. JENDELA PUISI: November 2015
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 29 November 2015

NAIF


Telah kupaparkan semua
Segala yang kurasa
'Tuk dapat kau mengerti
Berharap kau 'kan memahami..

Namun harapku tak berarti
Bagimu, bahkan sekalipun tangisku menggelora, hanyalah ibarat senandung buaian yg melenakanmu dalam mimpi yang indah..

Apalagi hanya sekelumit untaian kata tak berarti..
Untuk apa kukatakan..?
Apalagi sempat berharap..
Naif..

Namun tak jua dapat kupungkiri rasa..
Meski direlung jiwa sempat kusematkan janji menyiksa
Satu janji bak sumpah yg terpatri
Tak ingin kembali mengingat jejak yang tertinggal apalagi untuk menyesali..
Andai tak malu kepada diri..
Sungguh.. Kini aku ingin mengingkari.

Entahlah..
Kini janji bak onak berduri menghujami hatiku yang mati..

Oleh : Srymasta Sinulingga

TIGA NOVEMBER DUA RIBU EMPAT BELAS



Aku ingin menulis satu atau dua bait saja
Menemaninya, saat pelukan tak dapat dirasa
Senyuman tak sempat diraba
Hembusan tak mampu terbelah

Hanya satu atau dua bait saja
Saat, pertama kita bertemu
Di perempatan jalan menuju kampus
Kau begitu kyusuk dengan gerakanmu
Dan aku hanya diam menatapmu

seperti halnya naskah ini
aku hanya bergulir seumpama waktu yang terus berganti
hanya satu atau dua bait saja
pernyataan ini hanyalah pembuka
sayang, kau begitu dalam
menyelimuti kulitku, menyayat hatiku
menyatukan fiikiran dan saling beradu pandang
pertama biasa, kedua biasa
hingga sekarang menjadi yang ketiga
kita bertemu untuk selalu mencinta

puncaknya pada malam sebelum satu desember
aku mencumbuimu, menatap matamu,
aku adalah aku dengan kamu untukku
kamu adalah kamu dengan aku untukmu.

Kita akan Pergi, Atau
Tidak Akan Pergi
Kita Benar dan Akan Menjadi Malaikat, Atau
Kita Salah dan Akan Menjadi Setan
Hitam dan Putih
Hingga Hati Berkata Bukan
Bukan Gelap Maupun Hitam!

"karena kita akan akan menikmatinya
aku dengan cerutu dan secangkir kopi
kau dengan tentengan ubi pembuka pagi"

Padang 05 Januari 2014
Alex Wahyu
Sajak Terikat

Selasa, 24 November 2015

MIRIS


Dia dan fikiran sumbangnya, masih tak mampu menjangkau kenyataan?
Kodrat yang seharusnya di genggam rapatpun hanya akan hasilkan bara api
Bagai sisi mata uang yang siap jatuhkan peran.

Salam hangat selalu

Oleh : Kiki Soraya
Dia dan fikiran sumbangnya, masih tak mampu menjangkau kenyataan?
Kodrat yang seharusnya di genggam rapatpun hanya akan hasilkan bara api
Bagai sisi mata uang yang siap jatuhkan peran.

Salam hangat selalu

Oleh : Kiki Soraya



--------------------



Sendang rasaku kembali membuih, hingga didihnya tiada dirasa. Enggankah untuk beralih?

♥ ~ KSJ ~ ♥
Ck, 14 Juni 2016 21:11 WIB


-----------------------


Bukan pandainya menata aksara seindah mungkin
Barangkali diri lupa akan akhlak bercelak keangkuhan, bergincu madu nan tersimpan selaksa serapah nan benar-benar tersembunyi
Ah, betapa tercelanya diri, bila semua masih kerap ku genggam.
~♥ KSJ ♥~
Ck, 20 Juni 2016 21:17 WIB

Sabtu, 21 November 2015

RUANG PEKERJA SENI


Ruang indah penyejuk hati
Berhias taburan gemintang syair
Berhampar karya menginspirasi
Bernahkoda pria berkharisma dengan senyum sentiasa berseri
Abang Ahmed El Hasby Sang ketua yang sentiasa memotivasi

Kusadari hadirku belum begitu berarti ku belum mampu bersumbangsih
Namun ku betah disini
Sekiranya ku tak didiskriminasi

111115

RINDU KU


Duh gusti,,,,,
Kenapa harus ada rindu dihatiku
Ketika mentarimu muncul dengan cahaya emasnya
Ketika langit berubah menjadi biru yg indah
Ketika kokok ayam bersahutan dgn cerianya
Ada rindu dikejauhan gunung yg berembun
Dibalik abu yg berterbangan
Diramainya orang orang lalu lalang menjual hasil kebunnya
Duh gusti,,,,,,
Kenapa harus ada rindu dihatiku
Pada mega mega merah yg berpancar indah
Pada senyum manisnya yg selalu tersungging
Pada kasih sayangnya yang selalu dia lontarkan
Pada kata hallo yg selalu berkumandang merdu
Aku rindu lihat kesibukannya, dgn keluhnya dgn wajahnya yg lelah
Dus gusti,,,,,,,
Kenapa ada rindu disetiap doaku
Utk setiap langkah yg dijalaninya
Kenapa harus ada gunung dan lembah tempat dia sembunyi
Diantara taburan kabut dan asap tebal
Diantara senyum dan suara merdunya
Dia yg sembunyi dibalik gunung
Membawa rinduku yg hilang.

:::::::::::::::::
By Endang Misnawaty
Di gubuk tua rumahku
Siantar city 14 nop 2015 ,, 7:37



Jumat, 13 November 2015

TUNGGU HADIRMU



batu bata pecah itu
sudah berlumut
terbiarkan
berserak ditanah retak

terlalu lama
ditepiskan perancang busana

para penggaya seremonial
enggan menapak
dilumpur yang membudaya
disejuk rimba belantara

disini disana
senandung serak hamba papa
menunggu cita dan cinta
nawa itu dan ini Bapak Bangsa

* youth@anzara
kisaran 07nov2015

Selasa, 10 November 2015

DIAM KU



Bila nasihat tak lagi berarti,
maka diam adalah caraku melawan.

Aku biarkan siapapun menikam diriku dengan belati prasangka.
Aku takkan membalas sedikitpun.

Akupun tak perduli dengan orang yang selalu menabur benih kebencian dihati manusia agar mereka memusuhiku.

Iya .. aku tak perduli..
Aku biarkan ia berbuat curang dibelakangku.
Aku biarkan ia berbuat sesukanya..
Aku biarkan hingga ia dihantui oleh rasa dengkinya..
Aku biarkan hingga ia menelan pahit benih yang ditanamnya sendiri.

Aku diam ... Begitulah caraku menang.
Aku diam....Begitulah caraku bersabar
Aku diam...Begitulah caraku menjadi tegar.
Aku diam... Karena tak semua orang layak tinggal dalam memoriku.
Aku diam...Karena tak semua orang layak tinggal dalam api dendamku. Aku tak boleh menjadi manusia pendendam.
Aku diam... Karena Allah sebaik baik Pembela bagiku.

Oleh : Nur Aini Natakusuma
Aku & Diaryku

LELAH BERHARAP


Siang yg tertutup kabut asap...
Se akan menggoda ku tuk memejam kan mata....
Tiada terasa meleleh tetesan air dari klopak mataku...
Terbayang akan indah nya masa silam....
Masa yg penuh harapan...
Masa yg bukan cuma impian...
Berjanji tentang kebahagia'an...
Kau dan aku bersama mengarungi samudra cinta....
Tapi sayang.....
Semua terbenam....
Terbuang....
Tnpa ke yakinan...
Kau berlari hindari kenyata'an...
Kau luluh lantak kan asa yg kita bina...
Cinta yg kita bangun bersama...
Tak menyangka kau pergi dengan nya karena usia...
Harap ku sia"...
Menua dalam duka...
Smua telah sirna...
Kabut tetap tak bermaya...
Sadar ku dari lamunku...
Ternyata usia yg membuat kita tanpa benteng setia...
Aku yg merana tanpa bisa berbuat apa"...

BY: YBD
tanpa asa

KELANA WAKTU



Sendu sayup semangat unggun
Celoteh jangkrik hadir kala embun
Nun jauh dimasa lalu 'tika aku..
Langlang langkah rumput lalang
Mengenang.. Mengenang.. Mengenang..

Disana ku terhenti sejenak
Menepi dan menari kenangan banyak
Walau sengau parau kacau
Namun tetap memukau...

Selimut malam ini...
Tapaki jejak - jejak diri
Rentetan hari - hari
Rasuki sanubari
Damai... Damai... Damai dihati...

By : Wahyu Sumut Kembara
‪#‎Lesehan_Jiwa‬,
Selasa Malam, 4 November 2015.
Tanjungbalai, Sumatera Utara.
Teruntai manis buat sahabatku :
Bung Ahmed El Hasby.
Bro Andi Gunawan
Bro M Syukri Lubis

PESAN RINDU UNTUKMU


Rindu ini kembali mengingatkanku padamu. Waktu itu, aku dan kamu saling berbagi cerita untuk meraih masa depan agar lebih baik dari yang sudah dirasakan.

Cukup lama sudah keinginan itu terpendam.Belum terwujudnya mimpi itu menimbulkan rasa kejenuhan diantara kita berdua. Pada akhirnya akupun menyadari hal itu akan terjadi .
Jujur saja , aku tak kuasa lagi menahan amarah .... !!!! dengan merasakan keadaan seperti ini. Namun aku berharap biarlah mimpi itu sementara waktu kita simpan didalam lemari besi dan bila sudah tiba waktunya kita buka bersama.Aku percaya hasilnya akan indah pada waktunya .
Ku ingin dirimu mengerti,seraya ku berharap agar dirimu selalu menjaga pintu hatimu. Meskipun kita saling berjauhan namun rinduku ini tetap bersamamu,

". Jangan ada lagi rasa cemburu itu dibenakmu, biarkanlah rasa rindumu selalu bersemayam didalam bayanganku. " Hanya itu , iya hanya itu pesanku padamu .

Dari seberang sana, tak usah dirimu menangis atau bahkan meratapi keadaan.Bukan raga,akan tetapi suara komunikasi jarak jauh diantara kita berdua sudah cukup membuatku bahagia.

Percayalah..........,selama sinar mentari pagi masih bersinar. Selama itu pula dirimu bersemayam didalam diriku ini. Rembulan malam tidak akan pernah berbohong untuk menyinari bumi. Seperti itu pula rasa cintaku padamu yang terus saja menyatu hingga tak lekang ditelan waktu

Oleh ; EKO SIRAIT.