. JENDELA PUISI: 2017
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 17 Juli 2017

SANG WONDER WOMEN


Dia. . .
Senja nan sayu lagi merdu
Pancaran hangat merasuk kalbu
Dia. . .
Rintik yang merdu dan merayu
Bagai syair pengobat rindu
Dia. . .
Tetesan embun pembuka waktu
Dia. . .
Mentari yang tak pernah padam
Meski malam merenggutnya dalam kelam

Oleh: Putri Tiara Dewi

HIDUP DAN MATI


Jika kehidupan adalah lahir hidup dan mati...
Lahir itu sederhana..
Seperti terbangun dari tidur yang panjang
Hidup itu sederhana..
Hanya melihat yang lahir dan mati
Mati itupun sederhana..
Cukup ia tertidur dan tak bangun lagi..

Oleh : Bengkel Las Priyo

KOPI


"Rasa pahit itu telah berangkat jauh,
menyusuri malam dengan hening paling sunyi
Lagukan rindu begitu dalam..."

-----------------------
Oleh : ~Hanju~

Senin, 03 Juli 2017

MANA RASA ITU


Bingung
Sedih
Terkejut
Mengapa begini

Rasa
Asa
Cinta
Semua sirna

Mengapa begitu kejam
Tidakkah ada rasa lagi
Terlalu naif dirimu padaku
Aku tahu dirimu

Pergi saja
Sudah lupakan semua
Kubur cerita silam kita
Biar semua tinggal cerita

Tanbe, 2 Juli 2017
Aulia Putry Manurung.
#MolenJimboBabyPotato

NAFASMU ADALAH TAKDIR



Kawan...
Apakah takdir itu seperti bulu yang melayang di udara..
Ataukah ia seperti sebuah persimpangan jalan yang tak berujung..
Ataukah ia seperti penjudi yang melemparkan dadu nya...
Karna ada kawan yang berkata.. Nafasmu adalah takdir...

Oleh : Bengkel Las Priyo

Kamis, 29 Juni 2017

HUBUNGAN YANG MULAI GERSANG


selamat siang bagi pemilik hati dan hubungan yang udah mulai usang dan gersang.. Suatu hubungan yang didalamnya tidak terdapat cinta yang tulus itu seperti tanah yang gersang yang tak pernah terkena air. Biarkan mengalir. hingga aliran itu mengering dan gersang, karena sudah takkan ada pupuk, air untuk menyirami benih yang sudah mulai keropos dan gersang. Kita "memperoleh" kebenaran lebih cepat jika dipelajari dari hubungan & pengalaman daripada lewat ruang kelas yang gersang'

Oleh : Nur Aini Natakusuma

HIJRAH


jangan perdaya diri
dan membangun
sebab beralasan itu ini
hanya fatamorgana

oleh akal menghasrat kias
menepis bias warna indah buatmu

beringsutlah dari alur yang seakan nyaman
dan disangkamu seakan jalan keberuntungan

jelanglah gerbang disana
karena disini pagar tajam mengintai

berupayalah menyimak petuah
berusahalah terima nasehat

saatnya membuka serta lembutkan

..................HATI

Oleh : Youthma All Qausha Aruan

Selasa, 27 Juni 2017

HARI YANG AKU UTARAKAN DALAM SAJAK


Bisakah kita berubah bersama?
Meniti langkah guna mencapai kebaikan,
Sabar akan jarak, yang menumbuhkan rindu pada hati nun penuh harap,
Inginkah?
Dapatkah cinta ini tetap terpendam?
Memeluknya pada malam hingga fajr menjelang,
Menutupinya dengan hijab dalam mencari keridhoan Rabb semesta alam.

Ingatlah,
Hari ini yang aku utarakan di dalam sajak,
Niat guna mencapaimu,
Dalam Ikhlas memelihara kasih sayang,
Menjadikanmu makmum nun senantiasa tersenyum di belakangku,
Ingatlah, sebelum menjelang akan ku titipkan rindu ini di atas langit,
Bersama Do'a yang namamu selalu ku selipkan,
Mencarimu disana, yang dalam genggaman Allah 'Azza wa Jalla.

"Aku tunggu dirimu dalam takdir Rabbku"

Betapa ingin aku mencapaimu,
Pula kusimpan inginku bersama sajakmu,
yah, aku ingin berbubah bersamamu,
Meniti langkah guna mencapai kebaikan,
Menantimu dibalik jendela kamarku
Lantunan Ar-Rahman dengan beribu keindahan
Kunantikan dirimu dalam takdir Rabbku.

Ku jaga jarak ini,
Pada balutan hijab nun berkasih sayang,
Rindu yang setiap harinya mengambang di udara,
Pada malam hingga fajr menjelang,
Sabarku yang senantiasa memintamu,
Pula sabarku yang senantiasa menantimu untuk berkunjung,
Carilah pula aku di langit dengan besarnya harapku padamu,
Namamu yang jua kusebut disetiap akhir Sholatku
Untaian ayat penuh kemesraan,
Merayu Rabbku untuk menyatukan namamu dan namaku di langit dunia,
Hangatnya cinta yang akan bersanding,
Atas persaksianmu nanti di depan wali dan para saksi,
Perjanjianmu dalam menuntunku untuk selalu dekat dengan Rabb semesta alam,
Menjamu hatiku dalam ketaqwaan,
Memelihara cintaku untuk selalu mentauidkan Allah 'Azza wa Jalla,

"Aku yang makmummu, tujuan indah kampung halaman, Surga"

Insya Allah.

~Alek Wahyu~

KITA BERBEDA


Langkah kita begitu berat
Untuk menggapai sebuah cinta
Karena perbedaan menjadi penghambatnya
Ikatan janji yang semestinya tidak diucapkan
Telah diucapkan dengan begitu mudahnya
Akankah kebersamaan kita diizinkan.?..

Alangkah indahnya bila saling memiliki
Namun semuanya terasa tidak mungkin terjadi
Ntah apa yang harus kita lakukan
Intinya kita hanya bisa berdiam
Semuanya terasa seperti tidak adil
Yang sudah terjadi tetaplah terjadi
Andaikan saja kita tidak berbeda..

Memory, 31januari2015

#Olehku_WanitaPenuhSelaksaMimpi

KITA INGAT ITU


berupayalah....

hentikan gundah, dan bertawar nyaman
walau diri berlantai didasar

membangun asa tak harus paksa
kadang melenggang justru teraba
biarlah sekitar memilih amarah
disini jalinlah sapa dan jabat mesra

merubuhkan tiang beton memang butuh godam, namun cuka cair juga mampu rebahkan gapura

ada yang perlu untuk tak dilupakan

menebang congkak tak harus bentak
senyum juga mampu rebahkan mangkak

mengikat liar tak mesti pakai rante kapal
benang nilon kecil juga bisa hentikan gerak

KITA INGAT ITU
Oleh : Youthma All Qausha Aruan

PANCASILA.


Ketuhanan Yang Maha Esa
Kita mengakui itu
Dan percaya penuh terhadapNya
Sebab kita mengimaniNya

Kemanusiaan yang adil dan beradab
Masih adakah itu?
Apa kau ragu
Mengapa ada tanda tanya di otakmu

Persatuan Indonesia
Apa itu mungkin?
Kenapa ada keterkotakan
Juga ada pemblokan

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Semoga itu tetap ada
Agar rakyat tidak menderita
Kesejahteraan merata

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Aku ingin itu ada
Engkau pun juga
Kita dan mereka mengharapkannya

Tanjungbalai, 1 Juni 2017
Aulia Putry Manurung.

Minggu, 21 Mei 2017

ASA HATI


Masih tentang berjuta asa
Penghias cangkrawala jingga
Sendiri meronta dimangsa gulita
Tuk dapat mengukir aksara rupa

Aku hanyalah secercah cahaya
Yang hanya jatuh bersimpuh di samudera jiwa
Lukisan sukma yang dahaga
Takkan mampu penawar duka

Cahaya lenteraku
Terangilah aku selalu
Biarkan sinarmu menerangi langkah ku
Sekedar pemandu jalan hidup ku
Menuju pemahat hati yang sedang ku rindu

Untuk teristimewa yang ada di pulau ENGGANO
Ay Ade saputra sunanxgandu

By Fadellis*
Eli Oktarina

TIRAI


Jangan pernah menyesali keputusan
KARNA kau yang dulu memutuskan..
Aku tak pernah pergi dari hidup mu....
Tapi kau yang mengusir aku dari hidup mu..

Oleh : Andi Kurniawan

ANDAI AKU MEREKA


ANDAI AKU MEREKA !!
Tahan kah teliga ini mendengar suara BOM BOM yang meledak ..
Tahan kah daku menahan gemetar melihat pembantaian ..
Tahan kah daku menyaksikan rudal rudal musuh yg mendesak ..
Atau tahan kah aku merasakan sakit nya luka akibat senjata tembak ..

ANDAI AKU MEREKA !!
Bisakah senyum masi terlukis di wajahku ??
Bisakah tawa menghiasi bibirku ??
Atau bisakah canda tawa berasal dari perilaku ku ??

ANDAI AKU MEREKA !!
sanggup kah kutahan beban merindu..
Kepada ayah dan ibu yg lebih dulu berlalu ..
Dibantai si musuh musuh itu ..

Sanggup kah ku berlari ..
Sedang sekeliling ku besi ..
Yang merantaiku agar tak dapat lari ..

ANDAI AKU MEREKA !!
masi bisa kah ku klarifikasi segala tuduhan ??
Atau bisa kah aku membela rakyat dan saudara sesama asuhan ??

Namun sadarkah KAU
KARENA AKU BUKAN MEREKA ..

Oleh : Umu Osama Asaadullah

Jumat, 12 Mei 2017

RINDU


Kamu adalah sebuah melow
Yang dtg ketika hujan turun....
Begitu sayu tatapmu ,ketika saat pertama
Kita mencinta.....

Kamu adalah jarak....
Aku adalah doa ,yang senantiasa menjaga kita
Di malam tenang....

Kamu adalah bayang...
Yang mengukir setiap hela nafasku...
Saat raga tak lagi bersama...namun jiwa tlah
Terpatri satu.....
Aku tak letih menyatukan namamu
Dalam setiap doaku....karna ku yakin smua
Tertulis oleh RABB ku.....
Tentangmu ...tentang tuntasnya rindu
Saat kita bertemu....

"Rindu"....by Elza Titan

JUARA HATIKU


Aku mengenalmu lama..
Lama sekali..
Hingga hampir tak mengenali diriku sendiri..!

Aku mencintaimu dalam..
Dalam sekali..
Hingga hampir membenci diriku sendiri..!

Aku mengharapkanmu dulu..
Dulu sekali...
Hingga hampir tak menginginkan diriku sendiri..!

Tapi masa itu berlalu...
Kini Dia adalah permaisuriku..
Memberi 2 putra Mahkota bagiku..
Menjamuku dengan cinta dan persembahan kesabaran serta kasih sayangnya..
Dialah Isteriku Rani_ku...
Pemberi semangat dan motivasi indah.
Pelipur dikala hati menjadi gundah.
Pengingat disaat iman semakin parah.
Dan tentunya pengamat disaat aku mulai menyalah..

Oleh : Wahyu Sumut Kembara
Jum'at, 5 Mei 2017
Mesjid Sultan.
Singapore.

Senin, 08 Mei 2017

JANGAN LALAIKAN SHOLAT LIMA WAKTU


~Bila Subuh tidak Utuh.
Semangat tidak tumbuh dan hati akan Keruh.
Pribadi jadi Angkuh.
Keluarga akan Rusuh.
Kedamaian akan sulit Berlabuh.

~Bila Dzuhur tidak Teratur.
Diri akan payah jadi pribadi Jujur.
Hati akan menjadi Kufur.
Akan Hilang rasa Bersyukur.
Keluarga sulit untuk Akur.
Maka hidup tak akan Makmur.

~Bila Ashar tidak Lancar.
Jiwa sulit untuk Bersabar.
Wajah akan terlihat Sangar.
Senyum pun payah Menyebar.
Rizki tak Lancar Urusan pun tak Kelar.

~Bila Maghrib tidak Tertib.
Ngaji pun dianggap Tak Wajib.
Wirid pun sudah menjadi Raib.
Akan semakin dekat dengan 'Aib.
Sehingga tak ada yg di catat Malaikat Raqib.

~Bila Isya' tidak Terjaga.
Malam akan jadi Gulita.
Rumah terasa bagaikan Penjara.
Hidup terasa bagai di Neraka.
Bahagia payah yang ada hanya Sengsara.

YA ALLAH, JADIKAN LAH KAMI DAN KETURUNAN KAMI SEBAGAI ORANG-ORANG YANG TAAT DALAM BERIBADAH. AMIIN.

OLEH : Bahtiar Silau
Kiriman : Rasyid Sulaiman

Rabu, 03 Mei 2017

KEMBARA JALANAN


Aku dijalur bebas hambatan...
Kekiri kekanan tak tentu tujuan..
Melihat, mendengar terus berjalan..
Menyapu debu disela angin bertiupan..

Aku si Kembara...

Kembali hentakkan kaki..
Mengejar mimpi..
Menahan hati...
Sebab kadang jalanku sunyi...

Oleh : Wahyu Sumut Kembara
#KembaraJalanan
14 April 2017. Jum'at
#ArabStreet
#Singapore

LUKA


Senja itu...
Dimana aku menuliskan namamu...
Dengan daun, ranting, dan juga cerita...
Lalu menyimpannya dalam-dalam,
Memeluknya erat-erat..

Hingga luka...
Menembus perlahan....

Senja itu....
Dimana aku menguburkan namamu.
Sekali lagi.

Oleh : Shaqayeq

CINTAKU SUNGGUH


Aku tak mampu merangkai kata indah
Jika ada yang lebih indah dari wajahmu.
Dan aku tak sanggup bersilat lidah karena kuda-kuda ku patah,lidahku kaku dan kelu,tak bisa berkata kalau aku mencintai mu,sungguh.

Tunjuk ajar aku cara membencimu.
Agar jantung tak berdebar saat bertemu dengan mu,dan hari-hari ku tak terhiasi senyum manis mu.

Beritahu aku menghindar dari khayal
Menjauh dari mimpi
Tentang mu
Iya..Semua tentang mu

Menjauhlah dariku
Aku tak bisa melihat bola mata mu
Bertatapan dengan mu
Membuat ku sakit
Aku sakit,sakit.!
Kau tau itu?
Begitu sakit merindu mu.

Oleh : Irawan Naga Siantar
( Belalang Tempur Jones 017)

Senin, 01 Mei 2017

MAAF DARI SURGA


maafkan
aku yang mudah yang jatuh cinta ini eaaaa
misalnya aku sangat bahagia melihat gerak langit membentuk pola pola abstract..atau aku bisa bahagia hanya melihat setetes embun diatas bunga..sekarangpun aku sedang jatuh cinta kepada empat orang wanita..ada yang baik orangnya..ada yang manis orangnya..adalagi yang keren..adalagi yang pintar..bohong kalau ada yang bilang...cinta tidak harus memiliki...ungkapan itu mungkin terucap dari orang orang yang stres dan putus asa..cinta itu ya harus memiliki..tapi dalam hal ini..aku tidak hanya cinta mereka..tapi lebih dari itu..aku sayang mereka...aku tidak ingin kebersamaanku dengannya hanya menjadi beban hidupnya..makanya aku lebih ingin yang kucintai itu bersama orang lain yang lebih mungkin bisa membuatnya bahagia dengan materi...sejauh ini bagiku itulah arti dari bismillahirrohmanirrohim..dengan nama cinta yang maha pengasih lagi maha penyayang.

by:zibril

Senin, 10 April 2017

CAHAYA MU


jangan bersedih wahai sahabat q, jadikanlah aq sebagai lentera di dalam kegelapan.
aq rela menjadi seperti lilin, yg rela terbakar demi peneranganmu.

_
By : M,ulyadi Arjun

WAHAI JIWA YANG TENANG


saat semua diam...
semesta berkata
ketenangan alam menjadi sebab
TUHAN di kesendirian

by:zibril

LESTARI


Pada siang yang berparas tegas
kutitip tatap rindu yang pasti
tentang alam yang menghijau
menanti untuk selalu dijaga lestari

Padamu para penjamah
titip sentuh penuh kasih
jangan lagi kau sakiti
jantung hati, napas bumi

Kelak indah tetap berbinar
senang jua hati pertiwi
marilah kita sama berbenah
dengan tiada henti bersyukur hati

Karya Minang Maimbau
Bekasi, 07 April 2017.
#Teratai, 13:54
#April02

RINDU SANG PUNGGUK


Wahai Rembulan, cahaya mu kian benderang..
Sinarmu kian mnerpa d wajahku, tak dapat ku elakkan, aku kagum
Namun ak hnya berseru di bawah sinarmu
Mengait kata kata yg memecah kesunyian di tengah malam
Hmm Rembulan, begitu la kita saat ini..
Bahkan aq tak tau kau melihat tulisan ini atau tidk
Wahai Rembulan, sinarmu it..
Sinarmu it
Sinarmu it rembulan, membekas di altar altar ingatanku..
Sangat mengganggu ...
Namun kau jauh Bulan
Jauh di Udara..
Meski ak terbang, saat ini kw terlalu tinggi..
Hingga aq berubah menjadi ruh ruh yg merasuk dan menggejolakkan hatimu..
Barulah kw mngerti Bulan..
Betapa sedihnya menjadi pungguk..

#herry_assegaf

SENJA DI RANTAU


senja kan berlalu....
sementara aku masih menunggu mu di jembatan layang liliba..
Satu tanya meliputi pikirku
hay sobat bagaimana senja di tanah rantau mu kini....

By : On

Jumat, 07 April 2017

AIRMATA CINTA LARA


¤
¤

Ketika Airmata Cinta Mengalir Jatuh Menggenangi Takdir Diri Ku Yg Malang ~

Sungguh Kekecewa'an Mencipta Kepiluan Yg Mendalam Di Relung Lubuk Hati.

_
Rasa Hinanya Harga Diri,
Membuat Rindu
Bagaikan Menjadi Kaca Yg Retak Menantikan Pecah.,!
Ingin Rasanya Berhias Lagi,
Namun Aku Telah Takut Terluka Karna Beling2 Kaca Asmara Dusta Itu Untuk Yg Kesekian Kalinya.

_
Ketika Airmata Cinta Menggengi Takdir Diri Ku Yg Malang ~

_
Aku Berdo'a,
Agar Kelak Akan Ada Yg Menyeka Si Airmata..

_
Airmata Ku Ini,
Yg Betapa Merana Karenanya.

__
__
By : M.A

Sabtu, 25 Maret 2017

DIMANA AKU, MENUJUMU


Dimana Aku, Menujumu.
Dalam detak, bertalu.
Rinai, Menyeringai....
Rindu, Tersipu....

Dimana aku, Menujumu.
Bayang, Menghilang.
Jejak, tergilas.
Aku. Tertikam

Dimana aku, Menujumu.

_Shaqayeq, 130317_



---------------------

Semudah kau mempermainkan rinduku..
Serupa itu aku merindukanmu...
Kau yang memilih menghilang...
Tanpa sebuah kesempatan untukku menggamit bayang...
Kau pergi...

Setega itu.
Kau.

TEARS


Dalam gerak sunyi
Kabut membubung
Udara mengkristal
Air pun jatuh
Tetes demi tetes berderai
Mencipta kali dan sungai
Di mataku...



Hanju_130317

DI PANTAI SENJA YANG HITAM


Dulu kita pernah menjadi kami dari satunya hati
Yang dinamakan kekasih
Sekarang hanya ada aku dan dia tanpa ada kata
Kami seperti dulu lagi
Aku mengerti bagaimana rasanya daun hatiku getas dan rapuh

Kupandang laut di kejauhan ada perahu kayu
milik nelayan berbaris cukup rapi
Ombak berdebur berkejaran ingin berlomba
menepi mencumbu pantai
Lumba-lumba enggan menarikan siripnya
Karena keruh akan buih menghitam
Seperti hitamnya nuansa jiwaku
" Aaahhhh..." Desahku makin menghimpit rasa
" Bagaimana caraku melupakan cinta ini ?"
Gejolak hati dalam seribu tanya
Problema
Menghantui langkah-langkah

Aku sungguh tidak tahu
Ternyata kami telah mengakhiri hubungan berkekasih
Aku hanya diam
Berpikir logis menyikapi hidup

Di dunia ini kita ditemukan dengan orang-orang
Yang membuat kita bahagia
Juga sebaliknya
Namun satu yang pasti,
Mereka dikirim kepada kita selalu dengan satu alasan
Agar kita belajar berkasih sayang
Belajar melupakan
Terbiasa
Meski kadang tak berhasil untuk itu semua

Aku kembali menatap senja di ujung cakrawala
Siluet indah tak lagi seperti pelangi
Sore berganti senja
Nuansa yang tadinya sedap dalam pandangan
Kini seakan menjadi hambar
Namun, aku belajar untuk tetap menikmatinya.

Cepu 16/3/2017
By Retno Rengganis.

Kamis, 16 Maret 2017

SAMPAI KAPAN?


Sampai kapan aku duduk di sini?
Sampai kapan aku begini?
Kerja, kerja dan kerja lagi

Duduk sebagai Operator di perusahaan
Ingin juga menjadi Bos besar
Ingin juga punya perusahaan
Bukan aku tidak bersyukur akan nikmat mu ya Allah..
Sangat aku syukuri
Terkadang manusia tiadak ada puas nya
Sudah di beri masih saja kurang
Mungkin, datang nya pikiran ini
Membuat aku terus berkembang,
Terus smangat, Terus meraih SUKSES

Oleh : Andi kurniawan sp
beranda sanggar pelangi

RINDU DAN SECANGKIR TEH


Buatlah secangkir teh manis
Tuangkan, campur sesendok madu
Rasakanlah, resapi bersama deras hujan di sana
Ajarilah sepasang matamu, ajak membaca indahnya rindu yang ada...

Hanju_070317

CINTA KITA


Pagi seolah berdansa,
mengikuti irama tembang jiwa.
Yang mengalun manja,
di sela rasa yang bergelora..

Seakan menyegarkan kembali,
tanda yang pernah pudar,
dari ukiran ingatan yang samar.

Namun, semua akan selalu indah,
karena cinta kita,
masih berada dalam ruang yang sama.

Karya : Minang Maimbau
Bekasi, 08 Maret 2017.

Senin, 06 Maret 2017

SIAPAKAH AKU DI HATIMU


,,,,,,siapa ku dihatimu,,,,,,
terkadang ada rasa rindu mu padaku
namun kau tak mampu untuk mengatakannya.....
karna ego dan egois mu
tak mampu lagi menilai siapa aku di hati mu
andai kau mengerti sebuah angka.....
engkau pasti takkan pernah tinggalkan aku dan 3 anakku.....
engkau pergi merasa bebas melangkah....
tetapi hati mu terikat dengan 3 kata dalam hati mu......
namun kabut rupiah menutupi mata mu.....
untuk siapa kamu hadirkan 3 anak mu...
bila siang mu bagai malam.....dan malam mu memikirkan 3 anakku.....
untuk apa perpisahan yg kau inginkan......
jika ada sesal di hatimu....
jangan pernah sedikitpun kau ucapkan......
teruslah kau menghitung....rupiah mu......hingga mata hati mu........mampu menilai aku dan 3 anakku......
lebih berharga...........dari rupiah........mu......berhentilah kau menghitung......
kembalilah.......aku dan 3 anakku masih menunggu mu...mama

Oleh : Ayah Rizky

BERITA DARINYA


Waktu masih sedikit belia
Saat dia datang membawa berita
Tubuh ini masih beku
Sebab hujan menampakkan dirinya di persada maya
Aku memberitahumu tentang berita darinya
Kau terdiam, merenung dan berfikir
Aku tak tahu inginmu
Tapi sejurus kau iyakan dirinya
Aku terdiam, kaku dan tak bersuara
Dengan pasti, kau melangkah bersamanya
Aku mengiringi dengan wajah yang ku sendiri tak bisa memaknainya
Kini sepi dan bisu terasa
Saat kau tiada
Saat kau jauh bersamanya
Inginku mengikhlaskan semua
Tapi kenapa nala ini meronta
Mengharap dan menghiba
Agar kau tetap di sisiku dan bukan di sisinya

By. Aulia.

BUNDA


Inginku kau ada dalam setiap titik rindu ini
membelaiku bagai masa kecil dulu, hiasi hari- hari dalam cabaran rindu yg ku tulis untukmu,

banyak sudah cerita disini kutulis dalam memori indah hidupku, terkadang rasa itu begitu sulitnya untuk kusembunyikan.

Bunda...., inginku kau selalu ada disini
merenda bahagia ini bersamaku, menuai semua yg pernah kau semai, penyesalanku tanpamu selalu mengusik setiap detik nafasku .

Namun kutakmungkin pungkiri semua skenario-NYA, kujalani walau terasa pahit
kulewati walau sunyi membelenggu
Namun siapa yang sanggup menterjemahkan semua rahasi-NYA

Disini..,
Disudut kota ini, kujalani semua skenario indah itu, kuhadapi walau kadang sebenarnya kutakmampu, namun kuyakini hati ini, semua akan baik- baik saja.

Oleh : Riri Eka Putri

Senin, 20 Februari 2017

UNTUKMU YANG SENANTIASA BERSABAR


Bacalah surat ini ketika engkau dalam keadaan tenang
Jauh dari kegundahan, kegalauan serta cobaan yang tengah menyelimuti hatimu
Jauh dari godaan yang tengah menumpuk di dalam fikiranmu
Jauh dari hawa nafsu yang berkecamuk akan keinginanmu

Untukmu yang senantiasa bersabar

Tiadalah kata romantis yang ingin aku suguhkan
Tiadalah cinta nun sempurna yang ingin aku tawarkan
Tiadalah rindu yang ingin aku rintihkan
Tiadalah satupun
Karena inginku bukanlah apa yang engkau harapkan dan inginmu bukanlah yang apa aku harapkan
Sederhana saja dan bahagia.

Untukmu yang senantiasa bersabar

Tiadalah daya untuk saling mendamba
Tiadalah daya untuk saling menghendaki
Apa dan bagaimana
Dalam Do'a saling berbicara
Apa dan bagaimana
Dalam sujud saling mengharapkan
Apa dan bagaimana
Kepada Sang Pencipta berserah serta merendah hati.

~Alek Wahyu~

SEPERTI BIASA KU TERPAKU


Tiada pernah ku mampu
Merenungi setiap langkah mu
Apa yg kau cari dan apa yg kau rasakan
Terlupakan kah tangis tawa 3 anak mu mama......
Seakan kau terlupakan dalam detak jantung anak mu.....
Dalam diam ku hanya mampu menangis.....
Seberapa keras hati mu mama......
Menutup telinga,mata dan hati mu
Membiarkan 3 anak mu tanpa kasih sayang mu mama......
Aku tak mampu untuk yang kesekian kalinya.......
Hanya duduk terpaku di korsi meja makan......
Akan kah.......selamanya meja korsi ini menemani ku......
Tanpa nasi lauk pauk yg kau suguhkan......
Biarlah hari hari ku menanti mu mama.......
Dengan segelas kopi sebatang rokok.........disela bibir ku......
Ku kan menunggu mu.......meski cinta tak lagi menyatukan kita.......
Dan 3 anak kita.......tak terdengar lagi tawa dan candanya.......yg ada wajah murung penuh harap.....pulanglah mama........nila

Oleh : Ayah Rizky

Sabtu, 18 Februari 2017

HILANG TANPA TANDA



Sang Terompet Pagi tak luput dari kewajibannya
Membangunkan satu persatu masyarakat dari alas yang empuk
Dari sebelah Kiri diUjung Ufuk timur tak lupa
Sang surya mulai mengintip dari awan yang sedikit pekat.
Entah perintah Raja mana yang dipatuhinya.
Ku hirup Betapa segarnya udara yang Membentang sejagat Raya
Udara yang tak terlihat oleh indra
Hawa yang dapat diNikmati
Membuat Bulu kutudukku merinding
Kutemukan satu pemuda dari ujung hilir sambil melambaikan tangan kanan
Saat pandangan tajam mengarah ke kelopak mataku
Sambil kami mengerti Bisikkan sukma
Memberikan se sajak Nasihat kepada jati diriku yang sudah menjadi garis tangannya,saat dia terlahir digendongan sanak dagelan.
Suatu pagi saat pagi menyongsong dengan diiringi suara terompet dan dilatarkan dengan pancaran Kuning di Ujung Ufuk timur itu
Tak ku temukan pemuda yang selalu mengenakan celana panjang itu.
Nasihat yang selalu mengiringiku saat aku pergi ke sekolah
Nasihat yang selalu mendampingiku saat aku berdiri diatas tanah altar kepastian
Nasihat yang menjadi ujung tombak masa depan.
Tak pernah Kujumpai dikau dikala fajar hadir,Kemanakah aku harus mencari satu kerangka badanmu
Yang selalu mengingatkan aku saat berjalan diatas kerikil kerikil kecil.

Oleh : JA Mansiz

CINTA


Sebab ...cinta adalah perbedaan yg nyata
Sebab cinta adalah jiwa2 yang bebas..

Jiwa yang berTuhan bisa memahami Cinta Kasih
Hanya sebagian orang memahaminya...

Oleh : Rizka Elvira Parinduri


NYANYIAN SEPI


Kutepis rindu yang mengiris
Di hela untaian napas
Namun, kian larut dibingkai malam
Kian ranum kasih dipendam

Meronta dengan sukma arca
Tertatih, merintih rasa pedih
Dimangsa gulita tanpa rupa
Dalam diam kuberserah

Kau, syair tanpa aksara cinta
Merenggut separuh asa
Dalam bait-bait sunyi
Tersirat guratan hati

Seperti senandung malam
Iramanya bisa kueja
Masih tentang berjuta asa
Yang tertinggal di lorong kelam

Oleh : Ade Saputra Sunankaligandu
#DewaBumiRaflesia_30_01_17

NIAN



Tahukah engkau bintang, tentang gigilku semalaman
Seumpama mereguk samudera, memandangmu tiada bosan
Bodoh nian gumam sang bulan, tentang mustahil penantian
Lalu rebah seiring langit tumpah, dinginkan perapian

Oleh : Urs Meliala
FnNf.30-01-2017

Kamis, 26 Januari 2017

IA SI GADIS KECIL DENGAN LENCANA DI DADA


Oh, yang menyendiri dibalik kebisingan
Adakah engakau bersuara?
Pada hati yang engkau padu dengan beberapa tulisan
Engkau susun satu per satu
Dari rasa yang engkau sebut cinta
Berkasih sayang secara terang-terangan
Rindu sebagai bingkisan
Menampung jeda hingga malam.

Oh, yang berdiam diri dibalik kebisingan
Luputkah pandanganmu?
Dari segenap cerita-ce-ri-ta
Gurauan si gadis kecil yang lelap di depan emperan
Berselimut tipis ditengah keramaian
Laju kendaran dengan asap yang begitu tebal
Menyeru ia untuk segera menghilang
Lari dan lari
Pergi dan pergi
Sindiran si kaya yang tanpa rasa iba
Seperti hama, yang siap untuk dikuburkan.

Ia datang dengan pakaian kusam
Menyebrangi jalan, menenteng kotak kecil di tangan
Senyum sapa tercurah setiap kali ia hendak berjalan
Tutur lembut, ucapkan salam.

Ia yang berpakaian kusam
Datang dengan memeluk bacaan, mengulangi hafalan.
Mengikis sedikit keadaan, rona jingga nun bersahaja
Rimbun yang tak mengusik
Permai yang tak menggelitik
Kencana jua berdiam diri
Lekuknya patah hingga hilang di gulung amarah.

"Ia si gadis kecil dengan lencana di dada."

~Alek Wahyu~



BELA NEGARA


Duhai Pertiwiku yang cantik...
Indonesia Tanah Tumpah Darahku...
Memang betul ..
Disanalah aku berdiri bersimbah peluh menjagamu..
Disanalah...aku hadapkan hati dan wajahku untuk Robbku...
memanggil Allah Tuhanku...
untuk senantiasa menjaga Negeri ini dari segala kemungkaran tangan tangan Jahilliyyah yg bodoh dan manusia dzolim yang ingkar akan firmanMu...
Pertiwiku yang cantik...
Tahukah kamu...
Bahwa kita tengah diburu...diburu ...
Agar kita menjadi lelah dan lemah ..
Dengan cara mengejar siapa saja yg menjadi penghalang bagi durjana yang haus darah ...
hingga serakah tak jadi salah ...
Tetaplah tegakkan hatimu duhai Pertiwiku yang cantik ...
Bela Agamamu...Bela Negaramu ...niscaya Allah akan membela...NKRI ...jangan pernah mati ...

Karya : bulan

Senin, 23 Januari 2017

PAHLAWAN HATIKU


Kelu lidahku berkata2 💝 💘
Halusnya sindiranmu

Bekunya hasrat membara 💟
Laraku terhempas jauh...

💝
Oh ...pujaan hati
dimana aku harus melabuh jiwa yang mati

Aku rindukan rumah...
Terdalamku lautan luas 💙

Samudera hatiku yang hempaskn tubuhku
Oh Tuhan Semesta siapa yang akan menjadi pahlawan di hatiku... ❤ ❤

Sudahlaa...
Jika hidupni teka teki bagiku
Ku Mohon Semesta Bantu aku
Untuk memecahkan teka tekiMU

Love u
Rizka Elvira Parinduri

DARI BUMI KELANGIT


*_* lebih indah lah langit
+_+lebih istimewa lah bumi
>_
By : theway;zibril



merekam jejak paraNOIA
by:zibril


semua yang terbaik yang terlewati disaat terindah

AKUNTING DIRI


Pembukuan hatiku dalam kesepian
Kakuku mengakunting jiwa
Debit sayangmu sirna
Karena kredit kebencian

Lajur hidupku hampa
Sebab tanggalnya durjana
Rangkaian kata semanis madu
Sehingga meregistrasi di jiwa

Bisikanmu laksana laporan merdu
Menjumlah sayang
Namun sekarang hilang.

Tanbe...110117
By : Aulia Putry Manurung.

PUISI PAGI


Sedari Tadi
langit dihujam mentari nan perkasa.
Diantara segelas kopi pahit. Selaksa,
Pagi telah melukis rupa bagi pohon pohon kapuk dmana buah yg pecah menerbangkan helai kapai laksana salju di siang raja langit Tropis.
Kerinduan itu, Tomat yang mana lagi?

#PuisiPAGI

By : Tryco Dewan Hasibuan

DITUTUPNYA


Tak bisa dielakkan perkara antar umat beragama, dimana zaman berganti zaman. Bukti nyata dari zaman kenabian hingga saat tempo berjalan sekininya dan sampai kedepannya tak tahu kapan kita bisa damai.

Itulah alasan dan jawabannya, zaman dimana zaman itu tidak sama dengan zaman yang telah berganti.

Pintu kenabian ditutup oleh yang Kuasa dan mengutus nabi akhir zaman dan menyatukan kajian-kajian dalam satu kitab yang dimukjizatkan kepada nabi Muhammat SAW.

Musuh tidak lagi nyata namun bagi yang lemah rapuh akan godaan terbawa arus kegelapan.Tebalnya iman, keyakinan kuat akal dan pikiran apa yang tak nampak bisa dilihat dan apa yang terlihat bisa di elakkan.

Era yang terbentang pada zaman ini mendatangkan ujian tantangan amat berat yang berasal dari perkembangan zaman.

Jaringan sosial dan gadget yang menentang umatnya membawa ke arus sampai melampaui batas aqidah.

13-01-2017
By Ridwan Thensi

Senin, 09 Januari 2017

UNTUKMU, YA UKHTI


ya Ukhti
Aku kirimkan untukmu
Sebatas rindu yang dalam genggaman-Nya
Jiwa tertompang
Menampung asa akan inginku untukmu
Semanis kata cinta dan,
Semerdu kata sayang

ya Ukhti
Suratmu telah aku terima
Dengan ucapan salam dan bacaan Basmalah
Kau gambarkan inginmu dalam waktu yang terbatas
Menunggu hadirnya jawaban atas Doamu
Doa kita yang dengan perlahan beranjak memasuki pintu Singgasana-Nya
Melewati jutaan Malaikat penghuni langit dan Tujuh pemikul 'Arasy
Pelan dan pelan,
Keridhoan Sang Pencipta

ya Ukhti
Bermanjalah dengan Gerakanmu
Berbicaralah dengan Bacaanmu
Rayulah dengan Iramamu
Dan bersabarlah dengan Hafalanmu

ya Ukthi
Lantunkanlah Al-Qur'an malam ini
Dengan hujan sebagai Rahmat Dari-Nya
An-Nur dan An-Nisa'
Al-Mulk dan Ar-Rahman
An-Naba' dan Al-A'laa
Ad-Dhuhaa dan Alam Nasyrah
At-Tiin dan Al-'Alaq
Hinnga,
Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas
Sucikan Pencipta kita
Agungkan dan merendah diri Pada-Nya,
Sujudlah dengan damai
Dengan ketenangan jiwa dalam menghadap-Nya.

ya Ukhti
Luangkan waktu dari kesibukan
Menyendiri dan Bermuhasabah
Menangis dan merintih
Dalam pelukan, dada yang menyesakkan
Dalam pelukan pada sepertiga malam

ya Ukhti
Kau dan aku yang saling menanti
Kau dan aku yang saling menginginkan
Bermanja dan merayu dengan Sang Pencipta
Untuk kita, mengharap ikatan
Dalam cinta-Nya Sang Pemilik Segalanya.

~Alek Wahyu~