. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 25 Agustus 2017

BAYANG JIWA


Rasa ini kembali hadir
Mengoyak hati yang lama terpatri
Tegur sapa mu laksana anak panah menembus hati ku
Aku terlena...
Aku terpana..
Mengapa kau hadir kembali Tuan !
Kau tahu,antara kita sudah ada tirai pemisah
Tiada guna kita saling memuja
Walau sekedar mengeja rasa
Kau hadirkan kembali membawa suka
Hingga memberi sebongkah rasa
Cukup sudah Tuan...!
Lupakan saja
Usah kau usik kembali
Biarkan ini menjadi kepingan rasa
Yang selalu membayangi jiwa

By *Fadellis*
Eli Oktarina
Pagar dewa 25,8,2017


SAMPUL


Cuma mengejar sampul
Kapan membaca diri
Walau sekedar mengeja hati

Bait adalah basa basi
Menekan tanpa telaah pasti
Menipu cermin
Membohongi bayang

Akan menjadi sampul
Tak usah membaca diri
Tak pandai pula mengeja hati

By : Wahyu Sumut Kembara
Kamis, 24 Agustus 2017
- Gelitik Titik Memantik -
Waroeng Sedan
Tanjungbalai - Asahan
Sumatera Utara

Selasa, 22 Agustus 2017

JARING


Dikelebat malam
Hitammu mengundang kelam
Tatapmu menghujam
Mencabik mengoyak disepi alam

Kau tawarkan tarian maut
Fatamorgana pengubah takut
Pengantin ikut pengantin ikut
Saripatipun habis kau sedut

Tubuh geletar
Racun menjalar
Pandangan samar
Akhir dari pelamar

Rajut sutra laba - laba
Umpan cahaya lewat senarnya
Hantar gelombang bagai nada
Menikam menggulung memamah mangsa.

By : Wahyu Sumut Kembara
Minggu, 20 Agustus 2017
Rentak Malam - Rambang Lelangit
S. Serindan - Asahan
Sumatera Utara

NEGERI BERGUBANG


Wahai Datuk Penguasa Laut..
Dimanakah kinin kau berada...
Apakah masih dilaut atau sudah didarat.
Atau masihkah terlena dengan Banyaknya sang Dayang dayang istana.

Wahai Datuk Penghulu Negeri.
Dimanakah kinin kau tempatkan Datuk Hulu Balang.
Engkau punya kuasa dan kekuatan untuk menempatkan Para Datuk Datuk.
Tiada satupun yang sanggup menantang perintahmu...
Tapi...
Sekuat apapun kuasa, tenaga dan ilmu yang datuk miliki.
Ingatlah .......
Masih ada kekuatan lain yang menguasai dunia ini.

#pesan_bang_toyyib_negeri_bergubang#

Sabtu, 12 Agustus 2017

SEMANGAT '45


*=* dulu bambu runcing semangat dan doa demi berkibarnya merah putih *_* sekarang tinta dan pena atas nama tanar air tercinta.

Oleh : Zibril Azanafa

RELAKU MELEPASMU CUMA AKSARA


Di malam ini,
ku ciptakan....
Puisi tentang dirimu kasih,
walaupun kau kan pergi..
Tinggalkan ku sendiri.
-

Kau kan pergi dgn dia
tinggalkan ku sorang diri...
Ku doakan, semoga kau bahagia..
-

aku rela kau dgnnya..,
aku rela sungguh rela..,
tapi sayang rela hanya aksara......!
-

Perih pedih rasa hati
melepasmu oh kekasih
Airmata,
jadi teman setia ku.
-

Di malam ini,
ku ciptakan..
Puisi,
tentang dirimu kasih
walaupun kau kan pergi,
tinggalkan ku sendiri.
-

By #Mulyadi_Arjun
www.facebook.com/mulyadiarjunsangpenyairasmaracinta/

BILIK TERAKHIR


Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
tegarlah,
Karena,
jarak ini ialah pelindung
bagi dirimu pun aku,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
peliharalah,
Hijab dalam pelukan cinta,
Karena,
waktu akan selalu meluncur tanpa ada jeda,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
bersabarlah,
Karena,
akan datang masa,
dimana engkau dan aku saling bertatapan.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tindukkanlah,
matamu yang berbinar lagi indah bersahaja
Karena,
darinya akan mengalir tangis kebahagiaan,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tumpuklah,
rindu akan pertemuan,
dengan Rabb pencipta alam,

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Pedomanilah,
Rasulullah yang menagis karena begitu ingin bertemu dengan kita
Umatnya.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tutupilah,
dirimu dengan penjagaan yang ketat,
Karena,
semua yang ada padamu hanyalah teruntuk pasangan hidupmu
sahaja.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Hiasailah,
dirimu dengan ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla
Patuhi,
apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulu-Nya
Ucapkanlah
"Kami taat dan kami patuh"

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Aku,
tiada mengharapkan satu tempat di dalam hatimu,
dimana aku harus menempati pintu yang pertama pada bilikmu,
melainkan pintu terakhir yang aku inginkan
Tempatku,
untuk bercocok tanam,
Taman bunga yang beserta
Aku.

Duhai,
yang senantiasa menjaga hati,
Tutuplah,
pintu pertama, kedua dan ketiga,
Karena,
tempatku bukanlah disana,
Dan,
Aku tiada memiliki haq sedikitpun didalamnya,

Cukuplah,
pintu terakhir sebagai tempatku,
dimana aku akan menetap,
mengalirinya dengan cinta rindu serta kasih sayang.

~Alek Wahyu~