. JENDELA PUISI: Juli 2017
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 27 Juli 2017

SEJATI


Jika kau buka....
Aku akan bersemanyam selamanya....di hatimu
Dan kita akan melangkah
Bersama....
dalam siang dan malam
Hingga redup cahayanya...
Sayang....
Kita akan selalu bersama
Tanpa siang dan malam
Dalam keabadian....

#waib.....sejati



------------------

Layang-layang terbang melayang
Terbayang-bayang selayang pandang
Lihatlah camar terbang melayang
Jangan lupakan kawan di sebrang.....

@waib


-----------------------------------


Terserah padamu memandangku siapa....
Terserah padamu juga menganggap aku siapa...
Terserah padamu menilaiku....apa
Aku hanyalah aku....
Yang selalu mencoba tuk betahan..dari riuhnya angin....badai dan gelombang.....
Inilah aku yg selalu menerima apa yg ku cari...
Meski jalanku penuh kerikil tajam....
Aku hanya bisa tersenyum....tersenyum dan tersenyum....
Sederhanalah dalam apapun...
Ingat kita hadir dan kembali tanpa ada yg bisa kita bawa....telanjang.....
Sepotong kain putih pembungkus jasad
Baik dan buruklah yg kita jadikan bekal menghadap
Sang Pencipta....


-----------------------------


Bicaralah.....
Jika hatimu tak mampu
Tuk menanggungnya.....
Menangislah...
Jika bibirmu tak mampu
Tuk berkata....
Tersenyumlah...
Walau batinmu sesungguh menderita........

KITA DAN BUDAYA


Senja yang temaram
Melahirkan warna jingga yang indah penuh pesona
Melantunkan nyanyian merdu bianglala
Senja yang temaram bagai perawan yang mati suri di pembaringan
Kini semua sirna oleh tingkah kita
Budaya santun penuh penghormatan
Kini berubah sumpah serapah dan caci maki
Di mana mana ada kerusuhan dan teror keji
Manusia berubah bagai srigala yang kelaparan
Siap menerkam dan mencabik cabik tubuh mangsanya
Di mana budaya kita yang santun penuh kearifan
saling mendukung dan menolong sesama insan
Di mana budaya kita yang begitu indah saling bercengkerama
Mengapa berubah bagai srigala yang siap memangsa
Kita rindu budaya kita yang begitu santun
Kita rindu saling menegur sapa tanpa sumpah serapah
Kita rindu senja yang begitu indah dan temaram
Ach.....
Andai waktu bisa berubah
Kita ingin senja tetap indah dengan merah jingga yang merona
Dengan budaya santun kita yang penuh pesona.
Tanpa membedakan warna kulit dan agama
Tanpa sumpah serapah yang penuh fitnah
Saudaraku
Marilah kita saling menggemggam
Dan berjabat tangan mempertahankan budaya kita yang indah
Budaya yang penuh pesona
Singkirkan sumpah serapah yang merusak bangsa
Kita bisa hidup penuh dengan kedamaian
Dan kerukunan
Kita bisa tersenyum indah menyambut mentari pagi
Dan berteriak aku cinta Indonesia

By Endang Misnawaty
22 7 2017 09:29
Siantar city kotaku tercinta
NB ..bg omy bg memed tolong koreksi

Senin, 17 Juli 2017

SANG WONDER WOMEN


Dia. . .
Senja nan sayu lagi merdu
Pancaran hangat merasuk kalbu
Dia. . .
Rintik yang merdu dan merayu
Bagai syair pengobat rindu
Dia. . .
Tetesan embun pembuka waktu
Dia. . .
Mentari yang tak pernah padam
Meski malam merenggutnya dalam kelam

Oleh: Putri Tiara Dewi

HIDUP DAN MATI


Jika kehidupan adalah lahir hidup dan mati...
Lahir itu sederhana..
Seperti terbangun dari tidur yang panjang
Hidup itu sederhana..
Hanya melihat yang lahir dan mati
Mati itupun sederhana..
Cukup ia tertidur dan tak bangun lagi..

Oleh : Bengkel Las Priyo

KOPI


"Rasa pahit itu telah berangkat jauh,
menyusuri malam dengan hening paling sunyi
Lagukan rindu begitu dalam..."

-----------------------
Oleh : ~Hanju~

Senin, 03 Juli 2017

MANA RASA ITU


Bingung
Sedih
Terkejut
Mengapa begini

Rasa
Asa
Cinta
Semua sirna

Mengapa begitu kejam
Tidakkah ada rasa lagi
Terlalu naif dirimu padaku
Aku tahu dirimu

Pergi saja
Sudah lupakan semua
Kubur cerita silam kita
Biar semua tinggal cerita

Tanbe, 2 Juli 2017
Aulia Putry Manurung.
#MolenJimboBabyPotato

NAFASMU ADALAH TAKDIR



Kawan...
Apakah takdir itu seperti bulu yang melayang di udara..
Ataukah ia seperti sebuah persimpangan jalan yang tak berujung..
Ataukah ia seperti penjudi yang melemparkan dadu nya...
Karna ada kawan yang berkata.. Nafasmu adalah takdir...

Oleh : Bengkel Las Priyo