. JENDELA PUISI: Mei 2014
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 24 Mei 2014

HINA


ketika kesombongan yg dipelihara
ketika keangkuhan yang digunakan untuk berkata
dan ketika ke egoisan yang dipakai melangkah
maka kehinaanlah yang nantinya
akan menjadi tabungan kita

Oleh : Rasyid Sulaiman
Tanjungbalai, Sumatera Utara,

KABUT DUKA


Kabut duka ini harus aku asingkan
tak ingin kelam malam ini tenggelamkan kegelisahan
tetapi jelas rasa yang membuncah akan pesan-pesan yang bertaburan makin membuat diri merasa tertekan
harap kecilku hanya inginkan satu kedamaian
tapi aku menyadari bahwa tiada mungkin pesona jiwa yang bertebaran disana akan memisahkan aku punya perasaan?

~ Kiki Soraya ~
Cikarang, Jawa Barat

YULI


Tak dapat ku Pahami,
Masih ada Cinta yang menemani,
Atau sekedar menemani Sepi ini,
Sebagai penghibur Lara Hati,
Hati yang lama bagai mati Suri.

Bait kata ini untuk mu,
Yang Lahir di Relung Hati ku,
Tentang Cinta yang lama ku Rindu,
Di dalam Hayal Mimpi ku,
Hanya Untuk mu.

Andai kamu Menjadi Nyata,
Membuat Hidup ini Sempurna,
Tak mungkin pernah dapat ku lupa,
Karena Cinta ku Ingin Bahagia,
Dan menjadi Jalan ku menuju Sorga.

Kadang keraguan menjelma,
kala ingat Cerita Cinta yang menyiksa,
Diantara Impian ku terluka,
Bersama derai Air Mata,
Tersimpan semua di dalam rasa Kecewa.

Mf kan keraguan ini Sayang,
Karna terlalu lama cinta ku Hilang,
Tercampak di tanah yang Gersang,
Namun engkau bagai membawa kembali Pulang,
Pulang ke dalam ukiran Cinta Kasih dan Sayang.

By : LUmbang KAyung (Tanjung Balai 19:05:2014)

OPERA BASI



terserah kata mereka yang menikmati
bila disebut sinetron parodi
apalagi panasnya kata pemerhati
bila disebut film komedi
atau sakitnya hati kami kami
sampai menyebut opera basi

bukan tontonan kotor yang kami cari
ketika pucuk tangkai berbanyak daun mengajak dalam satu kompromi
menguasai pohon besar yang sudah sekaratlah kini
bunga bunganya berbentuk proyek , baunya pasti grativikasi
buah buahnya rasanya pahit , hasil penyerbukkan korupsi
akarnya menancapkan banyak hutang luar negri

Oleh : Deky Budi
Surabaya

Senin, 19 Mei 2014

SOREAN


tapak kaki bergerak memuaskan keinginan diri
dari keramik kwalitas dua menuju lelah mata terpuasi
hingga paving paving pasrah yang terasa agak dingin
menuju aspal penipu ketika redup asap terdera angin

burung dadali , sriti ,walet dan sebangsanya merenda mimpi
sesekali kelelawar kecilpun andil meramaikan pinggir yang tak bertepi
hiruk pikuknya adalah nafas kehidupan
pekik parau mereka adalah gelegak perjuangan


sang siangpun pamit undur diri
memberi kesempatan petang unjuk gigi
satu , dua , tiga lampu isyaratkan mulai
terangi area kecil , semoga cukup diketahui

tapak kaki berbelok dirumput bebercak lelah kesenangan
banyak yang botak , disana mereka kegirangan
kucurkan peluh harapkan kebugaran
tapi kali ini mereka telah bubar , serempak kecapaian

hinga terdengar panggilan panggilan bersahutan
dari menara menara berketuhanan
tapak kaki beringsut jujur , setiap langkah didunia pasti berkesudahan
karena sorean tlah diberi kesempatan jalan jalan

Oleh : Deky Budi
Surabaya

PANGERAN NIRWANA


Hoii, pangeran nirwana ku
yang selalu berkelana
sapa aku dengan senyum mu
tatap aku dengan mata elang mu
bawa aku ke singgasana cinta
aku haus akan pesona mu
aku rindu akan belaian mu
dimanakah dikau berada
haii jiwa ku yang terlelap
bangunkan aku dengan kasih mu
Keterjagaan ini tak kan mampu membendung rindu
hasrat ku tak terkendali
mimpi ku tak berarti
karena keinginan hati ini tak dapat terpenuhi

Senin,19052014
By : Maia Syifa
Buat Abangandaku Syamsul Rizal

KUHA HA



Setiap orang bisa menerjemahkan
Tak peduli ia orang awam
Tak peduli bahasa apa yang digunakan
Yang berdasar yang bisa dipertanggung jawabkan
Syair-syair bergelantungan
Siang malam terus berdatangan
Generasi yang berbeda
Generasi yang penuh rupa
Selalu menghiasi warna
Dalam pemahaman berjubel makna
Kita jaga kita rawat
Kata-kata dalam bahasa ironi
Merefleksikan ciptaan Tuhan
Yang harus terus diasah
Lewat sepatah kata
Atau ribuan kata
Semuanya bermuara dalam satu arah
Tuhan maha kuāsa
Dengan karyaNYA kita menjadi pengagum yang ditorehkan lewat kata

_______
**Den Bagus Atmadja
**06: Mei : 2014 Bekasi

DINGIN


Kurengkuh bayang mu di gelap ny malam....
Seakan kau terlihat di antara Lampu Lampu yg temaran...
Malam kian menepi, namun kw rak jua beranjak dr tempatmu berdiri....
Seakan ada yg kw nanti....
Dalam sendiri ku berkata, benar kah wajah dingin itu hadir ƪa̲̅ǧɪ̣̇ di kesunyian mlm ini...??
Benar kah sepiku kan terobati ƪa̲̅ǧɪ̣̇...?
Angin mlm yg dingin berbisik....
Jangan kw harap kehadiran yg nyata darinya...
Sebab itu hanya ilusi di dingin ήƔª hatimu yg larut dalam buaian...
Semua tak bertepi...
Ingat ℓãaђ janji yg seakan hilang...
Menutupi hatimu yg dingin d̲̅ά̲̣̣η beku...
Semua akan meleleh oleh sinaran mentari Pά̲̣̣̣̥G̲̣̣̣̥ɪ̣̝̇....

by: Yeyen Bunda Dilla (YBD....)
P.Siantar 00.40....

Kamis, 15 Mei 2014

SATRIA MALAMKU


Saat embun merayu rayu..
Kau merangkul dalam canda mu..
Membiak malam penuh cumbu..
Satria Malam Ku..

Kini pagi ku tlah tiba..
Ku tatap rona pada langitnya..
Perlahan semakin tajam silau nya..
Pandangan pun meradang..
Ku merindu Kegelapan..
Satria Malam Ku..

Ku beranjak dan berlari..
Menutup tirai dari mentari..
Bersembunyi..
Bernyanyi..
Menari..
Dengan mata terpejam ku mencari..
Dimana kita tenggelam..
Dalam lautan kasih..
Satria Malam Ku..

Akan kah..
Satria Malam Ku..
Mampu menantang Mentari..
Melebur bersama Menyatukan Sinar Cinta..
Yang tak kan pernah ada..
Di malam mereka..
Di pagi mereka..
Hingga Mati..

14 Mei 2014 / 08.45 Wib
~ Mj .Rani
Tanjungbalai, Sumatera Utara

METAMORFOSA


Santun kau menyapa hari hariku
dengan canda dan tawamu
kau buai aku dengan rayumu
kau bujuk aku dengan nadamu
ku melayang ke singgasana cinta
ku terlena disana
ku rebahkan nafas jiwaku dipangkuanmu

cintaku terbalut buluh perindu
terkapar dititian jiwa
tersulut api asmara
merubah diri menjadi metamorfosa

Selasa,13052014
By : Maia Syifa
Tanjungbalai,Sumatera Utata

MALU


Terlalu lama diperhatikan dengan tatapan itu buat aku malu dengan yang dilihatnya.
Aku tak senang dengan tatapan itu,karena tatapannya sedang mendikteku.
Jangan bunuh aku dengan kesunyian dari dirimu,sementara aku disini sedang berduka atas kejadian dari masalahku.
Aku tahu dera yang menimpaku memojokkanku disituasi ini.
Meronta tak kuasa ku lakukan.Tersandar dikesendirian sambil merintih lirih adalah hal yang kupilih,bila aku bercerita denganmu kau pun akan berpura-pura mendengarkannya,pada akhirnya kaupun akan perlahan menjauh,karena tidak akan mendengarkan keluhanku sahabat.Dengan sadar aku gontai melangkah disini,dilangkahku yang sepi.
Bubawa saja beban ini dengan diam,ku tahu kalian bisah lihat itu dari langkahku,raut wajahku,tapi kau jua tak mampu mendudukkanku disisimu untuk berbagi dalam hal ini,Maka ku tak berdaya dalam upaya

Oleh : Irfan Ramadhan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Kamis, 08 Mei 2014

SIMPAN RASA


Hanya sekedar luapkan rasa, tiada ku melebihkan
biarlah, kerana aku tak inginkan suatu penilaian
sepiku tiada arti untukmu dan biar tetap kusimpan
hantarkan lelah kembali keperaduan

~ Kiki Soraya ~ 08 Mei 2014 00:01
Cikarang, Jawa Barat

UNGKAPAN KALAM HATI UNTUK ANAKKU


Dari pandangan mata
Enam tahun berjuang
Yang pertama awal semua
Dari rajutan cinta sepasang

Engkau para pemuja pencipta
Sang khalik Esa pemberi rahmat
Tahta mulia telapak bunda
Tempat engkau bersantun hikmat

Detik pertama hadirmu
Nyata aku sempurna
Dicipta takdir atas diriku
Kini penuh kugapai surge

Kuarahkan menuju kiblat
Kualirkan bersuci diri
Juga aturan garis aurat
Karena Ilahi didetak nadi

Kuberikan seribu kitab
Kujelaskan dibalik gelap
Tentang sebab musabab
Untuk kau tau berdiri tegap

Kusemat namaku dijiwamu
Menjadi pancaran tanda pengenal
Sebagaimana aku membawa bapakku
Dari fana hingga ku kekal

Kuwariskan hanya mulia
Walau hitam coreng wajahku
Engkau penuntun raga
Saat tiba renta tuaku

Kuberi kau kecubung manja
Intan payungku kalbu tautan
Namun tetap iman menjaga
Supaya belati mengenal lawan

Sedikitkan sedih lemah mengeluh
Paduan doa tengadah mengadu
Jadilah engkau suluh
Sahabat sejati para perindu

Jantungku hampir penuh berbilang
Tinggal hitungan menuju diam
Elok cari teman digelap terang
Agar kau tau berhidup tenang

Anakku...anakku...
Jangan mati
Tunggu aku mendahuluimu
Tunggu aku dulu pergi

(terimakasih gerimis)

Oleh : Karmanista
Kiriman : Rocky Topan Butar Butar

Rabu, 07 Mei 2014

TANGISAN SALJU DI KHATULISTIWA


tangisan salju dikhatulistiwa disiram gerimis senja.
nur asmara dirundung mega kelam.
menjadi satu misteri dalam langkah.
haluan puncak hidup diliputi awan.
dibawah malam hangus dalam seksaan.
sujudnya diantara hening dan ketiadaan.
bermunajat ta' lelah menyebut nama-Nya.
berharap maunah dialam fana.
lalu dengan senyum indahnya.
berakhir dihujani puspa kamboja.
pelangi itu menjadi hiasan pusara.
delima pun pelahan pudar sinarnya.
by : zharif
surabaya

SUNYI


Tiada terbilang getaran rasa yang ada, hinggaku terhimpit rasa rinduku sendiri
Ingin sisihkan rasa ini
terasa sulit tatkala emosi bersemi
jelang diniharipun mata enggan terpejam hingga resahpun bermelodi sunyi.

Oleh : Kiki Soraya
Cikarang, Jawa Barat,

DI SINI


Tiada dapat ku mengerti rasa ini...
..,hati dipenuhi rasa benci
Terkadang jiwa meraung tanpa alasan..
Hati menangis tanpa air mata..
.dan kerinduan menyapa disaat canda tak bersuara.
Terkadang ku tak habis pikir..
.dengan hati
Selalu merindu meski perna disakiti
Dan yang paling bodoh
Adalah ketika hati masih mencinta
Meski ikatan sudah terputus.
Disini .....
Aku tak tahu
Untuk siapa dan pada siapa....

by : Handayani
Tangerang

07.00 PAGI



Aku menyisir dinding demi dinding
Dari ruang demi ruang
Rumahku
Menarikan jemari bertinta
Menyelipkan jiwa dan hasrat
Hingga pada kesadaran dingin dapur
Sepasang mata teman hidupku
Memerah
Getar bibirnya bahana dalam lirih
"Tidak bisakah setiap kata abang jadikan gerakan kaki mengkayuh becak?"
Aku diam
Kini
Aku mencoreti jalanan
Dengan peluh

Oleh : Rocky Topan Butar Butar

KETIKA KAMU SEDANG SENANG


Ketika kamu sedang senang,kamu nikmati musik nya,namun ketika kamu sedang sedih yang kamu resapi adalah syair nya. Karena sebuah lagu ialah kata dari hati yang enggan bicara.

Oleh : Yukio Mayer

CINTA


Ada apa sebenarnya dengan CINTA ?
Hati kecil bertanya, ini kah CINTA ?
Mengarungi bahtera sekian lama menjalin hubungan yang begitu mesra.....kini renta menghampiri yang tak mungkin diingkari, Kemana kau sembunyi CINTA ?
Perih terasa Menoreh dada, terungkap kata terucap tidak, hanya keluh kesah tentang CINTA yang usang.
Saat ini.....CINTA itu dibutuhkan tuk menemani dalam menapak jalan yang hampir ke ujung.
Ingin bertanya namun tak mampu tuk bicara, pengorbanan yang begitu dalam CINTA tak berbalas.

Oleh : Marhaeni Sitorus
Tanjungbalai, Sumatera Utara

PUISI MALAM


haru resah bersama nuansa malamku
ku termangu diantara penantian yg tak berujung
dalam hasrat yng membara kini
ku lukiskan sebuah keabdian untukmu

duhai engkau yng hadir dalam malam ku
selimutkan lah aku dgn kata indah
yng slalu kudambakan perdetik ku
agar tidurkan aku dgn illusi yng nyata

engkau sang pemilik hati
namamu tlah terpahat indah dalam relung kalbuku
tiada serpihan pun yng ku jumpai
yng kelak mungkin itu tanyamu

Riau : 27-april- 2014
BY : L0T0V