. JENDELA PUISI: September 2016
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 30 September 2016

SAJAKMU


Seperti terluah dalam sajakmu, ku coba mengerti akan diammu, senyapmu
Namun debar jantungku tak biasa?
Sesap sajakmu yang tak bermata itu, kerap cumbui kepingan hati yang aku tahu dekap cemburu
Ah, engkau memang pandai menikam perasaaan lewat sajakmu?

♥ Soraya ♥
Ck, 27 September 2016 22:24 WIB

AMANAHMU


Amanahmu Selalu Kuingat..
tapi Amanahmu teramat sulit...
janjiku belum tunai
hasrat masih Membumbung Sampai Kedasar Bumi

Fana, memiliki sejuta rasa
Semu, menari-nari menggoda

Engkau benar,
Hidup ini bagaikan terpenjara
engkau benar,
hidup ini bagaikan menggenggam bara
engkau benar,
hidup ini penuh beralaskan duri

Waktu berputar,
ingin melukis indah tanpa warna pasti
Zuhudku belum tunai
Muhasabahku belum dititiknya
lamunanku membawa kepada kehinaan
Makam pun hilang ditelan matahari yg membawa tanduknya hingga kesenja,
dan di Gelap aku terbangun.

Oleh : Ariv Joyodinoto

KOPI DAN BINTANG


Di ujung cakrawala kuharap bintang, terang bertandang
Jatuhkan pinta tentang gula, pada pekat kopi hitam
Di lambung malam ku eja sayap awan, menghitam garang
Jatuhkan pinta tentang bara, pada episod api silam

Seduh kopiku perlahan beku, dalam dekap lengang
Sedang laguku kian memilu, dalam decak burung hantu

FnNf.23-09-2016

NOKTA


Setitik noktah cahaya digelapnya malam
Disaat dirimu hadir dalam kehampaan yang kelam
Antara hitam dan putih hilang tersaput malam
Diluar hujan gerimis berbisik indah
Mengajak diriku untuk keperaduan malam
Bunyi kodok bersahut sahutan
Mungkin memanggil pasangannya untuk bernyanyi digelapnya malam

Dalam gelapnya malam
Bayangan dirimupun hilang ditelan kegelapan
Hanya suara angin yang berdesir indah
Mengalunkan kesejukan
Agar kupeluk dirimu dalam bayang malam
Dan dinginnya air hujan
Tapi dirimu dimana.?
Aku merenung dalam gelapnya malam
Tapi yang kutemui bayang2 kelam yang mencekam

Air hujan semaki deras diluaran
Hingga diriku menggigil kedinginan
Berharap bayangmu datang dalam kegelapan
Menenangkan diriku karena derasnya air hujan
Tapi entahlah,,,,
Malampun semakin kelam dan hujan kian berteriak lantang
Biarkan biarkan semua dalam kegelapan
Agar ku mensyukuri arti nya terang

"""""
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
26 9 2016 21:51
Kotaku gelap gulita

BENARKAH KETULUSANMU ?


Seseorang telah hadir dalam kehidupan maya
Mencintai ku dengan ilusi
Begitupun dia berusaha membuat nyata
Memberikan perhatian yang tiada pernah diberikan oleh orang terdekatku
Dia tak tampan
Dia hanya sosok sederhana
Dia hanya ingin memberi
Tanpa ingin balasan
Tak percaya tapi kenyataan
Ada apa dengannya?
Apa maksudnya?
Aq tak tau
Yang q tau dia datang dan pergi tanpa kuduga
Memberikan hadiah tak terduga
Sayang dia berada didunia antah berantah
Yang tak akan pernah
Bisa kujamah
Benarkah ketulusannya?

Oleh : Sabrina Kirana


Jumat, 23 September 2016

RASA INDAH UNTUK MAMA


Degup jantung yg bergemuruh,,,
Ada disini,,, didadaku
Perasaan bimbang yang berkepanjangan
Seolah ingin menghentikan detak jantungku yg berpacu kencang
Semangat mamaku sayang,,,,
Aku ada disini,,, disampingmu
menggenggam tangammu dengan ketulusan
Dengan kasih sayang dan cinta putih
Semangat mamaku sayang
Doa doa sakral selalu kulantunkan untuk dirimu yang terbaring lemah
Setiap lafasku,,, adalah doa doa untukmu
Semangat mamaku sayang,,,,
Aku ada disini menjagamu dengan kasih sayangku
Seperti dirimu menjaga aku ketika aku terbaring lemah dengan kasih sayangmu
Kan kugenggam jemari tanganmu yang lemah
Seperti engkau menggenggam jemariku
Membelai setiap helai rambutku dengan kasih sayangmu
Hingga aku tertidur pulas
Semangat mamaku sayang,,
Lihatlah mentari yang bersinar indah
Tersenyum untukmu
Untuk kesembuhanmu
Semangat mamaku sayang
Aku masih rindu kasih sayangmu
Aku masih butuh cintamu
Aku masih ingin mendengar celoteh candamu
Mama,,,,,,,
Lihatlah mentari yang indah bersinar untukmu
Seperti indahnya cintamu untukku
Lihatlah mentari yang memancarkan kehangatannya
Seperti hangatnya cintamu untukku
Bangunlah mama,,,,,
Peluk aku dengan kehangatanmu
Jangan biarkan air mataku tumpah karena rindu
Aku masih membutuhkan cinta dan kadih sayangmu
Semangat mamaku sayang
Lihat mentari yang tersenyum padamu
Seperti indahnya senyum manismu untukku
Kitakan bercerita betapa indah cinta
Cinta yang sedang kurasakan saat ini

;;;;;;;;;;;;
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
Minggu 18 sep 2016. 10:02
Siantar city

PENGUASA


Hitam gelap di awan jingga
Malam akankah tiba?
Bukan...!!!
Angin yang berhembus ramah bercengkrama
Dedaunan menari salsa..
Dingin menembus kesepian hatiku
Perlahan air terjatuh di pipiku
Rapuhnya jiwaku di antara penguasa
Cintamu hanya disini
Sayangmu cuma lelucon
Hahhahaha.....
Genangan air di brandaku
Tenang menghanyutkan kesedihanku
Mau kemana?
Akankah ada ujungnya?
Rinai rintik hujan senada air mataku
Aku terbiar..
Aku terbiass
Di kedinginan dan kehausan
Kasihmu penguasa....
.apakah ku rindu?
Apakah ku cinta?
Denganmu syng lama tak bersua....

By:A.M Rizal A.P(yusaku kudo)

BIMBANG


Aku khawatir
Embun esok pagi, adalah serpihan raut malam yang murung
sebab mega teramat sangar, hardik dan rampas rona bintang
Lalu pintaku
Sempurnakan saja menjadi hujan, sebab kaki pemangku malam berkalang debu kemustahilan

Karya : Urs Meliala
FnNf.22-09-2016

CEMBURU BUTA


Benarkah..!!!?
Benarkah firasatmu.!!!?
Benarkah ungkapanmu..!!?
Benarkah semua itu.!!??
Akankah dirimu tau itu adalah Do'a.!!?
Mengapa dirimu bungkam.!!?
Dimana egomu slalu engkau besar- besarkan.!?
Dimana lidahmu yang kau anggap suci.!?
Pernahkah terpikir olehmu perasaanku.!?
Perasaan yang slalu tersakiti oleh lidahmu.,

Kini akan terasa olehmu.,
Semua itu terjadi.,
Takkan ada bisa mengubah.,
Hanya penyesalan tersisa.,
Karna terabaikan olehmu ungkapan ku terdahulu.,
Sia- sia menghampiri dirimu dan diriku.,
Itu semua atas Do'a dari lidahmu.,
Maafkan aku.,

Karya; sasendy al-faruq

Minggu, 18 September 2016

JIKA



"Melainkan hanyalah kesabaranmu untuk senantiasa menempatkan cintamu pada ruang yang ada di dalam hatimu, memendam kasih sayangmu, dan menyimpan rindumu bersama Do'a."

~Alek Wahyu~






Jika kutinggalkan untukmu selembar kertas dan pena apa yang akan kau tulis? apa yang ingin kau tulis?, aku tidak akan mengganggu dan aku tidak akan berada disana, karena aku bukanlah siapa dan apa yang kau harapkan, aku hanyalah seorang Hamba yang mengharap kebaikan serta Keridhoan dari Penciptaku.

Dan jika yang kau tulis adalah "aku mencintaimu dan aku sangat merindukanmu" maka aku akan membalas tulisanmu "seberapa besarkah cintamu itu kepadaku dan seberapa besar rindumu padaku? lagi-lagi kau membalasnya dengan tulisan "aku mencintaimu dan sangat merindukanmu hingga aku tak mampu menahan air mata yang jatuh ini, aku mencintaimu dan sangat merindukanmu hingga dadaku terasa sesak dan sakit" maka izinkan aku bertanya padamu melalui tulisan ini.

"Seberapa besar cinta dan kerinduanmu pada ALLAH SWT? seberapa besar cinta dan rindumu pada Nabi Muhammad SAW? apakah air matamu pernah menetes jika kau mengingat ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW? dan apakah dadamu juga terasa sesak dan sakit jika mengingat ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW? aku harap kau akan mengutamakan apa yang seharusnya diutamakan, dan jika memang kau mencintai dan merindukanku maka cintailah ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW melebihi cinta dan rindumu padaku.

~Alek Wahyu~
"Sebuah tulisan untuk calon pendampingku kelak"

Jumat, 16 September 2016

DALAM DIAM KU BERHARAP


Andai memang dengan diam ku
bisa membuka hati mu......
Ku kan diam hanya karna mu
meminta sisa cinta mu untuk anakku....
Meski beribu tanya di hati..????.
apa dengan diam kau kan mengerti apa mau ku....
Alam maya menjadi impian hati...
merdu nyanyian jiwa menyayat hati....
Tangisan sang bayu membuka hati...
ingin tetap yang terbaik di hati mu.....utuk ku...anak ku....
Ku coba dengan diam menyelami hati mu....
Karna dengan kata" ku sudah tak mampu.....dengan doa tetap ku alun kan .....
Bila masih tak mampu....mentari menerangi bumi....bintang malam tak bersinar dimalam hari.....ku hanya mampu menangis di derasnya hujan....agar tak terlihat saat hujan ku menangis karena mu....

Oleh : Rizky

IKHLAS


Mungkin ini yang terbaik
Jalan memtah berbelok dengan ikhlas......
Tak ada kata sesal dalam hati.......
Bilah pasrah hati tlah berkata........
Setiap sebab pasti ada akibat.......
Setiap kata, langkah,usaha dan perbuatan hanya untuk lari dari keputus asaan
Andai hati tlah ikhlas
Tak ada lagi cerita air mata dan derita......
Biarlah dengan ikhlas berlalu......
Tetap ku melihat mentari bersinar......
Biarlah dengan ikhlas melepas........
Kukan tetap meluhat bintang berkelip indah di malam hari......
Biarlah dengan ikhlas ku berjalan.......
Tetap dengan cinta membesarkan putra putri ku.......
Ku yakin dalam hati, tanpa cinta mu,tampa kasih mu....ku mampu berjalan diatas telapak kaki ku dan dengan kedua tangan ku, ku mampu menafkahi anak" ku dengan senyum dan tertawa tanpa sedih dan derita atas izin allah.....insya allah......

Oleh : Ayah Rizky

DEMI SEBUAH KE-AKU-AN


Ku coba hentikan waktu walau sejenak
Tuk menyibak langkah yang mulai goyah
Aku melangkah dan terus melangkah
Tak ku hiraukan lagi
Lelah yang sudah menjarah
Hanya untuk demi
Sebuah nama gengsi yang terpatri

Aku telah banyak melewati
Apa yang tak pernah aku bayangkan
Dan aku juga telah menjalani
Apa yang tak pernah aku pikirkan
Sungguh....
Pembelajaran hidup yang tak terbantahkan

Siapapun itu
Yang sama berjuang seperti aku
Telah mengkristalkan hati dan pikiran
Untuk mencapai satu tujuan

Kekuatanku ada pada pikiranku
Kesabaranku ada pada hatiku
Semangatku ada pada belahan jiwaku
Dan aku telah mensugesti diriku
Dengan caraku

Maafkan aku
Yang tak bisa menjadi seperti yang kau mau
Tapi aku tetap berusaha
Mengisi dan menutupi
kekurang-kekuranganku
Demi kalian dan masa depan
Yang ternyata lebih pada ke-aku-an
Entahlah....

Medan, 10092016
By : Maia Syifa

Minggu, 04 September 2016

SIRNANYA EMBUN



Bergegas ku terbangun dari mimpi.,
Membuka akan kamar sederhana ku.,
Diri melihat,
Malam sepi telah hilang,
Berubah akan pagi gemilang,
Terasa nyaman dipagi itu,
Itu yang ternanti,,..

Mataku liar membinar,
Menyapu akan keindahan pagi,
Tiba- tiba hati terasa tak tenang,
Seakan- akan ada yang hilang dari luput pandangan,
Namun mata jeliku menemukan.,
Dia adalah "EMBUN"
Embun jernih yang ku kagumi.,

Ia bersembunyi,
Bersembunyi diribuan pelopak bunga taman miniku.,
Ia memberi kesejukan, kelembutan, dan ketenangan jiwa dibangun tidurku.,
Tanpa harus dia sadari, aku terus memandangnya.,

Namun itu semua sesaat,
Dimana niat akan menggapai,
Ia sirna hilang mengering.,,

Sejenak ku terbodoh, linglung serta bingung,,
Entah mengapa.!???

Sepintas dibenak ku temukan jawaban.,
Ia sirna hilang mengering karna suhu panas matahari semakin tinggi.,
Jawaban itu menimbulkan jawaban baru dibenakku.,
Apakah diriku terlalu kesiangan untuk menggapainya.!??
Ataukah ku masih terbuai dalam mimpiku.!??

Ku lapangkan dada dihari ini,
Karna masih ada embun dikeesokan hari,
Akan ku buktikan pada matahari,
Embun berbeda dengan udara,
Embun memiliki wujud.,
Ia dapat digapai,,
Dengan berjuang bangun lebih pagi,
Meninggalkan mimpi mendahului metahari.,
Esok hari akan lebih baik lagi,,

Amin,,

Oleh : Sasendy Al-faruq