan mu merosot, kerna itu konon tidak mampu menunaikan ikrar janji mu. Kenapa tidak mengakui saja kenyataan yang selama ini kau cuma sekadar memberi harapan? " Desis hati Ema di akhir membaca surat dari seberang itu.

Namun Ema tidak mampu mengawal tanggisan rasa sedihnya yang bercucuran dari kolam matanya. Buat seketika Ema melayan tanggis hatinya. Baginya biarlah ini kali terakhir dia menanggis buat seorang lelaki seperti itu.

Dalam sedu sedan yang masih berbisik di rongga hatinya, Ema cuba mengingat kembali detik-detik perkenalan dia dengan lelaki itu.

Di awal salam dari tersalah membuat panggilan dari si lelaki, telah menyebabkan panggilan berterusan dan menjalinkan hubungan yang berpanjangan, hingga melahirkan luahan rasa cinta lelaki itu kepadanya, semua seperti wayang yang diulangtayang balik di menda Ema. Waktu itu entah kenapa Ema boleh terbuka hatinya menerima cinta Amirul, pada hal sebelum ini dia sudah cukup mengelak dengan cinta seorang lelaki yang sudah beristeri. Mungkin kerna ikrar janji Amirul yang kelihatan bersungguh-sungguh ingin datang menemuinya untuk mencantumkan ikatan menjadi sah.

" uh! Aku juga yang begitu bodoh. Mengapakah tidak terfikir oleh ku bahawa Amirul bukan bersungguh dengan ikrarnya. " Ema teringat gurauan Amirul selalu kepada nya, " kalau aku tidak punya isteri, pasti aku sudah datang bertemu dengan mu." Sebenarnya kata-kata Amirul itu adalah kata kunci bahawa ikrarnya itu hanya sebuah harapan maya.

Emma ingin membalas surat Amirul.

Walaiumsalam abang.
Moga diri mu dan keluarga mu di sana bahagia hendaknya. Terima kasih banyak untuk surat mu itu. Aku ini mudah saja memahami. Jika benar kerna susah mu kau tidak mampu menunaikan ikrar mu, aku tidak memaksa mu untuk melaksanakannya. Malah dari dulu aku sering menasihatkan mu, jangan paksakan diri untuk menemui aku, jika akan menyusahkan diri mu. Tapi sayang, kau juga yang terus memberi harapan.

Jika benar kau pernah mengumpul duit yang tanpa pengetahuan isteri mu, lalu kau pinjamkan ke adik mu dan selebihnya yang lain untuk buat ziarah dan obat ibu mu yang sakit, aku amat menghargai usaha mu itu. Tidak apa, lakukan yang terbaik dulu buat keluarga mu.

Namun satu perkara ingin aku katakan pada mu, jika suatu waktu aku sudah hilang dari radar pengelihatan mu, bukan bermakna aku menjauh kerna kau lelaki yang susah atau miskin seperti kata mu, tapi kerna aku sedar kau tidak akan pernah menunaikan ikrar janji mu, kerna kau ada isteri mu yang begitu setia menemani mu. Sesungguhnya dialah kekasih realiti mu, cinta mu yang satu hingga akhir hayat mu. Itu kata mu.

Sebelum ku akhir catatan ini, mohon halalkan setiap pemberian mu kepada ku, walau cuma sekelumit kasih sayang dalam Maya. Maafkan setiap tutur kata yang mungkin pernah terkasar luah.

Sesungguhnya cinta itu adalah sebuah kenangan manis, kerana selama aku mengenali mu, aku telah belajar menukar yang pahit menjadi manis.

Terima kasih banyak abang untuk segalanya.
Ema.

Kabur sudah pandangan Ema. Kesedihan membelenggu segenap jiwa raganya selepas menulis surat itu.

" Oh! Berlalulah cinta manusia. Aku ingin cinta Allah yang kekal untuk selamanya," pujuk Ema pada hatinya.

..... T A M A T. ....


CERPEN: SURAT CINTA DARI SEBERANG
Karya/Penulis : Ros Maya


sesiapa baik yang hidup atau
sudah mati. Ia cuma illusi
. penulis.


Kamis, 18 Februari 2016

LUKA HATI LUKA DIRI



Sesa'at Ku terdiam dalam indah nya sang bayu
Ku termenung terluntas akan bayangan wajahmu
Ku tersontak tak kuasa membendung airmataku
Betapa aku melihat kepedihan hati mu

Rasa cinta mu yang begitu dalam
Kian menyiksa dalam lamunan
Sungguh aku tak kuasa untuk melihat mu terluka
Namun aku tau aku bukan lah yang dulu

Kini aku sudah mempunyai seseorang yang mampu mengisi Dan menghiasi hati hariku
Dengan tulus ikhlas aku telah melewati hariku
Kadang aku harus berpuraa pura tertawa,bahagia demi orang yang Ku cinta
Karena aku tak ingin dia melihat aku termurung

Kasih bukan aku tak mau meneri mu
Tapi kini hidup Dan jalan kita telah berbeda
Di hati sudah ada orang yang begitu menyanyangi aku
Aku tak mungkin berpaling dalam cinta yang se harus nya tak aku miliki

Maaf kan lah aku kasih
Hidup bukan lah untuk sebuah penyesalan
Namun bagaimana kita mensyukuri disetiap titik langkah ini
Jangan berkecil Dan merasa diri INI tiada orang yang peduli
Aku yakin suatu sa,at nganti mau akan mendapat kan yang mau cari

Semoga kau akan mendapatkan kebahagia'an
Bersama orang yang kau pilih
Hidup bergandengan tangan Tapa ada yang terlepas
Walao tangan ITU kadang sakit,,
Tersenyum lah kasih Ku
Aku disini selalu mendoakan yang terbaik untuk mu
Maaf kan aku aku lebih memilih ke kasih hariku
Satu untuk selama nya

BY SONIA VERONICHA ITU AG
16 FEBRUARI 2016
NGALAM PANDANREJO WAGIR

WARNA


Tersiksa !
Begitu kata WARNA.
Syair lagu yang mereka nyanyikan.
Bagai menyuarakan isi hatiku, saat ini.
Senang, tapi juga sedih.
Terus kuulang lagu ini sampai aku menangis, puas.
Hingga tak ada sedih yang kurasa.
Setidaknya khusus malam ini !

Sedangkan WARNA, karibku.
Tak jua mampu membelaku dari pilu sedan.
Walau ia selalu menawarkan tertawa.

Kantor Pusat Sanggar Pelangi
Oleh : Adhiet’s Ritonga.

Selasa, 16 Februari 2016

KETIKA AKU BERSEDIH


Resapi ini
Maknai ini
Selami ini
Rapuhkah diriku ?
Lemahkah diriku ?
Ringkihkah diriku ?
Sedihku bukan akhirku
Sedihku bukan gagalku
Sedihku bukan bodohku

Sedihku, sekelumit cerita dari hatiku
Sedihku, sepotong rasa dari hidupku
Sedihku, sebentuk galau dari kalutku

KETIKA AKU BERSEDIH
@Iin SN

Sabtu, 13 Februari 2016

DALAM KERETA MALAM


lepas isya
kubasuh seluruh keluh
dengan segala doa
tenggelam pada malam
menyusuri jalan
mencari maqam

hening yang memulangkan aku
pada kesendirian
dengan banyak pertanyaan
dengan segenap pengharapan
aku malu
pada tanganku yang pernah
menggunting dalam lipatan
aku malu
pada mulutku yang besar
terlalu kasar mencerca dengan tak sabar
aku malu
pada kakiku yang senang menjegal
kawan seiring, jadi terasing
aku malu
pada kehendak hatiku yang tidak menentu membuat orang lain tertipu

lepas isya
meluruh jiwa yang rapuh
mengasuh hati yang rikuh
memeluk segenap teguh
dalam kasih-Mu yang utuh
menggapai cahaya
yang Engkau pancarkan

Oleh : Zulkarnain Siregar Sibadoar
zss
22Rabiulakhir1436H
120215



---------------------


Kawan bersakit, itulah engkau
Bagaimana pula aku bisa melupakanmu.
...

Kalau bersenang-senang

mungkin aku tak pernah belajar apa-apa
mungkin aku tak mengetahui
mau bagaimana
mungkin aku tak percaya aku ada dimana
mungkin aku tak banyak berguna buat waktu yang tersisa
mungkin aku tak pernah merasa hidup yang nyata

Kawan bersakit, itulah sahabat nyata
...

Itu dirimu yang sesungguhnya
...

Lalu bagaimana aku bisa melupakanmu, kekasihku






samikna wa atho'na

kutatap merah jingga
ayat senja itu rahasia
antara siang dan malam

kubasuh tangan, muka
telinga, lalu kepala
telapak hingga mata kaki

pada panggilan kemenangan hati
ada janji yang maha suci
seperti yang sebentar lagi

matahari pun menepi
perlahan tenggelam ke kaki
langit ini: di maghribi

Maghrib
23022015

SEBAIT HARAPAN


Kuingin teriak tapi tak bisa
Kuingin berbagi tapi tak tau dgn siapa
Kuingin lari tapi tak tau arah tujuannya
Kuingin dan banyak yg kuingin,.....
Akhirnya lelah dijiwa
Aku memang letih,lelah
Dan sangat terlalu letih utk semua
Aku ingin melupakannya,...
Dan tak terasa tahun pun kini tlah berganti
Tapi aku tetap merasakan lelah dan letih
Kuingin orang2 yg kucintai bahagia
Kuingin orang yg kusayangi senang dgn apa yg aku lakukan
Kuingin dan banyak yg kuingin,...
Banyak yg ingin aku raih,....
Dan akhirnya pun lelah dijiwa...letih dan letih
Kuingin berbagi,...suka dan duka...senang,sedih
Dan kuingin tertawa sepuas-sepuasnya
Biar beban didada hilang
Dan akhirnya
Aku letih, dan aku tetap sendiri ditenga keramain,..
Dan aku memilih utk tetap diam, dgn beban pikiran selalu menganyut
Aku akan tetap berjalan sampai aku masih bisa
Aku akan tetap,...dgn harapan2 yg akan aku wujudkan,...
Semoga bisa semua impian yg kumau terwujud adanya,...
Amiin,....

@Iin SN

KEPULANGAN MU DUKA KU


Sayup sayup terdengar kicauan burung berdendang
Ke pulangan mu dari negeri seberang
Mungkin kau jenuh di negeri orang
Atau kah,pulang melamar kekasih hati mu senantiasa mendoakan mu dari kejauhan
Kebahagiaan kini telah lengkap terasa
Ada kamu dan aku menjadi satu ikatan yang nama nya pernikahan
Tapi….
Bak petir di siang bolong, mimpi ku terpotong
Ada bendera kuning berkibar di depan rumah mu
Apakah bendera ini penyambut kepulangan mu….???
Rumah mu ramai di kunjungi orang , selintas mereka menjatuhkan air mata
Dan kemudian…..
satu anak tuhan tertutup kain putih dari ujung rambut hingga ke mata kaki
bahagia ku yang pernah ku tata rapi, menjadi tangis menjerit
dia yang ku mimpikan menjadi imam sehidup semati
kini hanya jiwa tergeletak di kerumungi orang
dia yang berjanji akan pulang membawa ku ke pelaminan
tapi kini kepulangan mu menghantarkan ku ke liang lahat mu
selamat jalan duhai kasih……

By: amoy

Rabu, 10 Februari 2016

PUISI MALAM


Kucumbu hitam
Hingga bibir kuning membeku
Menghancurkan rasa yg mnyesakkan hati,
Malam terasa sangat sepi
Hening hilang membawa pergi cahaya
Meninggalkan bintang yg enggan sdri....

Di sudut malam
Terdengar deru nafas terengah
Jangkrik berteriak memanggil malam
Hanyut terbawa dengki dan khianat....

Aku hnya daging yg meringkuk disini,
Terlentang bagai mayat kaku
Memandangi waktu yg smkin larut
Hingga bosan melayani hati

Tuhan ku mohon padamu
Kirimkanlah aku seseorg agar aq tk sendri
Sendiri mereguk dinginnya malam
Hingga serpihan sepi terbakar
Bagai irama

"POisiE MalaM ..Elza TitaNium 90116"
1:20

AKU BAIK - BAIK SAJA


Sekilas terlihat baik baik saja
Selalu ada tawa canda yang hadir dalam perjumpaan dengan nya
Senyum simpul mengartikan dia bahagia
Tangis nya di tutupi keceriaan nya
Tiada yang tau dia terluka
Hati nya teriris sembilu, dalam kesendiriaan nya dia merintih menangis
Boneka Barbie yang mengilap tangis nya
Tak seorang pun yang tau derita hidup nya
Hanya kata demi kata di rangkai menjadi syair syair pembuktiaan adanya hati yang terluka
Tak ingin di buat repot katanya , biar luka ia sembuhkan
Selalu dan selalu seperti itu….

Oleh : Amoy Moy

JANUARI ( KELABU )


Januari pembuka tahun
Januari memulai langkah
Januari sebabkan luka
Januari menggores hati

Oleh : Adhiet's Ritonga
Kantor Pusat Sanggar Pelangi

Selasa, 09 Februari 2016

ENTAH DIMANA BILA


terik
hampir tak terasa lagi
lelaki dan penyapu
diperengan jalan

luluh lantak
dibelasah waktu
menampi menampik
dikerangka harapan

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
‪#‎kisaran‬ 01jan2016
terik tak teruk

LELAH


Telah kuserahkan hati dan rasa
Untuk kuolah menjadi bahagia yg indah
Namun cakar cakar tajammu
Merobek dan mencencang semuanya
Hingga tercabik tak berbentuk
Terluka,,,,,,
Tanpa darah,,,,,
Disini rasa telah sirna
Bersama butiran air mata kepedihan
Cabikan cakarmu begitu beringas mencabik hati dan rasa
Taring taring tajammu
Mencengkeram begitu dalam
Hingga tangis tertahan menjadi keluhan
Acccchhhh
Darah yg menghiasi setiap taring tajammu
Kini telah mengering menakutkan
Bibir bibir dustamu melafazkan beribu berita
Cakar tajammu siap menerkam mangsa
Dan taringmu menyeringai bagai drakula
Pantaskah kusebut kau manusia,???

Oleh : Endang Misnawaty