. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Selasa, 24 Mei 2016

RASA


Ku terdiam saat kau tak peduli, Ku mengalah saat kau tak ingat aku, Ku menangis saat aku cemburu, Ku senang saat kau memelukku, Ku tertegun saat terdengar masa lalumu, Ku terima saat kau membohongiku, Rasa itu yang membuat aku tersiksa, Rasa untuk mencintaimu mengapa begitu sakit? Aku sayang kamu.. Walau kadang.. Aku hanya diam tanpa mampu mengucapkannya padamu.. Aku cinta kamu.. Walau aku tak bisa berbuat hal.. Yang dapat menunjukkan cintaku padamu.. Aku ingin memilikimu. Walau aku tak bisa mengekang hidupmu.. Tuk slamanya hanya agar ada disisi ku.. Aku bahagia... Jika terus memikirkan dirimu dimalam sebelum tidurku.. Senyummu.. Membuat indah duniaku.. Dikala kau terus tersenyum dan memandangiku.. Aku bahagia bersama mu.. Aku sayang dan cinta kamu. Di Dunia ini tidak ada yang lebih sengsara daripada seorang pencinta, meskipun dia merasakan manisnya cinta. Dia menangis disetiap waktu, karena takut berpisah atau karena rindu. Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih, namun bila kekasihnya dekat, ia menangis karena takut berpisah. Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan, juga matanya berkaca2 ketika pertemuan itu tiba. PELAKUNYA MEMANG MERASAKAN KENIKMATAN, TETAPI SEBENARNYA KASMARAN ITU MERUPAKAN SIKSA YANG PALING BESAR BAGI HATI Bila Tuhan tak menjodohkanmu pada kekasih yang telah lama kamu cintai,tak usah sedih. Barang kali Allah telah menyiapkan seseorang yang lebih baik darinya yang benar benar mencintaimu karnaNya...Jangan sibukan hatimu ,untuk mengharapkan orang yang tak pernah lagi mencintaimu. Sibukanlah hatimu untuk mencintai Tuhanmu ,maka Allah akan membalas cintamu pula .InsyaAllah

Oleh : Nur Aini Natakusuma •16052013

ENAM PULUH TAHUN DI HARI SELASA


Enam puluh tahun di hari selasa, kita terhujani oleh rintik halus nun menyakitkan, Instrumental musik klasik untuk shubuh yang berganti pagi, Matahari perlahan muncul menyapa dengan senyumnya mengiringi detak para pejalan kaki.

~Alex Wahyu~

Sabtu, 14 Mei 2016

PERAPIAN KECIL


Rindu ini akan tetap menyala, senantiasa menyala.
Meski sebentuk perapian kecil, dan bernyala kecil. Namun, akan memberi setitik terang, pada gulita yang panjang.

Oleh : Riany
06:40 wib
200416

Sabtu, 07 Mei 2016

HILANG


Simpanlah!
Jejakku yang pernah terbaca.
Gunakan nanti, ketika ku hilang dari pandangmu.

Oleh : Riany
16:00 wib
270416

DUHAI...


Akhirnya kita mengisi malam dengan kangen yang penasaran.
Belum dapat juga bahasakan getar pelangi dalam jiwa
Dendam rindupun tumpah bersama mega langit
Mentaripun menyimpan cahaya bungkusi keindahan rahasia kita
Tersenyumlah...

Oleh : Hany Juwita
"Selamat malam Kakak sayang.."
Lombok, 3 Mei 2016

DI ATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT



Yang lagi cantik jangan sombong, itu cantik sebentar doang. Tua dikit itu cantik udah ilang, jadi jangan sombong ya cantik.

Jangan berkecil hati karena kekuranganmu. Jangan sombong karena kelebihanmu. Tetaplah rendah hati, dan lakukan sesuatu yang berarti.

Jangan sombong, karena semua yg kita miliki hanyalah titipan.

Jangan sombong, rendahkan hati mu...

Meskipun kita berusaha, tetap diingat bahwa KESUKSESAN datangnya dari Tuhan, oleh sbab itu jangan sombong

Jangan sombong, diatas langit masih ada langit.

Selama masih beli barang pake duit orang tua, jangan sombong. Eneg betul ngeliatnya.

Jangan sombong. Bisa jadi apa yang kita raih sekarang karena doa tulus mereka yang diam-diam selalu mendoakan kita.

Apapun yg kamu peroleh saat ini dan itu hasil dari jerih payah lo, syukuri dan terus berusaha lebih baik lagi, jangan sombong.

jadi orang jangan sombong takut saat jatuh takkan ada orang yang nolong gimana coba?

Oleh : Nur Aini Notokusumo

Senin, 02 Mei 2016

WASIAT RANTING


Walau kering tak berirama, setidaknya
pesonamu menawan jiwa. Apalagi tatkala
cahaya gerimis membiaskan lapisan warna,
selapis demi selapis mengecup ingatanku.
Itu sebabnya aku betah menatapmu
hingga mengembun di kalbu.

Berwasiat ranting dan dahan kering, bahkan
pelangi yang tak asing itu. Amsal kesetiaan
dan keindahan, selebihnya adalah kerelaan.
Sekeras hatimu mengejar mentari, kau
semakin dekat pada hakikat menyengat, lalu

waktu pun purna hayat. Jawaban selalu ada
seperti pelangi membasuh resah pada warna.
Atau boleh jadi, ranting serta lentur pesona
nyatanya setajam mandau panglima jubata,
tak tanggung-tanggung bicara nestapa
di jeroanmu yang paling pekat warnanya.

Jemari ranting, pelangi tersungging, pesona
syahdu yang mungkin berguna. Demi masa
tiap perjumpaan pastinya menautkan pisah,
sebab fana pastilah punah. Sisanya desah
para penziarah

Oleh : Topan Kejora
------------------------------
Singkawang, April 2016.