. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 05 Juli 2015

PAHALA DAN DOSA


Mengapa kau padamkan pelita dihati,sehingga tak dapat kau bedakan antara gelap dan terang,dipuncak mana ingin kau tahtakan nafsu mu , tiada kegelisahan yany maha hebat terkecuali menghadap maut,tapi..gelisah mu melapai batas, keadilan adalah tuntutan sejati oleh insani,namun masih kecurangan mu terlihat jelas walau kau bersembunyi di balik dusta, mungkin saja engkau manusia yang cukup berani, halalkan segala cara,pahala dan dosa bagi mu dongeng belaka,tetapi ingatlah segalanya akan binasa disaat kau tidak berdaya, jalan pulang sudah pasti tidak meninggalkan jejak kaki mengarah kebelakang, terkecuali harus berputar untuk kembali.

Oleh : Abu Gussa

MENIADAKAN RESAH



Nikmatnya meniadakan resah,
Biarlah galau terbang mengepakkan sayap
Kian melambung mengibaskan butir-butir merah yang mengotori
Berjuta batang-batang panah menari liar
Terburai bersama kekosongan yang menghampiri
Aku bukan naungan kepenatan, sumur dangkal kemuakkan.
Telah aku akhiri jalan sesat yang tak terpetakan
Entah angin mana yang dulu menghantarkanku
Terbuai lalui segala jembatan rapuh
Seolah mata tua menuntun tongkat menari di depan sendiri

Oleh : Arya Adipati Arya
SALAM SORE SAHABAT """ RPS """

MENGAJUKAN SYARAT


Sepi ku bertingkat
Sedih ku bersekat
Emosi ku bersarat
Pelarian ku terlambat
Tapi aku tak boleh sekarat

Kau, siapa pun itu disana
Baik yang menjadi penyemangat
atau penghancur niat
Apakah aku boleh mengajukan syarat?
Berharap dan tak terharap
sama sama tak menyampaikan hajat

Aku ingin berlari sekencang kencangnya
ke arah jalan yang tak berhujung
sampai aku lelah dan tak berdaya
Aku ingin berteriak sekuat kuatnya
sampai pecah pita suara ku
Aku ingin menutup mata dan mata bathin ku
tuk melihat realita yang ada
Aku ingin bersembunyi ke dalam goa
tuk bersemedi meninggalkan hiruk pikuknya dunia

Tapi yang pasti
Aku ingin kamu bisa membimbingku
dan menuntun langkah ku
Aku ingin kamu bisa bersama ku
tuk menikmati hari hari ku
Aku ingin kamu selalu ada untuk ku
Dan akan tetap selalu ada...

Medan
Jumat, 26062015
By : Maia Syifa


BA KUMPUL



Telah lewat malam
Sebagaimana malam malam yang lalu berwajah jahanam
Ataupun wajah saudagar beriman
Mengantar pulas dipeluk embun yang tak pernah lesu oleh suhu
liang senggama bumi
Terperkosa oleh waktu dan jemari durjana semakin renta

Kukumpulkan nyali mengurai wajahNYA
Ternyata keliru jadi jebakan waktu
Terpuruk dalam kilau bianglala
Semu
Yang baserakan beribu lamban menuju liang senggama bumi
Ba Kumpul.

Kupejamkan mata.

Oleh : Nurkarim Nehe

Jumat, 26 Juni 2015

BERSERAKAN


Memungut helai demi helai
Sobekan nan rentas
Kalam yang tertoreh dan lukisan usang guru ngaji
Tidak semudah berkata kembalikan pada rak usang
Bukan untuk dikaji
Bukan untuk diulang
Tidak semata untuk dilagu lukiskan

Inilah untaian berserakan
Yang kupungut dalam tindakan
Hidup sudah sepenggalah
Menanti jalan kembali
Seperti yang dijanjikan
Bukan untuk diingkari
Tapi kekuatan demi kekuatan renta
Yang pasti.

Akupun tak tahu berkata apa
Semua huruf berserakan dalam alpa
Sudah sekian kali kusampaikan
Mohon ampun atas segala
Dan aku tak akan menyerah
Memungut serakan sampai Sang Bidadari menjemput kembali
Sampai segalanya sepi
Bagiku sendiri.

Oleh : Nurkarim Nehe
*sholat Subuh

Minggu, 21 Juni 2015

LANGKAH



Kini kembali jalan yang sama akan dilalui,langkah sudah pasti mengerti,di tempat mana berdiri dan berhenti,namun beban tetaplah memberati,tarikan napas yang dalam hilangkan kekesalan dan kejenuhan,sorot mata tetap memandang kedepan ,cukup kerlingan kekiri dan kanan tampa menoleh ke belakang,berucap harap keselamatan,tak menemui aral melintang,moga sampai ketujuan ,untung rugi tak jadi patokan, ikhlas dan rela adalah jawaban ,wajib pasti tertunaikan ,walau bahagia masih impian.

Oleh : Abu Gussa

Sabtu, 20 Juni 2015

NODA


dunia hapuz nodamu yg telah kau usapkn d jiwa dan ragaku.lalu biarkan ahirat menyapany dgn cahaya surga tuhanku.

Oleh : Lentera Kecil