. JENDELA PUISI: Januari 2013
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 31 Januari 2013

BENTANGAN MAAFKU


Bekali kali kau tawarkan hasrat
meski niat tak pernah bisa kubujuk
dan hingga saat ini, masih tetap mandul
terperangkap pada norma yang melembaga
mengakar disukma......

Maafku kubentangkan sepanjang jalan aspal
berharap menemukan simpulnya dikeyakinan tersisa

Jika kemudian aku seperti berpaling
bukan seperti yang tampak segaris dengan kenyataanya
semata mata adalah alunan amanat
menyeimbangkan niat dan hasrat khusus telah membulat
meninggalkan yang fana ,
mencoba akrabkan diri dengan keabadian dari dunia tanpa batas

Maafku kubentangkan jauh melewati waktu bersama
pada simpul yang putih, dunia akhirat....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.----
-----(J) Trunojoyo tiga satu kosong, Rabu 30 Jan 2013 . 14:15 wib.--

KURINDUI SUARAMU


Mengapa kini,
Tak sekalipun kudengar lagi
suaramu yang dulu nyaring melengkingkan hasrat,
padahal diserambimu sering kulantunkan harap..

Seperti saat dulu
kita kepakkan sayap menggapai impian dilembaran kemudian...

Ingin kudengar lagi
teriakan nyaringmu membelah pagi, siang atau mengusik tenangnya malam..

Sahabat ,
mana nada jernih yang dulu sering kudengar...
telah rapuhkah segala niat....

----oleh Drs Mustahari Sembiring sang Muham / putra fajar .-----
----(J)Pondok bambu istanaku, Kamis malam, 31 Jan 2013, 21:07 wib.--

(Kudedikasikan buat sahabatku INDRAYANI IN, dikota Kenangan Binjai)

KERINDUAN ANGAN


ku pikir ne yang terbaik
tapi ternyata ini sangat menyakitkan

ingin berlari darikenyataan
tapi ku tak ingin dicap sebagai pecundang
ku coba menerima realita dari kehidupanku
ku coba melangkah menapaki jalan yang berduri
berharap akan menemukan jalan yang terbaik

Oleh : Intan Bayzura Sirait
Tanjungbalai,Sumatera Utara

PUISI SATU HARAPAN


Satu malam satu lembar saja.
Diam dan mulailah menuliskannya.
Bukankah janjimu ingin jadi SARJANA ?
Janganlah membuat mereka menetaskan air mata.

Bukankah harapan mereka tidak mengada-ada?
Hanya ingin melihat mu menjadi SARJANA.

BAJU TOGA ITU,
Mengeringkan keringat mereka,
Menghapus air mata mereka,
Membayar semua pengorbanan mereka.

Ingat ..
Bukan emas dan permata sebagai bentuk balas jasa.
Tapi ..
Hanya kata-kata sederhana
SARJANA saja....!!!

Lupakah kamu waktu meraka mengantarmu ke kota...?
Mereka pulang lalu mengatakan kepada sesiapa saja
bahwa anak mereka sekarang kuliah
Dan menjadi calon SARJANA
Mereka lalu menjual apa saja yang ada
Menghemat uang belanja.

Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta
31 jan 2013

IBU YANG TERCINTA


Ku ingin,
Menghirup udara yang kau hirup.
Melangkah,
Di tempatmu melangkah.
Berteduh,
Di tempatmu berteduh.
Dan terlelap di atas pangkuanmu.

Ibu...
Ku hanya ingin selalu bersamamu.
sepanjang waktuku...

Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta

BIDADARI TANPA SAYAP


Kelembutan hatinya membuatku terpana. . .
Melihat kehindahan Rembulan,
Sama seperti melihat keindahan wajahnya.
Sungguh kuat dia menghadapi ini semua. . .
Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata.
Merasakan penderitaannya sendirian.
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi . . .

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap,
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti.....
Berada di atas awan.

Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta

DIRIMU YANG SATU


Andai kau tahu
Apa isi hatiku ini ?
Apa yang ku rasakan saat ini ?
Jika kau bisa merasakan
Ku mohon... balas rasa ini !
Ku mohon ungkapkan rasa yang ada di hati mu !

Andai kau tahu...
Hanya dirimulah yang ada di hati..
Hanya nama mu yang terukir di jiwa ..
Hanya wajah mu yag ada di bayangan ku...

Dirimu yang satu ...
Telah menebar cinta di hatiku
Telah membagi rasa indah di hati
Walau hanya aku yang merasakan

Cinta itu timbul ...
Saat ku lihat dirimu
Dan tiba-tiba saja rasa itu timbul
Di hati ku.......karna hanya dirimu di hati ...

Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta

ANTARA AKU, GELAS DAN KOPI



dan hujan masih setia kembali
menarikan rintik rintik nyeri
bersama kidung irama sunyi

dan aku
masih seperti tadi
menyudut sepi diantara gelas gelas kopi

aku kira
dipetang tak hujan
sebab kurindu awan
berpayung lembayung

aku kira
dipetang tak hujan
sebab ruangku usang
kurindu senja bukan hujan

aku kira
dipetang tak hujan
sebab aku bosan
kurindu siluet kekuningan

dan hujan
masih setia kembali
dan aku masih seperti tadi
menyudut sepi diantara gelas gelas kopi

Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta

RASA


Lihat,
aku sudah berbeda
aku sudah berubah
jauh dari aku yang kau kenal
dulu….
Tapi ada apa di sini?
Kenapa hati ini tetap saja
sama…

Ingat,
aku sudah memutuskan
aku sudah meninggalkan
jauh setelah kau melukai
diriku….
Tapi ada apa di sini?
Hati seolah penasaran dengan
keberadaanmu..
Seakan acuh dan lupa dengan
dusta mu….

Dengarkah keluhku?
Jangan siksa aku dengan
bayangmu,
jangan kau kuasai
ingatanku,
juga jangan kau beratkan langkahku untuk membawa
kenanganmu….

Biarkan aku pergi
ku akhiri sampai disini
biarkan aku mencari
sang sosok pengganti
sebab kau sudah memilih
untuk dia kau termiliki…

Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta

TUHAN INI TENTANGNYA


oh Tuhan..
cakar gelap mengganggu setiap lelahku
yang dilemanya selalu membuat imanku sesak
pandanganku teralih karena makhlukMu
dan Kau tetap membiarkanku hanyut dalam cinta
yang bahkan selalu ingin kuingkari
aku yang dulu hanya memelukMu
aku yang dulu hanya memandangMu
kini ingin memeluk dan memandang ciptaanMu
oh Tuhan..
hatiku kini terbagi dalam rasa ilusi
yang entah sejak kapan menindasku dalam gelap
dan dia seolah memonopoliku
dalam kerinduan yang meremukkan jantung hatiku
dan Tuhan..
bolehkah aq menikmati gelisah ini?
yang sejatinya juga berasal dariMu
bolehkah aq tetap memanggil namanya?
sementara namaMu tetap merajai hidup dan matiku
hingga saat dia menjelma nyata untuk menjemputku
dan aq tak lagi bersembunyi dari tatapannya
maka tetap jagalah imanku yang rapuh
untuk tetap dalam lingkar suci cintaMu
untuk tetap bertasbih dalam lembutnya kasihMu
oh Tuhan..
adakah dia juga bercerita padaMu tentangku?

Karya : Aisyah
Kiriman : Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta

UNTUKMU BINTANGKU


Masih tertinggal bayangmu diingatanku
Dan aku terlalu angkuh tuk akui itu
Hingga rasa ini terus menyala dan terbakar
bersama kepedihanku

Masih terasa hangat genggammu dijemariku
Dan aku slalu menghindar menafikkan rasa
yang terus membelenggu
Hingga rasa ini terus lukai dan menusuk
jantungku

Masih terlintas bisik cinta ditelingaku
Dan aku pun masih pertahankan egoku
Hingga ku hancurkan sendiri hatiku….. :’(

Kini,Sebelum nafasku terhenti dan tak
mungkin tuk kembali
Sebelum kau memutuskan tuk meniti hati
bersama dengan dirinya yang kau pilih
Ku ingin mengakui
Ku ingin kau sadari
Betapa cinta tak mungkin lagi kubagi ke lain
hati…

Oleh : Egya Bhagas Sembiring
Jakarta


CELOTEH


bergumam juga dia,
ah..
colete hari ini kian memanjang dirumusan otak yg terjilat..
sungguh kuku tanganku mulai memanjang keram ..
kau atau aku yg berlakon..!
Akalku tak sama dirambut hitammu...
kau atau aku yg akan bermuara ke teluk jalur hayat diatas rindu yg kian berkarat...
dan sekarang ...aku ingin kau tatap dilembah diamku sekarang..!
tak dengarkah kau....aku ingin kau tatap kembali digulungan wadah aliranku sekarang...!
tak dengarkah kau kerasnya lontaran tawaan sang hannibal malam dizona kram yg terlayar dirindu untukmu..
haruskah ku butakan transparan mataku untukmu yg terlayar diaksaraku..
aku menunggu dlm tatap diamku dizonamu...

Oleh : Ganda Gali Rangga

BAYANG - BAYANG


Aku angin yang menertawakan debu,Ketika kuyup hujan memenuhi hariba..Aku di gantang nelayan menarik perahu,Untuk meriwayatkan kisah di tengah samudra.
Memilah kata jadi bait syair itulah aku,Menghalau jengah mengusir rindu..Mengkuliti pelangi tuk warnai hariku,Biar cinta indah sesuai harapku.
Ku henti sejenak alam terbatas,berkejaran berlari terengah nafas..tersisa secuil rasa ini,berdiri di ambang batas.
Kau yang mengajariku melebur dalam gelap,tanpa harus lenyap..merengkuh rasa takut,tanpa harus susut.
aku berjalan di belakang bayang..

Oleh : Syairlendra Arai
Jakarta

HUJAN DI SENJA HARI


MEGA KELAM BERARAK MEMAYUNG SENJA.
HEMBUSAN BAYU BERTIUP MENGHEMPAS AWAN.
PEPOHON MELAMBAI MELIUK BERSAMA ANGIN.
KEMANAPUN AIR DIBAWA AWAN.
PASTILAH GUGUR KEBUMI.
MENITIS GERIMIS PERLAHAN. DERASNYA MELANDA TANAH.
HUJAN DIKAKI LANGIT MENGUKIR PELANGI.
DENGAN TUJUH WARNA KEINDAHAN.
SEGALANYA ANUGERAH ILAHI.
BERSYUKURLAH DENGAN SEMUANYA.

By : zharif
surabaya

BERANDA KITA


keberadaan langit hati ketika ditutupi oleh mendung keberuntungan
Adalah hujum yang begitu saja datang.....
bagai kilat meletupkan suara dan cahayanya
diantara sayap-sayap langit dari arah mana saja......
malam menyelimuti dengan kelebihan dinginnya dan hilang ketika fajar mulai hidup dari berkokoknya ayam jantan
namun kekuatan warid tak kenal malam maupun fajar begitulah hujumnya rasa kepada massa.....
ghaib tak bisa terkuasa atau dicegah datangnya,,

mata tertutup dari wujud
hanya hati yang meraba dilangit maya dengan pena tak bertinta...
menunggu-nunggupantulan dari balik celah retaknya dinding penyemat kabut keraguan
bertanya-tanya jemari berkutak-katik bercengkrama pada bisu

begitulah,,
adanya belenggu pesona pemanah rasa penakluk cinta diberanda ini...

Oleh : Yulia Aulia Anggraeini
Tangerang

PERFORMA HIDUPKU



Dilubuk hatiku ini
telah tersimpan banyak rasa bimbang
yang sulit untuk kuceritakan
Ternyata baru kusadari sekarang
aku sedang menghakimi diriku sendiri.
Apakah aku salah dan keliru dengan performa hidupku ini...?

Sebenarnya aku ingin mendengarkan suara hatiku
walaupun kata orang suara hati tak pernah salah
Namun aku tetap bermohon Tuhan
tunjuki aku secercah cahaya dibalik persimpangan
jalan yang ku tempuh
Saat ini aku sedang dalam kegelapan yang nyata
meraba dan terus meraba
agar aku tak salah jalan dan tak akan ada penyesalan
dikemudian hari

Dibalik tebar pesona yang kutawarkan
semua hanyalah kamuflase hidupku saja
Ternyata banyak luka dan air mata disana
Tuhan,,,,,Kau tau itu.....
Aku telah banyak berdeklamasi denganMu

dalam kebimbangan ini
bimbing aku dan tuntun aku
agar aku tetap selalu berada dijalanMu.....
(Be Your Self)

30012013
By : Maia syifa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

DENTING SERUNI


zahirnya yang suci serta murni.
mengalun nada haru dikalbu.
denting seruni lirih nan syahdu.
nyanyian tentang keindahan kasih sayang.
tersingkaplah tabir rahasia ditirai khayalan.
ibarat sungai mengalir air jernih.
berdiri bagaikan venus sang dewi cinta.
bukanlah retak kaca namun bak mutiara.
alunan suara denting seruni membelai hati.
tebarkan haruman dan kedamaian
disetiap nadi insan.

by : zharif
surabaya

RUAS KEYAKINAN


Tiap ayat pasti memiliki kata penutup
dalam gumpalan bait baitnya mengkristal hakikat

Serentetan harap,kecewa atau pencapaian sebuah magna
ucapkan syukur dari catatan segala upaya
meski semua cuma sebatas jalan pinggir sebuah fakta

Selama mencari, menemukan dan mengilhami diri
tampilan dari hamparan harapan semu
menyatu diruas keyakinan
tetap abadi mewadah disukma

Kejinya rejim merentas jejak bahkan keberadaan
terbiarkan membentuk roda waktu

Tiap kepastian : melahirkan dua sisi, Hitam dan putih
lihatlah sebagai sesuatu yang bulat,
satu sama lainya terhubung garis nyata yang nisby,
jalan karmapala, sebuah kepastian tanpa alternatife
bagi kita.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .-----
-----(J)Trunojoyo tiga satu kosong, Rabu 30 Jan 2013 . 12:45 wib.-

TERTINGGAL DIRUAS MASA LALU


Mungkin rasa ini tetap akan tertinggal
meski telah bertunas dahan kalbu

Sewaktu waktu pun ternyata masih harus terus ditanggungkan
bahkan dalam senyap yang paling rahasia sekalipun
sungguh dilema atau barangkali sudah berwujud karma

Mungkin rasa ini tetap akan berdiam
padahal sudah kita impaskan hutang piutang

Jika saja mampu kuhapus niat
akan kupilih jalan mendekat

Pada akhirnya terbengkalai semua hasrat
pada ruas masa lalu.....

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .-----
-----(J) Pondok bambu istanaku, Kamis , 31 Jan 2013 . 18:32 wib.-

Selasa, 29 Januari 2013

SAMARKU MEREBAH


terlontar kalimat bertanda seru disana...
memucatkan paras dibalik tirai berkaca penuh tanya
kerut terpampang dikalimat pada satu fikiran

merunduk kepingan hatiku terebah ditelaga sunyi......
menikmati keras yang semakin deras degub jantung diisyrat kerut hembusanmu

jentikan jemaripun menggetar ragu memulai tuk mendampingi dialog kerinduan diammu

bersahutkah...?wahai jumawa aksara
terlena kembali kau buat terurai ikatan rambut
dihamparan samarku yang merebah menatap diamnya langit kerinduanmu.... —

Oleh : Yulia Aulia Anggraeini
Tangerang

DILEMA RINDU


disepi ini masih mencari sinar sejati.
berayun dipohon duka kala sendiri.
buaian cinta berguguran kehinaan.
dan tangisan ini tersimpulkan.
memaun harapan yang tenggelam.
airmata berguguran menyapa penantian.
menjelmalah biarpun sekilas pandang.
ingin menyadur rindu dalam keresahan.
namun tiada punya daya.

by : zharif
surabaya

SATRIA PININGIT, DATANGLAH SEGERA


Sesungguhnya aku tak berani berucap,apa adanya
faktanya memang sangat mengenaskan, dimana saja
senyatanya, setiap harinya

Bersusun tindih kebohongan, janji manis bahkan sumpah setia
tergelar nyata dimana mana,menjadi target saat berkuasa
siapa menyangkal berita,
zaman makin gila....

Hukum dan undang undang melahirkan raja, mutlak pula kekuasaannya
siapa berani angkat muka, niscaya binasa
atau setidaknya, runyam urusannya...

Duhai, Satria Piningit , Sang Ratu Adil Kekasih semesta alam
datanglah segera, hadirkan Toto tentrem kertaraharja.......

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .-----
-----(J)Pondok bambu istanaku, Minggu sore, 27 Jan 2013 . 17:17 wib.--

KEHABISAN CAHAYA


Aku tak bisa melukis bayangmu
dikegelapan hayal seperti ini,
apalagi jika tak kau beri kesempatan bagi cahaya
agar membantuku menggambar senyatanya, dirimu....

Aku tak bisa menterjemahkan isyaratmu,
apalagi dalam senyapnya kata, terbatasnya nada
entah bagaimana mesti kupastikan sebuah ketidakpastian
berdasarkan catatan yang tak ada awal, tak ada pengakhirannya...

Apalagi yang bisa kubuat ,kau harapkan
jika semuanya kandas dilereng keraguan

Mungkin aku memang harus lebih banyak mendengar
ketimbang harus terus bersuara padahal tak pernah kau cerna

Pada akhirnya, aku akan kehabisan cahaya....

--oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .-----
--(J)Pondok bambu istanaku, Minggu malam, 27 Jan 2013 .21:45 wib.--

BERSANDAR PADA ASA


Bagaimana merangkai catatan
jika sebagian besar maknanya telah gugur
dan sisanya raib terbawa embun....

Sekuat mampuku telah kuredam
agar jeritan tak membelah malam
meski sesungguhnya dimana mana terdengar lengkingan....

Banyak hal yang tak mampu kueja ,kuterjemahkan dengan kata
apalagi jika semua bahasa sudah kehilangan warna

Sudah saatnya mengeja nuansa apapun artinya
supaya jangan kehabisan asa...

Aku bersandar pada apa yang tiap bersua kau hadirkan...

--oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
--(J)Pondok bambu istanaku, Minggu malam, 27 Jan 2013.----

TERJEREMBAB


Mungkin malam sudah terlalu lama pergi
begitu banyak catatan tercecer ditrotoar,
aku memunguti noktah itu hingga terjerembab
hanyut pada arus yang terlalu kencang
akhirnya kudapati diri terkapar
pada alur yang kering
setandus harap yang pudar
dipangkuan sunyi....

Bagaimana membujuk embun
jika malam tak hendak beranjak...

Katakan padaku ,
kapan lagi kita ukir awan,
jika yang akrab cuma kesenyapan.....

Tak ada ujung dari jalan pulang yang kutapaki
hingga saat ini.....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.----
---(J)Pondok bambu istanaku, Minggu malam 27 Jan 2013 .---

MARI BERHITUNG


Jika ingin berhitung
mari memulainya dari awal,bukan dari nol
sebab sesenja ini tak laik untuk mengelak
dari masa yang tergeletak.....

Kusiapkan katalis perhitungan,
pengurangan, perkalian, penjumlahan atau pembagian yang signifikan
tak ada yang tersembunyi dari gambar senyatanya
meski wajah pucat dalam bisu....

Katakan padaku jumlah kesabaran
agar batas perkalian dan pembagian adil,tak terabaikan

Katakan padaku ujung pencerahan
agar tak patah perkalian dan pengurangan asa tak lebih terabaikan

----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .----
----(J) Trunojoyo tiga satu kosong,Selasa, 29 Jan 2013 . 15:15 wib.--

MEMUDAR


Bagaimana mesti kukatakan rasa,
jika hasrat telah terbelenggu diruas berbuku tunggal,
dimana kata adalah kunci kepada hakiki yang akhir
dalam kesederhanaan yang kusut,
ritme kehidupan......

Bagaimana mesti kusebutkan harap
jika sepanjang jejak, detak jantung tetap tak stabil
saat tiap-tiap ruang telah jenuh dengan pujian,
membuat mual lambung keyakinan, bahkan impian memudar
bersama nada-nada sumbang....

Biarkan aku sejenak merenungi jejak
meski akhirnya berujung kecewa.....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar.-----
---(J) Trunojoyo tiga satu kosong, Selasa 29 Jan 2013 . 15:00 wib.--

LARA WARNA WARNI


Aku sudah lama mencatatkan rasa
tapi sekian lama tanpa jawaban
bahkan setelah memory memanjang dihamparan kehidupan
tertinggal didepan sana, semua seperti tak berguna...

Ketika harus menutup kalimat
terasa ada yang janggal dalam susunan tata krama
meskipun tiap irisan sama lukanya
meninggalkan lara yang warna-warni
dijiwa.....

Pada bilik bilik yang tersembunyi
ada rongga kosong sejak mula
melahirkan sepi langgeng hingga beku
empedu yang tercecer memahitkan nuansa
dipenghujung sudut rasa......

-----oleh Drs Mustahari sembiring sang muham / putra fajar.-----
-----(J) Pondok bambu batas istanaku, Selasa 29 Jan 2013 . 18:55 wib.---

SENYAP BERBUAH PILU


Kenapa kau suguhkan sunyi
padahal jalanan ini saja pun sudah terlalu pekat
sama sekali tak kutemukan jawab
atas kelam yang terus segaris lurus kehidupan

Inikah jawab atas semua tanda tanya dalam bahasa sederhana
tersusun rapi tiap kali waktu kita satukan dalam diam

Senyap yang kita rangkai
kini berbuah pilu yang ranum

Tuaian yang tak kunjung usai
semestinyakah terjadi ???

-----oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham / putra fajar .------
-----(J)Pondok bambu istanaku, Selasa malam 29 Jan 2013 . 19:58 wib.---

RASAKU


Sajak sunyi
Aksara berhenti bernyanyi
Nada sumbang menghantar kisruh
Penuh keluh
Tak mampu berdiri teguh
Aku rapuh

Mata membasah
Wajah merona merah
Tak terjamah
Nadi melemah
Napas terengah
Rinduku musnah
Aku pasrah

Oleh : RASAKU
Sijhih City, 29 Januari 2013

KESETIAAN YANG TERLUKAI

Sahabat semua yang senantiasa dalam naungan kasih sayang Allah SWT, betapa begitu banyak para istri yang menjadi korban arogansi dan egoismenya para suami, ada yang tetap bertahan dengan segala keluhan, ada yang memilih bubaran karena tidak tahan terhadap aniaya yang seringkali diterimanya dalam berbagai bentuk, ada juga yang berani membalas dengan tindakan yang sama-sama menyakitkan, namun ada juga yang ikhlas menerima segala aniaya dan penderitaan demi menggapai RIDHO ALLAH untuk menempa anak-anaknya menghadapi segala bentuk penderitaan hidup juga untuk sebuah HIDAYAH bagi sang suami yang selama ini menganiayanya………. Adakah wanita yang setegar itu saat ini ? inilah kisahnya =================================================== Ia adalah seorang wanita yang saya kenali sangat sabar menghadapi suaminya. Suaminya sangat keras kepadanya, namun ia tak pernah membangkang dan selalu menaatinya. Ia tak pernah mengeluhkan takdir Tuhannya terhadapnya. Ia tetap bersabar dan mengharapkan balasan dariNya. Ia selalu melihat anak-anaknya, seakan semua kesabarannya karena Allah adalah untuk mereka. Lebih dari itu semua, Allah mengujinya dengan sebuah penyakit keras di perutnya. Ia seringkali kesakitan karena penyakit itu, atau kesakitan karena kezhaliman sang suaminya berkali-kali. Begitulah selalu. Hingga akhirnya ia menghadapi sakaratul mautnya. Pada saat itu, salah seorang putrinya membacakan ayat-ayat Kitabullah kepadanya dan ternyata ia justru mewasiatkan kepada anak-anaknya untuk menjaga ayah mereka. Ya Allah, suami itu selama ini berlaku buruk padanya, namun ia justru bersikap baik kepadanya. Sang suami menzhaliminya, namun ia justru mendoakannya. Ia justru mewasiatkan kepada anak-anaknya untuk bersikap baik kepada ayah mereka. Setelah itu, ia meminta mereka untuk keluar dari kamarnya. Kemudian pandangan matanya mengarah ke langit sembari ia berbaring di pembaringannya. Kemudian ia mengisyaratkan dengan telunjuknya untuk menunjukkan ungkapan tauhidnya kepada Tuhannya. Dan tidak lama kemudian, keringat dingin mulai mengalir di keningnya, dan ia pun menyerahkan ruhnya kepada Sang Penciptanya. Semoga Allah merahmatinya. Aku menghayati betul kisah ini sendiri. Wanita itu meninggal dengan memberi wasiat kebaikan untuk orang yang selama ini bersikap sangat jahat kepadanya. Dan karena itu, sang suami mendapatkan hidayah dari Allah sepeninggalnya, seumur hidupnya sang suami tidak mampu melupakan semua kebaikan dan kesabaran istrinya, Ia terus mengingat sang istri dan mendoakan dalam setiap ibadahnya. Wanita penyabar itu meninggal dunia dan keringatnya mengalir di atas keningnya. Itu salah satu tanda akan adanya syafa’at dari Nabi SAW. Ia juga meninggal akibat penyakit di perutnya, sehingga ia seperti yang disebutkan dalam Hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad: “Barang siapa meninggal akibat penyakit perutnya, maka ia mati syahid” Dan juga sabdanya Beliau, sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dan Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani-: “Barang siapa terbunuh perutnya, maka ia tidak akan disiksa di Alam Penantiannya.” “Sesungguhnya hanya orang-orang yang BERSABAR lah Yang dicukupkan PAHALA TANPA BATAS untuk mereka.” (QS. Az-Zumar: 10) “Dan bersabarlah! Sesungguhnya ALLAH MENYERTAI orang-orang yang SABAR ” (QS. Al-Anfal:46) “Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran 3:146) “Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 2:155) “Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”(QS. An-Nahl 16:96) “Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudhoratan kepada kamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (QS. Ali Imran 3:120) MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH Kiriman Uhkti Nisa Oleh Rumah Yatim Indonesia