. JENDELA PUISI: Oktober 2010
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 21 Oktober 2010

20 - 10 - 2010


Malam ini aku menulis kisahmu, kisahku, kisah kita. Aku dan dirimu bertemu di persimpangan bimbang yang ku pendam. Ku pandangi setiap sisi kebanggaanmu. Hari itu aku tak menyadari semua ini. Aku menikmati duniaku. Aku bahagia dengan semuanya tanpa kusadari kau menatapku dan terus menatapku. Kau luangkan waktu merencanakan kehidupan kita. Kau siapkan segala sesuatu yang kau tahu ku kan pinta pada hari itu tiba. Kau bersedia menunggu lirikanku di persimpangan kita. Ku selalu merindumu tapi tak ku hiraukan kau karenanya. Karena dia yang tak pantas untukku. Lisanku kelu karena tipunya. Kataku diam karena dayanya.

Kemudian dia menutup kisah kami. Aku derita. Aku terluka. Aku tanam semua dalam kisah yang tak pantas ku ratap. Namun aku manusia dan aku tetap perempuan. Aku kuat dan aku tak lemah. Tapi aku tetap menangis. Aku terdiam dalam kesadaran. Aku bangkit dalam kepayahan. Para pengawal kerajaan kita tlah kau kirim menemaniku. Ku lewati hari bersama mereka. Ku lompati jurang dalam kebodohanku. Ku daki tuk mencapai daratan kesadaran ku di persimpangan mu dan ku. Kau kembali menatapku. Kau alirkan suntikan rasa kemenangan. Menang dari keterpurukanku. Ku sadari hadirmu kini. Persimpangan ini tempat kita berdiri. Tempat kita berlari. Tempatmu menanti. Tempatku berhenti.

Honey.. ku ingin kau tetap disini, menuju nirwana yang kau puja. Menuju singgasana yang kau cipta. Harapku besar dan mimpiku terus berputar. Ku hidup dalam hidupmu. Dan ku ingin mati dalam matimu.

Hari ini kisah kita tertulis. Hari ini mata ini tertuju padamu. Hari ini hati ini hatimu. Hari ini jiwaku selalu bersamamu. Tak ada lagi esok yang kan menunggu. Tak ada lagi kemarin yang kan menyesali. Yang ada hanya yang abadi. Yang hadir hanya yang hari ini. Yang nyata hanya yang terbungkus rapat dalam kotak mimpi kita.

Sayang.. saat ini, detik ini, hari ini, tanggal ini, semua ini nyata adanya. Tak kan lagi ku beri air mata tersisa tak berguna. Ku isi hari kita dengan penuh pengabdian pada janji dan mimpi kita. Ku tahu kau setia menungguku. Ku tahu kita pasti bertemu. Ku tahu kita wujudkan mimpi-mimpi itu.

Sayang.. ku cerita pada bintang tentangmu.

Sayang.. ku jeritkan pada laut kedatanganmu.

Sayang.. ku tantang matahari dengan sinar kasihmu.

Sayang.. ku tunjukkan pada setiap sisi pantai bahwa kau kekasihku, bahwa kau kekasihku...

( Sound of My Heart )

BY : GIRLY SYASA

Minggu, 10 Oktober 2010

MAMA...



mama.....

belailah aq, sentuhlah air mataku ini,

asahlah jiwa ragaku yg membutuhkanmu saat ini...

jaga aq dengan doamu yg selalu kau titipkan untukNYA.

dan tetaplah disisiku selalu...dan selalu.



mama....

digaris pembatas rindu ini masih mengalir biur kasih,

tak ada yg dapat menggantikannya.

tanganmu dan hangatnya badanmu,

telah menyentuh hatiku yg begitu kehausan kasihmu.



dalamnya rindu tak dapat kutempuh dengan hanya memanggilmu,

kubasuh perlahan tangisku yg menderu,

menjeritku dalam sepi dan ingin mendekapmu.

tapi aq hanya bisa menangis dan menagis...

tak banyak yg bisa kuperbuat,,,,



mama....

betapa ku mencintaimu, menyayangimu.

bahagialah selalu dan selalu bahagia...

karna bahagiamu adalah sebagian dari hidup dan jiwa ragaku seutuhnya.

dan karna mamalah satu-satunya benteng kehidupanku.

by : Riena Ashley

Rabu, 06 Oktober 2010

ENTAHLAH

















Senyumku menyibakkan kalbu..

Membunuh kuman luka yg membelenggu.

Kuusap perlahan air mata yg tersisa

Namun air mata itu selalu mengalir.



Entahlah... sedang apa yg terjadi

Sedang apa yg membelenggu luka ini

Ada rasa menyesal...

Ada rasa benci, entahlah.....



Suara itu.... suara itu seakan masih ada...

Kemana hendak kumengadu

Suara itupun tak menjawabku lg...

Dan membiarkanku seorang diri disini.



kuberdiri diberanda yang sepi dan dingin...

entahlah apa yg membuatku selalu bertanya,

sedang apa yg terjadi, entahlah...

apa ini, apa itu, ada apa ini, entahlah....


By : Riena Ashley