. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 15 Maret 2015

AKU ADALAH AKU DENGAN AKU UNTUKMU



Adalah aku,
Dengan cintaku yang melebihi derajat para orang kaya
Dengan cintaku yang melebihi hasrat para pemuda
Dengan cintaku awal kehidupanku

Itulah aku
Aku, aku, dan aku
Aku yang hanya untukmu
Dan kamu yang hanya untukku

Inilah aku dengan seluruh kuasaku
Inilah aku dengan seleruh keinginanku

Begitulah aku
Sengketaku menggebu
Sengketaku menyapu
Sengketaku lahan hidup untukmu

Matamu yang berkilau
Senyummu yang memukau
Tubuhmu yang anggun telah membentuk santunku
Untuk menghiburku, meyakinkanku dalam rupamu

Akulah pilihanmu
Menjadi pangeran untuk dukamu
Akulah pilihanmu
Berpaling dari masa lalumu
Akulah pilihanmu
Satu pria untukmu
Akulah pilihanmu
kisah kita di hari tua

cinta untuk kekasihku
cerita untuk bekal menjadi Satu

padamu adalah tawaku
padamu adalah cintaku
padamu adalah ceritaku
padamu adalah inginku

aku tak lagi bertanya
aku tak lagi berkata
kaena aku adalah aku
dengan aku untukmu

Padang 13 maret 2015
Alex Wahyu
untuk kekasihku "FITRIANI"


KEBESARAN MASA DEPAN


Sesungguhnya, kasih sayang di hatimu adalah tanda kebesaran masa depanmu. Maka, setialah kepada hati baikmu. Kehidupan ini bukan hanya tentang memiliki, tetapi tentang menghargai dan bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Syukur adalah menjalani hidup dengan apa yang kita miliki tanpa harus membandingkan dengan milik orang lain.

Oleh : Nur Aini Natakusuma

PATUNG


Indah menawan selalu ada saat kau sedih
tapi kau lupakan saat bercanda ria bersama kawananmu
adakah terlihat linangan keperihan telah menghujam sedalamnya? akh! kau amat sibuk sayank! Raguku kau mengerti rasa ini pun membeku dikedalaman tak berasa.

Karya : mardianasiti14@gmail.com
14.03.15/ 18.23, Kota TePian


Sabtu, 14 Maret 2015

KEEGOAAN



Ke egoan membuatku hampir setengah gila ,tak tau aku apa yang ku lakukan sebatas kewajaran atau lampiasan nafsu belaka,oh betapa hebatnya aku menghunus pedang di mulut berbisa,tapi untuk apa ,sepertinya aku hanya menaklukkan diri ku sendiri,apa yang ku cari ,pujian atau caci maki ,ataukah kepuasan bathin yang selama ini tak terpenuhi,inikah kebahagiaanku,inikah kebanggaanku,entahlah mungkin semua jawabannya tak perlu ku jelaskan,waktu pasti merubah keadaan,ku jua berharap perubahan yang lebih baik akan menjelang,semoga.....

Oleh : Abu Gussa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Sabtu, 07 Maret 2015

REMBULAN TELUNGKUP


hari ini malam tak berbulan
mngkin esok malam ada bulan
memang bulan ada di malam hari
namun saat ini ia telungkup di rimbun awan
hilang pula akan pandangan
hingga aku pun tak berkawan
ini malam
memang tak berbulan tak berkawan

Oleh : ~mahyar_dermaga~

MALAM


Hai.. Malam apa kabar engkau saat ini
Kau.. masih saja membisu berteman tanya
Kemerlip harap menghias indah pekatnya gulita
Larut besama sunyi yang menjamu kenangan
Sedih.. marah.. Senang.. Resa.. dan rindu...
Menyuguh aneka rasa penikmat malam

Malam.. Kau Adalah teras waktu wadah curah rasa
Detik hening kebisingan terik mentari menyengat
Inilah saat akal menjerni dan pekat mengendap
Malam.. Kau tontonkan sang lalu di baring perenunganku
Dingin mu membius pudar kesadaranku..
Dan larut dalam lelap...

Hoam... Bo.. bo.. dulu ah...

Oleh : Devin Suryawijaya

Kamis, 26 Februari 2015

PANTULAN ANGAN ROMANSA - CINTA IMITASI -


Kau... Ya.. kamu..
Kau.. Agungkan kata cinta setinggi cakrawala
Kau.. Artikan maknanya sedalam palung samudra
Kau.. Humbar cerita romansa yang menetes di pipi
Kau.. Kencani aku dengan hujan kata sayang
Namun.. Kau bandingkan aku dengan cerita fiktif
Kau.. Tuntut aku.. Layaknya wayang dan kau dalangnya
Kau.. Jadikan seperti penokohan angan romansamu.
Hai.. kau... Lihatlah siapa yang kau cintai?
Bukan.. Bukan.. Aku yang kau cintai...
Kau.. hanya mencintai angan mu saja..
Dirimu saja... Dengan duniamu saja..
Yang kau.. Pantulkan pada setiap kekasihmu..
Kemurnian Cinta ini luntur.., sayang ini pudar.. pada bayang angan pantulan romansa.
Ah.. Mah.. Ini cinta Imitasi...

Oleh : Devin Suryawijaya