. JENDELA PUISI: Maret 2013
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 30 Maret 2013

PELITA & KEEGOISAN



Kau Adalah Pelita Yang Menerangi Kegelapan Hati...
Pelita Yang Tetap Menyala Meski Minyakmu Sudah Menipis...
Adakalanya Kau Selalu Dihempas Angin Yang Deras...
Namun Pelita Kau Tetap Bertahan...
Bertahan Meski Angin Itu Dari Hati Keras...
Hati Yang Keegoannya Semakin Meninggi...

Pelita...
Banyak Sudah Bisikan Yang Sampai Kehatimu...
Banyak Sudah Hati Yang Gelap Mendekati Cahayamu...
Pilihlah Salah Satu Yang Hatinya Tak Sekeras Batu...
Yang Hatinya Enggan Menghembuskan Angin Memadamkan Cahayamu...

Tinggalkanlah Hati Yang Keras ini...
Dia Pun Ingin Melihat Cahayamu Bersinar Terang...
Meski Bukan Hati Ini Yang Menemani...

30 Maret 2013....
Oleh :Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

DIPERSIMPANGAN JALAN


Kusapu asaku dan asamu
didalam keheningan bisu
apapun itu.....
yang pasti tak perlu buru-buru
untuk mengungkapkan sesuatu
bisikkan pelan-pelan lewat malam yang kelam
apa yang kau inginkan
mudah-mudahan kau akan mendapatkan

Jiwa yang membahana telah terungkap
lewat isyarat kata
apapun maknanya
kau akan tau dengan sendirinya

Berdirilah dipersimpangan jalan yang buntu
tak satu orangpun yang mau
karena tak tau kemana arah yang mau dituju
berjalanlah terus sampai kemana
arah kakimu akan berhenti
yang pasti aku juga akan mengikuti

Walau tujuan kita sama
tapi langkah kita selalu berbeda
karena perbedaan itu tetap ada di sekitar kita.

28032013
by : Maia syifa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

PERANG BATHIN

ingin kuteriakkan kata demi kata
agar semua lara membuncah....
tapi kusadari...
berjujur kata pada saat ini hanya mimpi
semua tiada arti,,, seperti air yang mengalir
mengikut kemana dia pergi

harapan dan cita hilang kandas
semua tergilas keegoisan sang penguasa
semua hilang ditelan masa
sirna tiada sisa,,,,,,
tiada harap tiada asa.....

kemurkaan sang pencipta..
dianggap dongeng pembawa tidur
semua jadi hancur binasa, ,,
tp sang penguasa terlelap tidur
diperaduan mewah,,,,,,,
sedang sifakir merintih pedih kelaparan
diemperan jalan
dimana kah keadilan....???

by Endang Misnawaty
di gubuk tua rumahku 28 maret 2013 18:20
pematang siantar

MAAFKAN AKU

Maafkan Aku...
Belum Mampu Menjadikan Cinta Dalam Menyempurnakan Hidupmu...
Maafkan Aku...
Hingga Kini Hanya Bisa Memberi Luka Yang Mengundang Butiran2 Kristal Mengalir Ditempat Yang Indah...
Maafkan Aku...
Saat Ini Masih Menjadi Pecundang Dalam Menempuh Cintamu Yang Tulus...

Oleh : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara

SENIMAN POLITIKUS

politikus seniman
seniman politikus
politikus seniman
seniman politikus

mana yang benar...?

politikus seniman
atau...
seniman politikus
atau...
seniman tanpa embel-embel politikus
politikus tanpa embel-embel seniman

Oleh : Bobbymahzai Marpaung
Medan,Sumatera Utara

GALAU

entah mengapa hati ini gelisah
sedari tadi aku menunggu tanpa khabar
waktu dan tempat yang di sepakati
ku diami selama 4 jam
kaki terasa kebas
muka terasa panas
angin dingin bagaikan kemarau panjang
" 2 jam lagi kalo tak muncul aku akan pergi"
benakku sudah berkata-kata
emosi sudah memuncak
"apakah aku kecewa lagi..?"
hati ini tak bisa kompromi
ohh..
andai kau tahu
betapa lama aku menunggu
betapa lama aku jongkok
betapa lama aku menahan kebas
taik lah..!!!
kenapa kau gak keluar-keluar
dasar taik...!
malu-malu pulak...
apakah karena ini di wc umum..?
sehingga kau malu untuk keluar..?
apakah kau tak mengerti aku..?
apa kau lupa...
kalo masuk harus bayar...
kencing 1000
berak 2000
dan aku harus bayar 3000
gara-gara kalian keluar sekaligus...
dasar taik...!!!
dasar taik ya tetap taik....
gak pernah jadi bolu...

Oleh : Bobbymahzai Marpaung
Medan, Sumatera Utara

MALAM

wajah malam murung,dan bulan menangis..saat kau urung menerima cintaku gadis.
lazuardi redup bersedih,awan bergumpal hitam..ku hanya bisa berucap lirih,menerima apa yang ku rasa perih dan menjadi benih-benih dendam.
semesta alam berlinangan,seolah tercurahkan dalam rintihan petir dan hujan..rasa ini kan ku simpan,sampai helaan nafas terakhir terhembus dari badan.
malam mencaci kepada siang yang malas berganti..gadis,kau ubah rasa di hati ini menjadi benci dan sekarang ku ikhlas melihat mu mati!
camkan,dan benamkan dalam benak..kau hanya sbutir mutiara indah di tengah luasnya samudra!

Oleh : Syairlendra Arai
Jakarta

JANGAN BERHENTI MENABUR NIAT

Sahabat hati,
siang ini , ringan bahasamu
tanpa syak wasangka, tanpa tendensi mungkin cuma gumam
memicu adrenalin, menjadi pusat getar kenyataan ; realitas
duh , sungguh naif, aku telah jauh hanyut
bahkan menikmati hanyutku......

Sahabat hati,
bagaimanapun gema gumammu menyadarkanku,
memilah milah karunia diantara tragedi,
sepekat apapun hidup, pasti ada titik terangnya

Sahabat hati,
jangan berhenti menabur niat
menyemai ketulusan diladang kejujuran
semoga aku diberi kesempatan turut menuai buah kasihnya

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Trunojoyo sapo terulang, Kamis 28 Maret 2013 . 13:15 wib.-
Jakarta
(Kudedikasikan buat sahabatku IRDHA HAYATI, dikota kenangan Binjai)

BALLADA PENYALIPAN

Salibkan !!
salibkan Dia untuk kami,
teriakan kedengkian merobek malam beranda Pontius Pilatus,
meski tak satupun temukan kesalahan, manusia murka
Roh itu diam, tak sepatah katapun terucap....

DipikulNYA salib itu tanpa tawar menawar,
cambuk berduri melukai sekujur tubuhNYA
darah penebusan tercecer sepanjang jalan terjal nuju Golgotha
jatuh, bangun, terseok seok dan terjerembab
dihina, dilecehkan , didera bahkan diludahi dan dicibirkan
dosaku, dosamu, dosa kita yang dipikulnya

Golgotha, Golgotha yang tandus
dipaku dikayusalib, hukuman paling hina diterimaNYA
alam terguncang, matahari sembunyi tak sanggub menatap deritaNYA
angkara murka puas, bukan hujatan,makian atau kutukan dibalasNYA
" Bapa...ampunilah mereka, sebab ia tak tau apa yang dilakukannya.."

Duh, Gusti Pangeran Welas Asih
kupikul salibku,tetapi dari mulutku bertaburan keluh kesah
kujalani deritaku yang tak seberapa, namun hatiku penuh dendam
ampunilah aku ya Gusti, mampukanlah aku ya Gusti
meski kutau, kutakkan mampu seperti MU
tapi kuyakin, karena kasih MU kudiselamatkan.....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Kamis 28 Maret 2013 . 19:35 wib.-
Jakarta
( Salam Paskah buat sahabat yang merayakannya )

KITA TAMBAT KEMBALI TALI ASIH

Sehabis pelajaran Bahasa Indonesia,
kita kekantin belakang, bakso dan pisang goreng
aku yang bayar ; dialog itu kerap kudengar
menjelang istirahat pertama, sekolahku
tapi aku, tak termasuk dalam undangan itu

Sahabat hati,
aku terperanjat menatap putih rambut dikepala
tiga puluh tiga tahun telah berlalu,
serasa kemarin nostalgia itu, rasa tak percaya
andai jarak tak membentangkan ruang, antara kita
apakah kita menyadarinya....

Sahabat hati,
batas pencarian jati diri tak kan pernah berujung,
bolehkah kita tambat kembali tali asih semesra dulu,
menjadi teman dirumah jompo kehidupan,
agar sisa hidup tak merasa yatim piatu.....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Kamis 28 Maret 2013 . 20:26 wib.-
Jakarta

SIAPAKAH AKU INI

Aku dan hidupku kelam
tenggelam dalam lumpur dosa berlapis lapis
keberadaanku, hari kehari pun mendukakan MU
siapakah aku ini, cuma bisa bersungut sungut penuh tuntutan...

Duh, Gusti Pangeran Welas Asih
terseok seok kupikul salibku menapaki jalan kehidupanku,
kedaginganku melemahkan jiwaku, akupun bersungut sungut
siapakah aku ini , terlalu banyak menuntut dari sedikit memberi

Sepulang gereja, perjamuan kudus
asaku nyala kembali, diliputi nuansa baru
ketika hidupku diperbahurui
semeja dengan MU , Gusti Pangeran Welas Asih
siapakah aku ini, berharap banyak dari sedikit yang kulakukan....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Jumat 29 Maret 2013 . 21:37 wib.-
Jakarta

DIAM DAN RINDU

Aku sedang menata diam
seperti membariskan anak ayam
hilir mudik

Kutambatkan diamku pada catatan
seperti menyiram lembaran plastik
bertebaran

Bermusyawarah dengan diam
layaknya seorang pertapa meraga sukma
membisu

Kutitipkan diamku pada rindumu
seperti lelana berbisik dibibir gelombang
saling memahami

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Sabtu 30 Maret 2013 . 10:26 wib.-
Jakarta

SEBUAH KEPASTIAN

Seperti menantikan fajar pagi hari
sebuah kepastian
Dari MU

Panjang, berliku, mendaki dan penuh cobaan
jalan menuju kalvari hidup ini
kutetap setia ; meletakkannya dibawah salib MU

Bersungut sungut, mengeluh dan selalu menuntut lebih
kedagingan melemahkan jiwaku, aku terpedaya
kini aku pasrah berserah

Tak sekalipun kutemukan ingkar MU dalam hidupku
aku tak sabar, egois dan instant
ampuni aku, mampukan aku ; Gusti Pangeran Welas Asih
agar saat KAU datang lagi, KAU dapati aku setia...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Sabtu 30 Maret 2013 . 11:11 wib.
Jakarta

AKU, DAHULU DAN SEKARANG

Masa lalu
siapa berbuat apa hingga beginilah jadinya
hidup yang bukan kehidupanku

Dimasa lalu
jika ada lebih hitam dari jelaga
itulah hidupku dijalan bukan jalan kehidupanku

Kini,kutersesat dijalan yang kubuat sendiri
akankah semua menyoal alfaku, salahku atau dosaku
bukankah aku berada dilintasan karma ayah bunda,
menanggungkan hukuman; buah jatuh tak jauh dari pohonnya

Sekarang
aku mau meradang, garang dan terbang melayang
kutelusuri jalanku sendiri : mengapa diusili
lelah diri, toh tak ada yang perduli

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Sabtu 30 Maret 2013 . 22:42 wib.-
Jakarta
( Kudedikasikan buat Sahabat hati dari Malino, kota dingin dan tenang )

LUKA LARA

Entah Berapa Tinggi Asa kita Gapai Bersama,
Seakan Menempuh Tingginya Himalaya,
Entah Berapa Luas Kita Harungi Kebahagiaan,
Bagai MengHarungi Luasnya Laut Samudra.

Kini Hilang Dalam Sekilas Bayangan,
Yang Lama Terhempas Gelombang Penantian,
Di Bebatuan Karang Kerinduan,
Menjadi Luka Lara di Kalbu.

Biarlah Ku Telan semua perihnya Janji mu,
Yang Menikam Relung Hati Ini,
Menjadi Mimpi Malam Yang Tak dapat Ku Lupakan.

Dan Ku Coba Mengikis Tingginya Impian Dahulu,
Dalam Meratapi Makna Air Mata ini,
Yang Menjadi Jawaban Arti Kesetiaan Cinta ku,
Atau Cinta Ini,
Tenggelam Di Luas nya Laut Samudra,
Untuk Selama Lamanya.

By LUmbang KAyung

RATAPAN NUSANTARA

Entah Seberapa Besar Penorbanan mu,
Hingga ku Masih Dapat Berdiri Sendiri,
Dari Darah Perjuangan mu Yang Kau Korbankan,
Di Negri Persada Indonesia ini.

Kadang ku Terlelab Tentang cerita mu,
Kadang Air Mata Ini Mengalir Sendu,
Coba Rasakan Tangisan yang Tersayang,
Hanya Untuk Satu Arti Kemerdekaan,
Hapuska Tangisan Dan Penderitaan.

Dengan SeBongkah Ketela Engkau Coba Berjalan,
Menembus Siang Dan Malam Di Rimbunanan Belantara,
Namun Engkau Tersenyum dalam Kematiaanmu,
Berharab Perjuangan Ini Dapat Di Terus Kan.

Setongkol Ketela Menjdi Keju,
Belantara Menjadi Jalan Raya,
Namun Kekuasaan Menjadi Penindasan,
Puing Kebanggaan Kini Menjadi Mimpi Semu,
Bersama Para Pemimpimpi Durjana Negri Ini,
Yang Tak Mengerti Arti Tangisan,
Yang Tak Mengerti Arti Penderitaan.

Kematian Kini Hanya Menjadi Hiburan,
Janji Bagai Menjadi Bujuka Yang Menyesatkan,
Dari semua Harapan Mereka Yang Kecewa,
Karna Yang Di Damba Menjadi Pendosa,
Menjadi Keluhan Dan Ratapan Di Persada Nusantara Ini.

By LUmbang KAyung

Rabu, 27 Maret 2013

KERINDUAN DIAM

seribu wajah menari2 disini... ,
beribu2 topeng menghembus diterali malamku ..
wahai yg bertengger di puncak rindu..,
lihatlah panas melepuh nafsuku...
dn dengarkanlah tarian jari yg menari dlm lilitan naluri di mata langit sang nafsuku..
disini.. ya lihat disini ada rasa yg mendidih...
dn disini aku terpanggang oleh hembusan kepalsuan dogma2 yg menguap dalam ejaan rasa...
ah.. engkau hanya mengembus dogmamu..
engkau ku anggap bagai pembunuh diterali maya kerinduan semata bagiku.

Oleh : Ganda Gali Rangga

SANG

Keindahan tutur bahasa itu ku dengarkan lagi dari tuturanmu padaku
Itu yang buat aku dahulunya jatuh kedalam jebakan hatimu yang terdalam
Hari ini tuturanmu menjadikan inspirasi di panasnya ujung hari ini
Kerinduanku pada nada lembut itu sudah tiada ku kuasai lagi seperti 9 tahun lalu
Kau tercipta begitu indah dengan ke kharismaan yang ada pada dirimu
Keanggunan pekerti itu yang buat aku jatuh cinta padamu
Cinta itu berawal dengan indahnya tanda yang ada didagumu yang tidak seperti lebah bergantung
Kulitmu yang lembut buat aku asik memegang jemarimu setiap kita melangkah kemana ujung jalan
Jatuh cinta ku lagi dalam cinta yang abadi dihidupku
Kecintaanku pada rasaku padamu,memberikan moril kepada cinta istriku
Itu lah ruh SANG di hari yang tak terhitung lagi selama pencarian itu berakhir di kawinku

Oleh : Irfan Ramadhan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

JALAN MASIH PANJANG

saat mentari sembunyi diperaduan
malam gelap tak berbintang
rintik hujan pun ramaikan malam
sepi.... hening... bagai tak berpenghuni
negeriku tertidur,,,,
tapi tidak untuk mereka yang lapar
lapar kekuasaan,,, lapar jabatan....
mereka seperti singa lapar yang siap memangsa
kelengahan......
kesempatan,,,,,

ochhhhhh
negeriku merintih pedih....
dimana mana kelaparan....
keringat bercucuran demi sesuap nasi
begitu sulitkah kehidupan sekarang.? ?
sedang disana....
big bos berpesta pora
dengan harta melimpah dan rumah mewah...

sahabat....
jalan masih panjang
untuk kita bersama berjuang
tegakkan keadilan dan kedamaian
mari,,,, kita saling mendukung
hancurkan kemunafikan
agar negeri kita kembali damai.

by Endang Misnawaty
di gubuk tua rumahku 27 maret 2013 19:28
pematang siantar Indonesia

AIRMATA ITU

akulah air mata itu yang kering
sesudah menuai, aku melumat darah kecutku
belum terpejam mata ini, sesudah menangis, dia kembali menggugurkan air matanya lagi, meredam gairah hidupnya, mendadak kembali terhempas, terpencar

akulah air mata derai derai
saat kau jentikkan jemarimu, aku mulai menahannya
lalu jatuh kembali berderai darah

demi Tuhan kuingin mencoba lari
atau mencari yang tersisa, namun terlanjur kusakiti air mata ini
terlalu dalam dan perih, kelenjarku

akulah air mata yang tersayati belati belati lalu merah
dengusan sembah remah remah, yang tersulap jadi intan

akulah air mata itu yang menipu

Oleh : Dion-anak Zaman

Selasa, 26 Maret 2013

SAAT AKU MERINDUKANMU

Rindu adalah satu-satu nya kata di hatiku
Aku tak mampu utk menyimpan rahasia hati
Saat harus selalu berbohong didlm kisah yang tersmbunyi

Saat aku merindukanmu
Kuterpaku dengan kata-kata cinta
Tulus dan tanpa harus kita rasakan berdua

Saat aku merindukanmu
Kucoba merangkai semua imaji bahwa kau pun merindu
Kucoba bermimpi kau pun memimpikan keberadaanku
Kucoba menunggu, buktikan takdir dan inginku

Aku yang selama ini memilih untuk bertahan mencintaimu
Aku memilih untuk bertahan walau kamu telah bersama perempuanmu.........

Tetapi disaat aku mulai tertatih untuk tetap bertahan
Kamu memulai kisah baru bersama Dia.

Kini dalam renunganku
Aku harus mulai belajar melewati hari tanpa kamu

Walau hati berkata tak sanggup
Tak mungkin lagi aku perjuangkan cinta
Yang dimulai dengan awal yang salah....

by : deep
Tanjungbalai,Sumatera Utara

DALAM MELODI RINDU

Dalam melodi rindu ku bernyanyi
Bersama iringan sang bayu yang mengusik kalbu
Menyusup dalam tiap memori jiwaku
Slide demi slide melintas di ingatanku
Tentang sebuah cerita cinta
Berbalut kasih nan setia
Bersemai dalam mahligai asmara
Terpaku aku dalam kilau auramu
Yang selalu pancarkan kasih sejati untukku..

By: Dhinie
Bandungan,Jawa Tengah

PENYAIR AKU

matahari membakar pucuk kerinduanku,
beserta pelangi yang menyilaukan hasratku,
hujan merintihi khalbuku,
udara membawa pesan akan hadirku,

aku telah salah menghadapi hari ini,
sutra amarahku memuncak,ditemani tarian para pelacur besepatu hak tinggi,
sedikit polesan yang begitu mencolok ragaku,
"aku salah karna tak merindukanmu"

penyair ini adalah aku,
yang mengayunkan tinta seraya fikirku berkumandang,
jiwaku hanyut,
kala bait demi bait tersusun melengkapi aromamu,
pandanganku putih, seputih media penyalur kastaku,

penyair ini adalah aku,
yang senantiasa duduk di balik kesalahanku,
sangat pudar dan aku harap tidak akan punah !
karna "aku adalah penyair yang akan menunggu hadirmu


"Alex Wahyu Nurbista L
Uk-Kes 25 maret 2013
Padang, Sumatera Barat

PRAHARA DIRI

saat diriku gundah....
kau datang ulurkan tanganmu
peluk ragaku dengan cinta tulusmu
senyum manismu tenangkan hatiku
begitu damai......

saat ku menangis,,,,
jemarimu yang lembut seka air mataku
kau rengkuh aku dengan tangan kekarmu
damaikan hatiku yang resah
begitu damai.....

kata demi kata yang lembut
damaikan hatiku yang resah
kau ibarat bintang yang terangi duniaku
bersamamu hidup ini penuh arti
meski kau cuma ada dalam mimpi indahku

by Endang Misnawaty
di gubuk tua rumahku 25 maret 2013 21:56
pematang siantar indonesia

SEMAKIN JAUH

langit malam yang gelap
temaram bintang yang bersinar indah
bertebaran bagai mutu manikam
,,,,jauh,,,,,,jauh,,,,,seperti hatiku saat ini
menggapai,,,,,,
tapi tak sampai,,,,,

duhai hatiku yang gelisah
menggenggam sejuta asa yang punah
hilang,,,,,,musnah,,,,
harapan sirna.....

duhai hati yang luka
jangan tebarkan duka
selimuti hatiku dengan tawa
peluk ragaku dengan cinta..

by Endang Misnawaty
di gubuk tua rumahku
pematang siantar

AKU TETAP MENCINTAIMU

ku langkahkan kakiku dan terus melaju,
dalam sunyi ku sendiri dan semakin sepi,
hanya bathinku berbisik pada sang bayu,
yang berhembus lirih dan smakin sunyi.

ku lihat bintang yang setia temani bulan,
angankupun melayang bersama mega,
terhenti langkahku dalam sbuah lamunan,
dirimu datang di hayalku menyapa,

ku hanya bisa membisu karena pilu,
rasakan sedih hati di ujung sepi,
dirimu begitu tulus mencintaiku,
dan kini ku harus meningalkanmu sendiri.

ku yakin pasti akan hadir pengantiku untukmu,
di sinipun aku tetap mencintai sperti yang kita miliki,
bukan berarti aku tumbuhkan luka di hatimu,
kenyataan cinta kita tak harus saling memiliki,

Oleh : Ai Fahri Dodoy
Bogor

AKU JATUH CINTA

dengan candamu aku merasa,dengan tawamu aku di nirwana..bahagia,hidup di dunia.
semerbak flora di taman firdaus,harum terbungkus aroma wewangian..gejolak gelora dan harapan ku tulus,karena senyummu menghapus segala kekecewaan.
senja berkemas malam bergegas,selalu begitu pada porosnya..ku tiada waras hilang dalam satu paras,yang buatku tak ragu untuk berkata..AKU JATUH CINTA.

Oleh : Syairlendra Arai
Jakarta

TAK JUA

ku bertanya ...?
ku bertanya dalam jaringan di jariku ...
ku bertanya dlm bait yg terseret digurauan akunku..
dn ku bertanya pada semua rasa,
ah knp pertanyaan ini dn itu begitu derasnya ...?
dan ada apa dipikiran ini lg..
lagi dn lagi kau buat ia berjalan..!!
disini dn disini...,ya disini inginku menjawab dn kau mengintai dlm pesan diatas bisuku yg terus saja berjalan..
dn engkaupun tau aku pasti berdiam didindingku sendiri,
dn kau terus mengintip di tebaran kata pada perasaanku...

Oleh : Ganda Gali Rangga

DUH,...PESONA MALAM

sungguh indah wujud diribuan waktuku...
sungguh indah kenangan Lembaran malam dulu yg pernah temenin aku dn kmu..
kenangan sejarah yg prnah kita lalui ...
kenangan malam yg tak pernah memnbisu...
tapi kini, tlah tertelan sdh paitnya sebuah arti dlm gelapku..?
Oh malam apakah byangannya masih bisakah...?
dn masihkah ada dalam ingatan km dianganku..

Oleh : Ganda Gali Rangga

KUINGIN KEMBALI TEGAK

Pagi dengan biru memanjang,
tingkap langit bekukan hati
kenapa begini....

Seperti pagi sebelumnya, layu menggantung
kemana kaki mestinya menapaki hari
kenapa begini.....

Semakin kupikirkan ,semakin meradang
saat semuanya terbengkalai, kering disanubari
kenapa begini....

Duhai Gusti Pangeran Welas Asih,
Ampunkan patahku, terbengkalainya segala sikap
raihlah tanganku oleh tangan kasih MU, mampukan hamba MU
kuingin kembali tegak, seperkasa mega mega...
berkarya hingga batas usia, tampil sebagai pemenang

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham .=
(J) Pondok bambu istanaku, selasa 26 Maret 2013 . 09:37 wib.=
Jakarta

PERLUKAH BERTANYA

Kekasih hati,
merinduimu seperti saat aku terasing sendiri,
adalah sebuah nostalgia merah jingga

Ketika kita tak sekedar bertanya,
kapan semua ini kan berlalu,
sedang usia luruh dan terus berpendar

Kenapa tak jua jelang pagi katamu ,
padahal kita tak tidur sejak semalaman
mempertentangkan suara hati : inikah kita....

Sekarang: masihkah perlu bertanya : inikah kita
saat bahasa sukma semuanya kita pahami melalui akar kata,
sepanjang kebersamaan ini, hingga nyata
selayaknya kita pun sudah tau jawabnya....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Selasa 26 Mart 2013 . 19:47 wib.-
Jakarta

AKU MENGGUGAT

Berteriak-teriak hilang kendali dan asa,
terpancang terpanggang sepanjang garis khatulistiwa
saat semua orang mulai berpraduga : aku mulai gila..
teriakanku mulai samar hampir tak terbaca

katanya KAU tidak tuli : kenapa tak dengar rintih ini
katanya KAU tidak buta : kenapa tak lihat derita ini
katanya KAU perduli : kenapa biarkan semua terjadi
katanya KAU tepat janji : aku menanti hingga kini

jangan tunggu aku tak percaya lagi, gundahku mulai tinggi
sebab semua tak perduli : akankah KAU mau mengerti....

aku menggugatmu duh Gusti Pangeran Welas Asih,
seperti janji MU dibabak akhir ini,
semuanya kan tergenapi...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham .
(J)Pondok bambu batas istanaku, Selasa 26 Mart 2013 .15:42wib.-
Jakarta

SETITIK NYALA API WELAS ASIH

Terserah apa katamu,
begitu berita telegram kuterima lewat senja
segera kuhitung jarak merentangkan waktu,
masihkah berkata seadanya, saat semua telah nyata

Jika tak mungkin kuberdiri disudut gelap kehidupanmu,
berilah aku jarak,
agar mampu kulukis ragu,
pada jantung yang segera berhenti berdetak

Jangan menempatkan diri pada sisi yang terus berseberangan, kataku
sebab kutau : jalan ini tak berujung..

Jangan melucuti seluruh keberanianku, pintaku
sebab kau tau : semua ini untukmu....

Setitik nyala api welas asih,
suluh, dijalan gelap penuh cobaan : milikmu....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham .-
(J)Pondok bambu istanaku, Selasa 26 Maret 2013 . 20:10 wib.-
Jakarta

PERANG BATHIN

Mengapa tak menyuruhku pulang saja,
jika jalan yang kulalui memang buta,
atau katamu : menuju jalan buntu,
padahal kita sama tidak tau

Setelah kuberkas semua bendel tentang jati diri,
mengapa kini malah melarangku pergi,
padahal katamu : ini sesuai janji
penuhi karma jalan hidup menuju hakiki..

Sekarang bagaimana kutata bahasa,
jika sekalipun berita tak mau kau eja...

Aku pulang : tangan hampa, atau terus : menimba iba
katakan padaku bait akhir cerita asa...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu batas istanaku, Selasa 26 Mart 2013. 21:12 wib.-
Jakarta

TERPENJARA DISANUBARI

Aku lelah kehilangan banyak kata , bermandi peluh dan payah
tapi nyatanya, sama saja..

melingkar lingkar , berpusat dikata dan tanda tanya
tetap saja terpana pada sukma yang terpenjara

berteriak, bergejolak, berontak tanpa ujung tindakan nyata
tetap saja kaki terikat pada kutukan masa silam penuh kezoliman

semua percuma ,kehampaan yang fana , sia sia
tetap saja diri terpenjara dilubuk tanpa dasar ; sanubari

sekarang : mau lari atau menanti silau mata datangnya peri
jika tak mau mati disini, sebelum raga ditinggal pergi

Jika ruh ini masih terpatri pada Gusti Pangeran Welas Asih,
tuntunlah jalanku duh Gusti, menuju pencerahan manusiawi...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Selasa 26 Maret 2013 . 21:42 wib.-
Jakarta

Senin, 25 Maret 2013

DILEMA



sepi yang dulu datang lagi
berkecamuk dalam hati yang gundah
begitu hening,,,,,,
seolah semua menghilang,,,,kosong
bahana negeriku yang gersang
prahara dimana mana...
sombongkan keangkuhan jati diri yg rapuh
semua porak poranda
hancur,,,,,,,

jiwa yang rapuh menangis pedih
negeriku kini telah jadi neraka
begitu panas,,,,, kacau,,,,
kejaliman merajalela
tunjukkan kuasa yang bobrok
hampa.......

tirani yang kejam
telah tundukkan kuasa negeriku
hingga pasrah,,,, menyerah,,,,
dan tak berdaya.....
ohhhhh......
tiada asa,,,,, tiada harap
negeri ku hampir hilang, ,,,
ditelan gelapnya malam...

by Endang misnawaty
di gubuk tua rumahku 24 mart 2013 19:43
pematang siantar

SEMAKIN JAUH

langit malam yang gelap
temaram bintang yang bersinar indah
bertebaran bagai mutu manikam...
jauh,,,,jauh,,,, seperti hatiku saat ini
menggapai,,,,,
tapi takkan sampai

duhai hatiku yang gelisah
menggenggam sejuta asa yg punah
hilang,,,,, musnah,,,,
harapan sirna,,,,

duhai hati yang luka
jangan tebarkan dusta
selimuti hatiku dengan tawa
peluk ragaku dengan cinta

by Endang misnawaty
di gubuk tua rumahku 24mart 2013 20:50
pematang siantar

SABDA JIWA

Pilu ...itu adalah DIAM , yang tak berteman
mencari pun engan bertanya .....
sejati kita waktupun berjalan mendekat ....
Selami rasa pun mungkin karna TERPAKSA ...
Sejauh itukah .....yang terINGINkan

Oleh : Paryadi Sipay
Tangerang

TEMBANGKU RATAPAN SUARA NURANI

Aku menatap terkesima
lipatan waktu menyadarkan jalan diri
jauh, jauh sekali raga tertinggal didermaga kota tua
tak ada yang perduli....

Aku tersadar dari sadar yang terlena
ketika tuntutan kehidupan hadirkan daftar kebutuhan
sontak kaget, kutatap dibalik jendela hari mulai senja
tak ada yang perlu disesalkan.....

Tembangku ratapan suara nurani
sungai kering bermuara dijiwa
meski kelak pupus jua dimakan usia
inilah jalan diri....

Duh, Gusti Pangeran Welas Asih,
Kunantikan mujijat MU disisa hidupku...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Minggu 24 Maret 2013 . 17:26 wib.-

WARNA KEHIDUPAN

Kekasih hati,
Kemana kubawa hati ini,
saat ingin melabuhkan penat lelah tak berujung,
kristal kehidupan...

Didermaga yang teduh,
kulabuhkan segala asa yang kumiliki sepanjang usia,
mengarungi samudra kehidupan...

Senja mengingatkan kita
mahligai abadi telah melukiskan catatan wujud kasih sayang
nyata diwajah empat penyangga sang muham
merunutkan cinta,cita dan nyata...

Sebelum semuanya berlalu bersama senja yang terlelap
mari menyimpul harap membawanya kedalam hikmat
warnai kehidupan....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(j)Pondok bambu istanaku, Minggu 24 Maret 2013 . 20:31 wib.-

DIUJUNG NUANSA

Jika kau tanya mengapa,
tak pernah kutemukan jawab disela nafas lega,
sebab sesungguhnya aku telah terlena
memeluk kecewa sepanjang masa

seperti saat ini,
luruh niat, patah semangat
tak sedikitpun gairah membuat tergerak hasrat dihati
jiwa raga menjadi penat

Sendirian kupeluk lelahku
malu, jika retakku terbaca nuansa
sejujurnya suasana ini menyiksaku
merampas semua yang aku punya

Duh, Gusti Pangeran Welas Asih
Kasihanilah hamba diujung nuansa, merajut usia...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Senin 25 Maret 2013 . 11:38wib.-

GITA CINTA SANG PEMBALAB

Lama Sudah Musim Berganti,
Mengukir Hidup Di Antara Canda,
Dalam Alunan Sahabat Sejati.

Ku Coba Ungkapkan rasa,
Tentang Cinta Yang Lama Tersimpan,
Dalam Meniti Karir Di Akhir Kemenangan.

Cinta Ini Teriris,
Bakat Ini Menjadi Cemoohan mu,
Benci kan Ku Seorang Pembalab.

Di Antara Kegelisahan,
Tentang KeBanggaan Cinta Dan Kamu,
Di Atas Putaran Roda Yang Berpacu,
Aku Jatuh Tak Sadarkan Diri.

Entah Berapa Lama Tubuh Ini Bagai Kan MAti,
Hingga Ku Buka MAta Ini,
Pelukan Hangat Meyelimuti Tubuh Ini,
Dengan SeKuntum Bunga Mawar D Dalam Tidur mu,
Bawa Bahagia Jiwa ku Ingin Selalu Bersama.

By LUmbang KAyung

Sabtu, 23 Maret 2013

HAMPA

Entah Apa Yang ada di Benak ini,
Hanya Menatap di Ketulian,
Hanya Mendengar di dalam Kebisuan,
Ungkapkan Kepedihan Yang Berteman kan Sepi,
Membawa Rasa Di dalam Bayang Ilusi.

Satu Cita Telah teraniyaya,
Bekukan Rasa Yang Pernah Ada,
Dari Semua Kesetiaan Kisah Kasih,
Yang Membawa Perihnya Kekecewaan,
Butakan Rasa di Dalam Ke Hampaan.

Entah Apa Yang Ku Rindu D Hasrat ini,
Getir Rasa pun Kadang Memberonta,
Coba Menyikab Semua Tabir Kehidupan,
Namun Bara Hati ini Kembali Padam,
Di Dalam Keheningan,
Di Dalam Kebisuan,
Di Dalam Doa,
Kehampaan Hati Ini Sirna.

By LUmbang KAyung

DEBAR RASA

Tak Pernah Ku Menyangka,
Ada Rasa Tersendiri,
Sembunyikan Sebuah Ungkapan,
Kala Hati Bertanya Dalam Sebuah tatapan.

Ada Gemuruh Debar Bahagia Di Hati ini,
Debar Mengundang KeGelisahan,
Yang Membawa Impian Asmara,
Namun Rasa Malu Menyapa,
Untuk Ungkapkan Nada2 Cinta,
Yang Kini Menjadi Kerinduan ku.

Namun Dirinya Akan Berlalu,
Hanya Sekejab Waktu Bersama Ku,
Walau Esok kan Kembalikan dirinya,
Bersamaku Di Dalam Debar Rasa,
Debar Cinta Yang Selalu Menggoda.

By LUmbang KAyung

YAKIN

cintaiku adalah,belajar..karena itu kurasa wajar,kau lakukan semua dengan benar.
pupuk kepercayaan hingga besar,ku taruh di sanubari suci yang paling dasar..bunuh angkuh itu jangan biarkan terlempar,walau kau tau tak mudah buatku ber-ujar " sabar".
indah saat ku menanti,hati untuk ku sayangi..karna di sini,ku yakin saat ku dapatkan kebahagiaan sejati..

Oleh : Syairlendra Arai
Jakarta

PATAH KEMUDI

Pada perhentian kesekian,
retak asa lebur diberangus kecewa
bahkan limbung laiknya patah kemudi,
disamudra kehidupan.....

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,
kutemukan diri kacau dihamparan penuh ranjau
menjadi bulan bulanan angkara nista, kenapa
membiarkan putus asaku membentangkan gelisah,
siksaan bathin tiada terperi,
hingga kini.....

Sungguh, semuanya telah sia sia
dari lembah kenistaan ,gemetar kupanggil namaMU
berharap Welas Asih MU mengurapi jelaga kehidupanku,
hingga penghujung masa episode hidupku....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Sabtu 23 Maret 2013 . 08:35wib.-

BERGERAK SEALUR DIKOSA KATA

Tak ada yang abadi ,
sebab lelana terus mengganti selendangnya
tapi tak usah bawa cemas
sebab suara jiwa tetap hakiki sewarna bahasa sukma..
segaris aksara nadi kejujuran..

Setelah lipatan waktu kau sunting jadi nafasmu,
adakah hakikat yang kau bawa dari negeri sunyi..

Kukabarkan padamu ujung asa yang terbelenggu
kemana mesti kubawa cerita diri....

Jika kita bergerak sealur dikosa kata,
maka jawabnya memanusia dikehidupan nyata,
setidaknya ; itulah doaku.....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Sabtu 23 Maret 2013 . 13:33 wib.-

SEBUAH KEPASTIAN

Ratapanmu membeku dibilik ujung kejujuran,
bahkan membuat goyah setiap keyakinan..
itulah manusia, kita...
dan itu manusiawi...

Tapi tak ada yang abadi , adikku,
perjalanan ini cuma segaris waktu
silluit hitam selintas malam..
sungguh sangat singkat..

Akhirnya keujung nyata jua kita bergerak.,
Alam baqa
sebuah kepastian,senyatanya

Kemaslah luka,kecewa dan airmatamu..
barangkali diujung cerita ia berubah jadi mutiara...
seturut janji NYA...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Sabtu 23 Maret 2013 . 14:21wib.-

MESTINYA KITA SADARI

Tak sempat kupamit
menjelang senja, saat semua terlelap
akankah ketiadaan mengalihkan segala catatan tentang kejujuran...

Inilah hukum kebanyakan tentang sikap,
memagari diri, mengelompok ,borjuis hingga semakin tinggi hati,
saat menyadarinya : semua telah terlambat,
tak sempat kita mufakat...

Duhai yang memiliki hati nurani,
kemana kita setelah selesai babak dibumi...

Duhai yang memiliki persiapan lima generasi
perlukah itu saat berangkat abadi....

Duhai yang merasa berkuasa atas sesamanya,
semua binasa, kita sama rata, debu tak berguna....

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J)Pondok bambu istanaku, Sabtu 23 Mart 2013 . 18:17 wib.-

PATAHKU

Patahku ranting kering dipohon,
meranggaslah diri, hati sunyi se sunyi-sunyinya
bertaburan dedaunan menguning hambarkan rasa ditenggorokan

Patahku tandus harapan tanah retak kerontang,
lelah diri, tertinggal sendiri dikeramaian
saat bahasa tak lagi seabjad ukiran kehidupan, terancam puso

Patahku berkali kali patah,
kini goyah, lembah lembah kehancuran menganga
cuma seginikah, terkoyak semua catatan hingga kedasar kalbu

Duh Gusti Pangeran Welas Asih,
raihlah nyataku, pulihkan jati diri , segambar rumus Illahi
agar kugenapi lembar senjaku seirama suara hati, sejatinya diri
merindangkan pohon kehidupan, berbuah welas asih dari MU...

Oleh Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
(J) Pondok bambu istanaku, Sabtu 23 Maret 2013 . 10:38 wib.