. JENDELA PUISI: 2016
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 25 Desember 2016

PAGI


Pagi yang indah dan sejuk
Dengan angin yang menggetarkan jiwa dan raga
Ku minum secangkir teh hangatkan tubuh ini
Dengan pesona alam yang asri dan ramah

Ngawi,21 Desember 2016

KETABAHAN


Ka, bukan kau dan aku saja yang menunggu pertemuan tapi kota ini juga menantikan perjumpaan kita, kau tau? Rinduku masih paling tinggi yang belum pernah dijejaki setapak pun, kemarin pada suatu sore kota ini bilang kalau ia sangat ingin menjadi saksi perjumpaan ini. Ia tempatkan kita dikota paling sudut, Aku telah niatkan untuk asmara tanpa pilu, cinta tanpa kehilangan.
aku yakin kau akan tabah merawat rindu disetiap pejalanan ini, jika kau aku gelisah cukuplah doa-doa sebagai penawarnya. Kita harus percaya kelak pertemuan adalah tempat paling manis dari rindu, perjumpaan adalah buah dari ketabahan.

Oleh : Pengendara Langit
(161216 ketabahan medan-deliserdang)

BERANG


aku lelah melirik lidah kotor berbuih
memaki sepanjang hari
disambar arwah siluman gentayangan
kecewa tak terbagi korupsi berkoloni

aku bosan mendengar raungmu liar
mengerang haus syahwat syaiton
berdandan patriot yang kau curi entah kapan
nafasmu congkak terengah gusar

disini aku menari
mengimbangi lasak iramamu kutampik
kupanjat tangga demi tangga
memilin nada tendangkan rasukmu

enyahlah kau
penghasut titisan iblis
ini disini negeri pertiwi
cinta kami sejati bumi NKRI

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
*kisaran
17desember2016

ULAT


Kupu-kupu, namamu kelak
Jika sampai pada waktu, prosesmu mutlak
Serangga, gelarmu berwatak
Perusak, bagi hijau hak

Abaikan saja penghina kepompongmu
Bahkan anggapan mati keharusanmu
Kelak warna dan gurat kepakmu
Adalah jejak magis bagi cucumu

FnNf, 23-12-2016

TAK LAGI ADA


Seperti waktu yang telah berlalu, kita pernah bersulang kata dengan riangnya
Kita rajah ruang maya dan nyata dengan bait sederhana
Kini; dimana getar jemari yang biasa menorehkan kekata, dimana kita temui resah yang menggelitik itu, lewat syair engkau dan aku?

♥ KSJ ♥
Ck, 23 Desember 2016 21:35 WIB

DIARY WANITA SOLEHA Bag. 2


ya Akhi,
Tiada yang lebih kunantikan kecuali Ar-Rahman, yang kau jadikan mahar atas diriku
Tiada yang lebih kuinginkan kecuali mendengarkan kata "sah" dari wali dan para saksi
Tiada yang lebih kurindukan kecuali menggenggam dan mencium tanganmu
Dan tiada yang lebih sukai kecuali berbakti dan mengikutimu yang akan menjadi imamku

ya Akhi,
Langit malam ini begitu terang
Bulan seakan tertawa riang
Malaikat tersenyum
Melihat jutaan Hamba yang senantiasa bergantung dan berdo'a
Rukuk dan Sujud
Memeluk Al-Qur'an
Melantukannya setiap saat,
Mengamalkan Sunnah
Keinginan untuk segera berumah tangga.

ya Akhi,
Apa yang tengah kau lakukan?
Sudahkah kau menjalankan kewajibanmu atas diri-Nya?
Takbiratul ihram dan Al Fatihah
An-Nas atau Al-Ikhlas sesudahnya?
Kuharap kau tidak lupa untuk selalu membacakan Ar-Rahman disetiap Shalatmu.

ya Akhi,
Sudahkah kau memintaku dalam sujudmu?
Sudahkah kau membujuk Pencipta kita?
Untuk menjadikan kau dan aku lebih dekat
Menjadikan kau dan aku dalam Fitrah dan Sunnah
Menjadikan kau dan Aku dalam keridhoan-Nya
Menjadikan kau dan aku jalan untuk memantapkan hijrah.

ya Akhi,
Kau mungkin akan tertawa dan melirikku dengan manja
Ketika diary ini kuperlihatkan
Seusai Shalat dan tadarus
Kau akan berfikir bahwa aku terlalu mengharapkanmu

Tapi akhi ingatlah,
Tulisan ini bukanlah sebuah pengharapan semata
Tulisan ini ialah Do'aku
Pengantar keinginanku terhadapmu
Kepada Sang Pencipta aku juga memintamu
Tulisan ini ialah Do'aku
Pengantar keinginanku untuk bisa melangkah bersamamu
Menjaga hijabku,
Memantapkan hijrahku
Denganmu ya akhi, Imamku
Bersamamu menuju Istana di Surga.

~Alek Wahyu~

Selasa, 13 Desember 2016

RINDUNYA HANYA UNTUK SYURGA


Untuk apa kau jual kesenduan
dan kesendirianmu
Apakah angin, bayu dan hujan
Akan kasihan padamu ....
Menyedihkan lelaki cengeng menangisi kesendirian di gelap malam
Atau kau hanya penjual mimpi di siang bolong
penenjual simpati di malam buta ???

Berharap agar orang orang kasihan padamu
Mengemis rasa dan cinta orang
Agar menyelimuti dirimu yang berselimut sunyi ....
Huh ....sungguh mengharukan bung
Lelaki dii tikam sepi ....
Meratapi hari
Menghitung detak nadi bersama jarum jam yang bergulir dalam sunyi

Jika kasihmu pergi
Maka berkacalah ??
Dan telisik hatimu. Masih bersihkan ?
Masih setiakah ?
Coba lihat lidahmu masih lembut dan santunkah ???
Atau ia sudah berubah
menjadi sebilah pisau jahat
Yang mengiris hati kekasihmu

Kini kasihmu telah pergi
Mungkin untuk selamanya
Saat ini mungkin jiwa kasihmu sedang terbang
Mengangkasa
Terbang di alam bidadari Syurga
Dia tak sempat mengucap selamat tingggal
Padamu ....

Dia pergi membawa hati luka berdarah
Ia pergi tuk selama lamanya
Di Syurga bahkan ia tak kan mengenalmu lagi
siapa dirimu lelaki malang
Yang menaburkan derita dalam batinnya

Sungguh bidadari itu telah terbang
Dengan sayap berdarah ....
Bahkan isak tangisnyapun memerah
Serupa darah
Ia tak sudi merindumu lagi
Rindunya hanya untuk syurga ...

Lukamya terbawa hingga akhirat

Karya : Srihan
#Bandung 13-12-2016

GURU KU


Guru
Kau adalah suri tauladan bangsa
Kau adalah tunas bangsa
Kau adalah permata bangsa
Kau adalah pencipta generasi bangsa yang mulia

Guru
Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau sebagai embun penyejuk dalam kehausan

Guru
Tanpamu negeri ini tidak ada
Kolonialisme dan imperialisme yang ada
Mendidik generasi bangsa dengan penuh semangat dan tegas
Menciptakan pahlawan-pahlawan bangsa
Yang siap menumpas kemurkaan di bumi nusantara

Ki Hajar Dewantara, RA Kartini
Beliau orang hebat
Beliau orang berpengaruh dalam negeri ini
Tanpa jasa beliau Orde baru, Orde Reformasi apakah ada

Guru
Terima kasih atas jasa-jasamu
Layak mendapat sebutan pahlawan tanpa tanda jahasa

#selamat_hari_guru
Ngawi, 25112016

Karya : Iqbal Al Javpad

BAYANGANMU


Pada satu saja sesal yang kita ciptakan, membuat sesak dalam hati
Tentang tautan kekata yang dahulu pernah bertaut menjadi ribuan puisi
Semua begitu manjakan netra ini
Bawa cerita indah pada tiap spasi
Hiasan purnama rindu yang bersinergi
Namun kusadari
Engkau kini hanya sebuah bayang yang masih menikai keping hati ini?

♥ KSJ ♥
Ck, 25 November 2016 22:28 WIB

AKU TAKUT, YA UKHTI


ya Ukhti,
Aku tak lagi sanggup bila harus mengulangi bait-bait cinta yang pernah aku utarakan padamu

Aku takut,
Bila nantinya kau kembali terperangkap akan kiasan yang aku gunakan untuk menundukkan hatimu

Aku takut,
Bila cinta, kasih sayang dan kerinduan itu kembali terpupuk subur hingga kau nantinya akan menangis

Aku takut,
Tiga hal yang akan membuatmu lupa akan hakekatmu yang sebagai wanita yang Sholehah

Aku takut,
Tiga hal yang akan membuatmu buta akan rasamu sendiri
Aku takut ya Ukhti

Aku takut,
Cinta, kasih sayang dan kerinduan ini kita tanam tanpa ada Keridhoan dari-Nya
Aku takut ya Ukhti
Aku takut.

~Alek Wahyu~

SUDAHKAH


Inspirasiku menjalar
Menebus alam bawah sadar
Menari mengikuti aliran darahku
Ku gali lebih dalam lagi
Tuk mencari motivasi

Ku taklukkan ketakutanku
Bersama emosi jiwaku
Ku hadirkan sesuatu
Kedalam sumber logikaku
Ku poles dan ku kemas menjadi seperti itu

Kekhawatiranku ku bungkus rapi
Menjadi tanda baca yang tak terbaca
Menjadi apa yang entah kenapa

Biarlah...
Pembiaran yang tak bersyarat
Dan syarat makna
Pembiaran yang berbatas waktu
Waktu yang membisu

Segitiga, segiempat, segilima
Segala segi dan sisi ku ukur pasti
Menjadi tolak ukur keakuratan ilmu pasti
Namun tak akan pernah pasti

Kata kata yang diterjemahkan
Dalam bahasa sangsekerta
Tak akan menemukan artinya
Yang mencari pusat penterjemah
Selalu berbeda makna

Sudahlah...
Walau sebenarnya tak akan pernah sudah

Medan
Sabtu, 26112016
By : Maia Syifa


AKU INI, ITU AKU


.......
siAKU
kini terseret amarah dan bangga

hingga tak berasa
tergeser sudah keJiwa Liar

dibakar dendam dan sakit hati
menghujat dan maki dirumah suci

hasratnya memaksa
syiratnya membara
serunya tajam
niatnya kejam

mungkin siAKU bermaksud MALAIKAT
padahal LAKU undangkan IBLIS LAKNAT

oh Duhai nafsunmuthma'innah
basuhlah siAKU dirasa nan tenang

#akuini_ituaku
terbuang diprasangka malang

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
***kisaran 04des2016
rasa 03.19


ISTERIKU


Bagaimana caranya aku bisa mengkhianati cintamu.
Jujur,sebenarnya aku ingin menyelingkuhi malam.
Diperaduan dengan bidadari lain.
Tapi semua tak pernah bisa kulakukan.
Meskipun mereka telah menaburkan madu yang lezat.
Aroma tubuh berbau kasturi nan semerbak.
Jerat pukat begitu hebat.
Jujur,tak ada satupun membuat aku terperangkap.

Bagaimana caranya agar aku berdusta padamu?
Pohon pinus ditapak kaki gunung Kerinci masih tegar berdiri.
Saksi hidup ketika sebuah sumpah terucap."Aku akan setia sampai ajal memisahkan kita,aku akan menyayangimu sampai mati menanti."Tak sanggup ikrar itu kunistai.

Bagaimana caranya agar aku bisa membencimu.Sedang darimu lahir keturunanku yang lucu.Darimu sejuk,teduh tergambar utuh.
Darimu hidupku kau asuh.
Darimu kekayaanku tumbuh.Dan pada Cintamu aku akan menjaga selalu.

Karena aku adalah nafasmu.
Aku akan berusaha menjadi Cinta yang terbaik untukmu.Terimakasih atas kepercayaan yang telah kau beri selama ini.

( Aku..Suamimu.Naga Siantar)

Oleh : Irawan Naga Siantar

CINTA BUKAN PUISI


makasih yaaaa..zibril masih ada disini..sedikit konfirmasi...cinta bukan puisi..maksudku bukan..puisi itu tidak berarti apa apa..tapi kata kata tidak akan mampu melukiskan indahnya arti cinta..sama seperti warna juga tidak akan mampu melukiskan indahnya surga..mungkin akan lebih bijaksana kita sama sama berusaha meyakinkan..kiblat agama itu adalah kebenaran..kiblat seni adalah keindahan..kiblat cinta adalah kasih sayang..sedangkan kiblat politik itu kekuasaan semu yang terbatas waktu

Oleh : Zibril Azanafa

Rabu, 23 November 2016

SHALAT


benar benarlah sebagaimana menghadap TUHAN
yang kita yakini sebutannya adalah ALLAH

jangan sertakan yang lain
antara Dirimu dengan NYA

kecuali sebuah PENGABDIAN

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
***kisaran 23nov2016

AKU RUNDU


Tiga tahun berlalu...
Masih tak dapat lepas ku dari sosokmu....
Masih kau memenuhi mimpi yang kuharap nyata sesudahnya....
Masihkah ada ketakrelaan yang memasung jiwaku?
Atau aku hanya terlalu rindu padamu....

Sejauh mana aku berjalan....
Masih tetap ku ingin berlari kembali ke arahmu...

Bu.....
Kemana aku akan menuju?

Ajari aku melawan dingin yang mencoba menusuk dan membekukan tulangku...
Ajari aku menahan perih dari setiap luka yang menggores jiwaku....
Ajari aku meredam tangis yang ingin keluar dari persembunyian....
Ajari aku menjadi tegar dalam kerapuhan yang ingin melumatku dalam-dalam...

Sebagaimana engkau....

Bu,
Esok...
Apakah yang menungguku?
Bu,
Aku rindu.

~PeriKecildiKeheninganMalam~
(SHAQAYEQ)
*21112016*

CINTA


Cinta bukan tentang bagaimana kamu bisa memiliki seseorang, tapi tentang bagaimana hidupmu dan dia jadi lebih baik setelah kamu memilikinya. Kadang alasan kita hadir dalam hidup seseorang bukan tuk mengharapkan cintanya, tapi tuk memperlihatkan betapa berharganya dia tuk dicintai. Hidup tak selalu mudah tapi juga tak selalu sulit. Dalam kondisi apapun, hidup tetaplah anugerah yang harus dijalani.Tak peduli seberapa kuatnya seorang wanita, dia tetaplah mahluk yang mudah rapuh. Terkadang, yang mereka butuhkan hanyalah sebuah dekapan.

Oleh : Nur Aini Natakusuma

Minggu, 20 November 2016

ORANG – ORANG SHOLEH


Aku mencintai orang-orang sholeh meskipun aku bukan termasuk di antara mereka.
Semoga bersama mereka aku bisa mendapatkan syafa’at kelak.
Aku membenci para pelaku maksiat meskipun aku tak berbeda dengan mereka.
Aku membenci orang yang membuang-buang usianya dalam kesia-siaan walaupun aku sendiri adalah orang yang banyak menyia-nyiakan usia.

Yang berkata di atas adalah seorang Imam besar Asy-Syafi'i -rahimahulloh-... Maka bagaimana dengan kita ???

Oleh : Abu Yusuf Ramdani
Kiriman : Nai Sinuraya

INI TENTANG NOVEMBER


Masih,
Hujan lebih sering mengurungku disebuah ruang
Ruang merah dipadu berbagai macam warna..
Ah apakah itu pelangi? Mungkin saja.
Masih,
Hujan lebih sering mengingatkan pada kisah-kisah.....
Tak jarang mereka datang dari masa lalu
Menggelitik ingatan, memasung rindu. Aahh
November...
Hari ini..
Pun melukiskan sketsa yang lebih banyak warna....
Ada riak lautan yang membentuk ombak
Hendak melibas kapal dan dermaga.
Sejenak. Hingga hilang.
Ada arogansi yang merekah, mengabadi...
Selayaknya edelweiss di musim semi...
Ada tawa yang membahana, menyaksikan tangan-tangan menggapai memohon belas kasihan....
Ada amarah yang menyeruak, membakar
Dan ada senyum yang menelisik menunggu Mentari pagi memberi sinar.

November, akankah kau ingat kisah ini?
Atau ia selayaknya angin semilir?

Ah entah...

Tapi November,
Hujanmu.
Bolehkah bersahabat denganku juga??

By: Shaqayeq
~18 November 2016~


Rabu, 16 November 2016

SAAT KAU DATANG


Sepoi angin siang ini terasa lembut menyentuh wajah, saat kutemukan namamu di beranda maya, hai..., lembut sapamu kacaukan suasanaku, aku semakin terpana dengan semua ini

Ingin rasanya kuputar cerita itu lagi, hati terasa terbang di awan, ah masa indah itu, seolah menari lagi di sudut mata.

Denting dawai gitar alunkan lagu memory,
Gemericik air damaikan nuansa jiwa
diruang rindu hati bertaut, dalam cerita yang tak bertepi.

Lelahku berselimut asa, ku ulas senyum dalam canda, rintik hujan waktu itu, hangatkan nuansa jiwa.

Oleh : Riri Eka Putri

Minggu, 13 November 2016

TINTA YANG MEMUDAR


Lembayung senja merona indah
kala camar kembali ke sarang
semilir angin berbisik lirih, menambah kebekuan yang kian mencekam, lelap membawaku berselimut mimpi.

Diam- diam rembulan mengintip di singasana, tetesan tinta ini mulai memudar
kanvasnya kian usang untuk warnai suara jiwa, harap kian terperap, hanya nuansa berkawan damai.

Terpasung oleh kisah lalu, membawa asa itu semakin jauh hilang bersama egonya diri.

KARYA: Riri Eka Putri

Kamis, 10 November 2016

CERITA KITA


Jauh dilubuk hatiku masih tersimpan tanya itu, tentang kau dia dan mereka, dan semua kenangan itu, aku masih disini merenda sulaman itu sendiri, bersama hembusan bayu mengulas semua asa.

Hari berlalu, tahun berganti, rindu ini makin terpasung dalam ilusi, tanpa kusanggup artikan semua tentang cerita yang semakin tak kumengerti.

Kawan..., apa kabarmu disana? masihkah tertulis namaku di memory itu? atau telah hilang bersama waktu.

Sedang buih di pasir itu masih mengalun mesra.

KARYA : RIRI EKA PUTRI

KASIH


Aku tersekap di matamu, di sini ribuan kata tersekap juga; kata rindu, kata cinta, semua kata untukku yang tak kutahu. Aku sedang menggambar rindu, mewarnai bayangmu. Seekor kupu-kupu melintas di atasnya, kehilangan kendali dan jatuh. Bila memang bunga harus jatuh karena cinta, biarlah aku menjadi kelopak-kelopaknya yang tak pernah memejamkan mata. Rabalah udara, kekasih, rasakan rinduku, gemeretak ranting dan daun yang terbawa angin, bergetar dalam bisikan senja. Rupanya malam tak memadamkan matahari, sebab dada kita yang menyala, menaklukan cakrawala. Tak pernah kulihat cinta seindah keimanan, menyatukan gerakan dalam rakaat yang bercahaya.

Oleh : Nur Aini Natakusuma

MERINDU


Malam....
Sepi mencekam
Hanya terdiam
Dibelukar kelam
Hitam...
Menyelimutimu
Membalut rindu
Suram....
Penantian tanpa akhir
Mengalir seperti air
Bermuara dilaut rindu
Untukmu kasihku
Selalu merindukanmu

Medan,9November2016
Sabrina galu chandra kirana

Minggu, 06 November 2016

OH.....


tangisan nurani direbut ambisi
tertimbun prahara
tertuai petaka
jernih selendang
terkibas dengus mengkais noda
#merintih pertiwi

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
**kisaran 04nov2016
02.13

ARTI SEBUAH KEHIDUPAN.


Sesaat termenung memikirkan hidup
Sejenak terdiam merenung hari
Akankah esok masih ada
Apakah sama dengan hari kemarin
Banyak hal yang ingin dilakukan
Banyak keinginan yang mau dicapai
Kemampuan yang terbatas
Membuat semua seakan tanpa bekas
Aku berharap esok akan lebih baik dari hari ini
Aku berharap semua akan baik baik saja
Jika besok keinginanku tercapai
Aku akan membuat senyum dibibirmu
Jika esok aku berjaya
Aku akan mengajakmu unuk ber raya
Sudahlah...
Tak usah kau dengar kataku
Yang perlu dilakukan adalah
Positif thinking and positif action

By sabrina galu chandra kirana
Medan, 4 November 2016

SAAT MATA BERCINTA



Memandang hijau seakan melambai birahi
Menelan tubuh mata berkaca rengkuh
Dekaplah rasa ini...!
Biarlah kupoles tiap warna pandangmu
Tersaji indah menampar luka melara.
Mata ini kembali berkaca
Ada wajah ditengah amarah rindu yang mereda
Mata ini kembali melihat cinta dimatamu.

Oleh : Andy Harry Andy'Art

Rabu, 02 November 2016

MUTIARA SYAIR



Di dalam dunia ini...
Kau mempunyai keindahan dan kesuraman...
Keindahan iman dan harapan surgaNya...
Keindahan ilmu dan kelezatan buahnya...
Keindahan tawakkal dan ketenangan hati karenanya...

Kesuraman beban dunia dan deritanya...
Kesuraman cinta dunia dan kekecewaan karenanya...
Masa depan tak menentu yang mengkhawatirkan...

Kau mempunyai keindahan dari kesuraman...
Titilah kehidupanmu di keindahan tadi...
Tenggelamkan jiwamu ke dalamnya...
Bahagiakan dirimu dengannya...

Lupakan kesuraman tadi...
Bebaskan jiwamu dari belitannya...
Biarkan semuanya berlalu...
Bagai angin yang membelai rambutmu...

Niscaya kau akan tenang di keindahan...
Dan menjadi bagian dari keindahan...
Ini bukan sebuah pantun belaka...
Akan tetapi ini adalah wejangan untuk pewejang dan yang diwejang...

Oleh : Hendra Sumantri
Kiriman : Nai Sinuraya

KELABU


Saat insan dirundung sepi
Saat hati dirundung sedih
Saat malam menambah sunyi
Sang rembulan pun sembunyi
Dibalik awan
Ku melihat wajah rupawan
Sosok dermawan
Penuh senyuman
Sayang....
Awanku kelabu
Tak seindah dirimu
Yang selalu dikelilingi orang yang tersayang
Apalah diriku...
Hanya sosok yang terbuang

By:kirana
Medan, 29 oktober 2016


"?"


Aku ini siapa
Jawabannya dimata
Tatap saja
Tanya makna

Aku ini siapa
Tepuk dada
Tanpa sapa
Tanya rasa

Jernih..?
Keruh..?
Atau kubangan penuh noda?

Hitam..?
Putih..?
Mungkin indah penuh warna?

Manis..?
Pahit..?
Atau hambar tawar rasa?

Aku lah sangka..

Oleh : Srymasta Sinulingga

MENJEMPUT KEKAYAAN


Aku tak pernah melihat keberuntungan seperti keberuntungan orang bodoh
Dan Aku tidak pernah melihat kerugian seperti kerugian orang pandai
Ku masuki kehidupan dari kemurahan yang tercapai,tiba tiba akalku membayangkan bermil-mil

Oleh : Razyied Rieza
Selangor,okt-2016

Sabtu, 22 Oktober 2016

BISIK


Aku tidak bersama orang orang saat mereka berangkat pagi,mereka bawa air mataku di pipi karena rindu dendam.tandu mereka miring karena kata dan kataku,esok menghadang,janganlah cepat usai

Huh berkenan

Bagaimana aku berbisik pada akal
Sedangkan air mata menggenang
Pada pelupuk mata kesabaran dan derita
Penguasa itu tidak memusuhi ku dengan keadilannya terhadap orang lalim yang berkeras untuk jauh melarang

Oleh : Razyied Rieza
Selangor Okt.2016

AKU DAN ANGAN


Terbangkan angan melepas pilu saat hujan semakin deras.....,
telusuri jalan tapak demi tapak, walau dingin udara menusuk raga.....
Sebentar menoleh kebelakang...
Terlihat jelas roda sejarah membentang.....
Angin menari-nari bersama percikan hujan & halilintar.....
Berharap reda kan tiba, terang kan datang bersama pelangi....
Kapan waktu itu kan menjelang...??
Hanya sabar menanti kepastian....
Sanjungan hati terhadap Ilahi Rabby....
Agar sedih berganti ria....

AKU & ANGAN
YBD 20102016

Sabtu, 15 Oktober 2016

INGINKU


Pegang erat jemariku, menelusuri nista dunia ini, rengkuh erat jiwaku, lewati ranting- ranting dosa yang menjeratku.
AKU..., manusia hina yang penuh dosa, berusaha berjalan di lembah sunnah, langkah ini kian terseok, jatuh bangun dan merangkak kulalui.

Bantu aku menuju syurga itu, andaikan waktu ini tak mampu membawaku, lepaskan ikatan itu, biar ku merangkak lewati asaku,

Jangan iringi langkahku ke neraka, sungguh kutaksanggup untuk kesana, walau harus terseok langkah ini biarlah itu menjadi pilihanku, kutakingin kebahagiaan dunia yang kau janjikan, aku hanya ingin RidhoNYA

Aku hanya mencintaiNYA, lebih dari yang kupunya, bantu aku menggapai syurga itu.

Oleh : Riri Eka Putri

BULAN SEULAS SENYUM


Bulan melengkungkan senyuman
Termangu dalam kabut, menunggu?
Hanya lengang sunyi yang bergelimang
Senyap, lenyap dalam selimut gelap
Diantara
Rasa sakit yang mengendap

Oleh : Hany Juwita
Oktober, 2016

Sabtu, 08 Oktober 2016

RUANG SEPI


Di sudut ku hening...
Menyapa gelap yg tiada sinaran...
Diam tertatap...
Sunyi menyelimuti....
Entah apa rencana sang Lentera,
Hingga padam tak terbayang...
Teringat ku kisah usang...
Kisah dimana kau rencanakan mahligai indah....
saat2 itu kita masih mesra bersama....
Tanpa dusta atau pun angkara...
Rona wajahku berubah saat bisikan itu di telinga berhembus...
Kau kejutkan ku....
Senyumku hilang....
Ceriaku pudar....
Semangat itu pupus....
Bersama langkah mu yg semakin menjauh dariku ...
Tinggallah impian yg tak mukin lg terwujud....
Di sudut ruang inilah aq menanti cahaya.....
Menanti sirnanya gelap....
Ruang ku begitu sempit dan sepi....

BY: YBD

ANTARA SAROJA DAN KAMBOJA


Dalam titian sendu berurai peluh.
Menapak sayu di antara harum seroja.
Meski pahit di lingkarkan sampai ke hulu.
Namun langkah tetap lurus di kesunyian.
Bertaburan kamboja menjadi puisi lara.
Biarpun pedih dan penat itulah ujian.
Dalam kepanasan terbakar pesona dunia.
Tetap sujud dan bersyukur pada Tuhan yang esa.
Suatu hari kerlip cahaya nan tiba.
Menerobos dinding awan hitam.
Dan sinarnya menembus hati.
Lalu terlelap berpusara harum seroja dan kamboja.

Karya : sariv
Surabaya

TONGKAT MASA DEPANKU


Beliau yang aku kalahkan suatu hari nanti
Dan Beliau
Yang tak takut dengan mati
Demi mendengar tangisan pertama anaknya didunia
Beliau yang selalu menyelesaikan segala masalah.
Yang selalu beri aku nasihat
Yang selalu beri aku petunjuk
Yang selalu mendoakanku dari jauh
Beliau yang selalu mengkhawatirkan Ketika aku belum pulang
Beliau yang akan takut bila aku membangkang
Beliau yang akan marah, jika ku dzalimi diriku sendiri
Beliau yang akan melepas musik yang aku dengarkan,ketika aku terjaga,
Beliau yang selalu menimangku saat aku masih kecil
Melepaskanku ke sebuah desa yang amat terpencil di kaki gunung lawu
Mengajarkanku sebuah kemandirian
Agar tahu getirnya hidup ini
Beliau melepasku ke desa, demi mencari sebutir beras untuk keluarga dikampung
Dan hanya berjumpa setahun sekali dihari raya
Karena
Beliau yang ditengah malam tetap bersujud, meminta kepadaNya untuk aku
Beliau yang selalu mengucapkan "anakku sayang"
Kasihnya tak terhingga
sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Karya: Iqbal Al Javpad
Ngawi 5-10-2016/13:56


Selasa, 04 Oktober 2016

SATU MUHARAM


Malam ini tak seperti malam kemarin
Suasananya pun hening dan sayu
Menambah rasa penasaran hatiku saat itu
Aku pun mulai keluar rumah
Melihat lingkungan sekitar yang tampak sunyi
Aku mencoba untuk berkeliling desa
Ternyata pada bulan muharam
Banyak masyarakat sekitar yang melaksanakan adat malam 1 suro
Konon katanya malam itu penuh dengan aura mistis
Akupun beranjak pulang kerumah
Duduk merundukk di tengah malam.
Mengingat dosa dan kejahatan yang pernah aku perbuat

Ya Allah ampunilah dosa hamba
Sinarilah hati hamba
Kuatkanlah dinding iman dan taqwa hamba
Jadikan hamba kader-kader umat dan pemikir bangsa di masa mendatang
Lindungilah kedua orang tua hamba Sebagaimana mereka melindungku semenjak aku masih kecil

Iqbal Al Javpad
Ngawi, 02-10-2016 15:52

Jumat, 30 September 2016

SAJAKMU


Seperti terluah dalam sajakmu, ku coba mengerti akan diammu, senyapmu
Namun debar jantungku tak biasa?
Sesap sajakmu yang tak bermata itu, kerap cumbui kepingan hati yang aku tahu dekap cemburu
Ah, engkau memang pandai menikam perasaaan lewat sajakmu?

♥ Soraya ♥
Ck, 27 September 2016 22:24 WIB

AMANAHMU


Amanahmu Selalu Kuingat..
tapi Amanahmu teramat sulit...
janjiku belum tunai
hasrat masih Membumbung Sampai Kedasar Bumi

Fana, memiliki sejuta rasa
Semu, menari-nari menggoda

Engkau benar,
Hidup ini bagaikan terpenjara
engkau benar,
hidup ini bagaikan menggenggam bara
engkau benar,
hidup ini penuh beralaskan duri

Waktu berputar,
ingin melukis indah tanpa warna pasti
Zuhudku belum tunai
Muhasabahku belum dititiknya
lamunanku membawa kepada kehinaan
Makam pun hilang ditelan matahari yg membawa tanduknya hingga kesenja,
dan di Gelap aku terbangun.

Oleh : Ariv Joyodinoto

KOPI DAN BINTANG


Di ujung cakrawala kuharap bintang, terang bertandang
Jatuhkan pinta tentang gula, pada pekat kopi hitam
Di lambung malam ku eja sayap awan, menghitam garang
Jatuhkan pinta tentang bara, pada episod api silam

Seduh kopiku perlahan beku, dalam dekap lengang
Sedang laguku kian memilu, dalam decak burung hantu

FnNf.23-09-2016

NOKTA


Setitik noktah cahaya digelapnya malam
Disaat dirimu hadir dalam kehampaan yang kelam
Antara hitam dan putih hilang tersaput malam
Diluar hujan gerimis berbisik indah
Mengajak diriku untuk keperaduan malam
Bunyi kodok bersahut sahutan
Mungkin memanggil pasangannya untuk bernyanyi digelapnya malam

Dalam gelapnya malam
Bayangan dirimupun hilang ditelan kegelapan
Hanya suara angin yang berdesir indah
Mengalunkan kesejukan
Agar kupeluk dirimu dalam bayang malam
Dan dinginnya air hujan
Tapi dirimu dimana.?
Aku merenung dalam gelapnya malam
Tapi yang kutemui bayang2 kelam yang mencekam

Air hujan semaki deras diluaran
Hingga diriku menggigil kedinginan
Berharap bayangmu datang dalam kegelapan
Menenangkan diriku karena derasnya air hujan
Tapi entahlah,,,,
Malampun semakin kelam dan hujan kian berteriak lantang
Biarkan biarkan semua dalam kegelapan
Agar ku mensyukuri arti nya terang

"""""
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
26 9 2016 21:51
Kotaku gelap gulita

BENARKAH KETULUSANMU ?


Seseorang telah hadir dalam kehidupan maya
Mencintai ku dengan ilusi
Begitupun dia berusaha membuat nyata
Memberikan perhatian yang tiada pernah diberikan oleh orang terdekatku
Dia tak tampan
Dia hanya sosok sederhana
Dia hanya ingin memberi
Tanpa ingin balasan
Tak percaya tapi kenyataan
Ada apa dengannya?
Apa maksudnya?
Aq tak tau
Yang q tau dia datang dan pergi tanpa kuduga
Memberikan hadiah tak terduga
Sayang dia berada didunia antah berantah
Yang tak akan pernah
Bisa kujamah
Benarkah ketulusannya?

Oleh : Sabrina Kirana


Jumat, 23 September 2016

RASA INDAH UNTUK MAMA


Degup jantung yg bergemuruh,,,
Ada disini,,, didadaku
Perasaan bimbang yang berkepanjangan
Seolah ingin menghentikan detak jantungku yg berpacu kencang
Semangat mamaku sayang,,,,
Aku ada disini,,, disampingmu
menggenggam tangammu dengan ketulusan
Dengan kasih sayang dan cinta putih
Semangat mamaku sayang
Doa doa sakral selalu kulantunkan untuk dirimu yang terbaring lemah
Setiap lafasku,,, adalah doa doa untukmu
Semangat mamaku sayang,,,,
Aku ada disini menjagamu dengan kasih sayangku
Seperti dirimu menjaga aku ketika aku terbaring lemah dengan kasih sayangmu
Kan kugenggam jemari tanganmu yang lemah
Seperti engkau menggenggam jemariku
Membelai setiap helai rambutku dengan kasih sayangmu
Hingga aku tertidur pulas
Semangat mamaku sayang,,
Lihatlah mentari yang bersinar indah
Tersenyum untukmu
Untuk kesembuhanmu
Semangat mamaku sayang
Aku masih rindu kasih sayangmu
Aku masih butuh cintamu
Aku masih ingin mendengar celoteh candamu
Mama,,,,,,,
Lihatlah mentari yang indah bersinar untukmu
Seperti indahnya cintamu untukku
Lihatlah mentari yang memancarkan kehangatannya
Seperti hangatnya cintamu untukku
Bangunlah mama,,,,,
Peluk aku dengan kehangatanmu
Jangan biarkan air mataku tumpah karena rindu
Aku masih membutuhkan cinta dan kadih sayangmu
Semangat mamaku sayang
Lihat mentari yang tersenyum padamu
Seperti indahnya senyum manismu untukku
Kitakan bercerita betapa indah cinta
Cinta yang sedang kurasakan saat ini

;;;;;;;;;;;;
By Endang Misnawaty
Digubuk tua rumahku
Minggu 18 sep 2016. 10:02
Siantar city

PENGUASA


Hitam gelap di awan jingga
Malam akankah tiba?
Bukan...!!!
Angin yang berhembus ramah bercengkrama
Dedaunan menari salsa..
Dingin menembus kesepian hatiku
Perlahan air terjatuh di pipiku
Rapuhnya jiwaku di antara penguasa
Cintamu hanya disini
Sayangmu cuma lelucon
Hahhahaha.....
Genangan air di brandaku
Tenang menghanyutkan kesedihanku
Mau kemana?
Akankah ada ujungnya?
Rinai rintik hujan senada air mataku
Aku terbiar..
Aku terbiass
Di kedinginan dan kehausan
Kasihmu penguasa....
.apakah ku rindu?
Apakah ku cinta?
Denganmu syng lama tak bersua....

By:A.M Rizal A.P(yusaku kudo)

BIMBANG


Aku khawatir
Embun esok pagi, adalah serpihan raut malam yang murung
sebab mega teramat sangar, hardik dan rampas rona bintang
Lalu pintaku
Sempurnakan saja menjadi hujan, sebab kaki pemangku malam berkalang debu kemustahilan

Karya : Urs Meliala
FnNf.22-09-2016

CEMBURU BUTA


Benarkah..!!!?
Benarkah firasatmu.!!!?
Benarkah ungkapanmu..!!?
Benarkah semua itu.!!??
Akankah dirimu tau itu adalah Do'a.!!?
Mengapa dirimu bungkam.!!?
Dimana egomu slalu engkau besar- besarkan.!?
Dimana lidahmu yang kau anggap suci.!?
Pernahkah terpikir olehmu perasaanku.!?
Perasaan yang slalu tersakiti oleh lidahmu.,

Kini akan terasa olehmu.,
Semua itu terjadi.,
Takkan ada bisa mengubah.,
Hanya penyesalan tersisa.,
Karna terabaikan olehmu ungkapan ku terdahulu.,
Sia- sia menghampiri dirimu dan diriku.,
Itu semua atas Do'a dari lidahmu.,
Maafkan aku.,

Karya; sasendy al-faruq

Minggu, 18 September 2016

JIKA



"Melainkan hanyalah kesabaranmu untuk senantiasa menempatkan cintamu pada ruang yang ada di dalam hatimu, memendam kasih sayangmu, dan menyimpan rindumu bersama Do'a."

~Alek Wahyu~






Jika kutinggalkan untukmu selembar kertas dan pena apa yang akan kau tulis? apa yang ingin kau tulis?, aku tidak akan mengganggu dan aku tidak akan berada disana, karena aku bukanlah siapa dan apa yang kau harapkan, aku hanyalah seorang Hamba yang mengharap kebaikan serta Keridhoan dari Penciptaku.

Dan jika yang kau tulis adalah "aku mencintaimu dan aku sangat merindukanmu" maka aku akan membalas tulisanmu "seberapa besarkah cintamu itu kepadaku dan seberapa besar rindumu padaku? lagi-lagi kau membalasnya dengan tulisan "aku mencintaimu dan sangat merindukanmu hingga aku tak mampu menahan air mata yang jatuh ini, aku mencintaimu dan sangat merindukanmu hingga dadaku terasa sesak dan sakit" maka izinkan aku bertanya padamu melalui tulisan ini.

"Seberapa besar cinta dan kerinduanmu pada ALLAH SWT? seberapa besar cinta dan rindumu pada Nabi Muhammad SAW? apakah air matamu pernah menetes jika kau mengingat ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW? dan apakah dadamu juga terasa sesak dan sakit jika mengingat ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW? aku harap kau akan mengutamakan apa yang seharusnya diutamakan, dan jika memang kau mencintai dan merindukanku maka cintailah ALLAH SWT dan Nabi Muhammad SAW melebihi cinta dan rindumu padaku.

~Alek Wahyu~
"Sebuah tulisan untuk calon pendampingku kelak"

Jumat, 16 September 2016

DALAM DIAM KU BERHARAP


Andai memang dengan diam ku
bisa membuka hati mu......
Ku kan diam hanya karna mu
meminta sisa cinta mu untuk anakku....
Meski beribu tanya di hati..????.
apa dengan diam kau kan mengerti apa mau ku....
Alam maya menjadi impian hati...
merdu nyanyian jiwa menyayat hati....
Tangisan sang bayu membuka hati...
ingin tetap yang terbaik di hati mu.....utuk ku...anak ku....
Ku coba dengan diam menyelami hati mu....
Karna dengan kata" ku sudah tak mampu.....dengan doa tetap ku alun kan .....
Bila masih tak mampu....mentari menerangi bumi....bintang malam tak bersinar dimalam hari.....ku hanya mampu menangis di derasnya hujan....agar tak terlihat saat hujan ku menangis karena mu....

Oleh : Rizky