. JENDELA PUISI: Februari 2013
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 27 Februari 2013

HANCUR

semula,,,,,
sepoi angin membelai lembut menyapa
menerbangkan derita dalam dada
terkikis habis tiada keluh tersisa
siang dan malam berpacu dlm ria
sejuta kata mengisi udara...

tiba-tiba.....
badai menggila mengoyak udara
daun daun luruh kebumi
guntur menghardik......
hilang senyum...
taufan menerbangkan sebentuk bangunan
gelombang menghempas....
kata dan suara lenyap kandas
berderak derik bergoncang
akhirnya runtuh sama rata.....
menitik air mata
sepi mencekam....

akhirnya....
benteng dan bangunan indah
tinggal puing dan sisa
kekejaman telah menyita segalanya
ohhhhh tiada asa... tiada harap.

by Endang misnawaty digubuk tua rumahku
met siang sahabat fbku met beristirahat.
Pematangsiantar

DI KORIDOR BISU

seperti saat kau ungkap tentang rasa dengan nyata.....
kembali ku sulam benang-benang kusut menjadi helai sutra...
jangan bertanya betapa lelah dan sulitnya....
tapi bertanyalah mengapa aku hingga melakukannya....

di koridor sepi kususuri kenangan-kenangan itu
desah angin memenjarakan kenanganku dititikmu
lambaian daun membuka ingatan-ingatan tentangmu
kau yang jauh di ujung, membeku

ah...
terpanggilkah nama yang pernah terukir dihatimu itu?
atau mungkin terasingkah dia disudut hatimu yang paling sepi?
menjadi sudut yang tak ingin kau menoleh kesana lagi.
menjadi sudut yang ingin kau tinggalkan dan berlalu pergi.

dan...
sajak-sajak ini merangkai kisahmu dengan sederhana
sangat sederhana hingga ku tak tahu ini sajak atau bukan.
sebab,
hanya ingin ku guratkan baris-baris kata yang menyeruak
tentangmu, tentangku, tentang kita.

Oleh : Elegi Sunyi

SEINDAH PELANGI

Kujemput hadirmu bersama senja,
saat mentari merunduk malu malu dilingkaran barat,
mengabarkan gugurnya harapan semu....
Dimana kemungkinan kita bisa bertemu,
agar kusebut satu persatu niat yang terbengkalai,
barangkali bisa membangun kata agar tak kehilangan magna..

Jika masih memungkinkan untuk menoleh,
lihatlah fajar yang terus setia diufuk timur...

Seperti pelangi,
jika tak berwarna warni : indahkah hadirnya ?

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(HD)Medan kota kelahiran, Rabu 27 Feb 2013 . 17:45.-

Selasa, 26 Februari 2013

BIARKAN AKU PERGI


Biarkan aku pergi..
Ketika hadirku tak lagi berarti..
Bunga cinta yang aku sangka melati..
Ternyata hanyalah belati yang perlahan mengiris hati..

Tak sanggup lagi aku bertahan..
Besarkan hati harapkan kebahagiaan..
Dikala cinta yang aku harapkan..
Terbujur kaku dalam kenistaan..

Aku lelah..
Tak sanggup lagi memberimu cahaya..
Seumpama aku sebuah lentera..
Binar cintaku kini telah sirnah..

Selamat tinggal kasih..
Biarkanlah aku pergi..
Dan tak ingin mengusik ketenanganmu lagi.

By :deep
Tanjungbalai,Sumatera Utara

SEULAS SENYUM



Jangan engkau melangkah bersama satu ragu.
Ku tak ingin semu...a ini menjadi hambar dan ambigu.
Mungkin lara ini masih tersimpan di qalbu.
Mengapa engkau tak mampu berbuat agar ia menyatu?
Apakah satu ulas senyum tak cukup membasuh satu rindu?
Jika itu tak dapat kita ramu.
Biarlah aku kan kembali membisu.

By : Kinanthie Soraya Jasmine
Cikarang, Jawa Barat

HATI CINTA & PERASAAN


Apakah Kesucian Cinta Harus Diiris Dengan Perasaan...
Dan Apakah Cinta Dan Perasaan Harus Dipertaruhkan...
Hingga Nanti Hati Yang Merasakan Luka Yang Perih...
Sebab Cinta Dan Perasaan Enggan Tuk Melihat Keberadaan Hati...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

SELEMBAR RINDU


entah harus berangkat dari mana ku fahamkan......
sedang aku pun masih tak mengerti hatiku.......
mungkin waktu masih menjadi pisau tajam.....
hingga luka untukku tak terhindarkan.......

kini,
ku hanya ingin melihat garis senyum itu tak pudar
meski jelingan waktu membuatnya tak bertahan,
sedang aku hanya bisa membuat pudarnya semakin cepat......
ah.......
mengapa kekejaman harus ditimpakan kepadaku????

bahasa cinta mengalun lembut dijiwa,
menyenandungkan kidung rindu di putiknya....
namun hanya sampai pada dinding-dinding sepinya....
tak mampu mengalun nyata takut biaskan derita....

rindu yang membuatnya terluka lagi
kasih yang berbalut ego seringkali....
ah.......

Oleh : Elegi Sunyi

KESAN CINTA PERTAMA



sekuntum kamboja diatas bebatuan.
lama tiada tersirami jernih hujan.
akhirnya kering lalu mati.
begitulah kehidupan diri ini.
setelah lama ditinggalkan.
dalam kesuraman dan kesedihan.
kesan cinta dulu masih terasa.
namun itu semua dah suratan.
sesalpun tiada lagi berguna.
kerana duniawi tidaklah abadi.
hanya pada ilahi rabbi bermunajat.
abadikan kenangan dikamar hati.
untuk menjadi pejalan melayar bahtera.
demi hidup berkekalan yang hakiki.

by : zharif
surabaya

AKU


sajian anggur,
sirih kau apakan,
atau memuja muji
lebih detail lagi
orientasi datar, INUGRASI' lebih memberikan tempat
sebagai sirih mengunci mulut
atau bumi berputar lamban?

kau ajak aku menempatimu sisi lain yang kuterjerat
aku menduakan Tuhanku, sebelum kau, dan mereka
kau bertindak seolah Tuhan
janjiku dulu adalah janji bagai merak, dan merpati
elang namun elang mencangkramkanku
matanya tajam menghitung pergerakanku
dan akulah merak yang berbulu tak palsu
akulah emrpati yang meatuk biji jagung yang patuh
atau lebih memilih remang sudut
agar aku terlihat samar, tepia, sekali,teduh menyentuh
aku diajarkan itu, bukan merekayasa kejujuran
untuk dipura-purakan, atau dilebih-lebihkan
meski muja muji itu sunnah

aku pernah menegur Tuhan
mencari Tuhan, menuduh malaikat tak lagi memberiku kabar dari langit
sebab aku mulai memendar puja puji lain, dalam bentuk ajaran yang ber-mahzab kelima, atau menterupai iblis memutar mutar logika, dan kecerdasan yang dikangkangi
sambil menerka bumi, terlalu sempit, dan ingin lebih lagi kebumi yang lain

bagai tertai bunga dikolam, se-daun sedau angin menimpali airnya meriak, bergeser keruh, bunga trtai hanya penghias, lanang jiwa ini

Oleh : Dion-anak Zaman

JANJIKU KEPADA PERAWAN


sepi.. sajak, bagai maya, dibunuh kaki kaki unta yang berpadang pasir
sesuatau telah terjadi disana, mungkin terlalu jauh mengukir cerita atau telat pada bunga yang cokelat daunnya.

hatiku beku, lebih dalam menumpukkan kesedihan yang menusuk, kelenjar mataku satunya putus sebelah kiri, aku rabun kini, setelah berjanji untuk memajang kelembutan mata ini yang jujur mengatakan Cinta, aku menggumu diujung serak mata elang, dan penghujung ekor matahari senja. kesetian ini, telah punah, seperti pasir yang ditukar dengan sebuah Janji? aku melawan kodrat itu! setahun mencari keindahan madaninya ummat, dan masa, selingan musik mengusikku telingaku, aku berdenyut, membawa rebab yang kini bernama biola, yang dipundaki, hingag mendayu sayat, dibeningnya kelembutan dawai, bagai subuh mengunyah pagi, bagai kapas menayun kepipi, aku tersanjung kala mata itu memujiku, aku bergulat pada kejujuran, hingga sulit memaknai yang mana?

tempatku jauhd ari Janji kala itu, sesaat duri dikakiku menancap, kelemahanku selalu mengalah pada kodrat dan dimensi waktu, dan ironi, aku malu dengan Janji yang berbenih utang, dan berkusir diatas kursi yang mereka cacikan dan makikan, aku mencintaimu, tak seperti pelangi yang hanya menjunati lalu hilang oleh angin

antara kisah yang menemukanku, sebetulnya saya telah memlikimu sebelum mereka meminangmu untuk pilihan sebaya usiamu, namun bukankah kita Cinta? sepetik bunga kuncup, berseelra kumbang mengguliti sarimu, atau menumpahkan liru maniku, yang ingin mencipta manusia seprtimu disana ada namaku disebut,! pakah kau masih perawan? aku bertanya! aku diam, aku mala membiarkan saja jawabmu berangin, dan besepoi lembut, kau teduh, kau lebih indah seperti kemarins aat aku mulai mengejarmu, dan kusampaikan kepada kawan, dan kisanak, bangga mengatakannya aku kekasihmu, kaulah Cinta dalam perawan.

apakah jika kelak aku bukan perawan kau akan mencapkkanku bagai bunga yang layu? dan tak mencariku lagi diantara semai binbtang yang berkejora? sepoerti dulu kau ucapkan Cinta kepadaku dibawa saksi bisu kerlapnya gemintang yang berkunjung terapi malam kita yang bermunculan kunang-kunang pemabawa berita kepada peri Cinta?, kau bertanya atau kau menguji Cinta ini?
" angin menerpa kembali dijendela dekat bukit kau telusuri jawabku, selagi tatapku menampik, sejauh kau tahu, aku telah menerima Cinta sebagaimana yang kumbang meneguk sarimu sebelumku juga ada, sebab kau ahdir untuk sebuah ketulusan.
hingga pesan malam mebujuk kita, untuk saling melengkapi kekurangan

dan kau tahu janjiku kau akan menjadi abadi
Cintaku apapun namanya pada kodrat kita adalah janji yang sebagian matahri telah terikkan

Oleh : Dion-anak Zaman

AKUKAH DAJJAL?


ahhk kaumengira setinggi moncong (gunung)
aku mengiranya saja, seperti keripit tulangmu, berarti sama dengannya?
aku juga belum megetahui persis asal usul namanya dihiasi ketakutanku, dan mengancam keyakinanku, sebuah apa selebih apa, sekuat apa namanya menkautkan menyeramkan? aku tergerak menjejak, lantaran namanya menjadi kisah unik seribu tanya, bentuknya, dagunya, kakinya yang panjang,s eeta keinginanya merubah dunia lebih adil (katanya) bertindak kebeneran, seolah keyakinan yang menyeret kisah dunia dan semesta ini dicipta TUHAN, dia bertindak, lalu jud ma'jud, nama apa lagi

selembar daun, setipis bawang, sekulit ari, aku hilang
aku menuduh keyakinan hanya sepenggal kedustaan dan kedunguan, sementara fislafah abrat menghukum dali kebeneran, banyak mahzab, banyak praduga, dan sedapat mungkin meraih kebeneran yang hakiki, akukah dajjal yang menghujat keadilan? sambil memainkan kemaluanku yang panjang? ataukah akulah dajjal yang dihibur oleh budaya kebinalan, dan kejujuran yang serapah hanya kedaulatan pikir serta firasatnya yang salah menerjemahkan alam, dan tanda tanda?

anak manusia memakan kepengatahuannya sendiri, sambil mendustai kelembutan pengetahuan yang sederhana, tiudak elok seperti emreka memainkan sandi dan rawa yang menjelaskan tragisnya persoalan begitu pelil, dan enggan untuk menjadi pendengar, hanya saja aku tak piawai memainkanbedil peluruku hanay selongsong bambu yang berdebu, seperti dajjal dia? atau aku yang menjadi kekuatan dan ingkarnasinya? sambil mencoba berkumandan tengtang tuhan disurau, diseantero corong, atau berkutak melebihi sang orator, melebihi kepengetahuan asal muassalnya penegtahuan? sambil tengadah aku bersiul, menjenguk diriku

aku berhenti melakanta, dan melumat anak anak manusia yang labil, seleraku oleh mereka yang meninggikan kelimuan, namun menyepelekan sepadan bulan yang redup, enggan peduli, kecuali ada keinginan spontan, ada keinginan yang merajam, dan setelahnya berbalas pamrih, bahklan banyak kutemui mereka berdalih, mereka berdialek, mereka berslogan sama seprtiku sebagai Dajjal yang edan, menampakkan kejujuran dajjal yang dikiaskan,

ahhk,aku juga belum tahu itu, sebelum menggegas kearah wujud matahri dicipta
seprti kuncup bulan yang berumur tiga malam, selayak kecoak yang belum picisannya jauh difobiakan, atau ibarat cacing yang bergembur, dan berselera lumpur, ibaratnya kupu-kupu yang beraneka warna sayapnya yang berbulu tipis, kakinya mungil mulutnya getir namun lihai menyedot sari bunga.

aku mulai panik, ahhk,,hanya saja aku tahu kebetulan, atau ksiah ini terlalu berlebihan untuk ditengok sejenak,ataukah picik mengegetirkanku, semntara lanang jiwa jiwa mereka gila, ingin membunuh, atau menembakiku dengan jarajk dekat,
aku mati, sama seperti dajjal terbunuh oleh jud ma;jud

Oleh : Dion-anak Zaman

DIBALIK KETEGARAN SEORANG AYAH


Bagi seseorang yang sudah dewasa dan sedang jauh dari orang tua, mungkin akan lebih sering merasa rindu kepada Ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin karena Ibu lebih dekat denganmu.
Mungkin karena Ibu lebih sering nelpon untuk menanyakan keadaanmu.

Tapi tahukah kamu, jika ternyata ayahlah yang mengingatkan Ibu untuk meneleponmu? Menghubungimu?
Saat kecil, Ibulah yang lebih sering mendongeng.Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan pada Ibu, apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kmu sakit batuk / pilek, ayah kadang mmbentak : "Sudah dibilang jangan minum es!" Tapi tahukah kamu apa maksudnya? Tiada lain bahwa ayah mengkhawatirkan kesehatanmu?

Ketika kamu remaja, kamu menuntut untuk mendapat izin keluar malam.
Ayah dengan tegas berkata "tidak boleh!" Sadarkah kamu bahwa ayahmu hanya ingin menjagamu?

Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya, Ayah pun melonggarkan peraturannya. Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa dan harus kuliah di kota lain. Ayah harus rela mlepasmu. Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu?

Dan ayah sangat ingin menangis. Di saat kamu memerlukan ini dan itu, untuk keperluan sekolahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi. Tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.

Ayah sangat menyayangimu, tetapi seorang ayah sulit mengungkapkan dalam perbuatan dan perkataan lembut seperti ibu..

Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk meminta izin mengambilmu dari ayah. Ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin.

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk di pelaminan brsama seseorang yang dianggapnya pantas menjadi pendamping hidupmu, Ayahpun trsenyum bahagia.

Apa kamu tahu, bahwa ayah pergi ke belakang dan menangis?

Ayahmu menangis bukan karena bersedih. Akan tetapi karena ayah sangat bahagia melihat kebahagiaanmu.

"Semoga Putra/i kecilku yang manis akan berbahagia bersama pasangan hidupnya nanti." Begitulah doa dalam hatinya.

Setelah itu ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk dengan rambut yang telah memutih dan badan yang sudah tak lagi merasa kuat untuk selalu menjagamu.

Itulah potret Ayahmu yang sebenarnya.
Maka berusahalah untuk tidak sekali-kali mengabaikan kasih sayang seorang Ayah.

Oleh : Gusti Winarni
Tanjungbalai, Sumatera Utara

KETIKA DIRIMU DIABAIKAN


Ketika seuntai senyum tulusmu kepada seseorang tak terbalaskan..
Yakinlah bahwa Allah akan selalu tersenyum kepadamu.

Ketika tegur sapamu kepada seseorang tak terjawabkan..
Yakinlah bahwa Allah akan selalu menyambut sapaanmu.

Ketika kepercayaan yang engkau titipkan kepada seseorang dikhianati..
Yakinlah bahwa Allah akan selalu menepati janji-janji-Nya.
...
Ketika seberkas harapanmu kepada seseorang disia-siakan..
Yakinlah bahwa Allah akan selalu bersama dalam setiap langkahmu.

Dan ketika ungkapan kasih sayang sucimu kepada seseorang terabaikan..
Yakinlah bahwa Allah akan memberimu pengganti yang lebih baik di masa yang akan datang.

Oleh : Gusti Winarni
Tanjungbalai, Sumatera Utara

INI MEDAN, BUNG


Hiruk pikuk masih seperti dulu, warna kota kelahiran
sungguh tak seorangpun yang kukenal, semuanya asing bagiku
lalu aku termangu menarik nafas dalam dalam : ini Medan ,bung..
Kusapa dengan binar yang berkecamuk didada,
kerasnya nuansa pendarkan masa panjang,
terasa ada yang hilang, dibenakku
menyapa senjamu kota kelahiran,
masih saja aku penat,
menerima gerammu....

Ini Medan, bung
disana aku pernah menyulam mimpi,
membawaku merambahi ibu kota, hingga kini...

Berharap masih menemukan ramahmu,
kan kubawa rinduku telusuri trotoar kota
sambil menyulam nostalgia......

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham .-
(HD) Medan Kota kelahiran , Selasa 26 Feb 2013 . 17:14wib.-

SANG PENYAIR


bila aku seorang pujangga,akan ku sahadatkan aksara dalam logika asmara..
namun aku hanyalah pengeja rasa yg tak pernah menjadi sempurna..
tidak menjadi peka terhadap logika kata tanpa titik koma..
gemuruh itu datang diantara paragraf dan sepasi cerita dunia..
ketika aku lelah tuk beraksara,karena tiada inspirasi dalam nyata..

Oleh : Syairlendra Arai
Jakarta

Senin, 25 Februari 2013

SERIMBUN HARAPAN

Enggan Mengutarakan Kata...
Bukan Karna Lidah Yang Kelu...
Tapi Mata Yang Perih...
Tersapu Debu Yang Tak Nampak...

Apakah Benar Langkah Yang Tertatih...?
Berniat Hati Menuju Nirwana...
Atau Nirwana Hanya Jelmaan Fhatamorgana...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

SYAIR UNTUK IBU

telah lama melayarkan bahtera kehidupan.
jalan berbatu berduri penuh aral ditempuhi.
sentuhan serta kasih sehalus sutera.
wangian keluhuran penuh cinta laksana kasturi.
tiada termampu membalas semua budi.
hangatkan hati dan jiwa kala gundah.
disebalik misteri ada surga yang diridho'i.
untuk ibu hanya do'a suci terucapkan.
dengan segala ketabahan.

by : zharif
surabaya

RENUNGAN

dan saat mata tak lagi dapat terbuka
saat suara tak lagi terdengar
saat bibir tak dapat tuk berucap
saat diri t'lah terbujur kaku

saat semua menangis dan menangis
saat sebagian orang mempersiapkan tempat mu
saat kau dimandikan oleh keluarga mu
dan saat kau dipakaikan baju terakhir mu

saat itu ruuh mu t'lah pergi dari jasad mu
saat semua kenikmatan dunia t'lah habis untuk mu
saat itu semua terjadi apakah bekal mu t'lah dipersiapkan
bekal akhirat bekal akhirat mu kelak

berhenti sejenak renungkan semuanya
renungkan atas apa yang kau lakukan
dunia hanya sementara akhirat akan kekal bagi mu
persiapkan bekal akhirat mu dari sekarang sebelum semua terlambat

Oleh : Rika Pratiwi Siregar
Tanjung balai,Sumatera Utara

JIWA

desah terhempas lepas..
mengelupas paras jiwa dalam bingkai kertas..
kanvas angan telah terkulum tak lagi berbekas..
terbias bebas tanpa batas realitas..
ataukah mungkin dunia ini terlalu beringas..
hingga atma jiwa terabaikan bak pintalan kapas..

Oleh : Syairlendra Arai
Jakarta

AKU INGIN BERSAMAMU YA...

ketika tunas ini tumbuh serupa tubuh yg mengakar
setiap napas yg terhembus adalah kata alam yang indah..
angan debur dan emosi bercampur!
bersatu! dalam debah terpautan tangan kita terikat lidah kita meyatu hati kita berteriak..!!!
maka setiap apa yg terucap adalah sabda pendita ratu""
aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh!!!
diluar itu pasir diluar itu debu.,
haya angin bertiup saja .,. lalu terbang hilang tak ada....
tapi kita tetap menari.,
menari cuma kita yang tau.,
jiwa ini tandu., bukan duduk saja..........
maka akan kita bawa semua karna kita adalah satu.,.,

Oleh : Wira Ara Sudibyo (W A R)
Tanjungbalai,Sumatera Utara

TENTANGMU

ketika diam itu membias dalam hati yg kelam

ada dirimu didlm sana,,,
kuhampiri dikau dlm asa
tersenyum manis menggetarkan hatiku yg lemah
duhai hati yg penuh prahara
getaran demi getaran menyambut senyummu
yg kau lemparkan dlm duka nestapaku
aku kini terkapar tak berdaya bersama bayangmu yg semu

aku yg menantimu dgn cinta..
aku yg menantimu dgn kasih..
takkan tergemingkan oleh hembusan goda
yg selalu berjanji setia pdmu
meski aku tak tau dimana kamu berada...

Oleh : endang misnawaty
Pematang Siantar, Sumatera Utara

PUPUS



ketika asa telah pupus..
hati bagai kepompong bergantung
menanti musim semi yang akan merubahnya
menjadi jiwa yg baru dan penuh keindahan

... ketika asa telah pupus
jiwa menjerit penuh kepiluan
menanti hari berganti menjadi minggu
agar genap menjadi bulan

ketika jiwa telah pupus
aku selalu menyebut namamu dgn rasa rindu
memeluk ragamu dgn hampa
ahhh inikah indahnya cinta sejatiku
karna hanya nama dan jiwamu yg ada dihatiku.

met pagi sahabat fbku met menikmati minggu yg indah ini..
bg yg berulang tahun ini kado ulang tahunku ya.
maya manik. hendrikus, rosilawaty...
moga selalu sukses ya.

Oleh : endang misnawaty
Pematang Siantar,Sumatera Utara

DI GUBUK TUA RUMAHKU



aku semakin rapuh...
lelah tak berdaya dalam penantian panjang
selalu menantimu dlm lorong gelap yg tak berlentera
begitu gelap dan kelam

aku semakin rapuh...
terkulai lemah dlm pembaringan usang
berharap tangan kasihmu memeluk ragaku
bercerita betapa indahnya kerinduan

aku semakin rapuh....
berharap bayangmu selalu dtg
menemaniku dlm ketidak berdayaan
dan menghabiskan waktu tuaku dlm pembaringan usang.

Oleh : endang misnawaty
Pematang Siantar, Sumatera Utara

HANYUT

Hari ini aku hanyut
pada fatamorgana yang bergantung diawan
bagaimana mesti kugambarkan kehilangan ini,
faktanya , tak ada yang hilang......

Kehilangan ini meninggalkan ruang hampa
sejak malam hari hingga kini kehampaan itu tinggal menetap
bahkan menyita hampir seluruh keyakinanku
tersisa : nyeri berbuah pilu

Tak bisa kuhentikan getar sukma gemuruhnya rasa
berjalan maju atau henti lalu mundur : sama saja...

Dimana mesti kuletakkan sengketa jiwa ini
agar tetap selaras asa, rasa dan lelaku senyatanya

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Trunojoyo sapo terulang, Rabu 20 Feb 2013 . 14:17wib

MATERAI DIRI : YANG TERPILIH


Aku seringkali terpenjara pada sisi kelam
membiarkan roh,jiwa dan raga tersasar
bahkan berlama lama dalam bisu yang beku
mencari hakekat,
sesuai tarekat....

Aku seringkali bercumbu mesra dengan luka
menikmatinya dari sisi yang cengeng,
bahkan tanpa kesadaran yang loyal pada niat
entah apa yang kudapat....

Sesudahnya, aku letih
mengacuhkan materai diri : Yang terpilih

Duh, Gusti Pangeran Welas Asih : maafkan aku
jangan biarkan lenaku menelan semua Anugrah Kasih MU

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok Bambu Istanaku, Sabtu siang 23 Feb 2012. 13:37wib.-

MENGEJAR BAYANG BAYANG.


Padamu yang setia menanti hampa,
untuk apa beranjak mengejar bayang bayang,
karena sesungguhnya sama sama kosong,
meski kaki telah bergeser, dari hening ketempat senyap...

Bukankah sesuai titah alam,
setiap pertemuan pastinya berujung perpisahan,
seyogiyanya berteduhlah sejenak, pada halte yang telah dibangun,

Dan pada kilometer yang tak bernomer,
katakanlah pada sunyi milikmu,
tentang halaman kosong, tentang beranda sunyi...

Andai bijak menganginkan suara,
nyanyikanlah dendang tak berirama,
disana terpahat romantika, hidup dan kehidupan....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.--
(J) Pondok bambu istanaku

JANJI DAN NIAT



Kekasih hati,
ijinkan kujemput rindu yang kau simpan
barangkali bisa kuseduh dengan harap yang menipis...
Kekasih hati,
ijinkan kubelai sunyimu yang panjang dan tak berbuku
meski cuma segulat kenang mengisi rentang : waktu yang berlalu

Kekasih hati,
ijinkan kubawa ikut serta dalam pencarian jati diri : jiwamu
bersama kita bangun mimpi yang sempat tertunda

Janji bukanlah milikku,
tapi niat telah kubangun sejak awal : seperti yang kubuktikan...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu isranaku, Sabtu malam, 23 Feb 2013 . 20:20wib.-

MAWAS DIRI


Jangan tinggalkan senja sendirian,
menjelang tepian malam yang benerang
sebab nuansa yang tak pasti : hujan mungkin tercurah
hingga rembulan harus surut dibalik keheningan malam

Sesekali tolehlah kebelakang
barangkali telah banyak penantian terbengkalai
sebab diri pasti tak menyadari...

Mari sahabat kita berbenah diri
melengkapi hidup dengan mawas diri
sambil terus percaya pada Sabda Hakiki....

Memahami hakikat sejati
sembari menyelesaikan amanah manusiawi
adalah tugas suci ....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.=
(J) Pondok bambu istanaku, Minggu malam, 24 Feb 2013 . 18:06wib.-

DATANGLAH BERSAMA KEJUJURAN DAN KEIKHLASAN

Kutulis rindu ini pada dinding awan,
berharap lelana mengabarkanya
tentang nostalgia yang tercecer : disepanjang masa lalu....
Kupetakan sepi ini pada gelombang samudra,
menitipkannya pada batu karang yang diam,
kesungguhan yang terbengkalai ditrotoar hati yang sendu : milikku....

Kucatatkan hasrat ini pada lembaran doa malam,
berharap menemukan jalan menghampiri kesendirianmu,
semoga bersabar meniti ragu, meski berjuta petaka menghadang...

Datanglah bersama kejujuran dan keikhlasan,
menjemput hari hari yang menjanjikan kebahagiaan...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham .-
(J) Pondok bambu istanaku, Minggu malam, 24 Feb 2013 . 20:31wib.-

MERAJUT TENUNAN KASIH

Kekasih hati,
kita pernah bermimpi tentang terang yang kemilau
saat hiruk pikuk sengketa berkecamuk ditelaga jiwa...
Kekasih hati,
andai nanti memori berkesimpulan tak seindah pelangi,
berjanjilah untuk tidak saling menutup diri, apalagi membenci..

Kekasih hati,
dalam pertapaan yang kita geluti baik sendiri atau bersama
hendaklah bertemu : asa, jiwa dan raga mewujud sebagai insan kamil

Apa yang kita rajut adalah tenunan,
terpulang jua pada Yang Esa....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Minggu malam, 24 Feb 2013 . 21:48wib.-

ASYIKNYA BUKAN PERAWAN

mungkin lebih nakal lagi
ataukah lebih dipelesetkan untuk sebuah perbaikan dan pemujaanku terhenti sejenak
selarik diintip, atau terintimidasi oleh seberkah sudut mata menikung, dan memotret diri dan perawannya, selagi masih ada sisa untuk dikisahkan pada dunia dan mereka yang menggunjing sisi keperempuananku, aku ingin menyatakan bahwa sungguh, aku ingin melebihi dari kata"perawan itu sendiri" namun aku belum menemukan tengtang tata bahsa dan bentuk lain dari kalimat dan nama yang dijuluki oleh kaumku"perempuan",

kalian mungkin belum tahu bahwa" kenikmatan bukan saat kita menyetbuhi atau bersetubuh, namun semua adalah menjadi kejiwaan masing masing saat terteranya syahwat diubun ubun kita, dan saya yakin kalian pernah merasakan itu, sesaat kemduian aku tercengang, laki laki sarat dengan memeprtahankan perjakaannya, sementara dia telah menacapakan pensilnya kemana-mana, bahkan lebih ber-ereksi ketika melihat sintal dan seksinya tubuh perempuan, yang kebetulan berbentuk lebih sempurna, aku juga tidak tahu, begitu mudahnya sisi lain tanggapan dan cara pandang yang berbeda terhadap sis keperawanan, aku mulai ragu dengan kalimat itu, sementara kita sama-sama terlahir utuh suci dan ketentuan Tuhan menjadikan struktur tubuhku yang indah dan seksi, sebagai Perempua, aku bangga ditakdirkan, dan kadang pasrah ketika selaputku pecah, sebab aku yang terlalu dini menempatkan kelebihanku yang sebenarnya bagian yang tidak bisa untuk menjadi syahwat orang lain, bahkan sesamaku perempuan sendiri pernah menegurku, aku bergeming, dan menolaknya untuk menikamti tubuhku yang bergelimang kenikmatan"(menurut mereka). aku pernah dicium oleh lelaki sebayaku, aku malu, dan keringat dinginku saat itu mengucur, aku gemetar, sambil berharap semoga tidak lanjuut pada bagian sensisitifatasku yang selalu ingin disentuh," sebab aku masih berumur kala itu,

pernah Ibuku menegur pakianku, saat aku beranjak dewasa, saat itu aku dalam pencarian jati diri, kala itu aku begitu mengagumi tubuhku, ayahku melototkan matanya, seolah bukan anaknya, pernah suatau hari, ayahku memandangiku dengan berbeda, sebagai tatapan yang kuterka dia menadangiku lain, aku berusaha menepis tatapannya, bahkan semakin menjadi jadi, dan sekali waktu, aku berada dalam lingkarannya, menatapku lebih nanar,dan nakal, aku bergegas mendekatinya, ayahku tak bergeming, alisnya menggugurkan lelakinya, matanya bukan lagi mata yang kutakuti dan kukagumi, hanya geram, dan kebencianku sambil mendekat dengan spontan tanganku menampar wajahnya, sambil memprotes kenapa meski ayah membesarkanku, kenapa meski ayah menginginkanku hadir, mengapa begitu gilanya dunia yang berpajang laknat syaitan, Dia bergegas beranjak dari duduknya yang membujukku seolah ingin aku duduk dipangkuannya, dan tak lagi aku ingin berada didalam rumah saat Ibuku beranjak pagi hingga malam baru menemuiku, tak lagi seperti biasa menegurku atau bertanya ahriku yang spontan hilang dan tak berselera.

waktu bergegas beranjak meninggalkan kisah kisah yang berlalu bagai petir, dan bagai sepoi angin menggegaskanku menuju altar yang kumimpikan, pagiku sedarajat dengan matahri yang melibatkan ronannya memecah fajar, separuh pagi akan bermula disini, terbayang lelaki idamanku yang akan mempersuntingku kelak, dan menjadi guru dan menuntunku lebih jelas, memahamiku perempuan, dan tanpa meneguk kesepian, dan kejujuran Cintaku yang bersemi dan bergururuan saat musim-musim tertentu.

Tahun ke-dua, prosesi itu dimulai hingga ujung mimpiku sejak awal dimana aku jatuh cinta dan mulai merasakan keperawananku bersikap, diawali dengan berbagai ritual, ajakan dan puja dan puji, dimanjakan, dijamu bak putri Raja, hingga pada saat masa dimana selaput perawanku akan pecah dan akan menemui hari baru, dunia baru, tempat, dan ruang yang masih bayang bayang, lelaki yang menindihku saat malam yang disuguhi kenikmatan itu" berbisik aku mencintaimu, bukan karena aku berselera menyentuh dan menyetubuhi tubuhmu yang seksi, aku menindihmu karena aku memang Mencintai dan mengingkanmu, aku ingin melahirkan manusia sepertimu, dirahimmu dan darahku yang mengalir bagai sungai sungai kecil yang bermuara indah dan bahagia" aku memulai dengan atas Tuhan yang menyatuakn kita, hingga malam ini, aku melakasanakan Tugasku sebagai Suamimu yang syah" apakah kau kecewa? apakah kau takut? ataukah kau ragu? tengtang anugerah Cinta yang malam ini kita adapatasi dari pecahnya perawanmu?

aku tak mampu melawan tatapannya, aku jatuh dalam pelukannya, aku menjatuhkan air ditalaga beining mataku, aku haru, aku bangga, aku bahagia, "lakukanlah tugasmu jalani seirama malam yang berbulan payung, dan gemintang berbaris indah mengantarai selaputku yang akan kau pecahkan, dan kau bagikan kenikmatan sebelum fajar kembali tersenyum, mengunjungi sisi lain episode untuk kita" aku mencintaimu sebagai syahnya Cinta, dan aku adalah milikmu malam ini hingga akhir masa ditentukan oleh kebesaran CintaNya.

Tuhan dan lelakiku yang saat ini menjadi pelengkap kehidpanku yang syah dan penuh Cinta,

kepada dunia aku meletakkan Cinta kepada Cinta aku mengihlaskan nawaetuku untuk bersamanya sebab begitu assyknya malam ini aku bukan lagi Perawan

Oleh ; Dion-anak Zaman

RITUAL PENGHIBUR DOSA

sejak pagi, sejak mencari cari tahu, semasa masih bayi, sebentuk pipi, semungul jemari, selentik bulu mata yang alami, bedak yang harum, bau mulutnya yang wangi, terbiasa mencak diatas pipis, terberak dengan nikmat, warnanya kadang cendrung kehitam. tembikar, kasur, bantal seprei, semua ludes disergap kebaskom dan dikucek lagi, sampai matahari bosan melihat pemandangan busana popok, sampai baju celemek, itu dulu saat sebutan "bayi,

jauh perjalananya dikisahkan, ketar ketir, jika dibeberkan, bangga jika diceritakan, takut saat semua buruk, lebih terbuka, lebih elegan, dan lebih jujur, jika menampan, air diatasnya, sambil memakai cermin, dan membujuk didalamnya untuk sejenak keluar untuk satu prosesi, sambil duduk dikursi Goyang, segelas, setumpuk pinang, atau sirih, begitu mengajarkan sisi lain cara menikmati hidup" ada yang ebrlari memuja matahri, ada yang berdiam, mengumpat tetangga, lain perisitiwa pas sebelah kamarku, ada yang menangis, terbahak, tertindih pedih sakit, terkuak aibnya, tercerahkan bathinnya, mengejar kembali matahri, bahkan ingin kebulan memunguti pasir bulan atau benda dari bopengnya, yang mnggoda anak anak, dan dewasa sampai disyairkan sejuta bait,

kaki kanan melnagkah duluan, mendahului kiri, gerakn ayunan tangan bertolak, berpisah dari ritme tanagn satunya, sebelum diayun, kakilah pemandu menuju kejarak berikutnya, mata meminjam nanar, atau lensa untuk menata penglihatan, diantara kelenjar, dan selaputnya, yang tipis, jangan biarkan buram, dan rabun, karena disanalah letak bagian dari keindahan, kebenaran, serta kejujuran,! persis sama dengan nebular, saat bumi ini dicipta mungkin, yang diperdebatkan dalam kitab, dan mashab, serta dalih dalih yang menggendong jiwanya bagai pemandu wisata, bagai musafir, atau filsafah ulung ,semntara Ritualnya masih bolong, dan mengejar matahari,menanti rembulan, seperti bagian yang dikisahkan oelh apra nabi nabi, dan rasul, sejarahnya dituliskan diatas batu, bukan diatas pasir, sebab angin kadang menghapusnya, ataukah manusia yang jarang disebeutkan namanya dan dikisahkan oleh buku buku yang mereka kadang debatkan dan fenomenal, seperti sejerah Cinta dan Ritual penebus Dosanya Uwais Alqarni, titipan hamba Tuhan dan hamba Allah yang saleh, yang juga dihadapkan pada dua sisi keinginan yangs ama geitrnya, sama kekuatannya, sama kadarnya, menurtunya, sama membuat dirinya akan tetap shaleh" ketika rindunya pada Muhammad, ingin ditemuinya, diciuminya tangan rasul, atau dia ingin menjadi bagian sahabat Nabi, namun Cintanya kepada sang Ibu, dia men gurung niatnya dibenaknya, dan mimpinya, sambil menjadi gembala, sebab dia sebatang saudanya dirinya sendiri dan alam, Ibunya, bagian pandunya, namun izin semesta, perjalanan, Alwais, menjadi terterka ar's, diijabah Tuhan, dan izin Ibunya hingag berangkatlah, menjejal pasir, dan matahari, Ritual sebatas menebus rindu, dan menebas Dosa, ketika perjamuan kehidupan, diantarai oleh perisitiwa, kemudian matanya menangkap signal dari arah lebih jelas, didekatnya luput sebab kelenjar dan selapuntya tak dijaga, rabun juga akhirnya, mengamati jejak ritual, sebeanrnya saya pernah menganggap Tuhan itu mebgajari kita msitik, dan berhala juga, karena Ritual yang menyepelkan kekuatan raga, sejumlah malam, sejuta tasbih, diliang mulut dan bibir hamba, sebatas menempatkan ikrar kita denganNya, namun saat kuterjemahkan ritualku dengan sederhana, aku terjaga pada malam yang mengetarkanku, yang menjadikanku manusia paling dungu, paling sepi, paling tak berselera untuk menemui pesolok, dan pesuluk yang sumir, dan berhala juga akhrinya,"

setiap Ritual menjadi pelipur,
setiap perjalanan adalah kekuatan jiwa dan menghasut kemanusiaan untuk lebih berhati-hati, benar dans alah, langkahnya setapak adalah takdirnya.

Ritual kunamai kau sebagai penebus, atau sekedar penghibur Dosa
yang terjemahannya adalah kebiasaan, atau keterpaksaan menghamba dan meneyembah, atau menyebut nama TuhanNya, sebagai janji, bukan semata kelayakan dan kemutlakan yang berseelra oleh rasa, jiwa bathin, serta ucapan,
hingga fana'a kakinya berdenyut kaku, tangannya bercecak nafas, darahnya mengalir penuh, hatinya mendetaksi, raganya hanya media, dinamai manusia

Ritual kepalsuan, Ritual sekedar penebus dan penghibur Dosa

Oleh : Dion-anak Zaman

SENSE OF COMPETENCE

RASULULLAH SAW pernah menegur Ummu Fadhl ketika merenggut anaknya secara kasar karena pipis di dada Rasulullah. “Pakaian yang kotor ini dapat dibersihkan dengan air,” kata Rasulullah Saw, “tetapi apa yang dapat menghilangkan kekeruhan jiwa anak ini akibat renggutanmu yang kasar?”

Anak-anak yang baik, anak-anak yang bersih imannya dan hidup pikirannya tidak akan pernah lahir dari sikap kita yang keras dan tidak memberi mereka ruang untuk mencoba. Mereka tidak akan berani berinisiatif, apalagi menghadapi tantangan, apabila tidak ada rasa aman. Mereka akan tumbuh menjadi manusia-manusia kerdil, meski tubuhnya besar, kalau mereka tidak memperoleh penerimaan yang tulus (genuine acceptance).

Hanya anak-anak yang memperoleh penerimaan tanpa syarat dari orangtualah yang akan dapat menerima dirinya sendiri (self acceptance). Sehebat apapun anak kita kalau tidak memiliki penerimaan diri yang baik, sense of competence mereka akan mati.
Secara sederhana, sense of competence adalah kesadaran dan penerimaan bahwa ia memiliki keunggulan. Ia memiliki kemampuan yang layak dimunculkan dan dikembangkan, betapapun tampaknya sangat sederhana. Betapa banyak orang memiliki kemampuan yang luar biasa, tetapi tidak dapat berkembang secara optimal karena ia tidak memiliki sense of competence. Betapa banyak orang yang merasa hidupnya tidak berarti karena merasa bahwa ia tidak memiliki apa-apa yang layak ditampilkan dan disyukuri. Padahal banyak orang berdecak kagum dengan kemampuannya. Ini semua terjadi karena ia tidak memiliki sense of competence.
Dan salah satu faktor yang banyak menyebabkan orang tidak memiliki sense of competence adalah karena tidak adanya penerimaan yang baik.

Kiriman : Ukhti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

AKU DAN ANAK - ANAKKU

rasanya sedih sekali ketika pada suatu hari saya bersikap keras pada anak-anak saya hanya karena mereka tak pernah bisa diam. Hari itu, saya segera meminta maaf kepada anak-anak saya. Saya minta mereka merelakan kekhilafan saya dan mengingatkan saya apabila mereka menemukan ada yang kurang baik pada diri saya. Saya tangisi anak-anak saya dengan mendekap mereka erat-erat hingga satu di antara mereka tertirdur.

Kelak ketika mereka telah bangun, tutup panci yang dipukul-pukulkan ke lantai sambil berlari-lari, berteriak dan memanjat-manjat tak lagi menjadi kegaduhan. Suara-suara itu telah berubah menjadi harmoni yang indah.

Letak masalahnya ternyata di hati. Bukan di tangan mereka yang selalu bergerak, atau di jemari mereka yang tak pernah henti mencoret dinding, atau di kebeningan suara mereka yang berteriak-teriak lantang…………..Letaknya di hati.
...
Apa artinya ? Di luar kenyataan bahwa kita harus terus mencari ilmu agar dapat mendidik anak-anak kita dengan baik sekaligus tepat, kita perlu belajar menata hati dan membenahi tujuan. Berilmu saja tak cukup. Kita mesti memiliki kekuatan hati untuk bisa ikhlas menerima pipis mereka, kerewelan mereka, celoteh-celoteh mereka maupun pertanyaan yang tak berhenti mengalir di saat kita tidak ingin terganggu oleh suara nyamuk sekalipun.

Tanpa ada kekuatan hati, ilmu yang kita miliki tak banyak memberi arti. Dokter-dokter spesialis penyakit dalam yang meninggal karena terlalu banyak merokok itu, bukan tidak tahu bahaya merokok. Mereka bahkan sangat tahu. Tetapi kuatnya pengetahuan tidak dengan sendirinya membuat mereka terhindar dari melakukan, yakni menghabiskan batang-batang rokok yang membakar paru-paru.

Tentu saja segala sesuatu butuh waktu. Lebih-lebih jika kita di besarkan dalam suasana pendidikan keluarga yang kering tak bersahabat, butuh kemauan yang lebih besar agar dapat menghadapi anak-anak dengan lebih lembut dan bijak. Tanpa itu, ego kita akan menghalangi jiwa untuk mengakui kesalahan, meminta kerelaan anak untuk memaafkan. Karena dengan hati yang keras, kita tidak mau memperbaiki kesalahan, meski kita sadar betul bahwa itu salah.

Ya…ya…ya…. Alang banyak kesalahan, dan alangkah sedikit langkah untuk untuk memperbaiki. Karenanya, sebelum kesalahan semakin menumpuk, kepada anak-anakku, ikhlaskanlah hatimu untuk memaafkan. Izinkanlah bapakmu ini untuk terus belajar menjadi orangtua yang baik.

Kiriman : Ukhti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

DOA SEORANG ANAK


♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥

Mulanya sang Ibu tidak begitu terkejut melihat putranya pergi ke masjid menunaikan shalat jamaah lima kali dalam sehari semalam. Bahkan, tampak seakan ia tidak rela bila buah hatinya yg masih kanak2 melaksanakah smua shalat lima waktu. Baginya, sang anak masih terlalu hijau untuk melaksanakan shalat. Seolah shalat telah merampas buah hatinya, dan tidak memberinya manfaat. Shalat tlah membuat anaknya penat, dan sungguh tidak menyenangkan. Shalat hanya menyia-nyiakan waktunya dan tidak membuatnya disiplin.

Namun sungguh menakjubkan, di usianya yg tidak lebih dari sepuluh tahun, si anak dgn polos menjawab kegalauan ibunya. Ia menolak dgn halus keinginan ibunya agar ia tidak perlu bersusah payah untuk shalat, "Ibu, dgn shalat aku merasa bahagia sekali. Dengan shalat, aku merasa lebih giat, waktuku teratur dgn baik, PR sekolah mampu aku kerjakan semuanya, pelajaran sekolah dapat aku ulangi, dan aku masih punya waktu untuk bermain."

Saat sang ibu merasa tidak mampu lagi untuk membujuk buah hatinya untuk meninggalkan ketekunannya melaksanakan shalat berjamaah yg dianggapnya semua itu terlalu dini bagi anaknya, ia pun mengadukan persoalan buah hatinya itu kepada sang suami. Sang ibu benar-benar merasa bahwa shalat telah menguasai pikiran anaknya.

Sang suami berusaha menghibur istrinya yg cemas dgn mengatakan, "Biarkan saja, itu kan hanya perilaku kanak-kanak . Kalau ia sudah bosan dan putus asa, ia akan kembali pada perilakunya semula."

Hati pun terus bergulir, ucapan sang suami yg menjadi harap sang ibu blm juga muncul tanda2 akan terwujud, sementara sang buah hati, bertambah cintanya pada shalat. Semakin kuat keteguhannya melakukan shalat dan tidak pernah lagi terbendung tekad bulatnya untuk slalu shalat berjamaah di masjid.

Hingga suatu pagi di hari Jum`at, sang ibu tampak sangat gelisah. Sudah setengah jam lebih dari shalat shubuh selesai ditunaikan, sang buah hati belum juga beranjak dari kamarnya. Sambil agak terburu-buru ia bergegas menuju kamar sang buah hati, takut dan cemas membayangi hatinya.

Hampir saja sang ibu memasuki pintu kamar buah hatinya yg terbuka saat terdengar lamat2 kata bercampur isak tangis. Sang buah hati terlaut dalam khusyuknya doa,

"Ya Rabb, berilah petunjuk kepada ibuku, berilah petunjuk kepada ayahku , sadarkanlah keduanya agar mau menunaikan shalat dan taat kepada-Mu sehingga keduanya tidak masuk neraka."

Sang ibu tak kuasa membendung deraian air matanya saat mendengar doa sang buah hati. Air matanya terus membasahi kedua pipi, membasuh hati dan melapangkan dadanya. Ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan suaminya dan mengajaknya mendengarkan doa buah hatinya.

Keduanya mendapati buah hatinya meneruskan untaian doanya,

"Ya Rabb, Engkau telah berjanji akan memperkenankan doa kami. Aku mohon kepada-Mu wahai Rabb, perkenankan doaku, dan berilah hidayah kepada ayah dan ibuku. Aku cinta pada mereka, dan mereka pun cinta kepadaku. Ya Allah , sayangilah mereka sebagaimana aku sangat menyayangi ayah dan bundaku."

Sang ibu tak kuasa lagi menahan diri. Ia memeluk buah hatinya. Ia bekap buah hatinya erat-erat dalam dadanya. Sang ayah pun tak kuasa menahan haru. Ia dekap anak dan istrinya seraya berucap kpd buah hatinya,

"Anakku sayang, Allah telah memperkenankan doamu."

Sejak itu, keduanya senantiasa melaksanakan shalat lima waktu dan teguh menunaikan perintah2 Allah. Keduanya mendapat hidayah melalui perantara buah hatinya.

Subhanallah,,, Maha Suci Allah ..Begitu kasih sayang Nya menaungi seluruh hamba Nya .. hidayah dan karunia Rabb datang melalui untaian doa sayang putranya yang sholeh ..

(♥ Subhallah & Semoga Bermanfaat ♥)

Kiriman : Ukhti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

SUKSES DENGAN MENINGGALKAN HAL YANG RAGU


Abdul Khaer adalah seorang teller di sebuah bank milik pemerintah. Sudah 2 tahun ia bertugas menjadi teller. Sikapnya yang ramah dan murah senyum membuat banyak nasabah ingin mengambil antrian di konter miliknya.

Belakangan, ia dipindah oleh kepala cabang ke bagian kliring. Di posnya yang baru, Abdul Khaer malah memperoleh banyak kenalan dari kalangan korporat. Seperti sebuah hal yang lumrah, setiap kali Abdul Khaer membantu nasabahnya mengkliring sebuah cek, maka secara otomatis, mereka memberi uang ‘tips’ kepadanya.



Pada awalnya, Abdul Khaer selalu menolak. Namun, karena para nasabah selalu berkeras untuk memberi, apalagi atasannya pernah sekali menegurnya dengan keras atas ‘sikapnya’ tadi, maka uang tips dari para nasabah pun ia terima. Meski ia terima secara lahir, namun batinnya selalu menolak. Ia beranggapan bahwa ini bukanlah haknya. Semua uang tips yang ia terima, disimpannya atau diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Tidak pernah uang-uang tersebut ia bawa pulang untuk dimakan oleh keluarganya di rumah.



Abdul Khaer sejak ditempatkan diposnya yang baru senantiasa gelisah. Ia selalu berdoa kepada Allah untuk diberi petunjuk kebenaran. Meminta agar ditempatkan pada posisi yang layak. Di lingkungan yang baik, serta diberi nafkah yang halal dan barakah. Doa itu selalu ia baca berulang-ulang dalam setiap shalatnya.



Suatu saat Abdul Khaer menghadiri shalat Jum’at di sebuah masjid dekat kantornya. Saat itu ia mendengar khatib menyampaikan khutbahnya. Abdul Khaer mengikuti setiap pembicaraan khatib dengan seksama. Rupanya, tema yang dibicarakan khatib telah menyita perhatiannya. Hingga saat sang khatib menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Saw. dengan suara lantang, “Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram, maka nerakalah yang pantas untuknya.”



Suara khatib Jum’at masih mengiang di kepalanya. Sejenak Abdul Khaer menatap wajah khatib yang sedang berkhutbah. Ia dapati wajah yang tegas namun ikhlas menyampaikan ajaran agama. Abdul Khaer mengerti ini merupakan pesan Tuhan yang ditujukan kepadanya.



Sejurus kemudian Abdul Khaer menundukkan kepala. Ia tafakkur menghitung dosa. Satu per satu wajah istri dan anak-anaknya hadir dihadapan. Abdul Khaer begitu takut bila mereka yang ia cintai masuk neraka Allah Swt sebab ulahnya. Ya, sebab ia menerima uang haram yang bukan haknya!



Tak kuasa menanggung perasaan dosa yang begitu besar, tangis Abdul Khaer pun meledak. Dalam keheningan khutbah Jum’at, di mana tak satupun orang berbicara selain khatib, sesenggukan Abdul Khaer terdengar begitu nyata.



Usai shalat Jum’at dua rakaat, sang Khatib menghampirinya. Usai berkenalan, khatib bertanya kepada Abdul Khaer atas apa yang membuatnya menangis. Ia pun menceritakan hubungan pekerjaannya dengan apa yang diceramahkan sang khatib. Abdul Khaer tak lupa meminta petunjuk dari sang khatib.



Tak banyak yang disampaikan oleh khatib. Beliau mengutip sebuah hadits Nabi Saw. untuk pegangan hidup Abdul Khaer.





“Tinggalkan perkara yang membuatmu ragu kepada hal yang tidak membuatmu ragu!” (HR Tirmidzi)



Abdul Khaer memahami pesan khatib itu, dan seminggu kemudian ia menyatakan undur diri dari bank pemenintah tempat ia bekerja.



Kejadian itu terjadi pada tahun 1975, usai itu ia bekerja di perusahaan mertuanya dalam bidang ekspedisi laut. Hanya dalam tempo 1 tahun, ia sudah dipercaya untuk memimpin perusahaan. Di tahun 1983, Abdul Khaer sudah mampu mengoperasikan 7 kapal laut, dan 3 di antaranya adalah miliknya sendiri. Subhanallah, Allah berkenan melimpahkan rezeki yang berkah kepadanya hanya dalam tempo singkat. Dan pada tahun yang sama, Abdul Khaer dan istrinya memenuhi panggilan Allah untuk berhaji ke rumah-Nya. Subhanallah wallahu akbar walillahil hamd!



Sahabat, begitulah Allah SWT, begitu mudahnya kita bertanya, begitu mudah pula DIA kasih jawaban, jadi jika kita berada dalam sebuah ‘ KERAGUAN HUKUM’ bisa tanya langsung kepada SANG PEMBUAT HUKUM di Alam Semesta ini, Dialah Allah yang akan memberikan jawabannya dengan CARANYA.



Ya… segalanya akan MUDAH ketika kita sudah sampai pada KEPATUHAN dan KEPASRAHAN hanya kepada Allah SWT, karena bersamaNYA tidak ada yang mustahil yang dapat kita raih.



MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH

Kiriman : Ukhti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

ANTARA JABATAN DAN KEJUJURAN

sahabat, betapa banyak kita yang sangat tergiur bahkan berebut menduduki amanah Kepemimpinan, salah ? Ya gak sih, masalahnya begitu banyak yang harus dikorbankan hanya sekedar untuk pesta kepemimpinan itu.

Kalo belum jadi pemimpin saja sudah terlalu banyak yang dikorbankan dan yang jadi korban, bagaimana nanti kalo sudah jadi Pemimpin beneran ? Gak kebayang daya rusak dan kezalimannya.

Kasus kisah dibawah ini adalah salah satu kasus diantara 'RIBUAN' kasuh serupa yang sedang terjadi di negeri kita tercinta ini ? Sepertinya kita sama-sama tau dan sama-sama bungkam,

astaghfirullah, beginilah nasib hidup kita dibawah naungan 'PENJAJAHAN' Sistem Iblis.

Tidak rindukah kita, kalo Ajaran Allah SWT ini TEGAK ? di Bumi yang saat ini kaki kita berpijak ?

Yuk, Kita tegakkan mulai dari diri dan keluarga kita, kalo bukan kita, mau nunggu siapa lagi yang akan memperjuangkan AJARAN ALLAH ini ? lalu kapan lagi kita akan ' DICATAT' oleh Allah sebagai PEJUANGNYA ?
-------------

Selayaknya Pak Uban dinobatkan sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) teladan. Hampir seluruh hidupnya, jiwa raganya, waktunya, pikirannya, bahkan kepentingan keluarganya dipersembahkan demi menunaikan tugas negara. Tak jarang dia membawa pekerjaan ke rumah, mengorbankan waktu istirahat demi melayani rakyat.

Selaku abdi negara, Pak Uban benar-benar jujur dan bersih. Hanya gaji bulanan yang dimakannya, uang yang diragukan saja dia tolak apalagi korupsi. Anak-anak dan Istrinya hidup dengan amat sederhana. Benda berharga di rumahnya hanya sepeda motor butut, itu pun kreditan.

Sikap yang terlalu bersih adalah satu-satunya karakter yang membuatnya kurang disenangi sebagian orang. “Dia orang baik, sayangnya tidak mau bekerja sama!” komentar teman-temannya sekantor.

Pak Uban mengabdi di sebuah kota kecil. Jauh dari publikasi hingga puluhan tahun pengabdiannya tak kunjung diberi penghargaan. Kendati demikian, dia tetap ikhlas mengabdi. “Ganjaran itu dari Allah,” ujarnya tersenyum.

Berdasarkan golongan kepegawaian, pengalaman kerja, prestasi, dan kualitas, Pak Uban berhak menduduki jabatan bergengsi di kantor itu. Jabatan itu posisi tertinggi secara administrasi kantor, hanya kepala kantor yang di atasnya.

Di sini dia membayar mahal untuk kejujurannya. Kepala kantor tidak mau memproses berkasnya ke Jakarta, malah orang yang tidak layak secara golongan kepegawaian dan tidak memenuhi syarat yang dia ajukan untuk naik jabatan.

Mudah ditebak! Orang yang tak berhak, tak cakap, dan tak berkualitas itu yang dilantik karena dia dapat diajak bekerja sama memainkan proyek-proyek. Pak Uban pun tercampak sebagai pegawai biasa.

Hal itu menjadi pukulan hebat bagi Pak Uban. Dia dilanda rasa sedih mendalam memikirkan betapa rusaknya birokrasi di negeri ini, pikirannya tertuju pada masa depan generasi sesudahnya. Akibatnya, dia tidak bisa tidur, kesehatannya pun menurun hingga sakit-sakitan. Dan tidak lama kemudian, pria baik itu meninggal dunia.

Walau sempat hidup susah, dia meninggal dalam KEJUJURAN. Hanya Sikap JUJUR Inilah warisan satu-satunya yang paling berharga untuk keluarganya dan mungkin juga untuk kita semua.

Bahagia itu adalah pilihan, dan kebahagiaan dipilih dengan setia berperilaku jujur dan bersih. Boleh saja kehilangan jabatan, asal tidak kehilangan kebahagiaan.

MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH


Kiriman : Ukhti Nisa
Oleh : Rumah Yatim Indonesia

JALAN MASUK


ketika kita diterpa berbagai masalah, kita selalu mendekati Allah untuk meminta Jalan Keluar dari masalah tersebut, salah ? gak sih, cuma aneh saja, lho kok aneh ?, lha kita masuk ke DALAMNYA ' saja belum kok minta Jalan Keluar.

Ya, mestinya kita berusaha masuk ke dalam 'HATINYA' dulu, maka kita akan dengan mudah meminta JALAN KELUAR itu darinya.
Bagaimana cara masuk ke dalam 'Hati Nya' ? Ya kita baca saja 'SURAT CINTANYA', sudah sejauhmana kita baca surat cinta Nya ?, terus.....sudah pernah kita balas ?, Padahal Allah sudah kirim 114 surat cinta itu kepada kita lho, lupa ya ? sesibuk apa sih kita ?


Oleh : Ukhti Nisa

Selasa, 19 Februari 2013

SERUAN

Kau terlahir suatu anugerah untuk kami
Tiada yang salah dari yang telah ter program
Keadaan adalah cemeti yang harus diperhitungkan
Kau adalah ujung tombak keceriaan keluarga kita
Suaramu adalah irama yang menjaga keseimbangan emosiku
Dekapan yang erat darimu adalah tanggung jawab dari seorang orang tua yang ingin anandanya besar kelak
Wahai angin sejuk dini hari,
Aku tertegun melihat dia tertidur dengan kelelahan raganya
Wahai hening malam yang menemaniku hingga dinihari yang tenang,
Siapakah yang kiranya sudi se setia kalian yang jujur tanpa suara temaniku lewati seperempat malam dingin ini.
Aku mulai pelan merayap sadar dari ke khilafan yang berkarma ini
Aku juga sulit keluar dari lingkaran kemudahan ini
Aku bahkan berkeseempatan mendapat hadiah tunai diwaktu itu
Siapa kalianyang perkasa datang padaku mempecut punggungku, yang sampai meninggalkan bekas taubatan nasuha di diri kami yang bertujan akhir dijalan yang benar abadi itu.
Penyesalan demi penyesalan sudah mulai datang di diri yang tua
Seru dariMu sangat hamba dambakan diusia yang mulailah untuk berfikir untuk menahan diri dan angkara murka
Kau bukan lagi reemaja yang suka bermain hati kepada sesama mereka,
Kau sudah mulai berbau minyak angin dari krenjang bayimu
Kau sudah sangat matang,
dan lihai dalam bercinta dibalik kelambu resbang berbaringmu
Isilah hidupmu dengan berlama-lama pada sikecil itu
Basahilah bulu yang ada diwajahmu dengan air penolongmu nanti bersaksi disana kelak
Tentu itu harapan umat yang ingin bertaubat.

Oleh Irfan Ramadhan
-19 Feb.2013,01:55 Wib
Tanjungbalai,Sumatera Utara

HIDUP PENUH GAIRAH

Kekasih hati,
katakan padaku tentang rindu yang hangat
saat senja kita tekuk dalam desahan nafas lelahmu....
Kekasih hati,
biarkan kusemai benih cinta kasih yang merimbun dipucuk malam,
supaya jangan tergelincir langkah menapaki waktu...

Kekasih hati,
Jangan biarkan bimbang mengambang meremas kebersamaan ini,
apapun yang terjadi adalah jalan takdir....

Jangan cemaskan ketidakmampuan, apalagi segala kekurangan
tataplah kedepan, pastikan hati ikhlas, jujur dan berserah
agar hidup cerah dan penuh gairah.....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham .-
(J) Trunojoyo sapo terulang, Selasa, 19 Febr 2013 . 13:13 wib.-

MUSIK

Jauh dari kegalauan yang datang dihari-demi hariku
Ternyata kau adalah teman yang asik dengan hariku yang sedih dan gembira
Kecintaanku padamu tiada ku pungkiri walaupun aku berada dalam penjara kedukaaan yang mendalam
Pelipurlara ini adalah engkau yang tak dapat diwakili oleh dia sekalipun
Aku adalah pemujamu yang tiada hakiki selain dari Khalikku
Penghibur yang tiada perlu ku panggil dengan rituallisasi yang berat
Kekasih yang tak perlu modal merayu
Makanan yang tak perlu kumasak dengan sajian bumbu yang buat tanganku panas
Kaulah sesuatu yang tidak merepotkanku
Kecintaanku padamu sama seperti yang kekasih abadiku
aku tiada bingung untuk menjawab pertanyaan yang bermenit dengan hobby seseorang
Kesetiaanmu tiada yang tau kapan kau akan ku gunakan
Musik pilihan yang tetap setelah Dia,dan dia.

Oleh Irfan Ramadhan-
19 Feb.2013,01:55 Wib
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Minggu, 17 Februari 2013

BULAN YANG KU RINDU



Detik detik terus ku jejaki…
Ku jejaki dalam kesendirian…
Tertegun kaku dalam kesepian…
Karena kamu tak lagi terpandang…
Terpandang oleh bilik mataku…

Bulan…bulan…!!
Dimanakah engkau wahai sang rembulan…
Disini kanda merindukanmu…
Merindukan senyummu…
Senyum yang selalu terngiang di pikiranku…

Bulan…
Kanda rindu wajah manis mu…
Kanda rindu mata indah mu…
Yang selalu menghantui di mimpi indahku…
Bulan yang kurindu…
Datanglah di setiap hembusan nafasku..

Bulan…
Kanda rindu…
Kanda rindu…
Kanda rindu…
Rindu akan kasih mu…
Rindu akan sayang mu…
Rindu akan cintamu..,
Cinta yang belum terurai dari hatiku…

oleh : Agung Suharmanto
Tanjungbalai,Sumatera Utara

AKU



bener semua kata dosen ku.
aku seperti buku yang belum mendapat halaman,,
saat halaman itu berada di tangan ku maka dengan sendirinya mereka akan menulis kan sesuatu kisah untuk ku,
saat ini kharisma ku masih buram tapi semua akan terang asal aku mau berusaha untuk tujuan itu, semua potensi ku ada namun aku butuh usaha keras untuk memunculkannya kepermukaan.
terima kasih pak dosen,,,,
telah membuka pikiran ku

Oleh : Purnomo Susilo
Medan,Sumatera Utara

LIBURAN



Tiada waktu untuk berbagi denganmu anakku
Aku berjibaku dengan kerjaku,kau tertawa sekembaliku dari sini.
Aku hanya Menyesal kembaliku pulang kau telah tertidur lelap.
Hatiku tak dapat menyembunyikan perih itu kalau seperti itu masanya
Ibumu pun tak mampu menghibur perasaan dukaku saat seperti itu
Kehendak ingin berlibur dengan kalian pun belum bisah ayah belikan tiket kereta itu.
aku berbelasungkawa untuk sedikitnya waktu ayah denganmu Nak
Ibumu ayah katakan Pahlawanmu
Beliaulah nak yang banyak waktunya denganmu
Kelak kau sudah besar,
ayah akan bercerita denganmu serta disisi ibumu bahwa ibumu adalah ayahmu
Ayah tiada berdaya banyak untuk melindungimu dari banyak hal
Benar adanya kata-kata indah yang menyebutkan SURGA ITU DI TELAPAK KAKI IBU
jangan kau bila besar nanti kau melupakan jasa ibu mu nak
ayah,Ibu,Kau
adalah kekayaan cinta yang kuasa

Oleh Irfan Ramadhan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

HAMPA



Tanya pada Kekosongan adalah hampa
Berbicara pada Jiwa juga ada kehampaan disana
Berbuat belum terjadi juga hampa dirasa
Kupandang kau didepanku juga akan hampa
Berlalu dan datang juga akan menjadi hampa disudut pandang

Oleh Irfan Ramadhan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

BELENGGU



Aku terbelenggu dalam rasa
Tanpa ikatan yg nyata
Aku terjebak dalam jeruji cinta
Yang tiada pintunya
Entah bagaimana aku bisa ada disini..

Ingin lari, takkan bisa..
Namun berdiam diri pun mungkin sia sia belaka

Aku meronta ronta dikeheningan
Bukan lg karena ingin terbebaskan
Aku menjerit di antara isak tangisan
Bukan lagi berharap kau lepaskan
Aku hanya ingin..

Ingin mendengar kau mengatakan..
Aku masih dibutuhkan.

Katakanlah..
Betapapun raga akan mati dalam belenggu kepalsuan
Hati ini akan terasa bebas bila itu kau katakan..
Bicaralah..
Jangan biarkan hatiku mati dalam belenggu kesia siaan.

Oleh : Srymasta Sinulingga
Medan,Sumatera Utara

ALAMKU



sebuah awal dari hidup baru..
sebuah alam yg harus di lestarikan.. dan di jaga.,.

dan berikan lah 1/2 cinta mu untuk alam mu..
bukan se utuh ya untuk pasangan mu..
jangan kau tayakan apa yg telah di
berikan alam ke pada mu..
tetapi tayakan la apa yg telH KAMU BERIKAN kepaga alam mu....

LESTARI ALAM KU,,,,,,..
ku harap mereka tidak meyakiti mu...
dan tidak membuat mu marah....
seperti yg telah engkau buat saat ini....

Oleh : Wira Ara Sudibyo
Tanjungbalai,Sumatera Utara

.AKU JATUH CINTA.



walau kau dipandang orang seperti ulat bulu,tapi di hatiku kau bermetamorfosis menjadi kupu-kupu..
kala mata mereka melihatmu layu,tapi di hatiku kau bermekar selalu..
saat mereka memandangmu jemu,tapi bagiku kamu tempat dimana mata ini selalu ingin tertuju..
ketika mereka merasa kamu beku sedingin salju,tapi aku hangat di dekatmu..
semerbak flora di taman firdaus,harum terbungkus aroma wewangian..gejolak gelora dan harapan ku tulus,karena senyummu menghapus segala kekecewaan.
senja berkemas malam bergegas,selalu begitu pada porosnya..ku tiada waras hilang dalam satu paras,yang buatku tak ragu untuk berkata..AKU JATUH CINTA.

Oleh : Syairlendra Arai
Cimahi

PADANG HARAPAN


Kupeluk yakinku
Meskipun route ini hamparan ragu
Sebab batas dorongan nafsu dan angkara murka sulit kueja
Disela nafas sesunggukan kalbu

Aku tak akan pulang kemasa lalu
Meski rindu menantiku
Takkan kurengkuh alfa itu

Kekasih hati
Mari merentas ketertinggalan
Mewujudkan mimpi

Oleh Drs Mustahari Sembiring
Jatinangor. 15 Feb 2013 12.00wib

LADANG TUAIAN


Ranum catatan dibatang doa
memajang pengharapan tak berbuku
ruas ruas sesal sudah diarsipkan
dibuku kehidupan.....

Bersiaplah menuai buah buah kasih
penuhi lumbung setiap hati yang merindui terang
sambil terus menyemai damai
sepanjang alur kehidupan.....

Mari berangkat,
bawalah seluruh kerinduan akan kebahagiaan
ladang telah menguning, bulir tuaian bernas
ambillah, penuhi berkas wadah milikmu.....

Berjalanlah terus kedepan tak usah menoleh lagi
semua insan punya catatan dihari yang dilaluinya
setiap makhluk berhak meraih ceria
sebanyak tabungan dilumbung Tuhan.....

---oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.----
---(J) Pondok bambu istanaku, 16 Febr 2013 . 10:24 wib.--