. JENDELA PUISI: Juni 2017
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 29 Juni 2017

HUBUNGAN YANG MULAI GERSANG


selamat siang bagi pemilik hati dan hubungan yang udah mulai usang dan gersang.. Suatu hubungan yang didalamnya tidak terdapat cinta yang tulus itu seperti tanah yang gersang yang tak pernah terkena air. Biarkan mengalir. hingga aliran itu mengering dan gersang, karena sudah takkan ada pupuk, air untuk menyirami benih yang sudah mulai keropos dan gersang. Kita "memperoleh" kebenaran lebih cepat jika dipelajari dari hubungan & pengalaman daripada lewat ruang kelas yang gersang'

Oleh : Nur Aini Natakusuma

HIJRAH


jangan perdaya diri
dan membangun
sebab beralasan itu ini
hanya fatamorgana

oleh akal menghasrat kias
menepis bias warna indah buatmu

beringsutlah dari alur yang seakan nyaman
dan disangkamu seakan jalan keberuntungan

jelanglah gerbang disana
karena disini pagar tajam mengintai

berupayalah menyimak petuah
berusahalah terima nasehat

saatnya membuka serta lembutkan

..................HATI

Oleh : Youthma All Qausha Aruan

Selasa, 27 Juni 2017

HARI YANG AKU UTARAKAN DALAM SAJAK


Bisakah kita berubah bersama?
Meniti langkah guna mencapai kebaikan,
Sabar akan jarak, yang menumbuhkan rindu pada hati nun penuh harap,
Inginkah?
Dapatkah cinta ini tetap terpendam?
Memeluknya pada malam hingga fajr menjelang,
Menutupinya dengan hijab dalam mencari keridhoan Rabb semesta alam.

Ingatlah,
Hari ini yang aku utarakan di dalam sajak,
Niat guna mencapaimu,
Dalam Ikhlas memelihara kasih sayang,
Menjadikanmu makmum nun senantiasa tersenyum di belakangku,
Ingatlah, sebelum menjelang akan ku titipkan rindu ini di atas langit,
Bersama Do'a yang namamu selalu ku selipkan,
Mencarimu disana, yang dalam genggaman Allah 'Azza wa Jalla.

"Aku tunggu dirimu dalam takdir Rabbku"

Betapa ingin aku mencapaimu,
Pula kusimpan inginku bersama sajakmu,
yah, aku ingin berbubah bersamamu,
Meniti langkah guna mencapai kebaikan,
Menantimu dibalik jendela kamarku
Lantunan Ar-Rahman dengan beribu keindahan
Kunantikan dirimu dalam takdir Rabbku.

Ku jaga jarak ini,
Pada balutan hijab nun berkasih sayang,
Rindu yang setiap harinya mengambang di udara,
Pada malam hingga fajr menjelang,
Sabarku yang senantiasa memintamu,
Pula sabarku yang senantiasa menantimu untuk berkunjung,
Carilah pula aku di langit dengan besarnya harapku padamu,
Namamu yang jua kusebut disetiap akhir Sholatku
Untaian ayat penuh kemesraan,
Merayu Rabbku untuk menyatukan namamu dan namaku di langit dunia,
Hangatnya cinta yang akan bersanding,
Atas persaksianmu nanti di depan wali dan para saksi,
Perjanjianmu dalam menuntunku untuk selalu dekat dengan Rabb semesta alam,
Menjamu hatiku dalam ketaqwaan,
Memelihara cintaku untuk selalu mentauidkan Allah 'Azza wa Jalla,

"Aku yang makmummu, tujuan indah kampung halaman, Surga"

Insya Allah.

~Alek Wahyu~

KITA BERBEDA


Langkah kita begitu berat
Untuk menggapai sebuah cinta
Karena perbedaan menjadi penghambatnya
Ikatan janji yang semestinya tidak diucapkan
Telah diucapkan dengan begitu mudahnya
Akankah kebersamaan kita diizinkan.?..

Alangkah indahnya bila saling memiliki
Namun semuanya terasa tidak mungkin terjadi
Ntah apa yang harus kita lakukan
Intinya kita hanya bisa berdiam
Semuanya terasa seperti tidak adil
Yang sudah terjadi tetaplah terjadi
Andaikan saja kita tidak berbeda..

Memory, 31januari2015

#Olehku_WanitaPenuhSelaksaMimpi

KITA INGAT ITU


berupayalah....

hentikan gundah, dan bertawar nyaman
walau diri berlantai didasar

membangun asa tak harus paksa
kadang melenggang justru teraba
biarlah sekitar memilih amarah
disini jalinlah sapa dan jabat mesra

merubuhkan tiang beton memang butuh godam, namun cuka cair juga mampu rebahkan gapura

ada yang perlu untuk tak dilupakan

menebang congkak tak harus bentak
senyum juga mampu rebahkan mangkak

mengikat liar tak mesti pakai rante kapal
benang nilon kecil juga bisa hentikan gerak

KITA INGAT ITU
Oleh : Youthma All Qausha Aruan

PANCASILA.


Ketuhanan Yang Maha Esa
Kita mengakui itu
Dan percaya penuh terhadapNya
Sebab kita mengimaniNya

Kemanusiaan yang adil dan beradab
Masih adakah itu?
Apa kau ragu
Mengapa ada tanda tanya di otakmu

Persatuan Indonesia
Apa itu mungkin?
Kenapa ada keterkotakan
Juga ada pemblokan

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Semoga itu tetap ada
Agar rakyat tidak menderita
Kesejahteraan merata

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Aku ingin itu ada
Engkau pun juga
Kita dan mereka mengharapkannya

Tanjungbalai, 1 Juni 2017
Aulia Putry Manurung.