. JENDELA PUISI: 2014
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 22 Desember 2014

DOA MASA LALU


hay apa kbar,,
baik smoga saja ya ..
knpa ? kaget, heran ya,,
truz knpa diam,,
takut ya,, takut knpa ?
takut aku bkal minta hatimu lagi, takut
aku bkal mengusik hdupmu lagi, iya ..
tenang saja, gak prlu heran gak perlu
takut akan hal itu ..
knpa masih diam,, dr pda kmu bingunx
aku jujur aja deh ya, aku cuma mau
bilang slamat slamat bhagia,, akhir.a
bhagia tlah kmu tmukan brsama oranx
laen ..
knpa diam lg,, bingunx ya dr mana aku
tau ..
knpa msti di sembunyiin, takut aku
kcwa, takut aku nanti nangiz,, enggak
kog tenanx aja .
udah aku gak usah di pkirin lg, kan
udah ada yg baru,, aku ikhlaz kmu
bhagia dgn.a kog ..
eh iya sampai lupa,, skali lg maaf ya, ini
yg terakhir aku dtg kog sumpah,, hbiz
ini janji deh gak akan ada lg kbar
tentang aku dlam hdup kmu ..
knpa jd sdih, gak suka aku dtang ya,
takut dia tau truz dia marahin kmu ya,,
okew deh aku pergi ya,, jaga hubungan
kalian baex" ya, moga sampai di tjuan
hdup brsama untk slama.a, aamiinn ..

Oleh : Formasi Biru

Kamis, 18 Desember 2014

AIR DEWA


hening malam terasa sepi
menelusuri ruang hati kecil ini
saat ini tiada teman berbagi
hanya air dewa sebagai teman pelipur hati

daku teguk secangkir air dewa
terbuai daku di alam kenikmatan
dunia terasa hampa seketika itu gejolak membara
daku teguk air dewa berperangai setan

wah, mati rasa akan duka
wah, dunia ini aku yang punya
daku terbang kealam antah berantah
air dewa perangai setan mengalir di pembuluh darah

Oleh : Ns tanjung

Rabu, 17 Desember 2014

GUBUK MUNGIL TEPI PANTAI & RUANGAN FACEBOOK


Tahun 80-an, “Kembang Langit” hanya nama sebuah gubug mungil di sudut ladang tepi pantai dimana sekelompok anak muda sering bertemu, berdiskusi bagaimana menulis di media massa [koran dan majalah]. Ada Yosef Budiarto, Imam Aspuri, Imam Santoso, Imam Prabowo, Lanang Setiawan, Momon Tarmono, Fauzi Robbani, Sulistyo, Wantoro S. Karya, Qomaruddin Assa’adah dan puluhan anak muda lainnya yang sebagian besar lulusan SPG [Sekolah Pendidikan Guru].
Waktu melesat begitu cepat dan zaman pun mengantar mereka menemukan jatidirinya masing-masing. Patut disyukuri bahwa para sahabat “Kembang Langit” mayoritas menjadi orang, setidaknya menjadi guru, kepala sekolah, pengelola pondok pesantren, dan tidak sedikit pula yang menjadi penulis “tulen” seperti Lanang Setiawan yang sudah menerbitkan puluhan novel.
Sekali waktu para sahabat “berpangkat” dan sejumlah seniman tulen singgah di gubug mungil yang berada di sudut ladang, mungkin sekadar bernostalgia atau menengok “penghuni” Kembang Langit bernama Qomaruddin Assa’adah yang telah menemukan dirinya sebagai petani di kampung.
Tahun 2012 "Kembang Langit" mencoba merambah ruangan Facebook, membuka GRUP SANGGAR KEMBANG LANGIT. Maksud dan tujuannya tidak lain “menjaring” sahabat baru, sahabat para penulis atau siapa saja yang menyukai dunia literasi. Dari sekadar coba-coba ternyata mendapat sambutan yang luar biasa. Dan pertengahan 2013 mulailah menggelar event menulis bersama dan antologi tunggal hingga menghasilkan 12 buku antologi puisi, cerpen dan novel, diantaranya: “Menuju Jalan Cahaya”, “Ziarah Batin”, Wakil Rakyat”.
“Kembang Langit “ masih berada di tepi pantai. Meski tidak semeriah dulu ketika kami masih remaja, tetapi gubug mungil itu masih tetap eksis, asyik dan nyaman untuk berteduh mengeringkan keringat sambil menulis……
Saat ini, “Kembang Langit” akan menerbitkan Novel “Mencoba Tidak Menyerah”, “ Bukan Impian”, “Lembaran Gerai Formosa”, “Genderang Cinta Nia”, “Noktah Merah”, “Romansa Pahlawan Devisa”, dan antologi puisi “Zikir Mawar” karya KH. Fauzi Robbani, antologi puisi “Suara Anak Negeri” karya para sahabat Grup Sanggar Kembang Langit.
MOHON DOA RESTU

Salam Takzim
Qomaruddin Assa'adah

PAHLAWAN ? PISIKOTROPIKAH



bangku sekolah kursi pemimpin
diantara'y ada bungkusan berpita merah
terlihat indah...
siapa sangka membawa petaka

ber_bekal alibi seni
ber_tamengkan kebebasan pers
men_dramatisir, kebiri hak azazi

tanggung jawab siapa???
ai...? yu...? dia...? mereka...?
K I T A

ai tak kesah yu mau paparkan apa...
yu butuh berita...?
yu butuh reting...?
yu butuh kekuasaan...?
yu butuh harta...?
yu butuh hantu belau..?
silahkan....
tp ingat ...!
anak cucu_kita dan GENERASI ini

salam santun berhulur maaf
salam persaudaraan...
'N Salam Lemperrr....

Kekiari Nokachishika
Kapak Maut Syair Gendeng 313
Syair_Tidak_Puisi_Bukan_BAT_Tidak_Yang_BukanBukan
V_Qot : https://www.youtube.com/watch…
Oleh : Qis PatRa

SERUAN RAKYAT


sorak kan wahai kawan
suara suara kebangkitan
kita di sini hidup penuh harapan
tapi, mereka telah patahkan
kita yang selalu ingin bangkit
tapi seketika kita jatuh dalam ketidak adilan
sebuah hukum mereka perjual belikan
sepangkat jabatan mereka agungkan
kita? kita bisa apa?
kita lemah, tak beruang juga tak berpangkat
sedang mereka bermartabat
apa yang harus kita perbuat
kita berada di tengah - tengah negeri buncit
di pimpin para jiwa jiwa buncit
mereka hanya memikirkan sejengkal kebahagian
tapi, kita selalu di korbankan
wahai kawan, mari berjabat tangan
kita eporiakan suara rakyat
sampai mereka sadar ingatan
bahwa mereka butuh rakyat

oleh Ns Tanjung

KASIH


Kasih...
Aku lupa bagaimana caranya bercinta
Bagaimana caranya bercumbu
Dan bagaimana merindu
Oh tidak kasih...
Maaf aku bohong
Lebih tepatnya aku tak tau
Mungkin juga tak mau tau
Tradisi mengajariku
Agama mengikatku
Orang tua mendidikku

Kasih...
Maaf...
Aku terjalin tradisi
Terikat syareat
Tersimpul ajar orang tua
Kasih...
Maaf...
Kita Ta'aruf aja

Oleh : Airi Cha

Kamis, 11 Desember 2014

MELALUI DARAH DAN DIRI DAN TULANG


Mati muda menyelamatkan diri
Hidup hanya diganti dengan neraka
Saya tahu bahwa sakit hanya akan pergi
Aku tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri
Perlahan-lahan tanpa nama
Sebagai darah bermuara dari pembuluh darahku
Tidak pernah tetap sama saya tahu
Saya selalu mengambil menyalahkan

Saya sendiri ketika akhir datang
Kendalikan mimpi buruk
Nasib ini telah menjadi saya sendiri

Tersedak jiwaku
Misery telah menguasai
Dan di elatan saya mulai menarik kabel
Itu terjebak dalam sisi tulang-tulangku
Saya sangat ingin membuat Anda merasa
Semua rasa sakit ini yang membuat saya nyata
Saya membawa Anda ke bawah jatuh dengan saya
Sekarang tenggelam dalam penyakit saya

Oleh: Gani Metallic

SKETSA RINDU DI BAWAH MALAM


Akhirnya kupapah rindu ini
Bersama malam
Setia mendendang kesunyian
Iramanya sama
Mengalun merdu direlung kalbu
Lintas bayangmu masih jelas
Memayungi denyut hidupku
Aku menikmati
Bahkan terlalu menikmatinya

Anggaplah aku pendosa
Pendosa yang menikmati hidup
Bercengkrama bersama sepi
Tak sempat kumenghitung
Satu persatu bintang dilangit
Tak jua melihat kejora
Yang kau tunjuk umpama diriku

Terlalu asik kubercumbu dengan sepi
Yang memberi aku gelora hidup
Sendiri ini
Tepat menikam ulu hatiku
Hingga hadirmu
Sebuah ilusi bagiku

Oleh : Airi Cha
Medan, Sumatera Utara

Senin, 08 Desember 2014

PADA AKHIRNYA


Bagaimana mendung segera beringsut
Jika mentari enggan menyapa hangat
Pada akhirnya rinai bertandang
Menyapu hamparan padang sunyi
Ilalang merindu kehangatan
Harus terkulai tertunduk
Kala
Rangkaian hujan mengandung angin menerpa

Dan pada akhirnya
Ilalang berbelukar bermain genangan
Sisa rinai yang tak segera meresap
Diantara akar akar
Berharap pelangi sesudahnya
Sayang pelangi enggan menyapa

Mungkin
Mentari sedang senang dibalik awan
Atau mungkin
Pelangi lagi menghias warni
Dan mungkin
Padang ilalang harus menunnggu
Embun menitik
Hingga mentari akan menerpa
Bersama hangat
Mungkin
Sebelum ilalang ini mongering

Oleh : Airi Cha





PASRAH


Kita pernah menelanjangi malam,
menangkap resah dari beranda rumah Lalu kita saling berpelukan
mencairkan salju fikiran yang bertengger di otakku..

Aku laki-laki seribu bisu.
kau pematah diamku sekali waktu.
di bawah rembulan sisa setengah
kita sepakat berbagi pahit, pun sakit.
bukankah kenangan terlalu perih disesap sendiri?

Katakan apa saja,
sebelum pagi menjarah mimpi,
merenggut yang kupagut dalam kecup.
harapan yang meletup,
larut terseret angin pembawa ingin.

Bintang urung meniup ribuan kilau pada malam yang bertubuh panjang. di bawah lengkung, kita berhitung,
hujan luruh satu,
rindu terburu layu.
langit bermuram,
malam tetiba karam.

Doa berkelebat,
meledak dari dada sesak
"aku telah membumi di tubuhMU"

Oleh : Putra Pengembara Azza

IBARAT SEPERTI KAPUR


Ibarat seperti kapur ,,, itu lah aku
Memang,,, aku akui aku tak layak mendapatkan sebuah kertas yang begitu putih, halus dan bersih
Aku tak kan bisa meninggalkan bekas coretan di atas kertas
Karna angin akan meniup debu debu kapur yang telah ku coret kan di atas kertas dan aku tak seperti pena yg dpat meninggalkan coretan di atasnya dan tak bisa di hapuskan oleh apa pun , walau bisa di hapuskan akan tetap meninggalkan bekas !!
Mengapa si kapur terlalu mudah untuk menyukai kertas kertas yg putih ?? Mengapa ?? Memang benar , cinta itu buta , cinta tak kenal siapa dimana dan kapan , cinta itu membunuh mu .
Kadang aku berpikir , kapur tak layak di sandingkan dengan pena pena yg begitu mewah anggun dan berkelas.
Mungkin menghindar adalah jalan terbaik buat si kapur dan mungkin saja melupakan adalah jalan yg lebih baik untuk tidak bersanding dan kenal dengan yg namanya pena kertas dll yg bisa membuat diri si kapur minder akan nikmat dan kelebihan yg di berikan tuhan kepada mereka !!
Mungkin si kapur tak tau akan nikmat yang telah di berikan tuhan , mungkin si kapur bisa jadi tolol akan kehidupan yang terlalu dia nikmati sehingga dia ikut akan perkembangan zaman yang tak pantas bahkan tidak cocok akan diri dan keadaannya.
Kapur terlalu banyak berkhayal akan cinta dan kehidupannya kedepan !! Apakah dia akan berkembang atau habis di makan waktu ???
Andai,,Andai,,dan Andai !!!
Aku muak .... aku bosan .... aku lelah .....
Jika kapur di hadapkan dengan 2 pilihan antara "Ada dan Tiada"
Lebih baik kapur memilih "tiada" agar si kapur tak pernah kenal dengan yg namanya "cinta, dilema dan kehidupan" .

Karya: Ade Syahputra

Kamis, 04 Desember 2014

JANJI DALAM PENANTIAN


"Sahabat"
Sejak Kepergian Mu Dari Kota Ini,
Hari-Hari Ku Menjadi Sepi..
Tiada Gairah Lagi Rasanya, Menjalani Hidup Ku Ini Tanpa Diri Mu.

"Sahabat Ku Puja'an Ku.. ~
Mengapa Begitu Cepat Kau Pergi Tinggalkan Aku ..?
Sungguh Terlalu Singkat Hadir Mu Disini.... ;(

"Sahabat Ku Idaman Ku.,
Mengapa Kau Pergi...? ;(
Mengapa...? ? ;( ;(

Ohhh...... . ~ ~ ~
Aku Cinta Pada Mu Sahabat.. ;(
Aku Sayang Pada Mu.... ;(

Tidakkah Kau Tau,
Aku Cemburu..! ;(
Aku Terluka..!
Karna Kau Pergi Bersamanya.

"Sahabat Cinta Ku ..
Dengarlah Bisikan Suara Hatiku Ini.. .

"Aku Janji Pada Mu"
Jika Kelak Diri Mu Di Hinakan,
Di Dustai Serta Di Hianati Olehnya..!
Maka,
Kembalilah Diri Mu Pada Diri Ku...
Di Cinta Ku Ini Sayang.. ~ ;(

Aku Janji..,
Aku Kan Selalu Disini Menanti Mu..
Menanti Mu,

Hingga Di Ujung Usia Ku.

By : SKM

SUARA RAKYAT


Kebijakan demi kebijakan
terus di digulirkan
Kekerasan demi kekerasan
terus dilakukan
Akhirnya
Kesengsaraan demi kesengsaraan semakin dirasakan
Dan sebahagian orang dirundung rasa penyesalan
Apalah hendak dikata
Suara rakyat sudah tidak lagi didengarkan
Yang ada dan berlaku hanya kekejaman

Oleh : Rasyid Sulaiman

JIWA TANPA CAHAYA


Ketika semu mengusik ranjang haribaan.
Sang waktu terus bergulir mengacak angan.
Mengajak raga terbaring menyemai kerinduan.
Dipersaksian rerinai sendu mencoret lembaran kelam kepasrahan

Adalah halimun bumi sengaja mengunci diri
Menyekap imaji dalam peron-peron mimpi.
Dan... Merkurius hilang di balik renjai tawa mentari.
Membinasakan kehangatan kasih sayang semu
Yang terukir sepanjang neptunus.

Adalah aku yang bergulir mengeja cahaya
ketika malam-malam hitam terkapar tanpa udara
pengap membabtis jiwa tertungkup meteor yang melayang menguak misteri...

Dan aku... Lelah berotasi..
Antara yupiter menuju bumi..
Hingga aku terbenam dalam candu kehampaan dayaku..
Mengejar aries yang tlah berlalu bersama venus..

Haruskah aku putuskan jarak..
Hingga mentari dapat menyuap cahaya pada pluto.
Diri yang hitam kecil dan nyaris mati.
Agar dapat menatih hidup tanpa titian.
Walau dalam kegelapan semesta.

Haruskah...
Tanyaku hanya berbingkai tanda tanya tanpa akhir.
Walau hanya secuil tanya terlintas..
Dan jawabnya hanya tiada aku bisa
membawa jiwa tanpa cahaya melangkah seorang diri.

bY : vievie
Jakarta, 04 desember 2014.

KEMANA KAMU YANG DULU


Mmmm......kemna kamu yang dulu
hingga trulang kata itu
kata yang mungkin membuatku terkapar dlm kesedihan
air mata bak hujan di hutan belantara sana
kenapa kau kembali
kembli dlm perubahan yang tak sanggup aku lukis

Oleh : Morjal Jingga

Sabtu, 29 November 2014

LUKISAN PASIR



LUKISAN PASIR
SAND PAINTING
JUDUL : GADIS KESEPIAN (lonely girl)
SIZE : 100X70CM
MEDIA : PAPAN TRIPLEK(BOARD)+PASIR(SAND)
YEARs : 2014





dalam perjalanan waktu
aku bersingkuh
meredam, mencoba menenangkan segala arah dalam benakku
masih ada secerca harapan
mungkin bisa kembali
mungkin, karena jiwa manusia tak ada batasnya
terus bertanya
adakah sang pagi menjemputku
membawa dimana aku bisa
mencium wewangi bunga
bukan sekedar
mendengar aungan singa
tapi aku tahu itu hanyalah mimpi sesaat
kini, seakan jiwaku ingin terbangun
berfikir bahwa masih ada
kehidupan esok yang lebih indah




‪#‎AlfaPoetra_ART‬

IA YATIM PIATU


Embun pagi kembali datang menghampiri
semua orang sibuk dengan aktifitasanya
si budi kecilpun demikian
tapi bukan tuk bersekolah
ia berjualan koran di perempatan lampu merah
ia tak gentar menghadapi maut yang kadang mengintai
bermandikan peluh,kadang basah karna derasnya hujan
terlalu dini baginya menghadapi kerasnya hidup
namun ia harus mencari sesuap nasi untuk menyambung hidup bersama dua adiknya
ia yatim piatu

Oleh : OZ

Kamis, 27 November 2014

KOPI BALAP KENTONGAN MALING


malam hari sok cool..
padahal emang kedinginan ahihiihi...
Slamat Malam
Salam Persaudaraan
'N Salam Lemperrr....

Kekiari Nokacishika
Kpak Maut Syair Gendeng 313
Syair_Tidak_Puisi_Bukan_BAT_Tidak_Yang_BukanBukan

RENUNGAN


dan saat mata tak lagi dapat terbuka
saat suara tak lagi terdengar
saat bibir tak dapat tuk berucap
saat diri t'lah terbujur kaku

saat semua menangis dan menangis
saat sebagian orang mempersiapkan tempat mu
saat kau dimandikan oleh keluarga mu
dan saat kau dipakaikan baju terakhir mu

saat itu ruuh mu t'lah pergi dari jasad mu
saat semua kenikmatan dunia t'lah habis untuk mu
saat itu semua terjadi apakah bekal mu t'lah dipersiapkan
bekal akhirat bekal akhirat mu kelak

berhenti sejenak renungkan semuanya
renungkan atas apa yang kau lakukan
dunia hanya sementara akhirat akan kekal bagi mu
persiapkan bekal akhirat mu dari sekarang sebelum semua terlambat

Oleh : RIKA PRATIWI SIREGAR

Rabu, 26 November 2014

KEJUJURAN



Kejujuran itu relatif
Tergantung pada keprcyaan kita terhadap orang lain.
Kalau orang berkata bohong dan kita percaya, maka kita akan menganggap orang itu jujur. Tapi sebaliknya kalau orang sudah jujur & kita tidak percaya, maka kita akan menganggap orang itu pembohong.
Jangan mudah menilai orang, karena kebanyakan yang ada di dunia adalah tipuan. Bagai pelangi, yang indah namun hanya biasan cahaya dari air hujan.

Oleh : Wahyou Tishter Babad Bluack

JINGGA RANUM



Burung bersiul indah
Setelah bertengger di ranting pepohonan lalu terbang ke angkasa
jingga ranum mulai memerah
pertanda mentari pagi akan tiba
Rerumputan mulai bergoyang
dengan tariannya
Mendengar nyanyian pagi
Nyanyian romansa
Terasa indah tuk di nikmati

oleh:mukarrom

NEGRI KHATULISTIWA



Di negri khatulitiwa
ketika si miskin terpanggang matahari demi sesuap nasi
wakil mereka tidur di ruang rapat yang sejuk
Di negri khatulistiwa
ketika banyak anak putus sekolah
para koruptor berlagak seperti kesatria menang perang yang di sorot media masa
Di negri khatulistiwa
ketika harga barang melambung tinggi dan menyengsarakan si jelata
pejabatnya minta naik gaji

Oleh : Oz

Senin, 24 November 2014

DULU


Dulu...
Cinta hadir bersamamu
Dan dulu kau hiasi hariku..
Kini...
Cinta mu telah pergi
Dan kini luka berbalut sepi..
Rindu...
Saat aku melihatmu
Melewati hari dengan senyummu..
Tapi...
Dari dulu sampai kini
Cinta itu tak akan mati..

Cintaku tak akan mati tapi, ku bawa sampai mati

Oleh : Wahyou Tishter Babad Bluack

Sabtu, 22 November 2014

RESAH RAHIM


Kau tebar senyum
Jadikan dirimu ladang birahi
Harimau mengaum
Alampun terasa sunyi

Rahim terjamah nafsu
Erotis dua bukit kembarmu
Kau permainkan cinta di dada bidang
Hingga si hidung belang mabuk kepayang

Resah dirimu diantara malam
Kau tatap langit
Lalu kau merasa
aku menang dalam kesulitan hidup
Ternyata kau kalah Nona

Demi segepok uang
Kau jadi ladang birahi laki-laki hidung belang

Oleh : :Aidah Lembayungsenja
Hongkong,21112014
(perjalanan diseputar Jordan dan Tsim Tsa Tsui)

Senin, 17 November 2014

BISU KU BUKAN TIDUR KU


aku membaca
semua gerak
ayunan langkah pun tanganmu

aku pun menyimak segala imaji
gerak liar bahkan santun pun dendangan aksara nyata

aku menganalisa bentuk-bentuk
lompatan kata
pun ukiran senyum yang kau pajang

lihatlah... dan sadarilah bisuku bukan tidur.

Borneo, 16.11.14
oleh: mardianaukhti@gmail.com

Sabtu, 15 November 2014

KETIKA BUDAYA TERCABUT DARI AKARNYA



Ketika budaya sudah tercabut dari akarnya, anak bangsa ini menjadi gamang, terombang ambing dan melayang antara bumi dan langit. keramah tamahan yang dulu kini menjelma menjadi marah-marah, kepedulian yang dulu kini berobah tidak mau tau dan harga diri tidak lebih mahal dari sebungkus rokok. saatnya kita harus gelisah,kalau boleh meminjam kata-kata bijak almarhum ws. rendra siburung merak," orang-orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan" dan yang terjaga dan masih bersikap siaga beramai-ramai memukul kentongan bertalu-talu, agar semua makhluk tersadar bahwa kebersamaan jauh lebih penting dari sikap keakuan dan arogansi yang kini justru sedang mengakar. ketika budaya sudah tercabut dari akarnya, mari kita hujamkan niat sedalam-dalamnya, bahwa hidup punya titik pemberhentian, sebelum lembar buku ditutup dan nyala pelita dipadamkan, sebaiknya kita wariskan sebuah catatan, bahwa doeloe bangsa ini begitu akrab, sehingga gunungpun bisa dipindahkan. wasssalam !

Oleh : Asrial Mirza
Kisaran,Sumatera Utara

SEMANGAT



SEMANGAT, sepenggal kata ini memiliki khasiat yang begitu manjur melebihi obat produksi pabrik manapun atau dari segelas air sejuk yang sudah dimunajadkan tabib sholih di kampung seberang. Rasanya Istilah ini tidak berlebihan jika aku berikan kepada sekelompok orang-orang yang kini tengah bergelora syahwat berkeseniannya bak benzin tersulut api, sehingga tidak perduli meskipun sebentar lagi harga bbm akan melambung tinggi.

Adalah komunitas yayasan sahabat tiga puluh, ruang pekerja seni tanjungbalai, sanggar tari tiara intan, ketua pwi, knpi asahan. dokter yazid sabri, kepala man kisaran makmur sukri dan ratusan pencinta budaya yang sama-sama mengikatkan tali bathin dengan eddie karsito. Akhir-akhir ini kerap bertemu dan bersilaturrahim dalam bingkai merangkai kembali tali-tali seni dan budaya yang kusut dan yang berserakan. Hal itu dikarena sebuah prinsip yang sama, bahwa hidup dengan agama menjadi terarah, hidup dengan ilmu menjadi terarah dan hidup dengan seni menjadi indah.

Sedangkan bagi aku pribadi, kebersamaan ini adalah sebuah reuni sejak kami melangkah meninggalkan "sanggar laras" puluhan tahun yang silam sehingg membuhulkan rindu yang sangat dalam, meskipun sekarang suasananya jauh lebih ramai. Semuanya terharu mendapati kenyataan ini, karena hanya karena campur tangan Allah maka pertemuan terjadi, karena rasa sukacita kawan-kawan yang berkumpul dan bersinergi meneriakkan," Seni Pemersatu Jiwa" dan dengan semangat ini lalu eddie karsito mengajak kawan-kawan merajut mimpi untuk merilis sebua film kolosal tentang sejarah KOELI KONTRAK TEMPO DOELOE, dengan title " Annimie In Buiten Gewesten" yang Insya Allah penggarapannya berlokasi hampir seluruhnya di Asahan.

Inilah kerangka dari semangat itu, sebuah produksi film yang masih dalam wujud tataran ide, yang akan berubah nyata apabila banyak tangan-tangan terulur untuk menyambutnya, terutama dari saudara-saudara kita yang berdarah jawa(ma'af,boekan primordial). Pertanyaannya tentu saja adalah, mengapa stressing kita tertuju pada sudara-saudara kita yang sekarang mengguyubkan diri pada putra jawa kelahiran sumatera(Pujakesuma) dan organisasi suku jawa yang lain, karena film ini bertutur tentang bagaimana sejarah sampainya kakek dan nenek buyut mereka sampai di sumatera. Karena kata orang bijak, bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat akan sejarahnya dan Boeng Karno ngomong" Jas merah, jangan melupaka sejarah.
TRAH(garis keturunan) tidak selamanya harus berasal dari darah biru,
karena pada akhirnya keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan turunan siapa, tapi bagaimana kita berjuang dengan disertai doa. Seperti ungkapa populer juragan sepuh Inggris, Churchil, " Saya tidak mau dipajang seperti banteng aduan yang martabatnya ditentukan kebesaran masa lalu". Maka sudah saatnya saudara-saudara kita bangga, karena sebagai anak manusia yang terlahir dari TRAH-TRAH biasa, tapi kini muncul menjelma menjadi orang-orang yang luar biasa dan sukses. "Annimie In Buiten Gewesten" adalah film anda, film kami dan film kita, maka kami undang seluruh masyarakat Asahan yang tua dan muda, khususnya yang punya benang merah dengan uyut kakung dan uyut putri," PAIJO dan PAIJAH" yang menorehkan sejaRah kelahiran anak, cucu dan cicitnya di tanah Sumatera, untuk bergandengan tangan bahu membahu mewujudkan mimpi tentang film ini menjadi nyata. Semoga Allah bersama kita, amiiin !

Oleh : Asrial Mirza
Kisaran,Sumatera Utara

USWAH


"USWAH", artinya contoh atawa panutan atawajuga teladan. Begitulah keseharian Rasulullah bersikap. Ini bukan dongeng, karena kabar tentang sikap nabi yang humanis ini, bisa kita temukan pada lembar-lembar kitab suci al qur'an dan al hadits. Sehingga, bukan hanya sebab kenabian dan kerasulan beliau maka ummat mengaguminya, tetapi justru sikap dan prilaku yang sangat-sangat terpuji itu menjadikan beliau diidolakan kaum muslimin maupun kaum-kaum lainnya. Kalau dalam bahasa kinian, beliau itu disegani oleh kawan dan lawan.

LALU, siapakah pemimpin kita yang bisa dijadikan panutan saat ini, mungkin kira-kira demikian pertanyaan yang ada dibenak setiap anak bangsa. Pertanyaan normatif namun sulit untuk dijawab. Ironis memang, kalau diantara 250 juta rakyat Indonesia, kita tidak menemukan seorangpun pemimpin yang bisa dijadikan panutan. Inilah kenyataan itu, kenyataan yang membuat hati kita bagai teriris sembilu. Siapakah yang salah dan siapa yang mau disalahkan terhadap kondisi ini?

KONON, sebelum bangkit dan menjadi besar seperti sekarang ini, Korea Selatan adalah negara yang parah dan payah. Perekonomian berantakan, tingginya angka pengangguran dan kriminalitas sudah sampai pada titik nadir. Kondisi yang terakhir ini sebenarnya merupakan hubungan sebab akibat dari carut marutnya ekonomi. Sama dengan penyakit diabetes(gula) stadium empat, akan serta merta merusak jaringan-jaringan syaraf lain yang ada dalam tubuh. Sehingga pada akhirnya akan lumpuh dan mati.
ADA dua masalah utama yang mereka temukan, dari sekian banyak persoalan negara yang mereka kumpulkan. Yakni moral dan pendidikan.
Dua virus besar ini mereka terapi dengan program-program yang begitu signifikan. beberapa tahun kemudian, hasilnya sungguh luar biasa, Korea Selatan muncul sebagai raksasa dunia yang baru dalam bidang industri.

KETIKA kita bicara moral, tentu ada etika dan estetika di sana. Etika itu adalah adab yang bersendikan syara', sedang estetika adalah budi pekerti yang baik dengan berlandaskan budaya. Tampaknya inilah yang menjadi permasalah kita. Permasalah yang terjadi pada kalangan pemimpin dan rakyatnya. Jika penyakit ini tidak segera ditangani secara sungguh-sungguh dan serius, entah bagaiman nasib bangsa da negara ini. Mari kita contoh Korea. Kalau untuk yang baik, rasa-rasanya tidak harus malu mengopek pada orang lain. Apa artinya sok pintar, kalau sebenarnya kita memang belum pintar. Bangkitlah budaya bangsaku, bangkitlah negeriku Indonesia tercinta. SEMOGA !

Oleh : Asrial Mirza
Kisaran,Sumatera Utara

SUNGAI



SUNGAI, adalah cerukan tanah yang dialiri air yang mengalir dari hulu ke hilir dan akhirnya bermuara ke laut. Meskipun liukannya bagaikan ular raksasa yang menakutkan, namun sejuknya air sungai membawa perarasaan menjadi tentram dan damai. Sungai memang penuh misteri, tapi sungai juga sumber kehidupan dan inspirasi. Sesaat anganku menerawang, mengingat seorang lelaki tua yang bermukim di tanah jawa dan kini sudah pergi menemui khaliqnya. Sayup-sayup terasa menerobos masuk gendang telingaku lantunan suara penyanyi kroncong dengan vibrasi yang menggelora " Bengawan Solo, riwayatmu kini, sedari dulu jadi perhatian insani. Musim kemarau, tak seberapa airmu, dimusim hujan air mengalir sampai jauh. Mata airmu dari solo, terkurung gunung seribu, air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut. Itu perahu, riwayatnya dulu, kaum pedagang slalu naik itu perahu." demikian sang maestro kroncong Indonesia almarhum Gesang, bertutur dalam syair lagu BENGAWAN SOLO. Gesang memang sudah tiada, tapi lagu Bengawan Solo dan karya-karyanya yang lain, tetap hidup di hati penggemarnya.

DI TEPI sungai Asahan sore tadi, cuaca redup dan angin sepoi-sepoi menerpa tubuhku. Sementara itu, persis di depan, samping kiri dan kananku, berjajar kawan-kawan dari Yayasan Sahabat Tiga puluh Kisaran dan komunitas ruang pekerja seni tanjungbalai, bersilaturrahim. Pertemuan ini entah untuk yang keberapa, tapi untuk ditepian sungai Asahan merupakan yang pertama. Sejenak semuanya terhanyut dalam suasana, seperti hanyutnya sampah-sampah yang mencemari sungai ini. Nun di seberang sungai, pada pertemuan sungai Asahan denga sungai Silau, ada dangau yang dibangun sebagai saksi sejarah. Menurut penuturan Wan Kumis(bukan Iwan Fals) konon, di tempat itu doeloe Sultan Asahan Pertama dinobatkan. TENTANG KOTA TANJUNGBALAI DAN SUNGAINYA, juga sudah diabadikan oleh seniman lokal dalan sebuah syair lagu. Lagu dengan irama dan rentak melayu ini, sungguh enak didengar, walau popularitasnya tidak sampai menandingi lagu Bengawan Solo.

"TANJUNGBALAI, salah satu kota di Asahan, menurut sejarah balai terletak di ujung tanjung, di pinggir kotanya sungai mengalir titinya yang panjang, lintasan nelayan menambah indahnya kota yang sakti, penduduknya ramai sopan santun budi bahasanya, seolah-olah kita sudah berkenalan lama. Duhaaai... adik jagalah nama kotamu ini, jadikanlah ia, agar menjadi kota yang sakti"(maaf, kalau syair lagunya kurang pas, karena saya tak hafal bukan bermaksud untuk melecehkan).

SUNGAI ASAHAN yang mengalir tenang, adalah saksi bisu pertemuan puluhan anak-anak manusia sore tadi. Sejuknya air sungai, sesejuk hati kami yang bertekad mewujudkan mimpi-mimpi menjadi nyata. Ada rasa syukur, rasa sukacita dan haru. Karena, di tengah hiruk pikuknya pertarungan memperjuangkan nasib dan kehidupan, ternyata masih ada orang-orang yang tetap menggeliat dan punya kepedulian. Mudah-mudahan komunitas ini bukan orang-orang terakhir yang punya kepedulian dan kegelisahan. Tapi sebahagian kecil dari ribuan bahkan jutaan orang-orang yang tetap merindukan sebuah perubahan. Genderang budaya kembali ditabuh, tarian Gubang harap dipergelarkan, agar kita tidak sempat lupa dan anak cucu paham sejarah nenek moyangnya. Lestarikan alam dan jagalah budaya!

Oleh : Asrial Mirza
Kisaran,Sumatera Utara

TALENTA



SUATU ketika salah seorang sahabatku bertandang ke rumah dan menyampaikan keluhannya. Konon dia kesal, karena anak-anaknya sama sekali tidak memiliki talenta. Meskipun aku kecewa dengan sikapnya yang kuanggap kurang mensyukuri nikmat, namun aku berupaya untuk menjadi pendengar yang baik. Karena menurut hematku, jika dia kubantah, kekesalannya akan bertambah satu lagi, yakni sama aku.

TALENTA, yang orang-orang dulu menyebutnya sebagai bakat, bukanlah sesuatu yang istimewa dan kuar biasa. Sebab orang yang berbakat tidak serta merta menjadi hebat, tanpa berlatih dengan gigih, tekun serta sabar. Dan inilah sebenarnya rahasia itu. Bakat mungkin cukup 10 perosen saja, tetapi porsi latihan yang 90 perosennya. Kalau kata orang bijak, lancar kaji karena diulang, enak makanan karena dikunyah.

SEPERTI kataku tadi, dia tidak kubantah, tapi kuberikan gambaran dan pemahaman. Dengan alasan, agar dia tidak sesat karena kufur terhadap nikmat. Mendengar wejanganku ini, kuamati rasa kesalnya mulai memudar. Keadaan tersebut memang kuharapkan, sehingga aku bisa lebih leluasa dalam memberi pencerahan. Sahabatku yang marah dan kecewa, adalah gambaran prilaku umum para orang tua yang tidak bisa menerima kenyataan. Bahwa semua harapan belum tentu bisa menjadi kenyataan. Tetapi justru kenyataan sering terjadi dari yang bukan kita harapkan. aku katakan itu padanya, bukan berarti ada pemutar balikan fakta. Ini adalah sebuah kenyataan yang tentu saja bisa dibuktikan.
KETIKA, di tahun 1978, Tatan Daniel, Uli Famza Marpaung(Ramli Marpaung) Asrial Mirza(ketua sanggar) dan kawan-kawan lainnya berkutat di Sanggar Laras dan punya nama di Sumatera Utara. Eddie Karsito masih selengean dan tidak punya karya apa-apa. Jamak saja memang, karena di Sanggar Laras tidak hanya seniman yang berkumpul, tapi instelatir listrik juga ada. Kondisi tersebut mungkin saja akan terjadi hingga hari ini, kalau saja Asrial dan Eddie ditahun1981 tidak hijrah ke Jakarta.

MELIHAT kenyataan hari ini, Eddie sudah membuka lebar-lebar mata kita, bahwa TALENTA atau BAKAT itu penting tapi bukanlah segala-galanya. Karena latihan yang tiada henti serta semangat juang yang tinggi, akhirnya menjadikan dia orang daerah yang berprestasi di ibu kota. Kenyataan yang lain adalah, seorang Asrial Mirza yang ditahun 1980-an karya-karya sastranya menghiasi halaman-halaman media, hari ini tetap biasa-biasa saja.
SAHABATKU tadi akhirnya menarik nafas lega, gambaran dan pemahaman yang kubentang di hadapannya, ternyata telah menyadarkan dirinya yang selama ini dibebani persepsi yang salah. Seperti apa yang diungkapkan Khalil Qibran dalam sajaknya tentang posisi seorang anak, " Kau hanya bisa memiliki dirinya tetapi tidak bisa memiliki jiwanya."


Oleh : Asrial Mirza
Kisaran,Sumatera Utara

Rabu, 12 November 2014

PELAMINAN


Nyata bersanding
Mengarak cinta kau aku mereka
Di taman asmara yang melipat jarak
Pada roman yang dipadukan
Kau aku satu
Mereka lah kesatuan itu

Aidah Lembayungsenja
Hongkong ; 11 11 2014
09:49 am

Senin, 10 November 2014

CUBE LENA PADA BENCI


Seperti lagu biduan melayu..
Berucap langgam syahdu..
"sayang..., tak usah kau cube...
menapak benci..., dalam mata
..., dan juga jiwa...
Karena sesungguhnya, semuanya ini..
Dari Dia.. Ilahi Rabbi.., pemilik (diri) hakiki..
*kenapa mencoba lena sang hitam: az/09.11.14/ 23.00

Oleh : Azhari Str

JAGA EGOMU


Bila aku memang tak berharga,untuk apa engkau katakan seberapa pentingnya aku...
jika saja ucapan ku ialah benalu bagimu,untuk apa engkau membantah akan semua dialog tajamku.
jangan egois tentang semua kata bijak.
jika itu menyakitkan,dimana ujung tajam nya agar ku tumpul kan segera.
ego mu ialah perisai logam tembaga,kadang berubah warna kemerahan,hingga hijau terlalu lama,sampai" putih mendera,pantaslah emas disebut logam mulia,kilau nya tak pernah luntur atas semua kritikan ,
engkau yg kumaksud,
jagalah emosi serta ego mu,
bacalah serta simak apa arti sebuah ucapanku yg bijak,karna sastra kataku melebur di hari"mu.

Troy.

AKU


Ini tentang hidup ku
Hidup yang ku jalani
Hidup yang ku punya
Hidup yang ku abadikan
Hidup yang tlah di skenario kan oleh Allah
Ini tentang hidup ku
Tentang apa yang ku rasakan
Tentang apa yang ku butuhkan
Tentang apa yang ku miliki
Tentang apa pun yang akan slalu Allah tau...
Ini tentang hidup ku
Aku yang tdk smpurna
Krn yang smpurna hnya mlik Allah
Aku yang memiliki butiran dosa
Aku yang memiliki jalan crita hdup
Aku yang memiliki garisan takdir
Ini tentang hidup ku
Yang sama seperti dirimu...

Oleh : Dede Andriani
Tanjungbalai, Sumatera Utara
(Penulis di Ruang Pekerja Seni)

AKING


Aking
Ingat makan nasi aking rasa beling
Ingat tulang beradu tanpa daging
Ingat keringat mengering…
Semua itu bagai pahat yang selalu ku ingat
Kini generasiku penuh lemak
terlalu tamak tak beraklak
susah bergerak dan suka mengeretak….
Kemarin lahir manusia nasi aking
Bertulang tanpa daging
Semoga serunya melengking
Membuat kami selalu eling…

Oleh : Antonius Moelyadi
Temanggung, Jawa Tengah

MENCINTAI


Mencintai itu belajar mengikhlaskn, bukan untuk memiliki. Karna yang dicintai itu kepunyaan allah. Disatukan dipisahkan atas ijin ridhonya. Mencintai juga belajar bersabar. Tentu saja karna allah selalu memasangkan 2 insan yang tak sempurna,tak bisa saling melengkapi.Dan mencintai juga belajar bersyukur. Siapapun dia yang nanti halal untuk mu. Jagalah sebaik mungkin, karna dia adalah amanah terindah dari nya.

Oleh : Gusti Winarni
Tanjungbalai, Sumatera Utara

Senin, 27 Oktober 2014

GEJOLAK JIWA


Mimpikah aku..???
Teriakku pecah membahana menelusuri tebing keangkuhan..
Singkirkan bayang kelam wajahmu ч̲̮̲̅͡ğ terpaut lama dikalbu..

Hingga Tubuh tersandar dipilar emosi..
Sayup-sayup terdengar gemuruh halilintar seakan berbisik, tak kuasa ku melihat awan kepalsuan kian lebar terkuak menganga melempar induk kedustaan dari celah tabir malam hingga sang pelangi datang membiaskan warna agungnya..

Aku muak..!!
Hati ɪ̇πɪ̇ marah..!!!
Semilir angin takkan mampu redakan gejolak..
Tajam belatipun takkan mampu nyiutkan nyali..
Saat kau gadaikan kota ɪ̇πɪ̇,
Kau khianati bangsa ɪ̇πɪ̇..
Rakyat terlantar, jerit tangis kemiskinan tak kau hiraukan..!!!
Semuanya hanya demi sebuah "PENCITRAAN" layaknya JALANG DALAM LEMBAH NISTA..

Ajari aku tegar..
Ajari aku bijaksana..
Agar nafsu dan ego tak selalu menjadi penuntun..

Sebab Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bungaa selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.. Ƭa̲̅Þï tuhan berjanji selalu memberi pelangi disetiap badai, senyum disetiap air mata, berkah disetiap cobaan, serta jawaban disetiap do'a..

Oleh : Cacan Sambas
Tanjungbalai,Sumatera Utara

SABDA LANGIT


Sabda Langit

Perjalanan ini bagai mata pena yang kau goresankan
Indah atau tidak kaulah yang menggerakan
Saat hembusan perkata kembali kau perdengarkan layaknya doa
Maka sesungguhnya kau menyuguhkan racun dan madu

Sabda Langit

Seiring berlalunya waktu alunan tembang usia
Kau memakna
Kau meminta
Agar perjalanan mu indah sampai kematian adalah tujuan hakiki setiap perjalanan diujung hidup ini

Sabda Langit

Rasakanlah hembus dari yang kau hirup
Karena ia yang membuat dirimu layu dan gugur
Bahkan rasakan wanginya sebuah harapan
Dalam tiap goresanmu untuk kau mengerti arti hidup itu untuk apa

Sabda Langit

Dan luruh dan rebahku tetap pada hambaran agung kemurahan maafMU
Pejamkan matamu
Usah kau buka saat kau rasakan kebahagian itu
Sebab ia adalah perisai kebenaran pada pasrah sujudmu

Aidah Lembayungsenja
Hongkong;31 08 2014
17:55 pm

Selasa, 21 Oktober 2014

AKU ADALAH SALMIAMU


Aku tau
Kau ada di hatiku
Dan aku tau
Kisah cintamu dengannya
Telah berakhir tanpa saling memiliki

Meski kau tak mampu
Miliki dia seutuhnya
Sama seperti kamu
Tak mampu miliki aku seutuhnya

Namun cintamu padaku, adalah hal yang terindah yang pernah aku tulis dalam lembar kertas hidupku.

Atau? Kisah cintamu
Akan terus seperti itu
Karena kau masih menungguku;
Sampai kapan? Kisah cintamu terkurung dalam egoisnya waktu yang menenggelamkan rasa indamu
Untuk dapat bersanding dengan wanita;

Bersabarlah,
Kau akan memiliki aku
Setelah kau miliki cinta
Untuk wanitamu

A.J. Bella Sedayu Sukma
Oktober 2014

Senin, 20 Oktober 2014

KUPU-KUPU MERAH



merayap
mengendap
mengintip
dan terbang

Kupu-kupu merah
Ratusan ribu jumlah
Hinggap pada kusen jendela
Aku yang terlelap
Aku yang sendiri

Hingga datang kupu-kupu
Pelipur lara di waktu senja

A.J Bella Sedayu Sukma
Oktober 2014

Sabtu, 18 Oktober 2014

SEPENGGAL DILEMA


angin sepoi menerpa jiwa.
Membawa sepenggal dilema.
Menyiksa,mengajarkanku menjadi lebih beda,
kadangku menyesal dan bingung namun apa?
Inilah cara tuhan mendidikku lewat sepengal dilema.

Oleh : Samsul Hadi

Selasa, 14 Oktober 2014

SAMSARA


Kasih ..adakah waktu tersisa
Untuk saling bicara
Tentang mawar kita yang berwarna jingga
Kini ..Lihatlah ...
kelopaknya
Telah mekar dan indah dipandang dimata

Tidakkah kau tahu
ku selalu mencari waktu
untuk dapat saling bertemu.
agar mawar kita tak kan layu
dan ..
kita hidup
sampai ke ujung waktu.

Oleh : Hendra Inject
Kisaran, Sumatera Utara

Sabtu, 11 Oktober 2014

PAK (PENGEMIS) TUA DI SIMPANG PRAPATAN


Lagi dan lagi..
Kutapaki prapatan ini..
Prapatan tempat biasa mangkal..
Pak tua berbaju kumal..
Namun pagi ini..
Disimpang prapatan itu..
Pak tua tak kudapati..
Kemanakah pak tua itu?
Apa yang tlah terjadi..?
Bukankan kemarin masih ketemu..?
Masih tersenyum kaku..
Dengan trimakasih lirih..?


Oleh ; wajiman

TEMPIAS BAYANGMU



Kenangan semusim yang lalu
Menyapa labirin hatiku
Simphonikan kesejukan buah cinta
Cinta yang karam karena tiada
kepercayaan

Sejauh pandangan mata hati
Rindu ini mampu menjangkau
keberadaanmu disana

Bayangmu dalam liukan sang bayu
Mampu hadirkan sejuta kenangan
semusim yang lalu

Kini
Aku hanya bisa menderma doa
Semoga engkau bahagia
Dan selalu mengerti apa arti tulus
mencintai

Aku
Tetap ada dalam suka dan duka
Sebagai sahabat dan orang yang
pernah singgang dihatimu
Percayalah
Jika ini takdir Allah
Maka muara rasa ini hanya
keikhlasan hati kita

Aamiin

Aidah Lembayungsenja
Hongkong;09 10 2014
09:00am

Rabu, 08 Oktober 2014

INGIN BERSAMAMU


Betapa ingin bersamamu
Menghabiskan sisa waktu
Melewati malam hingga pagi
Betapa ingin bersamamu
Melepas rindu yang menyesak di dada

Ingin ku peluk dirimu
Tak kan ku lepas lagi
Akan ku pertahankan kau di sisiku selamanya
Betapa ingin bersamamu
Mencintaimu selamanya
Ku ingin terus bersamamu
Menyayangimu seperti dulu

Bila ada kau di sisiku
Aku tak takut api membakar seluruh tubuhku
Aku tak takut ribuan belati menghujam dadaku
Bila bersamamu
Aku melupakan duka mendalam
Aku memiliki ribuan harapan dan impian yang siap terwujud
Selamanya bersamamu
Ku tak takut apapun
Ku sungguh ingin bersamamu..

Engkau terbayang dalam relung hatiku…
Tersenyum memikat hatiku yang rindu..
Pada wajah dan senyummu…
Setiap menghiasi hari-hariku..

Sekejap kita bercanda
Tapi kenangan itu terpancar…
Begitu kuat dalam sanubariku..
Akankah semua ini berlarut…
Pabila kau di sana mau menantiku..

Siang dan malam kupikirkan kamu..
Detik demi detik tak berarti bagiku..
Bila tiada namamu di bibirku..
Ayumu…parasmu… suaramu..
Oh…indah di indera ragaku…

Engkaulah ciptaan kesempurnaan..
Keabadian cinta yang indah..
Membahana dalam emosi yang mega..
Tuk menjadi nyata, pasangan hidupku..
Engkau kulamunkan dan s'lalu kupikirkan..
Pun apalagi yang kurasa…
Selain cinta yang merasuk…

Oleh : Arya Adipati Arya



KOPI PAGI


Assalamualaikum....
Selamat pagi...
Para sahabat di DUMAI ...
Asap masih menyelimuti kota cantikku,
bau asap menyengat hidung membuat napas terasa sesak,
banyak sudah warga yang tumbang,
namun demikian,
kita tetap semangat dan ceria dalam beraktivitas,
agar lebih JOSS yuk ngopi dulu bersama kopi cintaku. GBU !!!

Oleh : Nyai Ully

YANG KU TAKUTKAN


Saat mlam mnjelma,trsisih dr khidupan
Mnatap pda bintang,trsenyum pd bulan
Sang malam merunduk hilang
Bergntikan keangkuhan sinar mentari
Yang mnampar keras wajah ku
Bangunkn ku dri mimpi mimpi
Bangun dn berggas hdapi legitnya dunia
Yang siap mlhap langkh2 orng2 jujur
Lezatnya swasana yg mnghantam jejak2 bisu orang2 adil
Kini aq trpaku meraih waktu
Dan mnggandeng deraan kecamuk pkiran ku

Oleh : Husna Ahmad

Jumat, 03 Oktober 2014

2 Oktober 2009 : Batik Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia


Batik Indonesia secara resmi diakui UNESCO dengan dimasukkan ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-benda di Abu Dhabi.
Dalam siaran pers dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat, UNESCO mengakui batik Indonesia bersama dengan 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, dan yang diakui dan dimasukkan dalam Daftar Representatif sebanyak 76 mata budaya.
Sebelumnya pada tahun 2003 dan 2005 UNESCO telah mengakui Wayang dan Keris sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia (Masterpieces of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity) yang pada tahun 2008 dimasukkan ke dalam Representative List.
Depbudpar menyatakan masuknya Batik Indonesia dalam UNESCO Representative List of Intangible Cultural Heritage of Humanity merupakan pengakuan internasional terhadap salah satu mata budaya Indonesia, sehingga diharapkan dapat memotivasi dan mengangkat harkat para pengrajin batik dan mendukung usaha meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Depbudpar menyatakan upaya agar Batik Indonesia diakui UNESCO ini melibatkan para pemangku kepentingan terkait dengan batik, baik pemerintah, maupun para pengrajin, pakar, asosiasi pengusaha dan yayasan/lembaga batik serta masyarakat luas dalam penyusunan dokumen nominasi.
Perwakilan RI di negara anggota Tim Juri (Subsidiary Body), yaitu di Persatuan Emirat Arab, Turki, Estonia, Mexico, Kenya dan Korea Selatan serta UNESCO-Paris, memegang peranan penting dalam memperkenalkan batik secara lebih luas kepada para anggota Subsidiary Body, sehingga mereka lebih seksama mempelajari dokumen nominasi Batik Indonesia.
UNESCO mencatat Batik Indonesia dan satu usulan lainnya dari Spanyol merupakan dokumen nominasi terbaik dan dapat dijadikan contoh dalam proses nominasi mata budaya tak-benda di masa datang.
Depbudpar menyatakan upaya Pemerintah Indonesia ini merupakan komitmen sebagai negara pihak Konvensi UNESCO tentang Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, yang telah berlaku sejak 2003 dan diratifikasi oleh 114 negara (Indonesia meratifikasinya tahun 2007).
Konvensi dimaksud menekankan perlindungan warisan budaya takbenda, antara lain tradisi bertutur dan berekspresi, ritual dan festival, kerajinan tangan, musik, tarian, pagelaran seni tradisional, dan kuliner. Warisan yang masih hidup dan diturunkan dari generasi ke generasi, memberikan komunitas dan kelompok rasa identitas dan keberlangsungan, dan dianggap sebagai upaya untuk menghormati keanekaragaman budaya dan kreatifitas manusia.
UNESCO mengakui bahwa Batik Indonesia mempunyai teknik dan simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai meninggal, bayi digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal ditutup dengan kain batik.
Pakaian dengan corak sehari-hari dipakai secara rutin dalam kegiatan bisnis dan akademis, sementara itu berbagai corak lainnya dipakai dalam upacara pernikahan, kehamilan, juga dalam wayang, kebutuhan nonsandang dan berbagai penampilan kesenian. Kain batik bahkan memainkan peran utama dalam ritual tertentu.
Berbagai corak Batik Indonesia menandakan adanya berbagai pengaruh dari luar mulai dari kaligrafi Arab, burung phoenix dari China, bunga cherry dari Jepang sampai burung merak dari India atau Persia.
Tradisi membatik diturunkan dari generasi ke generasi, batik terkait dengan identitas budaya rakyat indonesia dan melalui berbagai arti simbolik dari warna dan corak mengekspresikan kreatifitas dan spiritual rakyat Indonesia.
UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia; memberi kontribusi bagi terpeliharanya warisan budaya takbenda pada saat ini dan di masa mendatang.
Selanjutnya seluruh komponen masyarakat bersama pemerintah melakukan langkah-langkah secara berkesinambungan untuk perlindungan termasuk peningkatan kesadaran dan pengembangan kapasitas termasuk aktivitas pendidikan dan pelatihan.
Dalam menyiapkan nominasi, para pihak terkait telah melakukan berbagai aktivitas, termasuk melakukan penelitian di lapangan, pengkajian, seminar, dan sebagainya untuk mendiskusikan isi dokumen dan memperkaya informasi secara bebas dan terbuka.

Oleh : SMK KRIDAWISATA

WAKTU


Slmt sjhtera
Semoga sihat sentiasa
Hargai la usia yng ada
Tiap langkah pekerjaan
Yng dlakukan
Ibarat fitrah ibadah
Lakukan la dgn keikhlasan
Salam ceria sahabat fillah

Oleh : Zalynda Mohd Sam Taurus

Sabtu, 27 September 2014

ANDAI BISA



senyum ku tak seburuk ini menghadap indahnya semesta dan mencoba menatap sekeliling dengan bola mata berbinar sejuk

walau tak pantas sebagai rasa serta ucap

berharap ku
ujian panjang ini berganti keberhasilan

Oleh : Youthma All Qausha Aruan