. JENDELA PUISI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 15 Oktober 2017

YA HU


°°°°°
ada bias merah dan uap lembab
dibola mataku

ketika teresapi langkah ini hingga kini

......sesekali ingin aku
kurangi bobot ini TUHAN
kenapa kerap semangat ini dikesendirian

berharap sekira diPerkenanMU
tambah tambah jua bantuan untukku

langkah ini belum seberapa
abdi ini masih segaris awal
jangan biarkan ini terhenti
agar tak terputus yang sudah jadi janji

Oleh : Youthma All Qausha Aruan


KENANGAN ITU


Malam serasa rindu yang terpahat
bertebaran antara mendung awal musim hujan
dan purnama yang letih. Aku ingin fajar seperti disana
yang lama menyimpan rinduku di mihrab yang agung : Nabawi
Fajar yang merentang kamilau jingga dan biru
di antara cahaya berhias menara-menara tinggi
menentramkan, kupahatkan padanya cintaku

Tapi letih dan malam, kadang sepi
diantara rerisik daun dan suara belalang
sayup hilang dan pergi
antara dingin dan pandang mengabut
abadi, kenangan itu, mengubur beribu masa lampauku

Oleh : Mohammad As'adi
Temanggung 2017

CINTA DILANGIT 6


cinta dilangit 6
saat bumi serasa jauh
menuju logika sempurna
memisal ibarat
0+12
1+11
2+10
3+9
4+8
5+7
6 hanya butuh dirinya
sendiri untuk menemukan arti semuanya
seindah nama dihati
abadilah engkau pada siang dan malam malam puisi relaxasi

Oleh : Zibril Azanafa

Sabtu, 07 Oktober 2017

MERINDU



Menghabiskan malam
Diteras rumah ditemani cahaya temaram
Memandang rembulan
Disamping gubuk tua

Kembali angan ku akan dimasa silam
Tiada kah engkau merindu kan
Perjalanan akan sebuah cerita
Cerita dr sebuah masa?

Aaaahhh
Sudah lah
Lebih baik malam ini aku memandang
Rembulan yang hampir sembunyi diperaduan

By Andreant hanif

REVOLUSI BELUM SELESAI


Apa yang kau takut kan BUNG di masa mu
Telah terjadi di masa ini
Kolonialisme berakar di bumi pertiwi ini
Apa yang kau takut kan BUNG di masa mu
Telah terjadi di masa ini
Imperialisme dan kapitalisme bercabang di nusantara ini
Apa yang kau takut kan BUNG di masa mu
Telah terjadi di masa ini
Korupsi dan nepotisme berdaun dan bermekaran
Di garis khatulistiwa ini

Perjuanganmu dan pengorbananmu untuk negara ini telah di balas dengan cacian dan hinaan ke pada dirimu BUNG.
Kau di singkirkan
Kau di kucilkan
Seakan mereka lupa dengan apa yang telah kau
Perjuangkan dan korbankan untuk bangsa dan negara ini

Tapi ingat satu hal BUNG
Walau mereka menghinamu
Walau mereka mencacimu
Dirimu tetap bersemayam di dalam hati dan sanubari kami yang paling dalam.

Pekik gempita menyebut namamu masih terngiang di telinga kami BUNG, seakan baru kemarin mereka bersorak (HIDUP BUNG KARNO,
HIDUP BUNG KARNO....HIDUP BUNG KARNO.. )

Daku berdoa kepada YANG MAHA ESA semoga amal,ibadah dan perjuanganmu diterima di sisi ALLAH SWT.
Dan daku juga berdoa semoga namamu tetap di kenang sampai di akhir masa
Biar dunia ini tahu bahwa kami bangga punya putra bangsa seperti BUNG KARNO.

Oleh : Erfan Shah Aibnih
# BANGGA PUNYA BUNG KARNO#

KEBIASAAN YANG TAK LAGI BIASA


Mencari inspirasi
Dari membolak-balikkan hati
Dan menggali imajinasi di dalam sepi
Tak lagi ku temukan kebiasaan diri
Hatiku terus mencari
Namun kebiasaan itu bak hilang ditelan bumi

Tahukah kamu
Arti dari pembiasaan diri
Menjadi biasa atau harus terbiasa
Adalah dua kata yang berbeda makna
Ku pahami keduanya
Tapi ku tak mengerti maksudnya

Terlalu banyak kebiasaan yang harus ku hilangkan KAWAN...
Terlalu banyak
Kau tak mengerti atau memang sudah tak perduli
Baiklah KAWAN...
Terangkan padaku
Apa yang harus ku lakukan setelah ini
Biar ku tahu
Bahwa kebiasaan itu tak lagi biasa....

Tanjungbalai, 07102017
By : Maia Syifa


CINTA



Cinta seperti api
Membakar dan melepuhkan jiwa
Cinta seperti pedang
Mencabik-cabik
Cinta seperti embun
Menghaluskan jiwa
Dan menyejukkan
Cinta seperti sungai
Menghanyutkan
Dan seperti gelombang dan bah
Cinta memang seperti ini :
Rahasia yang tak terungkapkan

Oleh : Mohammad As'adi
Temanggung 2017