. JENDELA PUISI: November 2013
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 15 November 2013

KESUCIAN TAK TERNODA

wajahmu sebersih deburan air terjun
menggapai keseluruh impian di arasNya,Allah
bagaikan malaikat kayangan seiring langit tersenyum
membuka pintu kejernihan jiwa raga nan
tersanjung di hadapan Allah di yaumil mahsar kelak

sungguh senyummu sejernih tetesan salju
membahana ke segala penjuru
melelehkan kasih nan rindu pada-Mu
ya, Tuhan seru sekalian alam-Mu
bertasbih langit bumi kugapai dalam dunia
fana yang kelam

sungguh pandanganmu mengeluskan citra
kasih pada umat dunia d isaat langit biru tersenyum
akan dikau menyelimuti impian kau tanamkan
di sugra firdaus kelak sementara malaikat Ridwan
menunggu sang kembang secantik dayang surga
moga-moga Allah paring brokah,Amin ya rabal allamin

Oleh :siamir marulafau
sm/15112013

MUTIARA SURGA

Zuhurmu sesungguhnya menerobos lorong
kalbu dalam menyosong awan putih
berkelana di hadapan Illahi
sampai ke langit tak bertepi
saatnya kutungu
syairmu

Oleh :siamir marulafau
sm/14112013

PENGAKUAN SEORANG JANDA


telah kutanamkan bunga melati
di sebuah taman surga kita semai
bersama walupun hanya dalam
dunia maya yang kelam
tapi kau berpaling tidak meneruskan
petualanganmu di ujung dunia
seiring duri kau tancapkan di lorong
gelap membuat jiwaku tertegun
sepertinya masih terluka dengan
kepedihan yang tak berdarah

benarkah itu?sugguh bunga melati
kau tukarkan tidak dengan bunga
mawar merah berwarna jingga
kueluskan di saat kerinduanmu dengan
madu manis kusuguhkan sementara
cacing menggeliat dalam gua
pegunungan amat gelap sembari
menjerit kepanasan karena tak satu
dunia pun menangis menyaksikan
kau dan aku sedang dimabuk asmara

Oleh :siamir marulafau
sm/14112013

PESONAMU

Dilautan cintamu.....
Kuhempaskan jati diri
yang tak bernyana
hidupkan kembali
kobaran api yang telah padam
bangun jiwaku
yang rapuh dan tak terkendali

merona...
membara...
dan membahana
disepanjang garis khatulistiwa hidupku
sendu dan syahdunya lirih rayumu
menyentakkan ruang bawah sadarku
aku terjaga dari keluguan
dan kebimbangan

Pesonamu meluluhlantakkan jiwa
ku bangun dinding hati ini
agar tak terjerembab
dan terjatuh ke dasarnya
mimpi buruk tak mampu menyadarkanku
namun...
akan ku tanggung semuanya.....

Kamis,14112013
By: Maia Syifa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

MENJELANG USIA NOVEMBER 19,2013

Jauh hari jauh malam sepertinya
aku bagaikan pohon rindang di tepi
sungai gangga seiring aku ingin
usiaku bertambah muda sementara
dunia tersenyum menyalamku
dengan ketulusan jiwa bahwa aku
masih seperti tunas kembang
mengembang di sebuah taman

di usia menjelang november 19,2013
cahaya jiwa mengurai terangnya
perjuangan kuemban pada masa akan
datang di saat bumi Tuhan melapangkan
rasa simpatisan berbagai kalangan
sebagai petanda aku berteman dengan
menyaksikan ulang tahunku yang
kesekian tahunnya

aku semakin sadar langkahku semakin
bertambah
usiaku semakin berkurang
kenikmatan hidup semakin redup
sepertinya bilik hatiku semakin remang
pandanganku semakin buram

namun demikian aku tega tidak
melupakan-MU
bersujud kepada-Mu
seiring sajadah basah kuyup dengan
tetesan airmataku kering sekering lautan
karena aku mengingat usiaku selalu
semakin berkurang dari tahun ke tahun

ya, Tuhan,
panjangkanlah usiaku
sehatkanlah jiwa ragaku
sehatkanlah pikiranku,selamatkaalan
keluargaku bangsaku negaraku pada
usiaku yang kesekian tahun,moga-moga
Allah paring barokah

Oleh :siamir marulafau
sm/15112013

MUTIARA YANG TERHEMPAS


di kala aku menduda satu kata pun kau gubris tidak
di saat aku kesendirian matamu terpejam tapi
setelah bunga mawar menggapaiku dalam impian
kau sesungguhnya menggeliat memetik buah

di kala aku galau kerinduanku kau tolak
sepertinya kau bisu buta dengan rupa bermuka 12
tapi sayang seribu kali sayang kepompongku
di telan lara, hanyalah sisa kau impikan

aku sesungguhnya mutiara bukan dalam pujaan
hanya seekor kumbang terbang berpetualang di jalan
tak berujung mengembara di atas awan tak
bertepi

jika mutiaraku kau simpan tanpa pamit
mutiaraku senyum akan membelai kasih tak sampai
kau tanamkan di dasar laut tak bertepi

Oleh :siamir marulafau
sm/15112013

ADAKAH WAKTU UNTUK KU

Lelah letik ku menanti
Tanggisan ini kian tiada arti
Mengenggam mu bagaikan mimpi
Kini kau terperajak oleh duri

Waktu telah berlalu
Hari kian berganti
Jarum jam kian berputar
Namun tak satu detik pun waktu untuk ku

Kau gores kan sebilah luka kepiluan
Kau tabur kan luka yang tiada penawar nya
Kau tutupi diri dengan sebuah masa lalu
Harus kah ku bersujud di depan mu

Ini kah arti senuah cinta
Ini kah arti sebuah hidup
Ini kah perjalanan yang berduri
Sehingga ratapan pun tiada arti

Kerinduan ini semakin dalam
Rasa sayang ini terlalu nyata
kegundahan hati ku semakin tak menentu
Semua tertuju pada mu

Ingin ku cepat menjumpai mu
Ingin ku cepat mengenggam tangan mu
Ingin ku cepat bercerita tentang hampa nya tanpa mu
Semua karena rasa sayang ku pada mu
Hanya pada mu
Selama nya hanya pada mu sayang

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
WAGIR NGALAM
13:11:2013

KESUNYIAN HATI

Ku terdiam karena demi sebuah masa,lalu
Ku bagaikan seorang patung namun ku tak bisa
ber hak apa apa
Ku terperanjak hanya karena sebuah keutuhan jiwa
Ku tersadar mana kala aku harus melihat semua itu.

Kenapa harus malu dengan kenyata,an hidup
Kenapa harus lari dari sebuah kata bijak
Kenapa harus aku dan aku yang begini
Aku lelah dengan yang ku hadapi ini

terasa sakit dalam jiwaku
Terasa letih dalam diriku
Terasa penat,jenuh ku lalui hariku
Semua ku lakukan demi sebuah cinta

Ku terdiam ku membisu
Ku menanggis ku terjatuh
Ku berhenti kau berlari
Sungguh hidup yang penuh dengan sebuah ironis

Harus kah ku tetes ksn air mata ini
Harus kah ku membisu lagi
Harus kah ku semakin pilu
Dalam lebaran silam ku tutup masa lalu itu

Kau yang ku pilih
Kau yang dulu sayang
Kau yang selalu menemani hari ku
Kini entah di mana diri mu
Duhai kekasih hati ku

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
WAGIR NGALAM
13:11:2013

PERADUAN JIWA

Jiwa nan lara ingin bertemu
Jiwa nan sakit karena kasih
Jiwa nan beku rasa tak sampai
Jiwa nan terbelenggu semua karena mu

Mungkin kah ini nyata
Mungkin kah ini abadi
Mungkin kah ini khayalan ku
Dalam terdiam ku merindui mu

Kekasih ku dimana kau berada
Kekasih ku kurindu akan bayangan mu
kekasih ku ku ingin kan seperti dulu
Suka duka kita lalui bersama mu

Wahai sang awan
Wahai sang angin
Wahai sang mentari
Betapa tak terbendung rasa cinta ini

Andai dia tau
Andai dia mengerti
Andai dia terbuka
Pasti tak akan lagi kesalah pahaman

Pada mu ku labuh kan rasa ku
Pada mu ku sandar kan hidup ku
Pada mu aku ingin bersamamu
Ku akan arungi hidup selama nya bersama mu
Sampai akhir zaman cintaku tak akan pernah berakhir sampai berhenti nya denyut nadi ku

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
WAGIR NGALAM
13:11:2013

ROBOHNYA SANG MENTOR

Ketika suara tak lagi didengar
Ketika idemu tak lagi dipakai
Kau terbujur layu dipinggir jalan.

Siang, malam, serangan dan hantaman menyerang.
Hingga engkau terjatuh dan terbaring karna mereka.

Bangun, bangun Tuan!

Acungkan telunjukmu yang telah layu
Pekikkan suaramu yang mulai parau
Hingga mereka mengeletar ketakutan
Dari auman singa ompong yang tertinggal.

Bangun, bangun Tuan!

Tunjukkan kekuatanmu,
Tunjukkan kekuatan mereka dalam cengkeramanmu.

Karya; Izwan Muhammad Nazri Sitorus, Ama.Pd
Tanjungbalai, Sumatera Utara

KEMATIAN

o,embun tanah kerinduan
kian menjerat deritaku
ketika singgasana cinta semakin menjauh
kuterus melangkah dalam kegelapan
kubawa sekuntum mawar gelisah
sebagai pengucap do'a
untuk sebuah kehidupan abadi
di sana di rumah syurga
tempat nanti kita berjumpa

Oleh : Kakek Jomblo Tampan
ROEMAH BAMBOE,2013

JALAN KODRAT

Perlahan dalam kepastian
jalan kodrat tak satu pun terabaikan

Sederhana dan lumrah
tahapan karma diunggah
solusi terlahir dari kesederhanaan indah
hadirkan kenyataan keadilan tidak berat sebelah
menghukum, mengadili, memberi anugrah tercurah
buah ikhlas dan pasrah berserah

Tak satu aksarapun akan dikurangi diabaikan dari karma insani
dilunasi, disetarakan, diseimbangkan selama didunia ini

Meski bersungut-sungut,menghujat bahkan menuntut
episode hidup terus berlanjut
dunia menawarkan pesona penuh maksut
cuma debu menempel dikasut
keabadian digapai setelah kematian jasat
kehidupan tanpa batas tak bersekat firdaus tersurat

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, Jumat, 15/11/2013=10:25wib-

BARU KU SADARI

Seiring Waktu kita bersama,
Memandang Indah Tawa,
Coba berbagi Rasa,
Dari Rindu yang ada,
Ada getar kini Melanda.

Ini kah yang nama nya jatuh Cinta,
Mungkin ini Sekedar Sayang Terasa,
Yang Bergemuruh di Rongga Dada,
Menitip kan Bayangmu Menjelma,
begitu Indah Bidadari ku Puja.

Kini baru ku sadari,
Beku Hati tak lagi Sepi,
Bagai Ukiran Roman menghiasi,
Hanya Kerinduan yang tak ingin Mengerti,
Karna Cinta ku Tersimpan dan Tersembunyi.

Terima Kasih Tuhan,
Terindah dia yang kau ciptakan,
Cinta ku kini Berhaluan,
dan Moga ke setiaan Tertanamkan,
Di dalam Bahagianya Kehidupan.

By : LUmbang KAyung

NOTULEN DIALOG RUH,JIWA DAN RAGA

Hitunganku penuh tendensi
notulen dialog Ruh, Jiwa dan Raga

Waktuku berlandaskan gerak matahari
lahirkan kuatir lingkupi diri
padahal janjiMU pasti

Dijelang senja masih tersisa rentang usia
cukup buat merenda kemeja
mengganti pakaian usang sudah perca
bukan hadiah tapi rezeki dariNYA
ingat ; tiap anugrah pasti dibarengi uji coba
menakar iman kodrati manusia

Duh Tuhanku, jika jalanku seturut rencanaMU apapun itu
tuntun jalanku,mampukan aku tetap tegakkan kebenaran itu

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, Jumat, 15/11/2013=12:25wib.

LAUTAN KASIH

Diperaduan hati nama mu bersemayam dihatiku
Diperaduan jiwa ketulusan ku lahir untuk mu
Diperaduan persada kau hadir membawa sejuta
rasa
Rasa yang tiada pernah orang lain mengerti

Kasih ini
Cinta ini
Sayang ini
Semua hanya pada mu seorang

Seperti indah nya mentari pagi
Kau membuat aku hidup ku menjadi kian bersemangat
Seperti indah nya bulan di angkasa
Kau hadir menyinari ruang hati ku

Dalam indah nya sang awan kau mampu menjadi
penerang nya medung
Adakah rasa ini juga,untuk mu sayang
Sejuta asa ku berikan pada mu
Sejuta rasa hanya untuk mu

Sejuta kbahagia'an tertuju pada mu
Rasa ini sungguh tiada ku mengerti
Indah sungguh indah
Manis sungguh manis
Bagaikan ke indahan ini milik kita
Hanya untuk kita

Beribu bintang hanya dikau yang ku sayang
Beribu cinta yang datang hanya engkau yang ku
puja
Selama nya hanya kau
Cuma dikau
hanya dikau
Satu selamanya

Yang selalu ada dihatiku
Yang selalu ada dalam detak nafas ku
Yang selalu memyinari jiwaku
Hidup ku hanya kupersembah kan untuk mu

BY SONIAA VERONICHA ITU AG
WAGIR NGALAM
13:11:2013

JANGAN SIA-SIAKAN AKU

nafasku bersekat dengan napasmu tidak
seiring aku di atas tanah diam
jika napasku beralih ke langit yang ke 7
kau menyemai mawarku sia-sia

meskipun kau meratap mengeluskan
batu nisanku dengan derai airmata
namun suaraku kedengaran tidak akan
jeritan siksaan kuburku

"Permintaanku"
berdekap janganlah padaku
doakanlah aku moga Tuhan mengulurkan
kasihNya padaku

Oleh:siamir marulafau
sm/15112013

Senin, 11 November 2013

I LOVE YOU

Sepekan tak menyertakanku rindu teramat dalam, terkubur sisa seputing ceria, kita tak lagi semesra mawar dan embun, tiada kusangkakan, saat pemuja kita berhenti ditepi hujan, sayang, kau lupa seperti biasa, mengecup, dan saling merias bulan kala purnama, sepekan, kita berjauhan pada ringkih dan titian hidup yang membuat kita terjaga pada rinai rinai pelesir pencari cinta yang sejati,,sayang, I Love You

Oleh : Dion-anak Zaman

SELEMBAR SURAT BUDIMAN

Kepada kawan tiupan angin beranjak
Jangan panik, serpihan remah kaca kaca jendela adalah kabar dari manusia,

Ini hari kita dipisah, kala esok kita berjumpa lagi, kemudian kita merenda esok matahari harapan

Pernahkah kau menoreh luka
Padahal kita badan yang berjiwa
Kita hati yang tertutup
Kita benang yang bersambung dan menjadi menutup luka luka depah,

Surat ini untukmu kawan yang budiman!

Oleh : Dion-anak Zaman

AKU RUH DUNIA

(sekejap, dan segeleng kepala kita, diantara sisi manusia yang mau belajar menerjemahkan, bukan sekadar tahu lalu oangling, menuduh kemuliaan ketegasan ide dan kemandirian imajinasi.)

Aku adalah Ruh Dunia
ditakdirkan untuk melengkapi kesengsaraan semerta kebahagiaan
jika kutak ada, kau kemana? saat peluru menembus batang batang mawar
engkau sisakankah?.

hendak kau tanya Wanita yang ber pinang mengkal
apakah juga dia mencintaiku?. Tidak! dan bukan saja engkau merasuki bagai arwah arwah bersemayam. Namun ketauladanan dirilah membawaku Ketempat tertinggi "adalah Aku Ruh Dunia yang kini beranjak untuk sebuah Cinta kepada wanita itu!

kita bagai musafir, mengelana disisi hidup dunia yang melatah
seperti burung bul bul mengajak akwanannya bergerombong, bersama menuang arak dan biji biji air mata ummat para Nabi. Tetapi sungguh gejala itu mulai menakutkan! seketika burung ditembaki sayapnya, manusia berpingkal paganya kelihatan mulus diatas lututnya berdiri dan duduk mengangkang, kutebas kemaluanku sejak berakhir ditiup angin sehelainya kelihatan."kau bukan Ruh disisi yang kumaksud.

lebih kesana arah Matahari menjelang. Seperti bukit bukit wanita ditindih aroma tubuh lelaki, sepental ketapel memantul amntulkan. Kembali sekunyah kacang tanah yang terserabut. dan dikulitinya, sampai setan alas membungkam jiwa dan keimanan. satu lagi wanita dibukitnya yang telah melemah.

maka karena aku adalah Ruh Dunia kemarilah!. Demi atas nama Tuhanku. Sepatutnya kau adalah Cinta, yang kuterjemahkan seberapa abad yang lalu. Disaat peradaban dan kemusnahannya dimulai hingga dihancurkan.

Temui aku diantara beranjaknya burung burung dan gerai angin, menebus lara dengan menuangkan jiwa semata untuk pencarian dan pelarianmu. Sebagai penghuni Dunia yanga rif, sebelum kiamat dan takdirmu menjegal.

Akulah Ruh Dunia yang terasing sekalipun

Oleh : Dion-anak Zaman

BEREBUT LOLLY POP

kadang tertawa
menjerit kegelian
meringis kesakitan
ujung2nya merajuk

ah sayang kau tak perlu takut
tak kebagian sibulat manis ini
bunda tak mungkin tega mengecap manisnya sendiri

bunda hanya ingin menggodamu
mendengar pekik tawamu
menonton raut wajahmu yang berganti warna

karena suatu saat nanti...
Saat bunda tak lagi disisimu
bunda yakin
kau akan merindukan saat2 ini
saat2 kita berebut lollypop yang bulat dan manis.

Masita shanti
Takalar-sulawesi selatan
31-10-2013
Dear Reyhanq sayang

TERBAKAR RINDU SENDIRI

Dalam kobar rindu dendam yang menyala
ada perih yang tertinggal
ada rasa yang terabaikan
dan ada resah yang ikut terbakar

tapi pernahkah sekali saja kau coba tahu akan hal itu...???
Tidak...!!!
Karena tak pernah kau lihat bara rindu dimataku
karena tak pernah kau dengar gemuruh rindu yang memburu nafasku

kau tak akan pernah tahu apapun tentangku
karena hati,cinta dan kenanganmu
telah kau tuliskan atas namanya.

Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan
31-10-2013

EPISODE GETIR HIDUP INI

ini Takdir kita sayang
yang tak perlu kita sesali terlebih qta tangisi
kita hanya boneka Tuhan
yang tak bisa mengubah skenario yang telah tergambar ditelapak tangan kita

meski kita meraung
menjerit atau bahkan menangis darah sekalipun
kita hanya bisa pasrah
mengikuti episode demi episode pahit ini

episode getir hidup kita biarlah menjadi pembelajaran
u/ kita menapaki curam terjal hidup ini
agar kita lebih dewasa dan kuat lagi.

Masita shanti
Takalar-sulawesi selatan
31-10-2013

SEBUAH JANJI DITEPI SENJA

berujar menabur janji ditepi senja.
bila malam tiba bertabur bintang.
tutur kata itupun menjadi mimpi belaka.
hiasan dalam angan dan khayalan.
tiadalah pernah terjadi nyata.
laksana embun terhapus jika surya menjelang.
menyisakan titis airmata dalam penantian.
gugur kelopak bunga keresahan.
bukannya madu dikecap racun berbisa.
ditaman ini lunglai dalam kepedihan.

by : zharif
surabaya

DINGINNYA RINDUKU

Dikelamnya malam yang dingin.....
ada rindu yang tercabik cabik berkecai
semua berserak dan bertabur bagai debu dihembus angin
rindu rindu yang dingin
bagai berselimut salju yang tebal
menggigil bagai hatiku tanpa gairah
dimana asa yang dulu indah....?
Dimana senyum yang dulu renyah...
Dimana senandung rindu
Yang melantunkan lagu seindah
Senandung malam......

Kelamnya hatiku sekelam embun malam
Dinginnya hatiku sedingin gerimis tipis
Ada rindu rindu indah yg kini hilang ditelan masa
Semua sirna terbawa angin malam
Sirna tak berbekas
Ahhhhhh,,,,,
Keluh dan kesah tak berguna
Kiranya hatiku mati terpaku kelamnya malam
Dirintiknya hujan yg berderai tipis
Ada wajahmu tersaput embun malam
Semakin hari semakin sirna...
Hilang lenyap tak berbekas
Kiranya rinduku semakin dingin
Yang akhirnya kan mati rasa
Inikah dinginnya rinduku..????

BY Endang misnawaty
Di gubuk tua rumahku 31/10/2013 19:00
Siantar city kotaku

SALAM TERAKHIR

salamku semanis madu
salamku selembut salju
salamku seindah pelangi
kusalam kau setulus hatiku
seiklas jiwaku mengurai
dalam sukma
kusalam kau sejernih
lautan kutempuh

salamku bukan sembarang
salam berbilang rasa
terbuka bagi semua hamba
salamku seiring doa
bersalam dengan Pencipta
kepada-Mu jua aku bersalam
terakhir dalam jiwaku
sepanjang nafas tertanam
dalam lumpur diam

Oleh : marulafau,siamir
sm/01112013

RENUNGAN PAGI

sinar mentari menyerap
renungan pagi seiring aku
bergegas menyapa
siraman embun di atas langit
kusiramkan ke seluruh
impianku pada masa lalu

sinar terhempas mengurai
renungan berkepanjangan
sampai jiwa berserak
di jalan tak berujung

meskipun demikian sinar
kutelan dengan pancaran
ke seluruh impian masa lalu
pudar akan tidak dalam
jiwaku sepanjang gelora asmara
membara selalu dalam jiwa
bahwa pada-Mu jua aku
akan kembali meskipun
dunia tersenyum mengulurkan
tangan kanan menerimaku
dengan ketulusan sampai
terkapar tidak di dalam tanah
diam

Oleh :siamir marulafau
sm/31102013

WAJAH YANG TERKUBUR

wajahku terhempas
di atas batu karang
suaraku serak karena
menjerit histeris
satupun orang dunia
acuh tak acuh di saat
aku, wajahku terbenam
pasir lumpur karena
tergiur uang kertas
bermata rupiah

wajahku terserap sinar
mentari berkesudahan
tidak bagaikan ruang
tak menempah cahaya
redup gelap seiring
aku termakan sumpah
tergiur akan wajah
dunia membuat jiwaku
terkubur sepanjang masa

wajahku diterpa sinar
lembayung berubah
menjadi gelap tertanam
dalam lumpur seiring
namaku diurai dalam
dosa sepanjang napasku
mendesah di bumi Tuhan
kelam,apakah itu salahku?
aku tak bertanya pada
siapa, dunia mencekam
leherku berputar ke kiri
ke kanan sepertinya wajah
membatu sudah dikenang
masa sepanjang hayat
dikandung badan

Oleh : siamir marulafau
sm/31102013

SEMANGAT DALAM JIWA

semangat dalam jiwa berkobar selalu sepanjang usia ditelan masa tidak
semangat bagai api berkobar dalam jiwa membahana sepanjang masa
bakarlah semangat dalam setiap gelombang
arahkan semangat dalam jiwa seiring napas mendesah di atas bumi Tuhan

semangat adalah pengorbanan
semangat adalah perjuangan
hidup tanpa semangat sepertinya bahtera tanpa tujuan berlayar ke pulau tanpa
nakhoda

"percayalah"
semangat segalanya dalam jiwa
kutebus dengan segala rintangan
berjuang demi rakyat
berjuang demi bangsa dan negara

"percayalah"
dunia milik kita
kita berlaku sebagai pemain di atas panggung sandiwara
semangat juang semangat rakyat berdaulat bersatu demi bangsa,mogaTuhan
paring barokah

Oleh : siamir marulafau
sm/01112013

UNTUKMU HATI INI

ingin kubuang rasa sepi di hati
ingin ku tumpahkan segumpal rindu di hati
untukmu kekasih tercinta
namun bagaimana caranya??
hanya bisa berkhayal dan
berharap
akankah datang suatu
keajaiban cnta padaku??
bagai pungguk merindukan
sang rembulan
mungkinkah terjangkau segala impian dan harapku
padamu duhai pujaan hati
adakah kau rasa segala rasa
dihati seperti rasaku ini???

Oleh : Kinanti Dewi
Badung, Bali

MASIHKAH ADA KESEMPATAN

Telah lama ku titipkan Harapan,
Di sebidang tanah Garapan,
Menanam Buah dan Sayuran,
Dalam Menebus Kerinduan,
Yang telah lama tersimpan.

Namun DEbu2 beterbangan,
Menyelimuti kekecewaan,
Di antara Harapan,
Aku diam di dalam Lamunan,
Mendesis dalam sisa Kemampuan.

Cangkulku bukan nya patah,
Namun Langkah ku kian Lelah,
Tanah Subur seakan tak lagi Berkah,
Daun2 Hijau seakan Musnah,
Impian Terjerumus kian jauh di bawah Lembah.

Tak dapat ku katakan Kecewa,
karna semua kehendak Tuhan yang Kuasa,
gunung ku Bergetar kembali membawa Bencana,
Musnahkan sawah Ladang yang ku Punya,
Dan Ternak ku Berhamburan Entah kemana.

Maafkan aku Cinta,
Tiada lagi Panen Raya,
yang kan membawaku Kesana,
Bersama Gelora Asmara,
Dalam stiab Usainya Panen Raya.

By : LUmbang KAyung

KUTEKADKAN TERUS BERLALU

Membaca wajahmu aku layu
teringat duka tersimpan disaku

Sejak peristiwa durhaka itu
tak pernah lagi melintas senyum diwajahmu
semua kaku
wajahmu pun biru

Andai saja tak pernah ada pertemuan satu lawan satu
mungkin pun tangisan tak begitu pilu

Sekarang kuberi jalan bagi nuansa baru
bukankah rasa cuma sebatas bicara bagimu
telah pula kutekadkan terus berlalu
mengejar waktu tertinggal dimasa lalu

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Kamis,31/10/2013 wib

KUTUNGGU DIHALTE PENANTIAN

Cepatlah berlalu
meski geram ini terbiasa bagiku

Tak mungkin kuteriakkan makian
jika tak ada kail pancingan
tuan hidangkan dihalaman terdepan

Aku menunggu dihalte penantian
hingga tuan datang berhadapan
mari kita selesaikan
cara apa yang tuan inginkan

Ujung kecemasan adalah kematian
telah lama aku nantikan
barangkali tuan mau mengantarkan
terimakasih aku haturkan

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, Kamis 31/10/2013=16:31 wib

TADINGKENDU ARONTA LOLO

Enggo tande sada tahun na
lalap kang kam la erberita

Terdaram-daram kal aku suh ku kesunduten kuta
sora pet-pet ngenca ngaloi sa
terpingko-pingko kal aku ngelebuhken kena

Kuja denga nge ndia kujingkangken nahe
nulu-nulu kena turang jadi ate
tadingkendu aronta lolo ter ndele-ndele
kuga ningku erbelas man aronta e

Mulih lah kena turang singumban nande
uis gara sitadingkendu ndube piah enggo male
lalap kubaba kujapa pe jingkangken nahe
erkata kena adi la kin lit dalinku ku kahe
bagem kugengken ku alo alo percibal geluh ku e
puduni katandu gelah ola aku ternake-nake

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, Kamis 31/10/2013=17:07wib

GELUH KUBABA

Nde turang singumban nande,
enggo kepe erpudun ukurndu ndube

Aku nge silepak mesera kal ndube geluh kubaba
ngunte-ngunte kersik suh kel sui na
piah ndauh percibalta duana

Piah lanai me pagi lit dalinku mulih ku kuta
adi kena pe enggom njabuken bana
la ku lepaki la kusalahken kena
kinigeluhen nge ndube erbahansa bagenda

Lupaken aku kaka nindu munuhi janjindu
sirang ndai kita abang ,nindu nutup cakapndu
kuja denga nge kujingkan nahengku
gelap kuidah kerina pernin matangku

Lawes dage aku turang ateku jadi ndube
mejuah-juah jabundu ras sambar ku e

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Kamis 31/10/2013=18:02wib

LUKA DALAM SANUBARI

Ulurkan tanganmu jangkaulah bathinku
kita berbicara dibatas asa masa lalu

Sembari menghitung tingkap yang pernah kita jejaki
bawakan catatan sehari sebelum semua terpungkiri
jika telah sirna, kuganti dengan sejatinya diri

Katakan saja apapun tentang waktu terhilang
setelah melewati malam-malam penuh bintang
kehampaan telah kita tinggalkan dibelakang
agar nyata bedanya malam dan siang

Sekarang ulurkan sedikit saja welas asihmu
membalut luka dalam sanubariku

Karya Drs Mustahari sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Kamis 31/10/2013=20:52wib

PERLUKAH MENGHUNUS PEDANG


Tak bisa kubersihkan bekas tikamanmu
tinggalkan kelam memanjang sejak saat itu

Adalah sebuah dendam kesumatkan nyali
bukannya tidak kusadari, tapi apa terjadi
terus saja hantui diri

Aku sungguh terpenjara dibelahan sakit hati
sama sekali mati suri
sejenak cobalah tempati rasa ini
egoiskah jika begini ?

Kini senja telah memanjang tinggalkan petang
kadang terpikir, perlukah bereaksi menghunus pedang

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, jumat 01/11/2013=07:00wib

HARIKU TELAH PETANG

Sudah terlambat rasanya
tengoklah label masa berlakunya sudah kadaluarsa

Jangan teorikan lagu klise nyanyian sorga
melayakkan penampilan cuma semata-mata
menutupi mata pakai tangan jari terbuka

Sepertinya semua energi jiwa telah terkuras
tercecer sepanjang pengabdian tak jelas
bacalah riwayat hidup singkatku tanpa kertas
jangankan menjabat, hidup pun sudah pias

Bukannya hendak menyungsang jalan tuk pulang
sejujurnya lelahku telah penuh hariku pun telah petang

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Jumat,01/11/2013=10:33wib

KUCATAT DENGAN TINTA DARAH

Mulailah dengan menatap kedasar kalbu
sebening apa telaga hatimu ?

Selanjutnya tanyakan pada asa sejujurnya
darimana semua yang kau punya ?
bagaimana cara mendapatkannya ?

Pangkat,jabatan katanya amanah
benarkah nasihat itu tetap searah
nyatanya semua bisa dirubah
sesuai kata yang bertuah
tidak percaya; terserah
kucatat dengan tinta darah

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, rabu30/10/2013=23:45wib

BLA,BLA,BLA..YA,YA,YA

Kenapa harus berbasa basi
cuma untuk kaburkan nyata semestinya

Katakan saja apa adanya meski luka
setidaknya ada objek kita baca sama-sama
tak usah khawatir, aku sudah terbiasa kecewa

Setiap kali berharap selalu berujung tiarap
segala syarat telah dibuat tetap saja menggantang asap
bertanya kesana kemari semua orang tak mau menatap
alangkah nistanya diri dizolimi , hingga dapur tak berasap

Sekarang waktunya katamu, aku harus bilang apa
bla..bla..bla..ya,ya,ya; tapi waktuku telah senja
semua telah hambar percuma
modal pun tak punya terus mau apa ?

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Jumat,01/11/2013=12:45wib

Jumat, 01 November 2013

LOST IN YOUR HEART

Ku telusur jalan menuju hatimu
Lama tak ku lalui
Samar cahaya menerangi ku
Setapak demi setapak ku hampiri

Tibalah aku di hatimu
Berputar-putar ku mengitari
Mencari pintu tuk mengetuk
Namun ku tak menemukan

Tak ada tanda tak ada aba
Ku coba dengan rasa
Tetap tak merasa
Apakah ini yang ku damba

Asa ku mulai memendar
Dengan segala rasa yg tidak merasa
Tuk coba berpaling
Dengan keletihan hampa
Yg terasa sia-sia

Ku rasa tersesat sudah
Tak dapat tempat dijumpa
Letih ku mulai menggila
Untuk menetap tidak nyata

Apa yg harus ku buat?
Tuk kembali ke dunia nyata
Jalan terlalu panjang dah ditempuh
akan kah menunggu
tanpa tempat berteduh?

Ah.. Napa tak ada tanda dan rasa?
Apakah sdh berpindah dan mati rasa?
Sudah kah berpenghuni?
Sengaja tdk tanda dan merasa?
Semua berkecamuk utk bertanya

Asa ku dah hampa
Dilanda keletihan mencari rasa
Rasa kosong tidak merasa
Rasa yg tak lagi nyata
Tertelan waktu yg cukup lama

Harus keluar dari mimpi nyata
Namun tak tau gimana
Jalan pulang dah tdk nyata
Hanya kau bisa
Memberi arah tuk meraih asa
Krn ku tlah tersesat tak tau arah

Oleh : Tito Franky
Medan,Sumatera Utara

SEPENUH HATI UNTUKMU

Sahabat teimakasih untuk hadir dibadanku yang letih,letih itu jauh tertinggal dibelakang dari kehadiranmu yang berbagi perhatian dalam kesetiaan cinta bersahabat,bila kupuji kau, aku kawatir cintamu hanyut pada cara titik hujan diwak tu yang berganti
Sembuh yanda,tegar bunda.kami anakmu bergelut dengan kekawatiranmu.kami siap untuk berbagi dicinta kalian,kalian berdua punya cucu yang bisah obati dari nyeri itu,kami bersaudara peras keringat dan doa untuk ayah yang tersandar disitu.kami cinta kalian yah
Abangku,aku dan dua adikmu tak gentar lihat ayah dipembaringan itu selama bunda temani cintanya disitu.aku,abang,dan adik jangan panik direlung hari yang sulit untuk ayah,kita adalah perawat sejati disisinya,yakin kau bang,adik kita buah cintanya.kita bisa
Bunda istrahatlah pada cinta ayahkami,rebahkan tubuh lelahmu ditubuh kami selaku anakmu,bunda boleh setia pada ayah,namun bunda juga diharap bugar agar bisah tersenyum dengan cinta pada ayah sekitar lima puluh lima tahun dahulu.yakin mak itu cinta kita
Ayah kau jangan berfikir tentang sakitmu,kau keluhkan saja nyerinya kami akan bertindak dengan cinta kami pada ayah.Bunda,jangan murung dengan rawut wajah yang pucat itu,dia pria yang kau cintai selama lima puluh lima tahun dahulu,bunda kita rawat ayah ya,
Masih terendap lara hati.pembaringan yang jenuh tempatmu bersandar melewati hari-hari yang sakit.tenang ayah ananda masih setia mendampingimu melewati masa-masa sulit ini,istri tercintamu juga senantiasa sebagai relawan yang lebih ulung dari perawat itu

oLEH : Irfan Ramadhan
Tanjungbalai,Sumatera utara

SENI

Seni,,,,,,,,
Sepi b
Sekam
Selalu berinteraksi
Seni,,,
Tanda Tuhan menganugerahi
Siapa yang mengatakan itu"
Maka sampai pada ujung jemari
Lalu keluar dianus
Sang Dewi murka
Berubah menjadi Rewata Dewa Amarah, mengobrak abrik isi dunia
Karena tak lagi eling, serta pinang dibelah dua, mencuci saung, ditelaga

Seni,,penyembahan!
Sebi bukan basa basi
Seni sumpah jiwa
komponen tertinggi mahluk,lalu! Kalian namakan apa?

Oleh : Dion-anak Zaman

ANGIN MALAM

Angin menanti
Ditepi dangau
Suatu malam yang tergopoh
Pada jam arah seperdua
Tutup jendela
Bakar kemenyan
Lanjutkan seputing semedi

Mata ini tercekat
Selembar tugas
Untuk sajak yang ku tunaikan
Sebelum kau terkepak pada mimpi tidurmu yang tak nyenyak

Seputih awan
Sebutir air mata
Sekupas bawang
Setipis ari
Sekuning bunga matahari
Semai, semedi kita satu
Untuk dunia yang telah terkutuk

Oleh ; Dion-anak Zaman

COBA DIKAJI

Mulanya aku hanya bisa menatap,terlama waktu berjalan, ku mulai bertanya siapa ia yang jelita,mata tajam menatapku diruang semu,senyum nya pun tak kias kulihat di gelapnya ruang kamar,kapan bermula cinta ini,aku sendiripun tak tahu,apakah ini semu sebuah hati yang memeras pikiran,entahlah tulisan ku terus mengukir sebuah nama,tiga huruf saja.biar ku perjelas lisan nya tutur hati bercengkrama pada sunyi nya malam,ia dengan ku hanyalah semu,dalam arti fatamorgana saja,tapi Tuhan pun tau dia seakan hidup disepenggal waktu hari" ku.hei Tuan dan nyonya aku tak gila,apalagi aku ilusi,ini nyata,bahkan aku sering bermimpi bersamanya didermaga senja,menanti pelangi dan warnanya indah,sumpah ini Surat ku,ku tulis diruang pekerja seni,ku tak bermain" apalagi kalian bilang tulisan ini hanyalah skenario drama novelist syair.TIDAK ini jelas ku paparkan,tanpa jeda ku garap diotak singa petang.

Oleh : Troy.
Palembang

BUKAN HATI YANG BERKHENDAK NAMUN PERBEDA'AN YANG MERENCANAKAN.

Berjelaga jika ku bercermin..
hina kian kau sadari..

redam raga kian berganti..
hanyalah serpihan debu tersapu angin..
gelut gelut gemercak waktu..
se'akan berkalbu di singga sana mimpi..

ku papa diri ini di pinggiran tembok yang tak nyata..
ku kejar matahari tanpa anak binak tangga..
hasrat jiwa terkatub lekuk..
kemana jiwa ini melangkah ..
hanya cucuran darah ku merintih..

jiwa kuterkubur se'akan merintis..
kemana lara hilang tak bercermin.
kini putih berbuar jadi kelabu..
di mana hati tak tersambut mimpi..
hanya khayal ku yang abadi..
andai kata ku kesini kemna nak ku berlari..

bayang bersambut hitam menjadi segumpal kecerobohan hidup..
di mna hasrat ku berkerut..
kesombongan menghantui akan nurani..
berbayang tak bermentari..

terpapa nekat akan jasmani..
membercak erat cambuk duniawi..
hanyalah kesenangan sesa'at yg ku miliki..


by wira ara sudibyo
di kampueng halaman jong suematra

SINGGAHLAH DIBERANDAKU

Kenapa mengendap endap diberandaku,
padahal pintu terbuka selalu
singgahlah mengemas rindu
atau sekedar bertukar kata menghitung ragu
jangan niatkan mengganggu
tiap gerbang disetiap pintu langit mengawalku

Aku lelah bertopeng dusta hidup penuh sandiwara
jika ya katakan ya, jika tidak jangan tanamkan wasangka

Kenapa mengeja aksaraku ditemaram senja
apalagi tak ada penerangan disana
seringkali mantera berujud doa berubah jadi petaka
mengental curiga dibalur senja kala
jika itu nasihat,petuah atau sekedar kata pembuka
kuhaturkan hormat sembahku dua tangan sepuluh jari pula

Untaian aksaraku bahasa terdalam dari sukma apa adanya
berbalut syair agar tak jadi malapetaka, jangan tambah kurangi magnanya

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Trunojoyo sapo terulang, Senin, 28/10/2013=18:18wib

EPISODE TAK BERJEDA

Aku akan menjemput mimpi
pada terap-terap bilik gulita malam ini

Seperti saat dialam tanpa ruang
akan kusunting bahasa roh tanpa sekat
meski ketidakpastian begitu pekat
setidaknya aku pernah datang

Pada episode tak berjeda
mantera mana kita baca

Jika hukum keseimbangan diberlakukan
mestinya setiap tarikan nafas punya tujuan
sebelum simpul kepastian kita aminkan
lumrahkan diri pada kenyataan

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
# Pondok bambu istanaku, minggu 27/10/2013=21:25wib

MAMPUKAN AKU TUHAN AGAR TAK PERNAH MENYERAH

Waktu berselang sesingkat kejapan mata
tujuh buku waktu tersusun dipustaka, tak jelas isinya

Rangkaian catatan hitam dominasi agenda diri
terjebak diranjau pesona duniawi
menyesatkan jalanku seminggu ini

Kudengar denting panggilanMU Sang Welas Asih
menuntun langkahku kerumahMU beribadah,
kubawa penat, kecewa dan tumpukan lelah
ini aku Tuhan ; hambaMU berkeluh kesah
sikap,perbuatan dan tutur kata tak luput salah
layakkan aku, mampukan aku untuk tak pernah menyerah

Meski hitungan dunia perkalian manusia mustahil sudah
kuyakin mukjijatMU tajk pernah berubah

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Minggu 27/10/2013 = 09.00wib

KABARKAN PADAKU

Kabarkan padaku tentang rasa,
saat kaki jejakkan diri pada fakta
semua ternyata penuh dusta
sedang diri didalamnya

Pakem tetap dijalani seturut kaidah Sang Dalang
ikuti arus, diam atau bangkit berdiri bersuara lantang ?

Kabarkan padaku tentang rasa
saat diri berbaur dengan koloni
semua tengadahkan kepala bergumam lega
sedang diri terasing dikomunitas sendiri

Pakem SDM mengukur masa kerja tinggal lima tahun saja
ikuti arus, diam atau bangkit berdiri berkata apa adanya ?

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, Minggu 27/10/2013=20:33 wib

TUMBAL SEJATI

Aku sudah tak berharap lagi,
serupa patah arang kini

Jangan tawarkan lagi melati
apalagi angin sorga sana sini
aku sudah tak perduli

Seperti mati suri tak punya keinginan lagi
tiap kali kujejakkan kaki dibawah gedung tribrata ini
mendung melingkupi bumi hati
dosa apa yang hamba lakukan disini ?
bukankah semua kukerjakan demi pertiwi
membela harga diri negeri ini
mengapa aku ditumbalkan sejati ?
jasa tak terhimpun dosa tak terampuni

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Senin 28/10/2013=11:40wib