. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Rabu, 26 November 2014

KEJUJURAN



Kejujuran itu relatif
Tergantung pada keprcyaan kita terhadap orang lain.
Kalau orang berkata bohong dan kita percaya, maka kita akan menganggap orang itu jujur. Tapi sebaliknya kalau orang sudah jujur & kita tidak percaya, maka kita akan menganggap orang itu pembohong.
Jangan mudah menilai orang, karena kebanyakan yang ada di dunia adalah tipuan. Bagai pelangi, yang indah namun hanya biasan cahaya dari air hujan.

Oleh : Wahyou Tishter Babad Bluack

JINGGA RANUM



Burung bersiul indah
Setelah bertengger di ranting pepohonan lalu terbang ke angkasa
jingga ranum mulai memerah
pertanda mentari pagi akan tiba
Rerumputan mulai bergoyang
dengan tariannya
Mendengar nyanyian pagi
Nyanyian romansa
Terasa indah tuk di nikmati

oleh:mukarrom

NEGRI KHATULISTIWA



Di negri khatulitiwa
ketika si miskin terpanggang matahari demi sesuap nasi
wakil mereka tidur di ruang rapat yang sejuk
Di negri khatulistiwa
ketika banyak anak putus sekolah
para koruptor berlagak seperti kesatria menang perang yang di sorot media masa
Di negri khatulistiwa
ketika harga barang melambung tinggi dan menyengsarakan si jelata
pejabatnya minta naik gaji

Oleh : Oz

Senin, 24 November 2014

DULU


Dulu...
Cinta hadir bersamamu
Dan dulu kau hiasi hariku..
Kini...
Cinta mu telah pergi
Dan kini luka berbalut sepi..
Rindu...
Saat aku melihatmu
Melewati hari dengan senyummu..
Tapi...
Dari dulu sampai kini
Cinta itu tak akan mati..

Cintaku tak akan mati tapi, ku bawa sampai mati

Oleh : Wahyou Tishter Babad Bluack

Sabtu, 22 November 2014

RESAH RAHIM


Kau tebar senyum
Jadikan dirimu ladang birahi
Harimau mengaum
Alampun terasa sunyi

Rahim terjamah nafsu
Erotis dua bukit kembarmu
Kau permainkan cinta di dada bidang
Hingga si hidung belang mabuk kepayang

Resah dirimu diantara malam
Kau tatap langit
Lalu kau merasa
aku menang dalam kesulitan hidup
Ternyata kau kalah Nona

Demi segepok uang
Kau jadi ladang birahi laki-laki hidung belang

Oleh : :Aidah Lembayungsenja
Hongkong,21112014
(perjalanan diseputar Jordan dan Tsim Tsa Tsui)

Senin, 17 November 2014

BISU KU BUKAN TIDUR KU


aku membaca
semua gerak
ayunan langkah pun tanganmu

aku pun menyimak segala imaji
gerak liar bahkan santun pun dendangan aksara nyata

aku menganalisa bentuk-bentuk
lompatan kata
pun ukiran senyum yang kau pajang

lihatlah... dan sadarilah bisuku bukan tidur.

Borneo, 16.11.14
oleh: mardianaukhti@gmail.com

Sabtu, 15 November 2014

KETIKA BUDAYA TERCABUT DARI AKARNYA



Ketika budaya sudah tercabut dari akarnya, anak bangsa ini menjadi gamang, terombang ambing dan melayang antara bumi dan langit. keramah tamahan yang dulu kini menjelma menjadi marah-marah, kepedulian yang dulu kini berobah tidak mau tau dan harga diri tidak lebih mahal dari sebungkus rokok. saatnya kita harus gelisah,kalau boleh meminjam kata-kata bijak almarhum ws. rendra siburung merak," orang-orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan" dan yang terjaga dan masih bersikap siaga beramai-ramai memukul kentongan bertalu-talu, agar semua makhluk tersadar bahwa kebersamaan jauh lebih penting dari sikap keakuan dan arogansi yang kini justru sedang mengakar. ketika budaya sudah tercabut dari akarnya, mari kita hujamkan niat sedalam-dalamnya, bahwa hidup punya titik pemberhentian, sebelum lembar buku ditutup dan nyala pelita dipadamkan, sebaiknya kita wariskan sebuah catatan, bahwa doeloe bangsa ini begitu akrab, sehingga gunungpun bisa dipindahkan. wasssalam !

Oleh : Asrial Mirza
Kisaran,Sumatera Utara