. JENDELA PUISI: Juni 2014
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 27 Juni 2014

MEMPERJUANGKAN KESIA-SIAAN


mereka berkata kata
menjelmakan latah sampai kedunia maya

tentang sebuah pilihan
tentang pengaruhi kemauan
borokpun lekas diperban
racun narsis , siap makan korban

mungkin mereka berbayar
atau kontrak tersepakati dibelakang layar
menggebu gebu layaknya siar
ada yang menjelekkan lawan , memakfumkan biar

tragis
diakhir pesta mereka menangis
karena didepan saling sikut dan penghianatan tak bisa ditangkis
politik itu , bagiku biangnya bengis

hingga mereka tak bisa lagi berkata kata
mendapatkan kecewa
perjuanganmu yang jumawa
tidak mendapatkan apresiasi harga
bahkan kontrakmu , isapan jempol belaka

Oleh : Deky Budi
Surabaya

19-06-2014


aku lupa pada masa ikatanku dimulai
masa tawaku yang tenang
masa tawaku yang menelan kegelapan
keseluruhanya dimulai pada satu waktu
keinginan yang berontak, hai apakah aku masih kau ikat?
aku tau, membisakan diri pada kesembuhan sendiri tidak akan bisa
lalu, apa aku harus mengirim suara?
sebait pesan yang ingin aku katakan?
itu hanya akan membuat aku tertawa pada kutukan
dan bagaimana dengan yang namanya penyatuan?
aku begitiu ragu pada masa depan
jika itu yang kau janjikan, aku kalah dan kau yang menang
mengambil sebatang emas dan satu kilo perak
piagam yang atas namu tertulis "selamat dan sukses"
apakah begitu caramu memanfaatkan burung yang berterbangan
kau biarkan dia terbang tanpa tujuan, membawa lukanya pada tawa
SELAMAT!!
lebih baik aku menjadi angin yang bebas mencari tempat untuk bersandar
bertamu pada tempat baru dengan perawakan yang baru aku temui
menyapanya dengan tangan terbuka,
merangkulnya dengan kutukan yang aku bawa dan itu akan hilang
semua warga yang berkomitmen untuk merangkul para peziarah
mereka berpesta dan aku ingin lebih lama disana!
ingatlah ketika kau nantinya terpuruk
kenanglah ketika kau nantinya terjatuh
kekuasaan bukan hanya keinginan dari jaringan perompak
kekuasaan adalah kita yang mampu membuat semua tersenyum
walau tangan sedikit kasar menampar wataknya
walau kaki tak mampu menahan untuk bergerak
hingga hati tak mampu untuk bersedih
jadilah kupu-kupu dengan berjuta warna di pundaknya
jadikanlah ikatan sesama hidup untuk bersatu!
ayolah, ini tidak akan susah jika kau memilikinya
jalankan atau bisa juga kau tandai dengan beberapa rambu seperti dijalan sana
ciptakan peraturan yang handal untuk anakmu
berkahi imajinasinya dengan logika yang masuk akal
bekalkan juga dia dengan pengetahuan meski itu hanya secuil
segera berkaca untuk meyegarkan kehausanmu untuk kekayaan
hanya dia yang berjaya, dan hanya dia yang berakar muda!
kita akan berjumpa pada awal gerhana
matahari yang hanya satu jengkal dan bulan yang akan menari
aku harap kau menantinya dengan jawaban yang aku nantikan
walau aku tau nantinya kau akan sulit untuk melewatinya
aku akan begitu rindu dengan generasi yang frustasi
gila mempertahankan dan gila memperebutkan !

Alex Wahyu 19062014
Uk-Kes

PESONA RINDU


Diantara seribu wajah yang berkerumun
hanya engkau yang kulihat ...
pesona wajahmu bagai pusaran angin bernyanyi
laksana kidung syurgawi yang berbisik
tertegun kumelihat wajahmu
terkesima akan keindahanmu
ku menemukan wajahnya dan hati suci
mengalihkan duniaku
membuat diri ku tak henti mengejarmu...
akan kuberikan yang terbaik
untuk memberikan cinta
pancarkan pesona terang.. ...
engkaulah wujud aura pesona jiwa disetiap senyumku
jikalau matahari tak terbit
cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya
bayang wajahmu yang selalu bermain dipelupuk mataku..
ku terhanyut dalam buaian
hati berdebar saat hadirkan sapamu...
terpukau ku pandang rona merah di wajahmu
walau didunia maya...
tapi meresap hangat dalam pesona rindu

Oleh : Arsyad Yus Arsyad
Tanjungbalai,Sumatera Utara

SESAL YANG TIADA USAI


Pernah kupinjamkan telingaq tuk mendengarkan rajutan janji seindah surga
tapi aku lupa tuk tidak turut menyerahkan hatiq agar tak hancur terluka ketika janji hanyalah sebuah imitasi...

Tapi kini semuanya sudah terlambat...
Bak nasi ditanak telah jadi bubur
rajutan janji yang tdk hanya mencuri kesadaranq
tapi juga telah menggiringku kedalam jurang ketak berdayaan

hingga saat kusadar
aku telah terhempas kedasar jurang jelaga menimang nestapa
menangis darah ketika asa tak mungkin lagi khan kusulam utuh
terlanjur koyak diujung tajam lidahmu...
Kini hanya bertemankan sesal yg tiada khan kunjung usai

Masita shanti
Takalar.15-06-2014

YANG PERNAH HADIR


Seraut wajah...
Sepenggal kisah...
Semanis memori...
dan...
Seulas senyuman...

Kau istimewa dengan caramu...
Aku bangga dengan impianmu...
Dan kami mengasihimu dengan sisa kenangan yang pernah kau lukis dalam dinding hati kami.

Selamat jalan sahabat...
Kau... Istimewa dengan sebait cerita yang kau buat ketika kau ada.
Do'a kami bersamamu.

Wahyu Sumut Kembara
Serpihan yang hilang.
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Kamis, 12 Juni 2014

AHLAK MULIA


menyatu jiwa dengan raganya
menyatu bisikan hati dengan ucapanya
menyatu kata dengan dan perbuatanya dan
menyatu juga langkah dan tuanya

ucapanya membuat manfaat
diamnya pertanda tafakur
pandanganya alamat i'tibar merenungi

teguh dalam keyakinan
teguh tapi bijaksana

senantiasa bersih
menarik walau miskin
selalu hemat
sederhana walau kaya
murah hati dan murah tangan

demikian menyatu seluruh tuntutan kebaikan
dalam dirinya lahir dan batin,,,

by Qi an
020614
Tanjungbalai,Sumatera Utara

HATI INI



Lupakan Hati Ini
saat daun kering berjatuhan
angin kemarau membelai diri
ku terdiam terpaku
saat kau memilih tinggalkan ku
tapi tak mengapa
ku tak membendung tangis
kepergianmu
anugrah bagiku
semoga kau temukan kebahagiaan disana
bersamanya lalui dunia
kini ku bahagia bersama sepi
tiada yg lbh baik darimu
selain sso yg mau mengerti diriku
kini ku larut dlm pencarian terakhir
kuyakin Tuhan bersamaku

Oleh : Nur Aini Natakusuma

PENGUASA



Di sisi jalan ujung rumah ku
kudengar lengkingan anak burung gagak
disambar rakus si rajawali yang kerdil.

Tampa kasihan yang tak terpikirkan oleh logika
menyirup lahap tetesan tetesan kepedihan yang mendera

paruh laksana cemeti
mencabik cabik lunak
daging segar yang tak bergizi

Adakah ini terpikirkan oleh mu penguasa....?

bingkisan untaian kalimat ini ditujukan dengan tidak mengurangi rasa hormat & dalam bahasa mesra, buat 2 pasangan calon penguasa negeri ini Nantinya....!

Oleh : Custom Srg

NYANYIAN PUISI UNTUK PEMBUNUH



lalu mengapa di tembok itu masih ada kau?
melantunkan kata tanpa makna
memutar bayang tanpa tawa
menyapa sergap, "lalu mengapa masih ada kau di dibalik tembok?"

aku berzikir
aku mengaji
aku berhadist
lalu mengapa masih saja ada kau?

yang menyerang
yang mengerang
yang mengenang
dan yang akan pulang!
dalam tidur, aku berhitung
satu, dua, tiga, sepuluh
aku masih saja melihat kau berdiri diam di balik tembok!
menertawakan letak dari hatiku

lalu mengapa masih saja ada kau di balik tembok
bernyanyi birit-birit seperti anjing mengeluarkan liur

mengapa kau diam?
mengapa kau tak tertawa?
sapa aku, dengan suara lantangmu
tikam aku, dengan kepalan garangmu

kenapa kau hanya diam?
bicara padaku
tusuk jantungku
permainkan hatiku!

sayat aku dengan sehelai kertas
jadikan aku mayat untuk prosesi gila
tumbal aku pada setan yang menjadi tuhanmu
jangan hanya berdiri diam di balik tembok!

jangan hanya berdiri
jangan hanya bernyanyi
lekas peluk aku
bunuh aku atau tumbalkan aku!

Alex Wahyu
05 juni 2014
Uk-Kes

RENTANG WAKTU




Rentang waktu
terkadang membuat kita lupa
bahwa kita semakin dewasa

Rentang waktu
terkadang membuat kita lupa
bahwa kita telah melangkah jauh

Rentang waktu
terkadang membuat kita sadar
bahwa kita hanya manusia
yang tak punya apa-apa
selain jasad yang tak berguna

Rentang waktu
terkadang membuat kita sadar
bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
melainkan hati yang ada di dalam dada

Walau ada yang berkata bahwa rentang waktu itu berbeda
RPS berjalan menspisnya
waktu….. setiap detaknya
mengiring RPS terus melangkah

Rentang waktu…..
tak pernah lalaikan sahabat RPS
terus berjalan mengais kata terindah

Rentang waktu
lima tahun telah berlalu
sketsa RPS makin kaya dengan goresan kata

ku bersyukur kan keberadaan sahabatku
hari ini,,,lembaran baru terbentang bersih
menanti dihias dan diperkaya

Terima kasih sahabatku
setia temani pejalanan RPS
dalam perjalanan lalu memarin
dan akan datang...

SELAMAT ULANG TAHUN " RPS KE-5 "
Bangun ,,, Bangkit dan Jayalah
Gapai cita ... kejar mimpi dibalik asa...
Tepiskan rintangan....
Kamu adalah kamu
Bukan dia atau aku......
Terbang dan terbanglah bersama waktu

Oleh : Arsyad Yus Arsyad
Tanjungbalai,Sumatera Utara

PENYESALANKU


PENYESALAN KU

tak ku sangka ternyata aku kejam
tak ku sangka trenyata aku jahat
aku ini wanita jahat tak punya hati
aku ini wanita jahat sangat jahat

keegoisan telah menguasaii ku
kemarahan yang tak bisa ku kendalikan
keegoiisan yang sangat buruk
kemarahan yang tak seharusnya terjadi

Tuhan...
maafkan hamba-Mu ini
mampu kah aku tersenyum
mampu kah aku tertawa
dengan semua kesalahan ku

Tuhan..
bantulah hamba-Mu ini
bukalah hatinya untuk
memaafkan diriku ini
Tuhan aku menyesal

Rika Pratiwi Chyregar sesuatu yang telah saya lakukan melukai saahabat sendiri ahingga tak mendapat maaf darinya
penyesalan selalu datang terakhir
Tanjungbalai,Sumatera Utara

MUSIM



~Meski musim belum berganti..
Hujan masih lah riang..
Tangisan langit begitu merdu..
Seriang mawar di taman..
Semerdu senandung lirih mu..
~Aku kan tetap menunggu..
Sampai mawar gugur ke bumi..
Bertunas..
Menguntum..
Dan mekar lagi..
___________________________\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\__________________________
\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
___________________________\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡ ♡ ♡

Oleh : MJ. RANI
Tanjungbalai, Sumatera Utara

Minggu, 01 Juni 2014

MALAM


Duhai pembawa berita malam
bersajaklah bersamaku
hening sunyi kini kian merasuk dlm ujung tinta desahku
berdesir mengalir dlm ruang kalbu mengharu kelabu
Malam kian menjadi sandaran pengakuan alam jiwa yg ku suguhkan
bersama pecahan2 aksara di luar akal logika
bila engkau ragu dgn tawaranku
tikam mati senyuman ku yg engkau anggap palsu
walau akhir nanti engkau kan mengais kelam mengharap bersanding dg cahayaKU..

Oleh : Putra Pengembara Azza
Jakarta

RIMBA HATI MU



Ketika ku berjalan meniti temaram..
Rona jingga mengingat kan ku padamu..
Dikala ku menanti menyambut malam..
Senyum ku berkilau mengenang mu..

Saat itu..
Saat mendebarkan di balik awan..
Saat itu kau biarkan ku meliar..
Kau biarkan ku mendesah di balik belukar..
Bak penghuni tua di rimba raya..
Di Rimba Hati Mu..

Tolong lah..
Kini ku tak lagi bersuara..
Merintih juga tiada daya..
Ku membisu sendiri..
Dalam gelap nya Rimba..

Biarkan..
Biar kumerajai sesat ini..
Ku mendesah mengaum juga merintih.,
Biarkan lah..

Kembalikan..
Tatapan tajam sang Burung Hantu..
Erangan manis Macan liar ku..
Agar ku terbiasa melawan takut ku..
Ketika ku tersesat.,
Di Rimba Hati Mu..

Oleh : Mj. Rani
Tanjungbalai,Sumatera Utara

PLN


dulu kau bagaikan cinta
yang dinanti setiap manusia
kemarin kau bagaikan guru
yang menyinari setiap penjuru negriku

tapi sekarang kau bagaikan hantu
yang hidup dan mati tak tentu waktu
datang dan pergi sesuka hatimu

ditambah lagi bengkak nya pembayaran
karena hidup dan matimu yang tak beraturan
hampir setiap tahun kau naikkan pembayaran
tapi fasilitasmu tak pernah memuaskan
bahkan malah semakin memuakkan

jika terus demikian
lebih baiklah kau diberikan sumbangan
berupa uang logam recehan
dan diibaratkan seperti pengemis dijalanan

Oleh : Rasyid Sulaiman
Tanjungbalai,Sumatera Utara

BERSAMA "MEL"


Diujung hari
Kita sepakat bertaut jemari
Bermain kulum indera perasa
Merajut gairah hanyut berdua
Kita nahkoda menuju lembayung
Menyusun bintang
Pada kerling mata
Hingga
Diujung malam
Kita sepakat bertaut janji
Untuk menjaga satu rahasia
Dari matahari yang banyak bicara

Oleh : karmanista
Kiriman : Rocky Topan Butar Butar

LONG DISTANCE


ini kisah ku yang telah bergulir dan kutuang menjadi sajak puisi..
seperti nirmala malam mengukir tintanya di malam yang gulita..
kisah ini menjadi notice semu..
bukan fatamorgana maupun abstrak yang tak sejiwa..
namun,,
kisah ini menjadi pelajaran cinta didalam bentukkerinduan..
menjadi pedoman misteri didalam kesendirian..
satukan kisah ini menjadi 2 bagian yang terpisah ujung,,
seperti halaman puisi yang terobek menjadi 2 bagian..
dimana sosok mu,
Aku rindu..
suara mu yang selalu menyapaku ketika mata ini membuka dikala pagi..
suara mu yang menemani ketika kantuk ku mulai menyerang dikala malam..
kini kini hampir menemui titik ujung,
satukanlah kami Ya Tuhan..
seperti apa yang kami pernah janjikan,

Penulis.
Cheva CIe Molto Carina
Medan
20-09