. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 12 Agustus 2017

SEMANGAT '45


*=* dulu bambu runcing semangat dan doa demi berkibarnya merah putih *_* sekarang tinta dan pena atas nama tanar air tercinta.

Oleh : Zibril Azanafa

RELAKU MELEPASMU CUMA AKSARA


Di malam ini,
ku ciptakan....
Puisi tentang dirimu kasih,
walaupun kau kan pergi..
Tinggalkan ku sendiri.
-

Kau kan pergi dgn dia
tinggalkan ku sorang diri...
Ku doakan, semoga kau bahagia..
-

aku rela kau dgnnya..,
aku rela sungguh rela..,
tapi sayang rela hanya aksara......!
-

Perih pedih rasa hati
melepasmu oh kekasih
Airmata,
jadi teman setia ku.
-

Di malam ini,
ku ciptakan..
Puisi,
tentang dirimu kasih
walaupun kau kan pergi,
tinggalkan ku sendiri.
-

By #Mulyadi_Arjun
www.facebook.com/mulyadiarjunsangpenyairasmaracinta/

BILIK TERAKHIR


Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
tegarlah,
Karena,
jarak ini ialah pelindung
bagi dirimu pun aku,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
peliharalah,
Hijab dalam pelukan cinta,
Karena,
waktu akan selalu meluncur tanpa ada jeda,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
bersabarlah,
Karena,
akan datang masa,
dimana engkau dan aku saling bertatapan.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tindukkanlah,
matamu yang berbinar lagi indah bersahaja
Karena,
darinya akan mengalir tangis kebahagiaan,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tumpuklah,
rindu akan pertemuan,
dengan Rabb pencipta alam,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Pedomanilah,
Rasulullah yang menagis karena begitu ingin bertemu dengan kita
Umatnya.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tutupilah,
dirimu dengan penjagaan yang ketat,
Karena,
semua yang ada padamu hanyalah teruntuk pasangan hidupmu
sahaja.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Hiasailah,
dirimu dengan ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla
Patuhi,
apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulu-Nya
Ucapkanlah
"Kami taat dan kami patuh"

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Aku,
tiada mengharapkan satu tempat di dalam hatimu,
dimana aku harus menempati pintu yang pertama pada bilikmu,
melainkan pintu terakhir yang aku inginkan
Tempatku,
untuk bercocok tanam,
Taman bunga yang beserta
Aku.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tutuplah,
pintu pertama, kedua dan ketiga,
Karena,
tempatku bukanlah disana,
Dan,
Aku tiada memiliki haq sedikitpun didalamnya,

Cukuplah,
pintu terakhir sebagai tempatku,
dimana aku akan menetap,
mengalirinya dengan cinta rindu serta kasih sayang.

~Alek Wahyu~

KETIKA LAUT SURUT


tiada ombak mengalun
tiada air membiru
camar terbang membawa
diri
mega berarak hitam
nutupi mentari sore beradu

bginilah fitrahMU
hidup bak laut segara
pasang
surut
suka
ceria
bagaikan malam datang
esok ada nur mentari pagi

apalah yang didukakan
jalani di bumi ini
qanaah sebati
ada bayu
ada sayu
ada lagu
berzikir padaMU

beginilah
bila laut
sedang surut.

Oleh : Razyied Rieza
kk,6 ogos 17.
Hj Jalidar Abd rahim

CERITA KITA



Cerita itu bisa saja telah usai
Saat datangku bukan untuk kembali
Namun kepergian ini untuk memenuhi suatu janji,

Cerita itu masih tertulis rapi, walau kita telah lupakan semua, walau hati pernah melukai.

Biarkanlah waktu ajari kita untuk dewasa, biarkanlah waktu mengubah semua cerita
dan biarkan cerita tersulam indah.

Oleh : Riri Eka Putri

Kamis, 27 Juli 2017

SEJATI


Jika kau buka....
Aku akan bersemanyam selamanya....di hatimu
Dan kita akan melangkah
Bersama....
dalam siang dan malam
Hingga redup cahayanya...
Sayang....
Kita akan selalu bersama
Tanpa siang dan malam
Dalam keabadian....

#waib.....sejati



------------------

Layang-layang terbang melayang
Terbayang-bayang selayang pandang
Lihatlah camar terbang melayang
Jangan lupakan kawan di sebrang.....

@waib


-----------------------------------


Terserah padamu memandangku siapa....
Terserah padamu juga menganggap aku siapa...
Terserah padamu menilaiku....apa
Aku hanyalah aku....
Yang selalu mencoba tuk betahan..dari riuhnya angin....badai dan gelombang.....
Inilah aku yg selalu menerima apa yg ku cari...
Meski jalanku penuh kerikil tajam....
Aku hanya bisa tersenyum....tersenyum dan tersenyum....
Sederhanalah dalam apapun...
Ingat kita hadir dan kembali tanpa ada yg bisa kita bawa....telanjang.....
Sepotong kain putih pembungkus jasad
Baik dan buruklah yg kita jadikan bekal menghadap
Sang Pencipta....


-----------------------------


Bicaralah.....
Jika hatimu tak mampu
Tuk menanggungnya.....
Menangislah...
Jika bibirmu tak mampu
Tuk berkata....
Tersenyumlah...
Walau batinmu sesungguh menderita........

KITA DAN BUDAYA


Senja yang temaram
Melahirkan warna jingga yang indah penuh pesona
Melantunkan nyanyian merdu bianglala
Senja yang temaram bagai perawan yang mati suri di pembaringan
Kini semua sirna oleh tingkah kita
Budaya santun penuh penghormatan
Kini berubah sumpah serapah dan caci maki
Di mana mana ada kerusuhan dan teror keji
Manusia berubah bagai srigala yang kelaparan
Siap menerkam dan mencabik cabik tubuh mangsanya
Di mana budaya kita yang santun penuh kearifan
saling mendukung dan menolong sesama insan
Di mana budaya kita yang begitu indah saling bercengkerama
Mengapa berubah bagai srigala yang siap memangsa
Kita rindu budaya kita yang begitu santun
Kita rindu saling menegur sapa tanpa sumpah serapah
Kita rindu senja yang begitu indah dan temaram
Ach.....
Andai waktu bisa berubah
Kita ingin senja tetap indah dengan merah jingga yang merona
Dengan budaya santun kita yang penuh pesona.
Tanpa membedakan warna kulit dan agama
Tanpa sumpah serapah yang penuh fitnah
Saudaraku
Marilah kita saling menggemggam
Dan berjabat tangan mempertahankan budaya kita yang indah
Budaya yang penuh pesona
Singkirkan sumpah serapah yang merusak bangsa
Kita bisa hidup penuh dengan kedamaian
Dan kerukunan
Kita bisa tersenyum indah menyambut mentari pagi
Dan berteriak aku cinta Indonesia

By Endang Misnawaty
22 7 2017 09:29
Siantar city kotaku tercinta
NB ..bg omy bg memed tolong koreksi