. JENDELA PUISI: Januari 2017
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 26 Januari 2017

IA SI GADIS KECIL DENGAN LENCANA DI DADA


Oh, yang menyendiri dibalik kebisingan
Adakah engakau bersuara?
Pada hati yang engkau padu dengan beberapa tulisan
Engkau susun satu per satu
Dari rasa yang engkau sebut cinta
Berkasih sayang secara terang-terangan
Rindu sebagai bingkisan
Menampung jeda hingga malam.

Oh, yang berdiam diri dibalik kebisingan
Luputkah pandanganmu?
Dari segenap cerita-ce-ri-ta
Gurauan si gadis kecil yang lelap di depan emperan
Berselimut tipis ditengah keramaian
Laju kendaran dengan asap yang begitu tebal
Menyeru ia untuk segera menghilang
Lari dan lari
Pergi dan pergi
Sindiran si kaya yang tanpa rasa iba
Seperti hama, yang siap untuk dikuburkan.

Ia datang dengan pakaian kusam
Menyebrangi jalan, menenteng kotak kecil di tangan
Senyum sapa tercurah setiap kali ia hendak berjalan
Tutur lembut, ucapkan salam.

Ia yang berpakaian kusam
Datang dengan memeluk bacaan, mengulangi hafalan.
Mengikis sedikit keadaan, rona jingga nun bersahaja
Rimbun yang tak mengusik
Permai yang tak menggelitik
Kencana jua berdiam diri
Lekuknya patah hingga hilang di gulung amarah.

"Ia si gadis kecil dengan lencana di dada."

~Alek Wahyu~



BELA NEGARA


Duhai Pertiwiku yang cantik...
Indonesia Tanah Tumpah Darahku...
Memang betul ..
Disanalah aku berdiri bersimbah peluh menjagamu..
Disanalah...aku hadapkan hati dan wajahku untuk Robbku...
memanggil Allah Tuhanku...
untuk senantiasa menjaga Negeri ini dari segala kemungkaran tangan tangan Jahilliyyah yg bodoh dan manusia dzolim yang ingkar akan firmanMu...
Pertiwiku yang cantik...
Tahukah kamu...
Bahwa kita tengah diburu...diburu ...
Agar kita menjadi lelah dan lemah ..
Dengan cara mengejar siapa saja yg menjadi penghalang bagi durjana yang haus darah ...
hingga serakah tak jadi salah ...
Tetaplah tegakkan hatimu duhai Pertiwiku yang cantik ...
Bela Agamamu...Bela Negaramu ...niscaya Allah akan membela...NKRI ...jangan pernah mati ...

Karya : bulan

Senin, 23 Januari 2017

PAHLAWAN HATIKU


Kelu lidahku berkata2 💝 💘
Halusnya sindiranmu

Bekunya hasrat membara 💟
Laraku terhempas jauh...

💝
Oh ...pujaan hati
dimana aku harus melabuh jiwa yang mati

Aku rindukan rumah...
Terdalamku lautan luas 💙

Samudera hatiku yang hempaskn tubuhku
Oh Tuhan Semesta siapa yang akan menjadi pahlawan di hatiku... ❤ ❤

Sudahlaa...
Jika hidupni teka teki bagiku
Ku Mohon Semesta Bantu aku
Untuk memecahkan teka tekiMU

Love u
Rizka Elvira Parinduri

DARI BUMI KELANGIT


*_* lebih indah lah langit
+_+lebih istimewa lah bumi
>_
By : theway;zibril



merekam jejak paraNOIA
by:zibril


semua yang terbaik yang terlewati disaat terindah

AKUNTING DIRI


Pembukuan hatiku dalam kesepian
Kakuku mengakunting jiwa
Debit sayangmu sirna
Karena kredit kebencian

Lajur hidupku hampa
Sebab tanggalnya durjana
Rangkaian kata semanis madu
Sehingga meregistrasi di jiwa

Bisikanmu laksana laporan merdu
Menjumlah sayang
Namun sekarang hilang.

Tanbe...110117
By : Aulia Putry Manurung.

PUISI PAGI


Sedari Tadi
langit dihujam mentari nan perkasa.
Diantara segelas kopi pahit. Selaksa,
Pagi telah melukis rupa bagi pohon pohon kapuk dmana buah yg pecah menerbangkan helai kapai laksana salju di siang raja langit Tropis.
Kerinduan itu, Tomat yang mana lagi?

#PuisiPAGI

By : Tryco Dewan Hasibuan

DITUTUPNYA


Tak bisa dielakkan perkara antar umat beragama, dimana zaman berganti zaman. Bukti nyata dari zaman kenabian hingga saat tempo berjalan sekininya dan sampai kedepannya tak tahu kapan kita bisa damai.

Itulah alasan dan jawabannya, zaman dimana zaman itu tidak sama dengan zaman yang telah berganti.

Pintu kenabian ditutup oleh yang Kuasa dan mengutus nabi akhir zaman dan menyatukan kajian-kajian dalam satu kitab yang dimukjizatkan kepada nabi Muhammat SAW.

Musuh tidak lagi nyata namun bagi yang lemah rapuh akan godaan terbawa arus kegelapan.Tebalnya iman, keyakinan kuat akal dan pikiran apa yang tak nampak bisa dilihat dan apa yang terlihat bisa di elakkan.

Era yang terbentang pada zaman ini mendatangkan ujian tantangan amat berat yang berasal dari perkembangan zaman.

Jaringan sosial dan gadget yang menentang umatnya membawa ke arus sampai melampaui batas aqidah.

13-01-2017
By Ridwan Thensi

Senin, 09 Januari 2017

UNTUKMU, YA UKHTI


ya Ukhti
Aku kirimkan untukmu
Sebatas rindu yang dalam genggaman-Nya
Jiwa tertompang
Menampung asa akan inginku untukmu
Semanis kata cinta dan,
Semerdu kata sayang

ya Ukhti
Suratmu telah aku terima
Dengan ucapan salam dan bacaan Basmalah
Kau gambarkan inginmu dalam waktu yang terbatas
Menunggu hadirnya jawaban atas Doamu
Doa kita yang dengan perlahan beranjak memasuki pintu Singgasana-Nya
Melewati jutaan Malaikat penghuni langit dan Tujuh pemikul 'Arasy
Pelan dan pelan,
Keridhoan Sang Pencipta

ya Ukhti
Bermanjalah dengan Gerakanmu
Berbicaralah dengan Bacaanmu
Rayulah dengan Iramamu
Dan bersabarlah dengan Hafalanmu

ya Ukthi
Lantunkanlah Al-Qur'an malam ini
Dengan hujan sebagai Rahmat Dari-Nya
An-Nur dan An-Nisa'
Al-Mulk dan Ar-Rahman
An-Naba' dan Al-A'laa
Ad-Dhuhaa dan Alam Nasyrah
At-Tiin dan Al-'Alaq
Hinnga,
Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas
Sucikan Pencipta kita
Agungkan dan merendah diri Pada-Nya,
Sujudlah dengan damai
Dengan ketenangan jiwa dalam menghadap-Nya.

ya Ukhti
Luangkan waktu dari kesibukan
Menyendiri dan Bermuhasabah
Menangis dan merintih
Dalam pelukan, dada yang menyesakkan
Dalam pelukan pada sepertiga malam

ya Ukhti
Kau dan aku yang saling menanti
Kau dan aku yang saling menginginkan
Bermanja dan merayu dengan Sang Pencipta
Untuk kita, mengharap ikatan
Dalam cinta-Nya Sang Pemilik Segalanya.

~Alek Wahyu~


LUKA


Aku Lelah...
Aku Resah...
Aku Kesal...
Aku Ingin Kau Sadar...
Dan Jangan Kau Sesali
Kala Aku Pergi Dengan Segumpal Kecewa Yang Kau Toreh Di Ketulusan Dan Relung Hatiku...
Selamat Jalan Cinta....

By. Waib


HIKAYAT KACA


ditaman mini Indonesia indah berkatalah putih...
akulah yang terbaik...lihat manusia suka pantai dengan hamparan pasir putih..
berkata pulalah merah..akulah yang terbaik..lihat manusia suka uang berwarna merah.
kuning berkata....akulah yang terbaik..lihatlah manusia suka emas yang berkilau kekuningan..
biru berkata...akulah yang terbaik...lihat langit membiru..lautpun membiru..
hijau berkata..akulah yang terbaik...sebab manusia suka hijaunya hutan dan pegunungan
hitam berkata..akulah yang terbaik sebab bila malam tiba semua menjadi hitam..
air berkata..warnakulah yang terbaik..sebab siapa yang melihat aku..ia seperti melihat dirinya..
kemudian cahaya berkata..akulah yang terbaik..sebab tanpa cahaya tak ada rupa.

by:zibril

SENRYU


Indah wajahmu
Aku terpaut rindu
Cinta bersemi

Elok rupamu
Perangai mengusikku
Rindu menerpa

Teruna jiwa
Singgasana pujaan
Gelora cinta

Oleh : Aulia Putry Manurung
Tanbe... 040117

SENDIRI


HarikU kini sepi..
TerAsing dari mimpi...
SenyUm kU BersembUnyi...
Di BAlik tepian hati...

$ kini AkU terpurUk merAtApi
KesendiriAn yg tiAda henti
Di sini akU menanti
Sosok indah sang bidadari..

SEndiri senDiri Aku sendiri
Meniti lAngkAh yAng tAk pasti
MencobA bangkit dAri mimpi
TUk MEnjalAni HidUp kembali

Dan disini akU masih sEndiri...

Oleh : Wahyou Tishter Babad Bluack