. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 30 Desember 2017

CINTA TAK DIANGGAP


Kau yang selalu dihati ku
Meski jauh dari pandangan ku
Aku selalu ada untuk mu
Meski kau selalu menyapa nya bukan aku

Kamu mencinta nya
Kamu mengharapkan nya
Kamu tak melihat ku
Seolah kau tak tau akan hadir ku

Aku bisa menyimpan rasa cinta ku
Tapi ku tak bisa menyimpan cemburu ku
Aku disini kasih
Meski kau tak lihat aku kasih

Gerimis mata ku ingat kamu
Menetes lah air kerinduan ku akan mu
Walau kau tak disisiku
Percayalah hati ini putih penuh kasih untukmu

Medan 30122017
Fatircool
Yv, (YuliaVebian)

CATATAN SANG MUSAFIR


Tak peduli bagiku
Mengorbankan seluruh hidup
Bahkan hanya untuk satu nama saja.

Yang melekat
Tepat di dasar kalbu
Menyeretku pada sebuah perjumpaan
Yang kuminta dengan segera.

Meski harus kutelan semua rasa pahit..
Aku ingin kembali suatu saat nanti.
Menelusuri jalan~jalan berduri menujumu
Yang terpenjara oleh angkara.
Untuk memberimu harap.

Agar engkau dapat bebas,
Agar engkau menemani sepanjang perjalanan ini;
Di kemudian hari.

By : :Ansy
Layla Dct
Seluma,30 Des 2017

UNTUK SESEORANG.



Untukmu yang kusebut seseorang
Kebodohanmu menghancurkan diri
Keegoan yang tak beralasan membuat nyawamu tersia sia
Semua akan jadi petaka

Cobalah bercermin pada diri
Seperti apa posisi diri
Seorang peri atau iblis penjilat api
Terlalu kalau dihayati

Untukmu yang kusebut seseorang
Basuh dadamu dengan air kesabaran
Buang semua murka yang kau terima dari mereka
Sebab ini bukan kisah manusia yang mulia

Sujud dan mohon ampunlah pada-Nya
Sebelum petaka menerpa jiwa
Karena semua telah teraniaya
Oleh fitnah yang kau tebar di dada

By. AACB
Aulia Putry Manurung
Penghujung hari, 29 Desember 2017
#AuliaAksaraCamarBiru

Jumat, 29 Desember 2017

CINTA DI PAGI YANG MENDUNG



Engkau melangkah dengan begitu pelan,
Gaun merah, diantara keramaian,
Bisingnya kota, dan aroma kendaraan,
Lalu lalang para pejalan kaki,
Engkau begitu anggun dengan kerudung yang menutupi seluruh tubuhmu,

Aku meneguk secangkir kopi hitam,
Pagi hari, selang beberapa menit,
Tampak sepasang kekasih berusia renta,
Tawa dan pandangan mereka saling memberi sinyal,
Akan cinta serta kasih sayang,

Aku masih saja diam, memandangmu dari kejauhan,
Memperhatikan sepasang kekasih yang begitu bahagia,

"Sebentar aku pesankan secangkir teh hangat untukmu"
Berucap si kakek bersama senyum di wajahnya,
Berjalan melewati beberapa pengunjung,
Hingga ia dapati penjual bunga di balik jalan,
Ia mendekati, si penjual bunga yang masih remaja,
Mengambil setangkai mawar merah dengan bungkus nun rapi,
Semakin tersenyum dan ia mulai kembali,

Jaraknya tidak terlalu jauh,
Dengan usia renta, itulah cinta,

Ia mendekati istrinya, secangkir kopi di tangan kanan dan setangkai mawar di tangan kiri,
"Ini secangkir teh untukmu"
Yah, tampak senyum nun tulus dari wajah istrinya,
Mengisyaratkan kasih sayang,
Rindu serta cinta.

Ah, gadis bergaun merah, dengan kerudung yang meutupi seluruh tubuhnya,
Aku memalingkan wajah, sejenak untuk melihatmu,
Buku kecil dan pena, dalam tulisan ini aku mengagumimu,
Nun indah lagi bercahaya,
Nun santun lagi beramah tamah,
Sungguh aku ingin menghalalkanmu,
Di depan keluargamu untuk aku meminangmu,

Terdengar suara beserta tepuk tangan,
Para pengunjung nun begitu antusias,

Duhai gadis bergaun merah,
Engkau tahu apa yang lihat?

Pemandangan luar biasa di pagi yang mendung,
Si kakek berlutut dengan mengeluarkan mawar merah di tangan kirinya,
Ia mengucap cinta, cinta dan kasih sayang,
Diantara pengunjung, ungkapan cinta di pagi nun mendung,

"Sayang, mawar ini tidaklah seberapa dengan kebersamaan yang telah kita lalui, terima kasih untuk dirimu yang telah bersedia menemani aku selama ini, hidup yang sementara, denganmu aku ingin meraih Surga yang telah dijanjikan"

Aku tersenyum, dibalik diam yang mengusik hati,
Dapatkah aku melakukan hal seperti itu?
Dengan ia yang aku kagumi, dengan ia yang aku cintai,

Harapku untukmu agar dapat bersama,
Meraih Surga, tempat terindah seluas langit dan bumi,
Pephonan, buah-buahan, serta sungai-sungai nun mengalir,

Duhai gadis bergaun merah,
Tunggulah jika engkau bersedia,
Karena aku tiada memiliki upaya untuk berucap janji,
Hanya Do'a sebagai perantara, atas inginku untuk meminangmu,
Biarlah jarak memisahkan,

Dalam hijab kita saling mengharapkan,
Biarlah sujud sebagai jalan,
Untukmu dan aku di pertemukan,
Pada waktu terbaik,
Naungan cinta Allah Tabaraka wa Ta'ala.

Padang, 24 Desember 2017
~Alek Wahyu~

PEREMPUAN TUA YANG SENDIRI



Perjalanan panjang yang menyesatkan.
Membawanya pada tepian curam
Lepaskan semua kekuatan
Dan lumpuh ditepian jurang.

Jiwanya memutih..
menua dalam kesepian
Setelah kesempatan yang dimilikinya
Dilarikan kekacauan yang tiba~tiba.

Yang ia tahu,
Nafas adalah sebuah senyum.
Meski menjadi utuh tak selamanya dapat terjadi dengan mudah.

Oleh : Layla Dct
Seluma, des 2017


TANJUNGBALAIKU



Bunga rampai dijual orang
Harum semerbak kembang melati
Tanjungbalai si kota kerang
Kapankah tuan datang kemari

Lagu indah buat kotaku tercinta
Tanjungbalai dinamai dia
Indah tanjungnya
Luas balainya

Masyarakatnya ramah menyapa
Senyum simpul selalu di bibirnya
Tiada sombong di dada
Persaudaraan erat terjaga

Balai yang terletak di ujung tanjung
Sudah tertulis di sejarahnya
Jikalau tuan hendak datang berkunjung
Pasti enggan buat melupakannya

Mari semua kita menjaga
Tanjungbalai kota tercinta
Pusaka sejarah budaya bangsa
Adat resam melayu aslinya

By. Aulia Putry Manurung
Tanjungbalai, 26 Desember 2017.
22;49


Colek
Pak Ahmed El Hasby
Pak Syamsul Rizal
Ayah Hmyunus Tampubolon
Juga Dewan Kesenian Tanjungbalai

AGAKNYA...MENGAPA KIAN MERIAH



>>> setidaknya kita tau lebih jelas
fitnah, hasut dikebatilan masih turut berperan
tanda baharu masih berlaku

kuatkan sangka bahwa Dunia belum terhenti

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
#kuas_kias_harfiah