UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Sabtu, 29 September 2018

PERSIAPAN SEORANG AKTOR/AKTRIS SASTRA TERAMAT PENTING BAGI NEGERI KITA INDONESIA


Salah satu pemimpin bangsa
yang patut disebut AKTOR SASTRA
yaitu BUNG KARNO, tanpa pernah
bisa muncul lagi selainnya, mau
anak cucu keluarga sekalipun ...

Sehebat-hebatnya
karya Puisi, akan jadi
kehilangan keindahan,
pupus kedalaman makna,
bila tanpa penghayatan
ekstra pembacanya.

Terlalu banyak
karya puisi masuk
standart fenomenal,
tapi kehilangan ruh
tak menimbulkan greget
bagi penikmatnya ketika
dibacakan, ditampilkan
di atas pentas, sehingga
tak terjadi getaran dahsyat
serupa magnetis batin atau
komunikasi antara pembaca
dan pendengarnya hingga
batas akhir pesan kata
tanpa hambatan
disampaikan
dan PLONG!
...

Dan tentu kita bisa
mengambil kesimpulan,
ternyata pembaca Puisi
adalah seorang Aktor
atau Aktris, yang perlu
kematangan dalam
pendalaman
seni peran ...

Pada kenyataannya,
belum terlalu banyak
di Indonesia yang
bersandangkan
AKTOR SASTRA atau
AKTRIS SASTRA ...

Setidaknya,
jadi pemahaman bersama,
bagaimana Panggung Sastra,
sudah menjadi bagian hidup,
dan tentu diperlukan latihan
serba ekstra. Tidak sekadar
membaca puisi, namun
menyalakan api dalam
bahasa puisi membuat
jiwa penikmat terlarut,
tak sempat bicara atau
disambil makan minum,
terkhusuk pada penampilan
AKTOR/ATRIS SASTRA
yang mempunyai pesona
serta daya pukau
yang HEBAT dan
L U A R B I A S A !

Salam dariku buat para
calon Aktor/Aktris Sastra
Indonesia tercinta kita!

----------- BAMBANG OEBAN
Dari Timur Bhumi Bekasi
Kamis, 27 September 2018
10.35

RINDU


Kadang aku sendiri disini
Berteman dengan suara burung bernyanyi
Rindu bergejolak dihati
Teringat si buah hati
Ingin kudengar celoteh dia bernyanyi
Ketawa riang saat berlari
Menangis disaat susunya takterisi
Rindu ku tak terbendung lagi.

Oleh : Adi Bima

Rabu, 12 September 2018

I S T A N A K U



Kembali,
Menganyam tilam malam
Dalam bilik surgawi
Istana pelukis rerona senyum

Sederhana,
Di helai nyata
Deretan remah aksara
Meski terkadang, terpenggal koma

Cukup
Begini saja
Usah bungkus dengan dilema
Hingga netra terkatup

#DewaBumiRaflesia_11_09_18

BIMBANG MENGGAPAI DAUN



Gugur daun menepis angin senja
Kesepiaanku melantar keujung alam
Sunyi debu yang melekat dalam akar
Berbelit hati patah tak bertuan
Aksara bergelombang nada gemuruh penatiaan

Soreku dilanda kepiluaan bersipat bisu
Termenung air mata jatuh berlinang
Musih hujan tak ingat pulang
Daun gugur bertanah pasir tangga penugu lembah
Kering sudah tiada hijau lagi pupus tiada kembali

Aku yakin cintamu hanya sebatas luapaan ombak laut
Bila badai datang menghayutkan ribuaan rindu
Lelah rasaku menugu tanpa kepastiaan rimba senja tiba
Jalan hutan tertutup gelap sinar punah sebelum hadir
Kasih jalur nama bila kupilih untuk menggapai daun angin

Ombak keraguaan terkikis oleh asa cinta hampa
Goresan terlihat jelas di tangga-tangga kemunapikaan
Rambutku penuh daun kering rapuh embun pun hilang
Kupandang jauh ada satu garis nama terbelah di langit
Kepedihan berbuah kepiluan debat remang kisah menggapai daun

KARYA: Tasya Aliza Putri
Percut 10_September_2018
#gadisembun

Sabtu, 08 September 2018

MERAUNG JIWA


Meraung jiwaku ditengah malam
Melukis bayang dikegelapan
Hujan tak lagi beriring
Ketika badai menyapu kegelisahan
Inilah aku diantara puing berserakan
Terbang mencari batang pohon berteduh...
Jauh diantara yang jauh
Dekat dibalik yang tiada
Oh jiwa ..rapuhkah tulang yang terseduh....

Oleh : Yus Arsyad Arsyad

Sabtu, 01 September 2018

USAH KAU JAWAB



Ingin, kuluah aksara tanpa rima
Biar saja, berserakan, carut marut
Tanpa titik, atau pun koma
Agar, kau tak ikut larut dalam kabut

Aku menyebutmu cinta
Ya, cinta dalam figura
di balik sekeping kaca
Terpajang, di dinding netra

Entahlah, sesak di ulu rasa
Ketika atma coba lukis pelangi
Merona, sejenak lalu pergi
Cuma jejak ribuan tanya tersisa

Puan, bilik ini milik kita
Untuk kau ukir dengan senyum
Pada dindingnya yang masih kelam
Lalu, kita tebar cahaya lentera

Ah, aku lupa
Bukankah, aku tak butuh jawaban
Sebab siang tanpa dupa
Malam pun tanpa rembulan

#DewaBumiRaflesia_26_08_18

HANYA RAKYAT PENENTU SIAPA PRESIDEN MASA DEPAN! Negeri Merdeka Bukan Cuma KATANYA !


Jangan belajar lupa,
Ada NEGARA ada RAKYAT!
Pemimpin yang diperlukan
mampu menciptakan
kehidupan rakyat
sejahtera, nyaman dan
bahagia lahir batin ...
Keadilaan sosial
tidak terpental-pental!
Sejarah Peradaban Manusia
jangan dibelokkan arahnya!
KEPALA ADAT, RAJA,
atau PRESIDEN adalah
hasil bentukan rakyat ...
PERSOALAN NEGARA
tergantung pada kualitas
sikap seorang PEMIMPIN
mesti berpihak pada
KEDAULATAN RAKYAT!
UUD 1945,
PANCASILA,
BHINNEKA TUNGGAL IKA,
Negara Kesatuan
Republik Indonesia,
tidak hanya parade simbol
hilang ritualisasi kesaktian
gamang terbang-terbang
dan mengawang
timbul hilang

...

TAK ADA KATA
TERLAMBAT bagi RAKYAT
menggalang kekuatan hebat
berdaulat kuat, bersepakat!
Jangan lagi tergiur
janji kerap cacat!
Rakyat tak ingin melarat
tertancap paku berkarat!

Darah nadiku
bersukma rakyat
Puisi terus bersuara
merindu tanah gembur
nasib bangsa makmur
bukan cuma berita
hutang negara
yang subur!

... Tiga Stanza
Lagu Indonesia Raya
jangan dipetik satu saja,
hingga hilang sirna
tujuan tak tentu rimba
di abad merdeka,
bukan cuma
KATANYA!

------------- Bambang Oeban
Dari Bumi Desa Singasari
Kamis, 23 Agustus 2018
11.07

BIARKAN DIA PERGI



Badai tlah berlalu di senja itu
Hentikan rintih dan ratapmu
Dia pergi takkan kembali
Hapuslah kenang dan lara di hati

Beningnya air mata, tak pantas dia terima
Sia-sia menggenangi bilik jiwa
Cinta tulus, taklayak kau suguhkan
Torehan luka yang dia berikan
Penghianatan berbalut cinta yang mengerikan

Biarkan dia menghilang
Takperlu kembali pulang

Cintanya terbagi-bagi
Takhanya dua atau tiga
Namun banyak hati
Manis di bibir
Namun pahit empedu yang di beri

Jangan menangis lagi
Dia pantas untuk pergi

# Ruang Pekerja Seni_Renny Kusuma
# 1.9.18