. JENDELA PUISI: September 2015
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 25 September 2015

PENGHARAPAN


Di dalam keheningan dan kesendirian
Ku bersimpuh pada Mu ya Rabb...
Mencari hakekat dan tarekat diri
Di dalam kamuflase hidup

KAU yang telah menciptakan Qada dan Qadar
di dalam perjalanan hidup manusia.

Ku selalu mengambil hikmah
dari apa yang telah ku lalui dan alami
Namun ku tak pernah menemukan jati diri
Maafkan aku yang tak pernah memahami arti

Aku yang terpuruk di balik noktah merah perapian senja
Selalu berharap dan banyak pengharapan belas kasih Mu ya Rabb
Ku tulis sajak syair jiwa
tuk penghapus dosa yang bertebaran di langit jingga
yang malaikat selalu menempelkan setiap titik titik dosa ku disana
Aku malu tuk menengadahkan muka,
karena terlukis indah sudah semua dosa dosa ku di nirwana

Ya Allah yang Maha menetapkan hati dan pikiran
Tetapkanlah hati ku pada sebuah pilihan yang sulit
Berilah aku keberkahan hidup
dan kebahagiaan yang menjanjikan
bukan kebahagiaan semu yang dipaksakan
Aku berlindung kepada Mu ya Rabb
dari Kejahatan
mata...hati...dan pikiran ku sendiri.

Tanjungbalai,
22092015
By : Maia Syifa

INDAHNYA CINTA




" Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa...

“Cinta itu bunga; bunga yang tumbuh mekar dalam taman hati kita. Taman itu adalah kebenaran. Apa yg dengan kuat menumbuhkan, mengembangkan, dan memekarkan bunga-bunga adalah air dan matahari. Air dan matahari adalah kebaikan. Air memberinya kesejukan dan ketenangan, tapi matahari memberinya gelora kehidupan. Cinta, dengan begitu, merupakan dinamika yg bergulir secara sadar di atas latar wadah perasaan kita. Maka begitulah seharusnya anda mencintai; menyejukkan, menenangkan, namun juga menggelorakan".
Bersama cinta tanpa orang yang dicintai, adalah sebuah keheningan yang ada di hatimu..
keheningan itu akan mengikatmu pada sebatang pohon besar kehidupan.. yang akan membuatmu menyerah pada hujaman busur busur cinta yang dilepaskan sang hidup..

namun janganlah membuatmu takut untuk tersenyum.. pada sebuah kemuliaan yang berdiri menatapmu....
ketika engkau telah kembali memeluk cinta yang sesungguhnya

maka biarkan ia menyapu sebuah kisah yang telah tak tumbuh pada musim ini

dan tenggelam bersama guguran helai penyesalan yang terikat warna langit senja

biarkan keterbatasan cinta akan menjadi segenggam abu dari api yang meratapi baranya dan tak bisa melampaui kefanaannya..
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya :
" Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang " Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnit. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejab. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya ...

Cinta memang indah, bagai pelangi yang menyihir kesadaran manusia.

Demikian pula, cinta juga sangat perkasa. Ia akan menjadi benteng, yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa. Ia akan menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda.... Hanya Untuk-Mu

Ku ungkap segala keresahan dalam bathin-ku ini untuk-Mu ...
Untuk-ku selalu menjadikan Cahaya-Mu tumbuh di Relung Hatiku ...
Jangan Kau redupkan Titian Kasih dan Cinta-Mu pada-ku ...
Mekarkan bunga-bunga panghias kerinduan ini hanya untuk-Mu ...
Berikan-lah aku setangkai kelembutan dalam jiwa ini ...
Agar aku mampu untuk ungkap tirai-tirai asa tersisa ...
Ku mohon Jangan Kau bekukan kerinduan dalam hati ini ...
Untuk mendapatkan pujaan hati-ku sebagai penerang Jiwa ....
Jangan Kau sembunyikan cinta itu dari-ku ....
Aku Berharap Kau tak redupkan sinar Cinta-Mu ....
Bangunkan Rindu yang resah ini dari dalam kalbu-ku ....
Getarkan-lah dawai-dawai cinta dalam hati tuk Menghampirinya ...
Jika Kelak Engkau mempertemukan diri ini dengan Pilihan-Mu ...
Ku akan berusaha setia disisi--Mu disetiap malam'' yang mencekam ...
Walau Panasnya Sang Surya takkan melelehkan cintaku pada-Mu ...
Cinta ini kan slalu abadi tak seperti musim yang slalu silih berganti

Oleh : Nur Aini Natakusuma

Senin, 14 September 2015

ALAM


Alam...
Indah kupandang,.
Dalam mata perlipur asa,.
Mendayu hati dalam terang,.
Peredam hati yang membara,.
Alam...
Terimakasih,.
Telah menyejuk kan sukmaku,.
Penghibur hati yang ter sisih,.
Akan dunia yang belum untukku,.
Dia menjauh, dan slalu menjauh,
Namun kau slalu hadir untukku,
Sendiri,.
Merenung dalam sepi,.
Merasakan bait kata hati,.
Mendengar kejujuran yang hakiki,.
Yang mulai melemah sunyi,.
Ya ALLAH,.
Hina kurasakan diri,.
Karna kotornya tirai hati,.
Yang telah mulai membisu ,.
Mengeras dan membatu,.
Karna diri ini,.
sering lupa padaMU YA ILAHI,.
YA RABB,.
Ku yang hina ini,.
Berserah diri padaMU,.
Karna bagiMU lah segala puji,.
Dan samudra ampunan khalbuku,.
Ya ILLAHI,.
ENGKAU lah maha pemurah,.
ENGKAU lah maha pemaaf,.
padaMU ku berserah,.
Dari sgala dosa dan khilaf,.
Ya ILAHI,.
AMPUNILAH KAMI,.
SLAMATKANLAH KAMI,.
KASIHANILAH KAMI,.
RIDHAI HATI KAMI,.
WALAU BANYAK SALAH PADAMU YA RABBY,.

Oleh : Nur Aini Natakusuma, 12092015

Selasa, 08 September 2015

HAYALAN CINTA DIRI KU YANG MALANG


¤
Disini malam ku sepi,
malam yg sungguh begitu menyiksa aku dgn kerinduan seorang diri.
_
Disini Aku Terbawa Lamunan,
Lamunan Yg Membuat aku terhanyut Ke Alam Hayal Tentang Diri Mu.
_
Indah Mu Ku Dapati disini..
Indah Mu Ku Dekap Erat disini..
_ Aku Bahagia...,
Bahagia Dapat Memiliki Diri Mu, Meskipun ku dapatkan dirimu,
hanyalah cuma melalui hayalan ku.
_
Disini malam ku sepi,
ku buang rasa malu di malam ini, hanya demi menghayalkan diri mu....
Menghayalkan dapat memilikimu seutuhnya.
_Tetapi..,,
Ketika ku sadari hayalan ini adalah merupakan kebodohan ku,
lalu meraung menjerit serta meronta2lah harapan setiaku...
_
Dan airmata Mulai jatuh,
Jatuh menggenangi nasib asmara diri ku yg malang.
_
_
By : Mulyadi Arjun

GADIS MERAH


Barangkali, dia pernah memaknai kebahagian dan kehilangan sebagai suatu senja yang rebah menjadi gelap
Ia tak pernah lupa pada masa lalu yang kerap kali menagih tangis padanya, walau bepuluh musim telah berlalu , belum juga ia lelah mengakui bahwa cintanya adalah semu dan tak berarti apa-apa
Sampai kapanpun mungkin ia takkan lupa pada sebuah kenangan yang tak redup menua, selalu ia ingat dengan mata yang basah dan hati yang luka
Ia tak tau kemana meletakkan harapan ditempat yang seharusnya berada, atau menggapai ingin yang entah dimana kini tertinggal, tak tergapai, tak tercapai
Mungkin beberapa senyum mampu menutupi sedikit pilumu , tapi tidak pada matamu,Karna aku tau, kau lupa menyembunyikan lukamu

Oleh : pengendara langit

Sabtu, 05 September 2015

POHON YANG MENUNGGU JANJI



Dari sepasang bocah
Barangkali pohon itu punya ingatan, yang membuatnya berdiri kokoh menunggu janji, walau hiruk-pikuk jalanan raya di sampingnya menghadirkan sesak yang harus ia hirup setiap hari, juga riuh gemuruh kota yang membuatnya jengah menahan rindu, hingga tangisnya menjelma jadi lambaian daun-daun kering yang berguguran, suaranya parau menjadi ranting-ranting kering yang dinanti api
Sepasang orang bocah yang duapuluh tahun lalu gemar memeluknya, pohon itu tak tak pernah lupa bagaimana bocah-bocah itu bermain-main dibawahnya, terkadang memanjat beberapa ranting tempat berayun, kini menyisahkan tangis baginya
Barang kali jika ia punya kaki ia pasti berjalan ke segala penjuru hanya sekedar menyaksikan bocah yang dirindukan itu, tak harus berakar kokoh dan berdaun rimbun seolah beberapa orang menggangapnya pohon bertuah.
Yang dirindukannya adalah sepasang bocah yang pernah bersumpah dibawahnya, kelak bila tiba waktunya sepasang bocah itu akan bertemu, walau tak lagi menjadi anak-anak lugu seperti waktu itu, tapi mereka akan bawa beberapa bocah yaitu anak-anak mereka.
Pohon itu kukuh berdiri menanti janji

Oleh : Pengendara Langit