. JENDELA PUISI: Oktober 2015
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 30 Oktober 2015

LIKU LIKU PEMILU



Sabolum tanak Nasi
Ku ganjal pake roti
Bamaen layang layang di tongah hari
Ooy nenek sayang atok pulang bawa rajoki
Copat bantui ha mari kemari...

Nasi sudah tanak copatlah atok makan
Ikan samo balacan ku lotak di lemari
Bising Ku dongar apo bonar yang kau ributkan
Tapokik pokik macam potir manyambari

Dapat amplop dapat boras dapat gulo
Ado jugo teh colup nyo
Ini ku tarimo dari bapak caleg badasi
Asalkan jangan lupo pilih dio nanti

Marobus korang jangan lupo di kasi garam
Biar taraso asin kasi sadikit sajo
Jangan tarimo ini pasti duit haram
Kumpulkan samuo elok pulangkan sajo

Oleh : Aidiel Deal
*Anak Sanggar*
23 Oktober 2015

Selasa, 27 Oktober 2015

MUSABBAH


Mencintai seseorang yang tidak mencintai kita adalah ibarat membuang waktu percuma..orng cina bilang "waktu adalah uang " Cinta itu tak punya mata kalau kita mencintai orang yang salah,hidup kita seperti ditempat lahan peperangan,mencintai seseorang yang tepat yaitu sesorang yang menerima segala kekuranganmu,bukan kelebihanmu. Ketika Alloh Inginkan kedua HATI bertemu... DIA akan mengerakan kedua duanya Tidak hanya salah satunya.. Ketika Cinta hanya karena harta,maka Cinta itu akan bertahan sebatas harta itu masih ada.
Ketika Cinta hanya karena Fisik(Cantik,ganteng,seksi dll),maka Cinta itu akan berakhir ketika fisik itu tidak lagi seperti sebelumnya.
Ketika Cinta hanya karena keilmuan/pintar,maka Cinta itu akan berakhir ketika pemikirannya tidak lagi sepintar sebelumnya.
Ketika Cinta hanya karena jabatan,maka Cinta itu akan bertahan selama jabatan masih dipegang.
Ketika Cinta hanya karena suatu keinginan,maka Cinta itu akan hilang ketidak keinginan itu telah didapat.
Untuk itu Cinta lah hanya karena Allah SWT,karena Allah yang akan menjaga Cinta itu agar abadi selamanya.
Bahagia, terkadang menjadi sebuah kata "sakit" untuk menggambarkan kehidupan seseorang. Saat ia dapat mencapai dan memenuhi segala hajat hidupnya,cap bahagia akan diletakan pada dirinya.Sebaliknya,saat salah satu kebutuhannya tak terpenuhi atau ketika keinginanya tak terwujud,dianggap sengsara .Padahal sejatinya tidak demikian. Sebab kebahagian yang hakiki adalah saat kita memperoleh 'kepuasan'dalam beribadah kepada Alloh sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat,,,


Oleh : Nur Aini Natakusuma•17 Oktober 2015


Senin, 19 Oktober 2015

LIKU - LIKU PEMILU


Bos...
Kamu dasar bodoh sering
tak kibuli aku karo lambit
jadi DPR hidup senang di senayan..
Be be betul Apa yang di dibilang teman aku tadi
Kami tak peduli yang penting kami dapat duit perut kenyang
Jadi DPR itu tidak lah mudah harus pintar jujur dan juga ramah
Bukan seperti si bos..
Bodoh, tolol, rakus jabatan
Mending tak kibuli....
Mending tak kibuli....

Oleh : Aidiel Deal

*Anak Sanggar*
26 september 2015

HEY...MALAM


Larut
Pada malam panjang
Fikirku pun melayang
Terbayang tentang hidup

Sunyi
Malam begitu sepi
Mata ku terasa lelah
Tak dapat terpejamkan

Dingin
Angin begitu menusuk
Seperti kabarkan luka
Pada jiwa yang lemah

Gelap
Seakan terus menyapa
Pada hati penuh luka
Pada hati penuh duka

Resah
Ku rasakan gelisah
Pada kedalaman hati
Entah kapan kan terhenti

Rindu
Ku rasakan rindu
Akan rasa bahagia
Yang lama tak ku rasa

Hey malam
kapan akan berakhir
Derita ini tentang hidup ini

Hey malam
kapan akan terukir
Rasa bahagia pada hidup ini

Hey malam
kabarkan pada tuhan
Aku bosan dengan derita ini

Hey malam
sampaikan pada tuhan
Catatan ku pada malam ini

Oleh : Nur Aini Natakusuma

NEGERI YANG HILANG -3


semilirnya bayu dalam kesejukan.
kini berganti angin berpanasan.
sekuntum bunga yang mekar warna.
kini telah layu berguguran kelopaknya.
dahulu tersungging senyuman menawan.
namum sirna tertutup kegarangan.
diantara nusa kala itu berjajar kehijauan.
saat ini rosak dan hancur terjamah manusia.
tanpa sisakan keindahan dimasa hadapan.
negeri yang dahulu bak taman surgawi.
telah hilang terbakar apinya hati.
yang nampak hanya kegersangan.
kembang pun kini berwajah nista.
ini sudahkah takdir yang dijalani.
meniti diujung zaman akhir.


by : zharif
surabaya

AKHIR DARI SEBUAH PENANTIAN


Meskipun aku bukan yang pertama hadir dalam kehidupan mu, namun ijinkanlah aku untuk mencintai seumur hidupmu.
Andaikan saja hari itu tidak ada, mungkin aku hingga saat ini tidak bisa mengenalmu. Jujur saja kukatakan , pertemuan diantara kita sulit untuk dapat kulupakan .
Semula, hari - hari dalam kesendirianku kini telah terisikan oleh senyuman dan canda tawamu ketika kebersamaan itu kita lewati bersama.
Meskipun demikian akupun menyadari,selama kebersamaan itu kita lewati tak jarang pula ada air mata yang kau berikan untukku.
Dari sorot matamu pula aku mengenal arti sebuah kesetian dan penantian yang kau berikan padaku. Kau malam itu menangis dipundakku seakan ingin mengutarakan sesuatu....
Ia , baru aku sadar tangisan mu itu penuh arti betapa kau berat mengutarakan rasa itu,rasa yang tak semestinya kau utarakan.
Kudekap dirimu lalu kukatakan sebuah kata penyesalan.Betapa aku sangat menyesal setelah begitu lama meninggalkanmu dalam sebuah penantian .
Dahulu aku pergi meninggalkanmu kini aku datang kembali untuk menjemput kisah cinta diantara kita berdua . Ijinkanlah aku untuk mencinta mu dengan caraku,sebagai tanda akhir dari sebuah penantianmu.

Oleh : Eko Sirait

Selasa, 13 Oktober 2015

PELANGI SENJA


merdu nan syahdu unggas berlagu.
tatkala mentari berpulang keperaduan.
itulah lantunan dzikir yang haru.
menghias cakrawala senja.
indahnya bak pelangi impian.
hingga malam menjejakan kesepian.
itulah anugerah illahi penuh kedamaian.
tak tercapai akal fikiran namun nyata.
dalam pelangi senja ada cinta bergelora.
dalam menjaga melestarikan dunia.
tebarkanlah kasih dan sayang tuk semua.

Oleh : Zharif Vmars Xingeriszeus

SIA - SIA


Sinarku menghangatkan gurun
Bulirku menetesi lautan
Diam terngaga mulutku kerontang

Oleh : Emmy Metamorfosaa
09102015

Senin, 12 Oktober 2015

PUISI BEBAS TEMA : KABUT ASAP


Ya Allah ya Tuhan kami
Hindarkanlah kami dari kabut asap
yang menyesakkan dada ini
kali sudah tak tahan lagi ya Allah

Semoga besok pagi
saat kami bangun
kami tak menemukan kabut asap lagi
yang brgelantungan di atas atap rumah kami

Di atas langit yang biru,
kami tak menemukan matahari
dan kami tak bisa melihat indahnya pelangi
kami hanya menemukan kabut asap
yang terlihat disana sini

Ya Allah ya Tuhan kami
kami tak bisa menghirup segarnya udara pagi
pada saat kami pergi sekolah
kami tak bisa merasakan panasnya sengatan matahari
pada saat pulang sekolah
dan kami juga tak bisa menghirup udara sore hari
pada saat kami bermain di teras rumah

Ya Allah ya Tuhan kami
berkat pertolongan dan kasih sayang Mu
bantulah penguasa negeri
untuk mengatasi kabut asap ini
supaya kami bisa bernafas lega
dan tak sesak nafas lagi.
Amin ya Robbal Alamin....

Selasa, 06 Oktober 2015
Karya : Syifa Noor Rahmanda
Kelas : IIIa SDN 132406 Kota Tanjungbalai

PETAKA RAJA DURJANA


suara mereka
nyaris tak terdengar
dibelukar api
bakaran mimpi

langkah mereka
terhadang gelap
harapan peduli
penyekap ibu pertiwi

jeritan mereka
tak mampu mendobrak
tebal tembok
istana petinggi

mereka
kering......
dipanggangan berasap
penyamun negeri

*youth@ruan
asahan 07okt2015

Kamis, 08 Oktober 2015

YANG ENGGAN MATI



Kau adalah kenangan yang enggan mati
masih merayap dalam mimpiku
menggetarkan relung-relung jiwaku dgn nada-nada rindu dendam yang penuh aroma sihir...

Susah payah kau merangkak
coba padamkan api setia yang berkobar dalam dadaku
merayapinya,menyentuhnya lalu mengikutinya kemana dan dimanapun aku melangkah

kau kenangan yang enggan mati
yang masih susah payah kubunuh demi cintaku dimasa kini

Oleh : Masita Shanti