. JENDELA PUISI: Januari 2015
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 31 Januari 2015

ROMAN PICISAN



tebalkan coretanmu...
hantarkan rindu ini lewat syair2 malammu..
Kini...
alamku terpanggil bergerak ..
pertempuran trs saja bertempur menjilati hatiku.

Sungguh..
sungguh memanglah tak terasa untaian malam mulai bergelegar ..
seakan ku lumat gelap yang senyap..
seakan desir angin dalam remang khayal membuat gigil dlm kilatan ruang yg memapar pikiran berlipat..

syairku satu keinginan dibalik jendela,
ke syahduan nada melagu meluap dlm khayal pelukan sang malam...

kidung2 malam berbaris, berbasis ,berbait nada rindu tersudut di pinggir pencakar hati yg menanti, yg trs berkelana, untk melukis rahasia hati senyuman roman picisan...

Oleh : Miftah Rangga Ardiansyah

ISI BENAK



Dan ketika tikai kata beradu padu ada perasaan yang hilang ketika silang kata bertemu. Pujianpun seakan bias tertelan rasa aksara sembilu.
Dan ketika masa nya tiba untuk ku pergi menjauh dari rasa yang pernah berpadu, biarlah hasrat ini ku rangkum dan kusimpan meski benak masih kerap berputar ambigu.

By: heart emotikon Kiki Soraya heart emotikon 25 Januari 2015 16:32 WIB

Senin, 26 Januari 2015

KEKASIH HATI


Kesholihan mu telah menyengat hatiku,
Tiada Tabib tiada Penyembuhan daku
hanya Kekasih tempatku bergantung,
leka disisinya penawar terkandung.

Oleh : Ahmad Effendi Sibarani

MEREDA KEHENINGAN



genggam mimpi tersimpan jadi harapan.
dalam merenda keheningan suatu masa.
peluk bayang malam menjadi bunga kenangan.
dikesunyian abadikan nyanyian bayu kerinduan.
bara luka telah terhapus gerimis senja.
pelangi mempesona berdiri dihadapan.
secercah cahaya suci menuntun ke illahi rabbi.
berserah serta bersujud dihujung embun pagi.
bersama fajar menjelang terbukalah semua.
perjalanan yang hakiki dalam kehidupan.
berakhirnya pun di pusara bertabur kamboja.
segala gemerlap surgawi ditinggalkan.

by : zharif
surabaya

KEPINGAN YANG TERKEPING



Ragaku leleh
Jiwaku hampa
Hatiku kaku
Kalbuku bisu membatu
Menangisku tak punya air mata
Merintih ku tak mampu bersuara
Kuingin menjerit menjerit
Justru ku lemas dalam kepedihan
Kuingin mengadu(disini)
Namun
Bahkan satu katapun tak mampu ku goreskan

Oleh : Emmy Metamorfosaa

PEMBENARAN DIRI



Ku tulis sajak syair jiwa di ujung pelupuk mata mu
Di keheningan malam aku bersembunyi
Dibalik terali dan dibalik baju besi
Yang mengkunci mati hati dan diri
Sisi melankolis ku menguap
Bersama larutnya malam
Aku bersandar dengan kebisuan dan kepekatan
Dimana aku tak menemukan tanda Tanya

Aku berlari dalam hati
sejauh mungkin yang ku mau
Tiba tiba sepak terjang ku berhenti
di satu titik kultiminasi
dimana aku harus mulai mengatur strategi

Aku harus membaca diri
mencari pusat informasi di dalam hati
Banyak hal yang harus ku pelajari lagi
Mengkaji dan menggali inspirasi

Benar belum tentu benar
Dan salah belum tentu juga salah
Benar dan salah adalah permainan hidup
Romansa yang tercipta adalah sebuah realita
Dan pembenaran diri hanya ada pada diri kita sendiri

Jumat,23012015
By : Maia Syifa

OMBAK YANG MENGHILANG



Saat kepala ini terangkat keatas
Raga ini seperti ada di hamparan gurun yang luas
Seketika mata ini tertuju pada suatu keindahan
Keindahan yang membuat mata ini tak henti untuk
menatapnya
Tak henti menatap indahnya deburan pasir hitam dan
gemerlap bintang
Hingga aku merasa hanya ada aku dan mereka di gurun
ini
Mereka yang selalu menemaniku menatap luasnya dunia
yang begitu sunyi
Namun tiba-tiba semuanya lenyap begitu saja
Pasir-pasir berterbangan tak tersisa
Gemerlap bintang hilang digantikan sang surya
Gurun yang dulunya luas dan bersahabat, berubah
menjadi sesak dan membakar jiwa
Gurun yang gelap menjadi penuh dengan cahaya
Cahaya yang berasal dari pancaran sinar kegelapan
Tak ada lagi deburan pasir dan gemerlap bintang disana
Kini tinggal aku yang ada dalam sunyi kegelapan dunia
Sendiri tanpa seorang teman

Oleh : Cacan Sambas

Sabtu, 24 Januari 2015

CARA CERDAS MENJADI CERPENIS



“Aku ingin menjadi cerpenis. Tapi tidak punya bakat mengarang. Apa bisa?” begitu kata seorang sahabat Facebook, suatu hari, menyampaikan curhat pada saya melalui inbox.

Sebelum menjawab pertanyaan gadis remaja yang mengaku baru setahun lulus Madrasah Aliyah, saya teringat perjalanan masa lalu, ketika masih berstatus pelajar SMEA tahun 1980. Saat itu saya sering pontang-panting cari pinjaman mesin tik, menulis sepanjang malam, susah-payah bersepeda onthel dari kampung menuju kantor Pos yang berada di kota Kecamatan, mengirim naskah ke redaksi koran/majalah melalui jasa Pos Giro. Sebulan, tiga bulan, enam bulan tulisan yang dikirim tidak ada kabarnya.

Semula saya merasa tidak punya bakat menjadi pengarang. Putus asa? Tidak! Justru semangat saya untuk bisa menulis cerpen semakin membara. Itu sebabnya saya tetap berusaha keras dengan cara menulis dan terus menulis karena saya yakin bahwa semua kerja keras sesorang pasti ada hasilnya.

Dan benar juga, setelah setahun “menyebar” sekian banyak naskah akhirnya beberapa cerpen saya dimuat koran. Sejak itu saya semakin yakin dan percaya, bila ingin menjadi penulis/cerpenis tak perlu berpikir punya bakat apa tidak. Yang penting menulis dan terus menulis, bakat belakangan. Maksudnya, berkarya dan terus berkarya, bakat akan tumbuh bersama usaha dan kerja keras seseorang.

“Bisa!” balasku pada Nur Amanah, siswi Madrasah Aliyah swasta yang tinggal di Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Oo, gitu ya. Lalu bagaimana caranya?” tanya Nur Amanah, masih melalui inbox.

Sejenak saya termenung, mengingat “proses kreatif“ beberapa teman penulis yang telah melewati lika-liku jalan menuju dunia ‘mengarang’ yang dipenuhi tokoh-tokoh fiktif dan diwarnai imajinasi.

Asmiati Usman, seorang guru Sekolah Dasar di desa terpencil di Kabupaten Purworejo tidak menyangka dirinya bakal menjadi cerpenis terkenal. Bemula dari coba-coba, dan tentu saja sudah menghabiskan sekian tumpuk kertas, gagal dan gagal, namun berkat keuletan dan semangat yang tinggi dengan prinsip “orang lain bisa kenapa aku tidak?” akhirnya ratusan karya As-Us [nama pena Asmiati Usman] menghias berbagai media cetak, baik terbitan lokal maupun nasional.

Aspuri, mahasiswa PGSLTP Purwokerto juga tidak “ujug-ujug” jadi cerpenis. Ia berangkat dari hobi membaca cerpen yang ada di koran dan majalah. Kebetulan ayahnya yang guru SMP dapat ‘jatah’ koran/majalah dan Aspuri menghabiskan waktu luangnya untuk membaca dan membaca, khususnya surat kabar edisi minggu yang memuat Rubrik Budaya [cerpen – puisi – esai sastra]. Dari kesenangan membaca itulah Aspuri kemudian mencoba menulis, mengirim ke redaksi, gagal dan gagal alias karyanya nggak nongol-nongol. Lalu bagaimana ending Aspuri di bidang literasi? Setelah berjuang menggali “bakat” yang sebenarnya bersemayam dalam batok kepalanya sendiri, Dia bukan hanya menjadi cerpenis produktif, menerbitkan puluhan buku kumpulan cerpen, novel, tetapi juga menjadi jurnalis surat kabar nasional.

Lanang Setiwan, lulusan sebuah SMA di kota Tegal juga punya riwayat yang beda tipis dengan Asmiati Usman dan Aspuri. Berawal dari berteman dengan pedagang kaki lima yang menjajakan koran/majalah di kawasan terminal, setiap hari numpang membaca -daripada keluyuran nggak karuan, sambil menunggu dapat pekerjaan- pulangnya menulis dan menulis.

Siapa yang tidak kenal Lanang Setiwan? Anak muda yang dulu pengangguran, sering nongkrong di kedai koran, kini menjadi penulis handal, honor tulisannya mengalir dari berbagai penjuru, banyak menerbitkan buku, puluhan novelnya laris manis di pasaran, beberapa karyanya diangkat di layar kaca, tak lagi menggerutu soal cari kerjaan, justru banyak ‘job’ yang mengejarnya. Ya, Lanang memang jempolan. Oleh teman teman sesama penulis, Lanang Setiwan deberi predikat seniman serba bisa: penyair, cerpenis, novelis, pengarang lagu sekaligus artis. Yaheeeeer!!!
Keberhasilan Lanang Setiawan menjadi orang terkenal juga tidak ‘tiba-tiba’. Sama seperti penulis/cerpenis lainnya, puluhan bahkan ratusan karyanya pernah ditolak redaktur koran/majalah. Dan diakui oleh Lanang sendiri, yang membuat ia berhasil menjadi penulis serba bisa tidak lain adalah deretan kegagalan yang pernah menghadangnya.

Kembali pada Nur Amanah, sahabat Facebook yang bertanya seputar bagaimana menulis cerpen, saya menjawab:

“Menulis cerpen tidak perlu menunggu datangnya “bakat”. Cukup duduk menghadap komputer, lantas mulai mengetik…….” Jawab saya mengakhiri inbox-an.

Jujur saja, pertanyaan Nur Amanah yang disampaikan melalui inbox menginspirasi saya untuk menulis sebuah buku tentang bagaimana menulis cerpen. Saya akui, saya memang bukan penulis hebat, bukan pula cerpenis mapan. Tapi apa salahnya bila saya menuangkan sedikit pengalaman saya selama menulis cerpen, ditulis dalam bentuk BUKU PANDUAN bertajuk “CARA CERDAS MENJADI CERPENIS”.

Buku tersebut saya tulis dengan bahasa ‘awam’, mudah dipahami, tidak bertele-tele, lugas alias langsung bicara ‘teknik’. Buku ini berisi ‘komposisi cerpen’, antara lain: memilih topik/tema, menciptakan tokoh-tokoh & watak dalam cerita, tempo/waktu, plot/alur cerita, setting/latar, sudut pandang, konflik, solusi, diksi, pesan moral pengarang yang akan disampaikan, ending yang menawan, dll.

Buku “CARA CERDAS MENJADI CERPENIS” akan membantu siapa saja yang ingin bisa menulis cerpen dengan catatan setelah membaca buku ini langsung ‘beraksi’ menulis dan terus menulis. Saya yakin, dalam hitungan hari Anda mampu menulis cerpen yang baik dan menarik karena didukung fasilitas yang memadai. Andai saja Anda tidak punya komputer/laptop, toh keluar rumah banyak warnet. Mengirim naskah ke redaksi koran/majalah juga tinggal ‘klik’. Tak perlu banyak waktu hanya untuk mengarang sebuah cerpen [seperti zaman saya] yang mesti mondar-mandir cari pinjaman mesin tik.

Ya, untuk menjadi cerpenis yang penting menulis dan menulis, urusan bakat belakangan. Bila tulisan kita sudah dibaca banyak orang, ‘bakat’ mengikuti dari belakang. Bukan sebaliknya. Katanya punya bakat menulis tapi tak pernah berkarya, sama saja dengan penghayal bin pembual alias cerpenis abal-abal.

Salam Takzim
Qomaruddin Assa’adah
Sanggar Sastra Kembang Langit

RINAI RINDU YANG KELAM



Malam.....
Ingin ku bertanya....
Malam.....
Mengapa kau redup kan terang..??
Mengapa kau hadir kan gelap nan kelam...??
Malam......
Titik cahayamu sirna....
Kelam tanpa bayang....
Malam......
Dulu ku memujamu karena melindungiku dari pandangan buruk orang orang yg tak senang.....
Kini malam ku serasa hilang karena smua mata menatap ku jalang se olah ingin menerkam....
Kini malam selalu hadir kan Rindu yg panjang....
Malam.....
Kapan ahir ceritamu ku jelang....??
Agar ku tak kehilangan terang....
Tak ada lagi pujian tak ada lagi sanjungan...
Malam ku nan kelam membawa luka yg dalam....
Tak kan hadir lagi cahaya kehidupan...
Malam pun kelam tanpa rembulan...
Kesendirian ku dengan kegelapan....

Oleh : Yeyen Bunda Dilla
Pematang Siantar,Sumatera Utara

Rabu, 14 Januari 2015

SEBUAH TAKDIR


Mampukah memahami takdir dirimu
Terkadang engkau berencana, namun mengapa begitu semakin jauh... ?
sudah begitu matang, tapi kian jauh dari harapan..

Terkadang tak engkau rencanakan, malah begitu saja engkau dapatkan
terkadang tak siap, Justru sudah ada di depan mata
terkadang di gadang2, Justru malah gagal total
terkadang begitu kerasnya kau berusaha, namun begitu saja lepas dari genggaman..

Terkadang tak engkau harapkan, malah engkau diberikan
terkadang engkau tak mampu menentukan takdir dirimu
saat begitu banyak pilihan menunggu putusan...
terkadang engkau hanya mampu terduduk dalam diam
dan tak tahu harus memilih apa,
hanya membiarkan kisahmu mengalir apa adanya
membiarkan waktu membawamu ke muara...
..
Takdir itu ada di tanganmu... Jika kau mampu tentukan jalanmu...
tetapi jika engkau ragu.. Bawa galaumu dalam keheningan malam nan syahdu...
tunduklah..
menyerahlah...
pasrahkanlah....
bawa kisahmu kepadaNNYA
Biarkan DIA menyelesaikan dan memilihkan takdirmu..
karena PilihanNYA takkan pernah menjerumuskanmu...
dan jangan pernah engkau ragukan itu...

Kadang pilihan itu tak selalu sesuai dengan inginmu
tetapi yakinlah dalam ketidakinginan itu,
mungkin banyak terkandung banyak kebaikan untukmu....

Selamat Berjuang...!!!
Semoga Piala Kehidupan yang indah engkau dapatkan,..

Oleh : Putra Pengembara Azza

Senin, 12 Januari 2015

LAGU KU


Tiada tertahan lagi.....
alunan-alunan lagu mengajak aku terbawa
lirik-lirik nada yang syhdu menambah nikmat nya suasana
bergoyang dan berdendang

do, re, mi, fa, sol, la,si, do....
tangga-tangga nada pun ikut serta bergoyang dengan jemari ini
Musik yang menggairahkan
Mengendap dalam hati
Musik menyelinap dalam celah-celah waktu
Merasuk dalam jiwa
Mengusap luka-luka hidup yang nyeri
Dan menidurkan tangan-tangan durhaka yang lelah
Dalam pangkuanMu.

Oleh : Rudi Tabuti Sitorus

LEMBAYUNG SENJA


Sore ini mega redep karena tertutup awan.....
Serdadu Hujan pun mulai menyerbu di kawasan ku.....
Aq terpukau karena mengingat janjimu senja itu.....
Kw katakan kw takkan ingkar atau pergi meninggalkan luka untuk ku....
Sore ini di kala senja mulai menapaki dan mendekati malam, 3tahun sudah berlalu degan janji yg penuh palsu.....
Kw tak pernah lagi hadir dalam sepiku.....
Kw sirna tanpa bayang dan bekas....
Diriku bagai se onggok debu yg slalu menunggu kabar dari mu.....
Tak jenuh tak bosan ku menatap jalanan......
Se akan kw akan singgah dan hadir kembali.....
Namun semua semu..

Oleh : Yeyen Bunda Dilla
Siantar, Sumatera Utara

NASEHAT UNTUK PARA SUAMI



1. Hargai isterimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab isterimu juga seorang ibu dari anak-anakmu..

2. Jika marah, boleh tidak berbicara dengan isterimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya)..

3. Kantung rumah adalah seorang isteri, jika hati isterimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian),maka sayangi isterimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti disurga..

4. Besar atau kecil gajimu, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. dengan begitu, maka isterimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang..

5. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya..

6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isterimu,namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu,saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu..

7. Banyak isteri yang baik,tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isterimu,maka jangan biarkan isterimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali..

8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya..

Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin

Kiriman : Jauh Tak Berbatas
Dari : Mukjizat Sholat Dan Doa

MALAM



Malam menepati janjinyapekat dan sunyi kembali melaruti alamdan aku mencoba merambahnya lewat untaidan aku mencoba merambahnya lewat bait.Gelisah, bimbang dan penatseolah berlomba memasuki kepingan hatiterpatri didalamnya membentuk setoreh lukaluka yang belum juga mau pergi.Haruskah kuikuti rambahan malam?sementara hati kecilku berharap sang benderangYa, kemanakah hati ini harus bertaut?Pada kegelapan ataukah sang benderang?Dan malam iniToh aku tetap merambah malam….Mungkin inilah takdir.Aku sangat menyintai malam dan kegelapan…

Oleh : Cacan Sambas

Sabtu, 03 Januari 2015

KESETIAAN


Kesetiaan
Tiada Kata yg Bisa jadi bukti
Tiada Harga yg Mampu membeli
Tiada barang yg bisa mengganti
Tiada Cinta yg bisa Abadi
ItulaH SEtia.....
Satu kata indah yg memberi makna
Satu goresan yg memberi warna
Satu titik yg mengisi Jiwa
Satu dan hanya satu untuk semua
Hati-Cinta-Rasa-dan Jiwa
Tiada Arti tanpa Setia...
Setia itu Ada Maka cinta itu nyata

Oleh : Wahyou Tishter Babad Bluack

CINTA ADALAH RASA


mungkin perasaan ini sudah mati untukmu
terkubur bersama waktu ...
.. dan saat kamu menyadari besarnya cintaku
mungkin saat itu aku telah pergi jauh.

dulu perna ku katakan ...
cinta ku tak sebanding dengan cinta yang dia punya
tapi nampaknya...
kencantikannya mampu mengalahkan cinta yang ku punya
sampai hati mu tak menoleh...

.. pernakah kau berfikir
cinta bukan sekedar kata yang terucap
cinta bukan dari kencatikan yang terlihat ...
tapi cinta adalah rasa ..


saat cinta dimatikan kan ...
.. kau pun tahu perasaan apa yang akan terasa di hati

by : Handayani

KITA ADALAH SATU


Ketika tunas ini tumbuh,
serupa tubuh yang mengakar.
Setiap nafas yang terhembus adalah kata.
Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan.
Tangan kita terikat… Lidah kita menyatu…
Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu.
Hahhh... Di luar itu pasir… Di luar itu debu…
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada.
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu.
Jiwa ini tandu… Maka duduk saja…
Maka akan kita bawa ... Semua…
Karena kita adalah satu.

Oleh : Gusti Winarni

CINTA DAN KEPERGIANMU


cinta itu bahagia tapi mnyakitkan,,,
saat aku mencintai kubahagia,,,
saat aku cemburu kuterluka,,
saat aku ditinggalkan kumerasa hampa
cinta itu harus memiliki itu bohong,,,
semua orang ingin memiliki,bahkan semua manusia harus memiliki dengan melihat orang yg aku cintai bahagia dgn orang lain,aku pun bahagia itu juga bohong,,
terkadang aku hanya pura-pura bahagia saat hatiku sakit
lebih bahagia dicintai dari pada mencintai itu pun salah...
Mengenalmu adalah satu anugrah,,,,
Mendampingimu adalah satu kebahagiaan,,,
Menyakitimu adalah satu larangan,,,
Meninggalkanmu adalah satu kebodohan,,,,
Hidup terkadang menyerangkan meskipun merentang,,
Mungkin aku memang lemah,,,
Mungkin aku tak pernah lelahsaat aku terbrnam menangisi kepergianmusaat itu
aku terpaku dan terdiam meliahatmu,,,
aku benci,aku muak dgn semua ini,,,,
tak perlu kau harus tangisi yg tlh brlalu,,,
tak pernah kupahami rasa ini,,,
walaupun ku terima sedih dan duka krn mnyanyngimu,,,
rata-rata panjang pnsil 7 inci,,
sedangkan pnghapusnya hanya setengah inci,,,
penghapus tak sanggup lg mnghapus goresan pensil yg trsisa
sama sepertimu,,,,
yang tak mampu mnghapuz goresan luka yg kau beri,,,
biarlah ttp trjaga hati ini,,,
sampai kapan puN

Oleh : Renol Sianturi‎Anak Siantar
Kiriman : Endang Misnawaty

NELANGSA


Ku ingin lari.....
Ku ingin pergiiiiii
Ku ingin be..bas...
Terbang jauh,
Tinggalkan semua rasa di dada...
Bawalah daku....
Sayap kecil ku....
Lupakan smua asa yang ada....

Oleh : Maisyarah Zainuddin Sani
Kiriman : Rasyid Sulaiman

IBU


Numpang min...
Assalamualaikum...
Maaf sebelum nya, karena sudah telat...
Sembilan bulan bulan kau kandung aku tak sedikit pun kau mengeluh, ketika kau melahirkan ku sangat lega rasanya pdahal selumnya kau telah bertaruh nyawa untuk itu...
Kau rawat aku dari kecil sampai sekarang dengan kasih sayang dan cinta mu, kau tak pernah mengeluh merawat ku walaupun terkadang aku sangat bandal dan dekil...
Trima kasih ibu, terima kasih atas semua kasih sayang dan cinta mu pada ku...
Kau adalah malaikat nyata ku, maafkan aku jika aku mempunyai banyak kesalahan...
Selamat hari ibu, semoga ibu selalu sehat dan di lindungi oleh Nya...
Amiinn

Oleh : Syaipoel Bahri Panjaitan