. JENDELA PUISI: Maret 2017
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 25 Maret 2017

DIMANA AKU, MENUJUMU


Dimana Aku, Menujumu.
Dalam detak, bertalu.
Rinai, Menyeringai....
Rindu, Tersipu....

Dimana aku, Menujumu.
Bayang, Menghilang.
Jejak, tergilas.
Aku. Tertikam

Dimana aku, Menujumu.

_Shaqayeq, 130317_



---------------------

Semudah kau mempermainkan rinduku..
Serupa itu aku merindukanmu...
Kau yang memilih menghilang...
Tanpa sebuah kesempatan untukku menggamit bayang...
Kau pergi...

Setega itu.
Kau.

TEARS


Dalam gerak sunyi
Kabut membubung
Udara mengkristal
Air pun jatuh
Tetes demi tetes berderai
Mencipta kali dan sungai
Di mataku...



Hanju_130317

DI PANTAI SENJA YANG HITAM


Dulu kita pernah menjadi kami dari satunya hati
Yang dinamakan kekasih
Sekarang hanya ada aku dan dia tanpa ada kata
Kami seperti dulu lagi
Aku mengerti bagaimana rasanya daun hatiku getas dan rapuh

Kupandang laut di kejauhan ada perahu kayu
milik nelayan berbaris cukup rapi
Ombak berdebur berkejaran ingin berlomba
menepi mencumbu pantai
Lumba-lumba enggan menarikan siripnya
Karena keruh akan buih menghitam
Seperti hitamnya nuansa jiwaku
" Aaahhhh..." Desahku makin menghimpit rasa
" Bagaimana caraku melupakan cinta ini ?"
Gejolak hati dalam seribu tanya
Problema
Menghantui langkah-langkah

Aku sungguh tidak tahu
Ternyata kami telah mengakhiri hubungan berkekasih
Aku hanya diam
Berpikir logis menyikapi hidup

Di dunia ini kita ditemukan dengan orang-orang
Yang membuat kita bahagia
Juga sebaliknya
Namun satu yang pasti,
Mereka dikirim kepada kita selalu dengan satu alasan
Agar kita belajar berkasih sayang
Belajar melupakan
Terbiasa
Meski kadang tak berhasil untuk itu semua

Aku kembali menatap senja di ujung cakrawala
Siluet indah tak lagi seperti pelangi
Sore berganti senja
Nuansa yang tadinya sedap dalam pandangan
Kini seakan menjadi hambar
Namun, aku belajar untuk tetap menikmatinya.

Cepu 16/3/2017
By Retno Rengganis.

Kamis, 16 Maret 2017

SAMPAI KAPAN?


Sampai kapan aku duduk di sini?
Sampai kapan aku begini?
Kerja, kerja dan kerja lagi

Duduk sebagai Operator di perusahaan
Ingin juga menjadi Bos besar
Ingin juga punya perusahaan
Bukan aku tidak bersyukur akan nikmat mu ya Allah..
Sangat aku syukuri
Terkadang manusia tiadak ada puas nya
Sudah di beri masih saja kurang
Mungkin, datang nya pikiran ini
Membuat aku terus berkembang,
Terus smangat, Terus meraih SUKSES

Oleh : Andi kurniawan sp
beranda sanggar pelangi

RINDU DAN SECANGKIR TEH


Buatlah secangkir teh manis
Tuangkan, campur sesendok madu
Rasakanlah, resapi bersama deras hujan di sana
Ajarilah sepasang matamu, ajak membaca indahnya rindu yang ada...

Hanju_070317

CINTA KITA


Pagi seolah berdansa,
mengikuti irama tembang jiwa.
Yang mengalun manja,
di sela rasa yang bergelora..

Seakan menyegarkan kembali,
tanda yang pernah pudar,
dari ukiran ingatan yang samar.

Namun, semua akan selalu indah,
karena cinta kita,
masih berada dalam ruang yang sama.

Karya : Minang Maimbau
Bekasi, 08 Maret 2017.

Senin, 06 Maret 2017

SIAPAKAH AKU DI HATIMU


,,,,,,siapa ku dihatimu,,,,,,
terkadang ada rasa rindu mu padaku
namun kau tak mampu untuk mengatakannya.....
karna ego dan egois mu
tak mampu lagi menilai siapa aku di hati mu
andai kau mengerti sebuah angka.....
engkau pasti takkan pernah tinggalkan aku dan 3 anakku.....
engkau pergi merasa bebas melangkah....
tetapi hati mu terikat dengan 3 kata dalam hati mu......
namun kabut rupiah menutupi mata mu.....
untuk siapa kamu hadirkan 3 anak mu...
bila siang mu bagai malam.....dan malam mu memikirkan 3 anakku.....
untuk apa perpisahan yg kau inginkan......
jika ada sesal di hatimu....
jangan pernah sedikitpun kau ucapkan......
teruslah kau menghitung....rupiah mu......hingga mata hati mu........mampu menilai aku dan 3 anakku......
lebih berharga...........dari rupiah........mu......berhentilah kau menghitung......
kembalilah.......aku dan 3 anakku masih menunggu mu...mama

Oleh : Ayah Rizky

BERITA DARINYA


Waktu masih sedikit belia
Saat dia datang membawa berita
Tubuh ini masih beku
Sebab hujan menampakkan dirinya di persada maya
Aku memberitahumu tentang berita darinya
Kau terdiam, merenung dan berfikir
Aku tak tahu inginmu
Tapi sejurus kau iyakan dirinya
Aku terdiam, kaku dan tak bersuara
Dengan pasti, kau melangkah bersamanya
Aku mengiringi dengan wajah yang ku sendiri tak bisa memaknainya
Kini sepi dan bisu terasa
Saat kau tiada
Saat kau jauh bersamanya
Inginku mengikhlaskan semua
Tapi kenapa nala ini meronta
Mengharap dan menghiba
Agar kau tetap di sisiku dan bukan di sisinya

By. Aulia.

BUNDA


Inginku kau ada dalam setiap titik rindu ini
membelaiku bagai masa kecil dulu, hiasi hari- hari dalam cabaran rindu yg ku tulis untukmu,

banyak sudah cerita disini kutulis dalam memori indah hidupku, terkadang rasa itu begitu sulitnya untuk kusembunyikan.

Bunda...., inginku kau selalu ada disini
merenda bahagia ini bersamaku, menuai semua yg pernah kau semai, penyesalanku tanpamu selalu mengusik setiap detik nafasku .

Namun kutakmungkin pungkiri semua skenario-NYA, kujalani walau terasa pahit
kulewati walau sunyi membelenggu
Namun siapa yang sanggup menterjemahkan semua rahasi-NYA

Disini..,
Disudut kota ini, kujalani semua skenario indah itu, kuhadapi walau kadang sebenarnya kutakmampu, namun kuyakini hati ini, semua akan baik- baik saja.

Oleh : Riri Eka Putri