. JENDELA PUISI: Oktober 2013
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Kamis, 31 Oktober 2013

KASTEL

Aku bukanlah Kastel
dengan Langkah yang mudah
menjelajah di pelataran hitam dan Putih
dan terkadang bersanding di Raja
dengan Ampu dan
menundukkan kepala

Aku bukanlah Kastel
di pingiran batas
Kiri dan Kanan
dengan segenap bangga

Aku hanyah Bidak
seribu pulau
yang makan Ubi
dan beras Catu
dengan langkah yang terbatas
mengais sisa ampas
yang sebenarnya manis itu punya Ku

Oleh : ridwan.wan
Tanjungbalai,Sumatera Utara

KUMAU DISETIAKU ADA JUJURKU

Aku bukanlah dari kelompok jujur
Lihatlah ketika keluarga tetangga lingkungan semakin nyata
Penuh kemunafikan

Lantas akan kemana aku?

Aku bukanlah dari kelompok jujur

Lihatlah lingkungan kerja bawahan rekan dan atasan semakin nyata sulitnya dedikasi dan kejujuran

Lantas akan kemana aku?

Lihatlah aparat birokrasi legislatif excutif dan judikatifnya
Mereka semakin rakus dengan korupsinya

Lantas kemanakah aku?.

Aku aku tetap dengan aku
Tetap di keluagaku
Tetap di kerjaku
Tetap dinegaraku

Aku bukanlah dari kelompok juijur
Tapi aku setia

Karya Ratris Canna
Diperjalanan saujana senja 21 oktober 2013 pukul 14.23 aek sibiring
Kiriman : Rasta Tarigan

SUDAHI

JAngan lagi Rayu Cinta ku,
setelah Kau buat Membeku,
Ku tak mau penuh Rasa cemburu,
Menuai Angan Cinta Semu,
Di Saat aku Merindukan mu.

Biarlah semua ini terjadi,
Untuk apa di Kenang lagi,
Biar Menjadi Mimpi menanti Pagi,
Mengobati Kcewa yang telah kau beri,
Setelah kita Ulang Ulangi Semua Janji.

Tak ingin ku Resah,
Ingin ku Kubur semua Kisah,
Tentang janji dan Sumpah,
Luka Hati ku kini kian Bernanah.

aku hanya ingin menikmati Hari ini,
Menatap Laut yang tidak Bertepi,
Mungkin Masih ada Perahu yang Menanti,
Menuju Pelabuhan Hati cinta Sejati,
Yang bukan hanya menjadi sebuah Mimpi.

Sudahi kisah Cinta kita,
Untuk apa lagi penuh sandiwara,
Semuanya Hanya akan menambah Derita.
Menyiksa Jiwa yang pernah kau Lupa,
Saat aku menanti Indahnya Cinta.

By : LUmbang KAyung

RAIHLAH CITA CITA MU

Kasih,,,
Usah kau meragukan ku,
Biar diri ini Bergelimang Rindu,
aku di sisni untuk mu,
Walau bersama Bayang semu,
Dalam meniti Hari dan Waktu.

Capailah semua Cita Cita,
aku hanya seorang Pemuja,
Yang dulu pernah merasakan Cinta,
Dari mu sewaktu kita bersama,
Menuai Kasih Cinta Asmara.

Aku ingin kau dapat melupakan,
Semua Cerita dalam Kenangan,
Aku Rela dalam Kesendirian,
Menemani Bintang2 dan Rembulan,
Bersama Malam di dalam Bayangan.

Ku ingin kau menjadi Penerang,
Menerangi setiab Kegelapan,
Menempuh perjalanan Hidup yang Panjang,
Dari sema Sisi Kehidupan Insan.

Biarkan aku kini Sendiri,
Tampa Cinta ada di sini,
Menanti Cita Cita mu yang Suci,
Hingga kau menjadi Pujaan Ibu Pertiwi.

By : LUmbang Kayung

BILA AKU JADI PEMIMPIN

bertahun sudah kuemban
dalam impian posisiku jadi
pemimpin kelak dalam ranting
kehidupan fana membahana
dalam jiwa yang kelam
"Bila":
Aku jadi pemimpin kan kusuruh
korupsi sampai puas menyentuh
ke hati tapi semua lapangan
korupsi ditutup sampai ke ujung
langit
bila korupsi tidak tergapai kan
dipukul dengan seutas tali sampai
ke cambuk berulang kali supaya
derap hukum diketati

"Bila":
Aku jadi pemimpin kan kusuruh
melacur sepuas hati sampai dunia
diterjang sunami
bila melacur tidak kan dipukul pakai
besi,cambuk 100 kali seiring tempat
pelacuran dibakari,diperkecil dibuang
ke laut yang kering walaupun
katong kering karena sipilis

"Bila" :
Aku jadi pemimpin kan kusuruh
berjudi sampai kantong kering
meleleh bagaikan salju di siang hari
bila berjudi tidak kan ditelanjangi
di publik dan dipukul 40 kali dengan
pelepah kurma yang sadis
tempat perjudian dibakari dan
dipersempit karena dunia menangis

akasara puisi dilantunkan ke langit
moga Tuhan mengampuni segala
maksiat di muka bumi seiring penyair
bersajak bersyair,moga rakyat
selamat dunia miskin, amin ya rabal
allamin

Oleh :siamir marulafau
sm/21102013

KESETIAANKU KAU ABAIKAN

Inikah cara mu mencintaiku …
Ketulusan kau balas dengan mendua ..
Jika memang tak ada lagi cinta …
Harusnya kau katakan …

Berulang kali kukatakan dengan indah …
Jika kamu memiliki cinta yang lebih dari ku …
Katakan dan putuskan aku …
Mungkin itu lebih baik …
Dari pada kamu berdusta di atas dusta

… sakiitttt rasanya
Kesetianku kau abaikan …
Kejujuran ku kau balas dengan kebohongan ..

By: Seberkas Cinta Masalalu
Tangerang

UNTUKMU


Kutitip rinduku pada malam yg kelam
Kusimpan disudut hati yg paling dalam
Untukmu,,,,dan selalu untukmu

Oleh : Endang Misnawaty
Siantar,Sumatera Utara

BAGAIKAN KAPAS

Kasih,,.
Jangan kau Anggab Cinta suci ini tak dapat berpaling dari mu,
Aku juga ingin memiliki indah nya kasih sayang cinta,.

Sudah terlalu lelah ku menjaga kesucian Cinta ini,
Sedangkan ketulusan Cinta ku ini,
kau anggab bagai kapas tertiub Angin yang mudah kau tepiskan.

Kini,.
Relakn aku menjaga cinta dari seorang Sahabat mu,
Mungkin dia yang tak pernah bosan menemani keluh kesah ku.
Keluh kesah tentang kecurangn Cinta mu kepada ku,
Mf kan Kekasih aku memilih dirinya

By: LUmbang KAyung

MENANTI KEAJAIBAN CINTA

Kini Rinai Hujan menemani,
Basahi Jiwa Hati nan Sepi,
Menggores Luka Rasa Hati,
Menyikab kenangan yang lama menyakiti,
Setelah Janji suci tiada berarti.

Untuk apa Sebait Pesan,
Jikala Cinta hanya Memilukan,
Karna Air Mata tak dapat lagi ku Curahkan,
Menanti kerinduan di dalam percintaan,
Yang telah lama ku Mimpikan.

Hujan kian membasahi bumi,
Langkah kaki tak jua terhenti,
Dalam Sadar terus menjalani,
Perjalanan Sepi di malam ini,
Hingga nanti terlahir Cinta Sejati.

Ku Panjatkan Doa kepada Tuhan,
Hingga terjadi suatu Keajaiban,
Di Guyuran Hujan aku menemukan,
Simponi Cinta yang telah lama ku dambakan,
Menemani Langkahku di dalam Kehidupan.

Entah kapan Langkah ini terhenti,
Apakah sudah menjadi Takdirnya diri,
Hidup sendiri tampa tambatan Hati,
Hingga nanti Jasad ini Mati.

By : LUmbang KAyung

KELABU

ku asahkan tangan ku
meraih dlm
waktu

di hari kau brlalu
menunggu
remangnya hari
menunggu
dan menunggu

detik telah lewat
dan tinggalkan ku menyentuh ragu
kemarin yang ku tulis dalam pilu
sebuah lalu
dalam sederet syair
dan
semua yg kini ku lihat

kelabu

Oleh : COnan Cukupph Sahh
Kupang

CERITA DALAM CATATAN PENA

Tuturmu jauh menggairahkan aku untuk memelukmu
merenta indah pudaran langit nun bercahaya pada kelam yang berbias
mengapa kau begitu bersemangat menyapa kicauan elang , dan merekapun bernyanyi
senada ketukan empat per empat, mereka bernafsu untuk menyelesaikannya hari ini

sayang, inilah kota kita,
taburan seroja di bilik akhir penantian
tertawa riang, memandu wisatawan yang hendak bertamu memotret gubuk kita
saat merah menjadi hitam , kelam menjadi terang , temaram meraung canda pada anak kita
bermain petasan , bergoyang seperti lalat menuju surga menghilangkan neraka

langkah batu, buta akan raja
lengan putih mahkota rindang
lembah puri membangun istana
keringat menidih, mencapai gelora

inilah yang akan aku hadiahkan pada cucu kita
catatan penuh warna,
menghadirkan semerbak syair untuk tidurnya
mewariskan tahta setinta pena,
melukis dunia dalam kanfas berupa hias
menoleh saat pandangan tak mampu lagi berderik dengan halus
seroja menjadi hangus, merpati menikam hati memakan senja hingga kewalahan

kita tidak ingat , dan kita juga tidaklah lupa
mereka hanya selembar gambar dari imajinasi khayalan
logikanya runtuh menimbun arang pada padi usang
dengan sebatang tirai untuk menari menjamu tamu istimewa malam ini
mari berlari melambai hati pada senja bergemuruh langit

Aku juga mencoba mengukir sebintik batik di selendangmu
Mengukus keindahan alam raya di persimpangan kiamat
Lonceng kecil sengaja aku simpan untuk hadiah ulang tahunmu
Laksana berimbang bualan menyinari kehidupan si raja malam

Sudah ,
kiamat menghadang bambu di perjalanan rumah kita
Menyisakan tangis teriakan penjaga malam
Meminta makan segelas susu diremukan embun tuan
aku ingin semangkuk nasi dan sebotol susu putih.

Oleh : Alex Wahyu
Padang
AWNL, 23-10-2013
UK-KES

TANDA TANYA


Ku tulis catatan hati
di kertas buran tanpa warna
dengan pena tanpa tinta
ku terjemahkan tanpa kata kata
dan pikiran ku menari nari diatasnya

Ku mencarimu
di tumpukkan hati yang bertindih
ada sesuatu disana
ku ciptakan syair nan indah untukmu
namun tak ada gunanya
dan kau tetap mati rasa
karena semua penuh tanda tanya

24102013
By : Maia Syifa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

RINDU

Menangislah untuk sebuah kemuliaan, kegtiran adalah kepasrahan dari nasib dan takdir, ke resahan adalah polemik berbuah manis, pertemuan indah kelak kala Cinta sulit diredam karena bagian dari takdir,,cinta datang dan pergi bagai filsafah mistik, kemuliaannya menjadikan kita peka rasa namun jangan mengingkarinya dan menyesalinya, menangislah pada hal hal yang teramat sakral, dan pantas


Oleh : Dion-anak Zaman

KALA CINTA SULIT DIREDAM

Kita main peran
Kita terdetak jantung berdenyut rasa
Apalah arti sebuah ikatan
Jika kita tak mengakuinya

Kita maknai apa?
Sebelum mereka menemukan
Saat air matamu jatuh
Kau telah pasrah pada nasib
Sementara hari esok takdir telah tertoreh untukmu
Jangan mengubah sekaligus memintanya,

Kita ada karena Cinta yang tertera
Semakin kita perankan, justru ketakutan kehilangan, membius lalu menyalahkan atas luka kepergian


Oleh : Dion-anak Zaman

CICAK

Aku menemukan dan menginjak
Se ekor cicak tergelatk terbujur tubuhnya di kaki meja buah karya Tata', semut hitam datang menyambangi, ususnya keluar, matanya terpejam pilu, jemarinya lemas, punggunggnya terluka goresan, ekornya terputus dari ruas batang pangkalnya,,ada haru dan ku nikmati dengan pandangan kekuatan ibahku,

Tuhan angkatlah jiwa cicak dengan kekuatan jemarinya melekat sama dengan kebthinanku,


Oleh : Dion-anak Zaman

DI NEGERI SAKURA

aku pernah bercerita dibatas tapak tapak itu
aku menuliskannya, sejauh imajinasiku segetah karet kayu yang tertancap ditanah tanah berpasir,

disini sejuk sayang
kau tahu? butiran pasir yang terkemih lewat serpihan tapak jejak kaki manusia
peradaban kita jauh berbeda, aku menuliskanmu tengtang naluri, kebiasaan, serta kebudayaan yang tertera oleh prilaku kemanusiaanmu

sajak tak kupenggal sedeikitp-un
mata panah membujukku melemparkan dikaki kaki dekat Gunung sakurajhima
ada ranting menjelma menjadi teduhan eduh matahari
angin mengusir debu debu,
andai saja kau tahu dan berada disisiku, tak perlu kusajakkan, dan ku urai dalam garis garis catatanku, saat mulai beranjak, saat kusaksikan matahari, kemudian bunga bunga mekar yang tumbuh diemperan toko dan gedung gerdung,,saat Poohon kewajiban tertanam menjadi peleindung kegerahan, dan kenegerian bumi yang berputar amarah

aku menyaksikan itu semua, disini,!

Oleh : Dion-anak Zaman

SETELAH CAMAR BERANJAK

Camar camar telah terbang
Muara terbengkalai oleh air cucian penduduk bangsal didekat dusun sudut kota, menjadi riasan kolom dan anak anak kolom, terbakar semu
Terhempas debu debu
Terkaburkan masa depannya
Susah, segadang nasinya sebutir jatuh dilantai berpasir

Coba tengok dahan ranting (nyanyian balada anak anak),
Pohon dan kebun tercemari
Daunnya berkeringat, buah padi berwarna pekat,

setelah camar beranjak"!


Oleh : Dion-anak Zaman

ALPA KARENA WAKTU

kembali lagi aku berkeluh kesah seakan
sebab gumpalan warna hitam menutupi pandangan warasku
dan.....................beberapa kali tanya dalm hati
yang menjadikan kenyataan hari hari ku kian meruncing
aku sadar akan kebisaan semakin menipis
menata waktu yg semakin sempit

ingin aku membuka ruang waktu agar tak
terperangkap dalam dekapan alpa yg berkepanjangan
sebab hati dan jiwa punya rasa
yang tak akan jauh dari keinginan

Oleh ; Wan Kumis
Tanjungbalai,Sumatera Utara

HATI YANG KOSONG

Hidup memang selalu di penuhi dengan rasa gembira , sedih dan rasa yang tidak pernah puas akan kehidupan yang dijalaninya . semua orang pasti ingin merasakan kegembiraan yang selalu dapat mewarnai hari-harinya saat dia duka maupun senang . tapi orang banyak berpikir kegembiraan itu mudah dicari , kegembiraan yang mudah untuk ditemukan itu adalah kegembiraan yang tidak ada artinya dalam hidup .
dalam waktu yang terus berjalan hanya ada kesedihan dalam diri sendiri dan kebahagian yang hanya ada di rawut wajah semata . andai saja hati dan perasaan ini bisa bicara langsung dia akan berkata “ cukup akan kesedihan dan kekosongan “ . semuanya tidak ada yang indah apa bila hati masih sakit dan ada luka yang tersimpan .
melupakan dan menghapus masa lalu itu sulit untuk dijalani dan di pungkiri , andai saja semuanya kita bisa mengatur kebahagian kita . pasti kita semua ingin bahagia tanpa ada merasakan sakit yang membuat kita menjadi tersiksa .
mulai sekarang belajarlah untuk dapat menerima apapun yang anda hadapi . karena hidup hanya diberi kesempatan sekali , jangan pernah sia-siakan hidup anda hanya dengan hati anda yang kosong dan mulailah cari kebahagian yang berarti dalam hidup anda , karena kebahagian , dan mengisi hati yang kosong hanya dengan kebahagia yang berarti bagi kamu .

Oleh : La Da Ol Part II
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Rabu, 30 Oktober 2013

KASIH SAYANG ORANG TUA TERHADAP ANAK

Kebanyakan anak berpikir bahwa kedua orang tuanya tidak sayang akan dia , terkadang anak berpikir orang tua itu pilih kasih terhadap anak-anaknya . semua itu pasti dirasakan oleh anak yang tidak pernah menggerti arti kasih sayang orang tuanya . kita sebagai anak harus tetap mengalah terhadap orang tua , karena mereka adalah malaikat yang sangat berhati mulia kepada kita .
kebanyakan seorang anak hanya memikirkan egoisnya yang teralu besar sehingga dia tidak dapat menggontrolnya . kata demi kata yang di ucapkan oleh orang tua itu penuh dengan arti yang sangat berharga dan bermanfaat , tapi anaknya yang terlalu membawa egois dan emosinya yang terlalu tinggi perlahan-lahan dia menjawab sekata-demi sekata perkataan orang tuanya . itu pasti membuat hatinya sakit dan membuat dia menanggis akan perkataan anaknya .
betapa berdosanya anaknya , tetapi orang tua tidak pernah berpikir balas dendam kepada anaknya yang durhaka terhadapnya , dia tetap sayang kepadanya .
sebagai anak berpikir orang tuanya pilih kasih terhadap nya dan saudaranya yang lain , tidak .. seperti yang dipikirkan , mereka seperti itu karena mereka tidak ingin memanjakan anak-anaknya dan pasti mereka ingin melihat anaknya tumbuh besar menjadi seorang anak yang sukses di kemudian kelak .
tapi semuanya itu tidak diartiakn oleh seorang anak , kemudian kelak seorang anak akan tau apa arti semua perlakuan orang taunya terserbut , pasti semuanya itu ada arti yang sangat menguntungkan untuk kamu .
jadi janganlah berpikir negative sebelum tau apa yang akan terjadi kemudian kelak . semua nya harus di awali oleh sakit dan akhirnya menjadi bahagia .

Oleh : La Da Ol Part II
Tanjungbalai,Sumatera Utara

KERINDUAN DI ATAS PASIR PUTIH

pasir putih berhamburan
menyisir pantai mencuapkan rasa
rindu akan dunia maya dalam
petemanan sampai ke ujung dunia
menyemai pertemanan tak bertepi

aku semakin yakin dunia tersenyum
akan deburan ombak menerpa
harapanku ke tepi pantai pasir putih
meskipun aku hanya mengeluskan
senyum menawan hati

pasir pantai semakin geram
menuturkan belain kasih nan kerinduan
di ujung langit tergapai sudah dalam
relung sepanjang petualanganku
di tepi laut seiring aku , kerinduanku
berada diantara pasang dan surutnya
air laut sampai kering namun kubiarkan
sungguh airmatamu kering sekering lautan
menggapai kerinduaku dalam taman
pantai berdekap dalam lubuk hati

mengapa tidak?nyiur di pantai terkecok
dengan wajah kulukiskan dengan mata
berantai seiring pasir putih menyisir
kehampaan relung bersemayam di atas
pohon benalu menyerap kerinduaku
terpikirkan selalu dalam usia muda yang
kelabu

penyairku menuturkan beningnya
kerinduan masa lalu tergapai dalam relung
sepertinya aku bersekat tidak dalam jiwamu
sebagai pertanda bahwa aku dan kau
adalah bersatu padu dalam kalbu
terpisahkan tidak sampai akhir zaman
meskipun "anjing menggonggong kafilah
berlalu" bak pepatah bersua di ujung kalbu

Oleh : siamir marulafau
sm/21102013

STIUR YANG TERKENDALI


stiur kau kemudikan
membahana dalam relung
sepanjang kerinduan kugapai
dalam dunia maya kelam
mengapa tidak?aku pun merasa
sepertinya kasih di atas
sehelai daun kutebak menyisir
pantai Olora bergelora
sepanjang hayat bahwa aku
dan kau satu daratan kelahiran
meskipun raga bersatu padu
tidak, namun jiwa tertuang
dalam taman kita semai bersama
sampai alam barzah

stiur kau putar ke kiri ke kanan
mencuapkan rasa nan terpesona
dalam dunia maya seiring kugapai
rasa kerinduan di sudut mata
kau cetuskan,sementara aksara
puisi penyair menuturkan keindahan
jiwa permai terselubung dalam
relung berkepanjangan

Stiur kau arahkan ke relung
menyengat dalam kalbu membuat
pertanda bahwa aku sesaat terkapar
di batu karang Olora terhempas
dengan deburan ombak memikat
hati sampai aksara puisiku bertaburan
di jalan tak berujung dalam pejalanan
kutempuh dalam dunia maya yang
kelam, mengapa tidak?

aku semakin sadar bahwa bunga
di taman firdaus pulau Nias, pulau
idaman tersemai dalam pikiran
sesosok kumbang di perantauan
tersengat dengan keharuman dara
tanpa perfum baunya sampai
ke surga tak beralamat sampai akhir
zaman

Oleh :siamir marulafau
sm/21102013

SEMUT

tanah gersang diserap sinar
mentari meluapkan cahaya
seiring semut berlarian di atas
pohon mencari makanan
membentuk sarang
mencari perlindungan

di saat hujan mengguyur
bumi Tuhan para semut
berkeliaran tidak
semangat berkobar
meskipun banjir meluap
di sudut kota para semut
naik ke atas mencari nikmat

jinjit semut siapa sakit
naik di atas
siapa sakit tahan saja
sepanjang desah napas
terhempas tidak di tanah
gersang diam sepanjang
Tuhan mengulurkan tangan
kanan di atas awam

jinjit semut siapa sakit
naik di atas
terpijak kepala tahankan lapar
asalkan kantong tebal
perduli amat siapa kau dan aku
bersaudara tidak

jinjit semut siapa sakit naik
naik di atas
terpijak perut tahankan saja
asalkan perut bawah tergapai
sudah sepanjang aku berkuku
mencakar apa saja dilihat
kiri kanan,persyetan semua

Oleh : siamir marulafau
sm/23102013

APA ITU KARYA SASTRA?

bersastra adalah homo fobulan
bersastra berkarya sampai akhir zaman
bersastra bergelimang dalam seni
melukiskan aspirasi ke sangkar langit
menuaikan hasil aspirasi tinggi
merendahkan rasa arogan dalam berseni

bersastra berjiwa besar terhadap kritik
emosi ditahan sampai ke langit tak bertepi
bersastra berwawasan luas tergapai sudah
dalam hati

bersastra bukan untuk diri pribadi seiring
umat dunia mengkopi dalam batin
menerapkan dalam diri sampai sinar
mentari menyinari bumi

bersastra mencuapkan ikrar pribadi
tersirat makna menguat dalam batin
seiring aksara bersatu dalam jiwa

bersastra berkarya sepanjang nafas
ditelan tidak bumi diam
aku berlindung demi nama Tuhan
sebagai pencipta bumi di saat puisiku
terhempas tidak dengan gelombang
tsunami berpasrah diri akan puitis
kuselami sampai lautan kering

Oleh :siamir marulafau
sm/24102013

SENJA YANG KABUR

meskipun senja kau curi
kau alihkan ke tangan lain
namun wajah senja
di taman firdaus kita semai
kan membahana dalam
relung sepanjang pikiranmu
hanyut tidak dalam lumpur

lalu sekarang aku terhempas
di celah batu karang terjal
seirng lautan tergapai tidak
menampung kerindanku karena
percikan ombah dengan derai
menghempaskan harapanku
lagi tidak menuaikan kebebasan
diriku bersemayam dalam
kalbumu,bukan berarti kau
kejan terhadap diriku taoi
kodrat alam pikirn mendobrak
rasa bahagiaku

meskipun kau masih tetap
merindukan senja-senja kau
emban dalam pilu namun kau
mengharap tidak akan kehadiran
jiwa ragaku karena kau
membayang tidak lagi dalam
dunia fana kujelajahi sampai
akhir hayatku
Jangan kau salahkan aku
tergapai tidak hasrat,cita-citaku
di taman firdaus kau tanamkan
dalam relung karena kau sembur
dengan angin spoi-spoi sampai
ke dasar laut tak dapat dikail

Oleh : siamir marulafau
sm/24102013

NAMAMU TERCATAT DALAM JIWAKU

namamu terlukiskan di parasasti namamu kukenang jua terbayang di wajah selalu terlupakan tidak sepanjang hayat

perjuanganmu mencuapkan segala harapan visi misi tercapai akan sesudahnya dengan pengorbanan jiwa raga kau semayamkan di makam pahlawan seiring aku terkesima mencetuskna rasa kasih nan kukirim pinta kepada Tuhan bahwa kaulah pemberani membela bangsa dari belenggu penjajahan

sungguh mengagungkan betapa beraninya kau korbankan jiwa dan raga demi bangsa kubelai dengan kasih pinta pada maha kuasa atas jasa terlupakan tidak sampai akhir zaman

sungguh aku berutang kepada sang pemberani dalam pemberontakan dengan penuh semangat juang berdaulat sungguh mengagungkan perjuangan kau cetuskan dalam tindakan pusaramu selalu terkenang di mata dunia generasi penerus tersenyum belaka atas perjuangan kau emban pada masa lalu

kau adalah pahlawan terkenang pahlawan pemberani bagai singa dalam perjuangan menerkam mangsa di hutan belantara tak berpenghuni pusaramu diziarahi sepanjang masa atas kenangan manis kau eluskan dalam dada setiap insan selamat atas perjuangan

Oleh :siamir marulafau
sm/25102013

PERJUANGAN DI UJUNG TOMBAK

bertahun sudah perjuangan kusemai bambu-bambu bertaburan di tepi sungai semangat berkobar tetap membahana dalam dada pengorbanan di ujung tombak

semangat berkobar meluapkan hasrat bersatu bersatu teguh dalam pendirian kepahlawanan ikrar bangsa kepahlawanan penyelamat umat

perjuangan berkobar bagaikan lahar pegunungan memanas dari segala penjuru dunia tersenyum berucap sungguh demi bangsaku dunia berjuang demi rakyatku

semangat berkobar selalu semangat berjuang diujung tombak dari sabang sampai merauke kusemai bersama para pahlawan mengangkat senjata senjata bernapaskan bambu

biar peluru menembus dadaku kuberjuang demi negaraku aku pahlawan negeri bengis pada musuh senjataku senjata bambu kurelakan nyawa bertarung di medan perang

bulan november tanggal 10 hari perjuanganku pahlawan bertumbangan berkorban demi tanah airku tanah air kubela dengan tumpahan darah mengalir sampai ke tanah diam

aku tetap bengis pada musuhku negaraku negara tercinta negara kuperjuangkan dengan rekanku dari segala pejuru bergabung jadi satu, pahlawan jadi menyatu

Oleh : siamir marulafau
sm/25102013

BUAH KERINDUAN

siapa bilang kerinduan kau petik tidak dalam dunia maya yang kelam jika kau tidak menghitungnya seberapa kau semayamkan dalam dada seiring ranting berucap selamat datang para penyair bergelora sepanjang angin menerpa tidak pohon kehidupan kita semai bersama pada masa lalu di saat aku berada dalam taman surga kau janjikan dengan buah kuldi walaupun hanya sebatas impian tak bertepi

siapa bilang buah itu manis tidak jika kau tidak menyemainya dalam relung sepanjang petualanganku yang panjang di tanah gersang dengan terik mentari panas sepanas lahar gunung fujiama,mustahil tidak akan kurindukan sepanjang hayat sampai aku terkapar di tanah yang diam di saat napasku tak berdetak menyisir senja

buah kau petik dalam jiwaku teruai sudah dalam kalbu
buah kau semai terlukis sudah dalam jiwa sepanjang desah napasku mendesir di sekujur tubuhku sebgai petanda bahwa akulah kepompomg pemakan buah kau suguhkan dalam impian yang kelam

Oleh :siamir marulafau
sm/21102013

SECANGKIR TEH

teh kau suguhkan semanis madu
menguapkan asap ke relung
menguapkan rasa ke kalbu
mencuapkan sifat ke langit biru

membuai jiwa dalam rindu
menantikan cinta sebelum pilu
mengubah rasa sendu
mengubah segalanya di saat galau

Oleh :siamir marulafau
sm/26102013

GERIMIS PAGI

gerimis pagi
bagai air terjun
menyiram relung
menawan hatiku
mendekap ke jiwaku
membasahi pipiku
tetesmu basahi sukma

gerimis pagi
seperti tetesan airmata
megguyur jiwa
membasahi bumi
menjernihkan jiwa
menentramkan kehidupan
seiring gerimis menghempaskan tidak
harapan kerinduan

"kuharap"
gerimis pagi meneteskan
rinaimu tidak ke dalam kalbu
karena aku sungguh
melukiskan jiwamu
bersatu padu
tak akan lebur dengan rinaimu

"Percayalah"
kupinta doa selalu
gerimis mengguyur
harapanku tidak
sepanjang desah napasku
mendesah di atas bumi
gersang karena aku
pinta pada-Mu bahwa
aku dijanjikan
surga kelak dalam ayat-Mu


Oleh :siamir marulafau
sm/26102013

LOYALITAS BUNGA BANGSA

darah bertumpahan ke sana sini mengalir bagaikan air terjun semangat berkobar sampai napas terhembus dan tertanam di tanah yang berlumpur

biar senjata menghempaskan diriku namun aku tetap bersikap teguh membela bangsaku dari kekejaman dunia terkutuk

meskipun darah berceceran di jalan-jalan kulalui aku menerjang musuhku dan semakin aku tak perduli dalam tugasku kuemban sebagai bunga bangsa yang liar dalam menerpa segala penindasan tanpa pamrih

mengapa demikian?rasa kemanusiaan memudar seiring aku berjuang demi rakyatku kelaparan di medan perang dan aku senantiasa tak tunduk akan terbelenggu dengan kekejaman kaum penjajah

biarkan napasku terhempas dari jasad sepanjang senjata bambuku berperan menentang manusia-manusia biadab berkeprimanusiaan tidak di tanah air tercinta

aku semakin sadar perjuangan adalah loyalitas bunga bangsa berjuang demi kelestarian dan kemerdekaan,bebas dari belenggu penjajahan tercatat nama nama pahlawan terkenang selalu pada setiap bulan november tanggal 10 sebagai hari peringatan pada para penyelamat umat dari sabang sampai merauke di tanah airku yang tercinta

Oleh : siamir marulafau
sm/26102013

PESANKU PADA SEKUNTUM BUNGA

bila kau bersua padaku bacalah puisiku
puisiku adalah jiwaku
puisiku adalah hidupku
puisiku adalah napasku
puisiku adalah pesanku
puisiku adalah karakterku

bila kau ingin melihatku tataplah fotoku
fotoku adalah identitasku
fotoku adalah wajahku
fotoku adalah ragaku

bila kau merindu denganku
tataplah laut kan di sana
aku bersemayam sampai
aku mencuap di langit
yang biru

bila kau kasih padaku
bacalah pesanku selalu kan kau
tahu siapa aku dan siapa kau
aku berlindung tetap padamu

Oleh:siamir marulafau
sm/22102013

DI BALIK KEGELAPAN

malam tanpa cahaya
malam menyelimuti bintang
angin spoi-spoi mendesir
menghilangkan rasa duka
jiwa terasa tentram tidak
seiring cahaya tidak menampilkan
wajah di saat aku bersemedi
dalam kerinduan

curhat berteduh tidak
sepanjang sinar berbayang pudar
bintang-bintang berkedip tidak
karena hidup tertelan cahaya

kerinduan membahana dalam
jiwa seiring detak jantung memikat
harapan sirna ditelan derita
sesaat pikiran galau di kegelapan

di balik kegelapan aku meradang
sepertinya bisul pecah tidak
jiwa raga sungguh terhempas duka
jeritan hati sungguh memilukan

Oleh : siamir marulafau
sm/20102013

PENYAIR ITU APA?

Apa itu penyair?
Apakah semua orang bisa jadi penyair?
Apakah aku menulis puisi dikatakan penyair?
Apakah penyair harus bersyair?

Mengapa aku harus jadi penyair?
Apa kubuat bila jadi penyair?
Bagaimana menjadi seorang penyair?
Apakah orang awam bisa jadi penyair?

Penyair bukan sembarang menyair
Penyair bergelimang dalam rasa
Penyair peka dalam rasa
Penyair berbakat dalam penerapan
Penyair bagaikan cahaya memadu dalam dada

Penyair berbudi dalam lara
Penyair bersemayam dalam keindahan
Penyair menyatu dalam setiap jiwa
Penyair berdekap dengan alam

Penyair bukan orang sembarang
Penyair berani dalam curahan
Penyair bertenggang rasa berbaur dalam jiwa
Penyair bahagian hidup segalanya

Oleh : siamir marulafau
sm/20102013

DIUJUNG PENANTIAN RINDUKU TERJAWAB

Senja tiba diujung mata,
rindu enggan meninggalkan
tak peduli dengan siapa menanti malam,
rindu ini senantiasa menyapa

Bermain dengan malam menyulam puisi
memadukan rasa indahnya nostalgia

Malam telah menyeretku jauh kebelantara asa
saat kusadari, tak ada bayangmu menjelma
bersama sunyi kucoba tegarkan harap
moga diujung penantian rinduku terjawab
saat bunga ditaman persembahkan mahkotanya
setelah ayahku menghalalkannya

Karya bersama Rieskiya Mukti dan Drs Mustahari sembiring
# Madura-Jakarta, Minggu 20/10/2013=07:42wib. — bersama NoNa Riesky.

KUDATANG TUHAN DENGAN AIB PENUHI JIWA

Terseok seok kurambahi jalan hidupku
seringkali lalai bahkan kulupakan firman MU

Terjerembab dilembah penuh nista
menggelepar jiwaku harapkan pertolonganMU
hingga uzur harapku terpenjara dosa

Kini kudatang Tuhan dengan aib penuhi jiwa
jiwa putus asa tertekan dan penuh noda
gelap gulita diujung kehancuran aku tak kuasa
tolonglah aku Bapa,
mampukan tegak menggapai cita-cita
seturut indahnya rencanaMU dalam nyata

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku,Sabtu 19/10/2013=08:50wib

PERGILAH DENGAN DAMAI

Mengapa masih mencari jejakku
tak ingatkah pada tutur kata sembilumu

Mengapa masih telusuri jalan berliku hidupku
tak pernah kuganggu hariharimu
bahkan tak mau tau

Pergilah dengan damai
serupa mengikis debu dari jalanan berliku
sumpah serapah telah kau muntahkan tanpa aturan
bahkan nista yang tak pernah kulakukan
untuk apa bertutur kata apalagi untuk bertemu
semua itu cuma laksana menyulut api

pergilah sejauh mungkin
jika mungkin, aku ingin
anginpun tak mungkin mengantarkan pesan

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.
# Pondok bambu istanaku, 21/10/2013=09:46wib

ENTAH KAPAN BISA SADAR


Pagi memutihkan pandangan
terperangkap embun dipucuk illalang ujung jalan

Terseok-seok merambati janji dan kata
ujung ke ujung pias diteriknya surya
bagaimana mungkin merajut hayal semata

Aku menjadi anak sungai mengaliri padang sunyi
tak berdaya ketika harus menyebutkan jati diri
saat sengketa malam dan pagi hampir usai
tinggalkan sebingkai penyesalan terulang lagi
tanpa nada tanpa melodi sedatar kata dasar
entah kapan bisa sadar

Berita terus saja bergulung seirama gelombang jiwa
tapi tetaplah berpegang pada tata telah melembaga

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, 22/10/2013=05:50wib

BENTANGKAN APA ADANYA

Sesungguhnya rutin cerita terukir diujung sunyi
sebab setianya malam sisakan episode buat pagi

Membekas nyata
dimata didada juga rasa
bentangkan saja apa adanya jika sesungguhnya ya

Alurnya sama
tapi ritme degub jantung berefek berbeda
seperti titik api nyalakan lentera
berawal kecil terbakar jiwa raga sesudahnya
kenapa berteriak seganas singa
kalau simpul lolos kerna tak dijaga

Setidaknya pernah mencatat nada dan melodi seirama
sekarang tinggal dimana menempatkan perkaliannya

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, 22/10/2013=07:15wib-

KULARUNG DISAMUDRA BIRU

Senja yang kau titipkan mulai basah
sepertinya beberapa hari ini sepaham denganku : gelisah
tak terasa asa tenggelam makin dalam
pada tanya tanpa jawab dalam gumam
tolong jangan berteka teki
apa arti semua ini

Kemana kukembalikan senja yang mulai luruh
jangankan alamat, pesan pun tak kau taruh
kutanya pada tiap musyafir lintasi senja
barangkali pernah dia bersua
tiap jawab adalah sembilu
meski kubalut dengan senyumku

Jika tak mampu lagi kujaga senja titipanmu
maafkan jika kularung disamudra biru

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Trunojoyo sapo terulang, Selasa 23/10/2013=17:54wib

MISTERI KEHIDUPAN

Kini aku berhenti berharap
menghitung kesia-siaan ranjau hidup

Gamang juga nyali sejati
saat temukan diri terpasung hati nurani
apalagi ketika menghitung hari
naif sekali

Kini aku henti disini
berjuta tanya menggantung tak temukan atap
hingga pencapaian ini, belum jua kupahami
rahasia abadi misteri kehidupan lengkap
tetap tersusun rapi
hingga jiwa tinggal tetap

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham-
#Pondok bambu istanaku, Selasa 23/10/2013=22:45wib

SANG PEMIMPI

Malam telah mengantarkan mimpi menggapai embun
hadir tak bersua dalam riwayat pertemuan

Pagi yang sama kita terjemahkan berbagai warna
pemimpi asik dengan aksaranya
mengencani tiap kata padahal basi
meramu kalimat bernyali, cuma dia yang pahami

Predikat penyair,seniman atau bahkan sastrawan
jelaga kebersamaan lahirkan pengkotakan

Tak adil jika menyamaratakan tiap insan
menjatuhkan vonnis tanpa pertimbangan
Tuhan pasti masih mengirimkan batu timbangan
pembawa mantera, peramu doa bahasakan kejujuran
seperti tak beraturan, sesungguhnya suara kemurnian
tinggal lagi ,dimana kita tempatkan

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, Kamis 24/10/2013=06:45 wib

AKU RINDU TRI BRATA MENGAKAR DISANUBARI

Pagiku sudah lama basi
sisakan kecewa,luka dalam dan hidup tapi mati

Pagiku sudah lama basi
belum sempat kutanak bekal siang nanti
sekarang hari sudah meninggi

Pagiku sudah lama basi
siang lewat senja pun telah menanti
tak ingin kupunguti penyesalan tercecer sana sini
tapi hitam putih pengabdian dikebiri, kini mengganjal dihati
siapa peduli sistem neo feodalist ini
aku rindu TRI BRATA mengakar disanubari, abdi rakyat sejati

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
#Pondok bambu istanaku, Jumat 25/10/2013 wib

TUMBAL JAGRATARA

Api dihati bekal dari desa nyalakan nyali
berpacu waktu didera realita, pahitnya hidup ini
kukejar matahari tak perduli luka sekujur diri
ticket kini kumiliki kugapai murni
percaya tak percaya, ini terjadi
isyarat itu sudah mulai di Akademi

Sang penguasa arogan pamerkan angkara murka kuasanya
April kelabu; tampil lugu tak berdaya, tumbal Jagratara

Api dihati bekal dari desa perlahan redup
serupa mati dalam hidup
ticketku kadaluarsa perpanjangan telah ditutup
badai belum berlalu,sejatinya diri diuji
di akademi tumbal dipengabdian terzolimi
disenja redup ini harapan berujung dijalan buntu
pasrah berserah kukembalikan segalanya padamu Tuhanku
mampukan hamba tetap tegar jadi Bhayangkara MU

Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
# Pondok bambu istanaku, Jumat 25/10/2013=08:08 wib

VONIS SEWARNA BAGIKU

Pagi yang tercecer compang camping
malam telah merobek kesuciannya

Ditrotoar kota tua sebaris nostalgia biru
sebab kemarau ganas menghempas tak mau tau
serupa selembar daun menguning lalu layu

Tak mungkin kurenda niscaya
benang pun aku tak punya
mungkin harus kumulai dari awal
sebelum segalanya kian mengental

Celakanya semua jatuhkan vonis sewarna
lahir zohirku sempurna tak ada khawatir apalagi putus asa

Karya Drs Mustahari sembiring sang muham
# Belantara Batavia, Sabtu 26/10/2013 = 08:10wib

HAMPA DI KEBUTAAN HATI

Hilang Kemarau berganti Hujan,
Cahaya Mendung Menghiasi Awan,
Di balik Rimbun Pepohonan,
Terlihat sebuah kegelishan,
Berkecamuk di dalam Kebosanan,

Kemana Asa yang menjelma,
Tak sudah sakit yang ku Rasa,
Ku ingin semua rasanya Sirna,
Kehampaan Jiwa Meraja Lela,
dalam hidup di Atas Dunia.

Bukan hanya Cinta yang Merajuk Kecewa,
Bukan kehidupan ku yang apa adanya,
Tapi semua bagaikan Sirna,
Ke Imanan pun kini Bagaikan Dusta,
Tentang Cinta Insan atas Insan lainnya.

Ku Menatap Burung di Sarang,
Bercengkerama Beri Makan anaknya,
Tak seperti Insan kehilangan rasa Sayang,
Di dalam Keluarga dan juga Kerabat Kerjanya.

Tak Mampu rasanya Menatap Lagi,
Bedakan Manusia dan Hewani,
Yang Merasa Perkasa Bertangan Besi,
Menjadikan ke Imanan Hampa dalam Kebutaan Hati,
Dari semua Cerita Liku2 yang Pernah ku Jalani.

By : LUmbang KAyung

TEROR

Teror.
Kerja keras berhari lamanya sudah mulai terlihat.
Tentu ada kegembiraan dari hasil yang ditempuh dari sekian banyaknya waktu yang disita.Banyak yang melihat hajatan kami ini.
Opini dari kerja ini pun semakin tajam di plototin sebahagian kritikus busuk yang berencana ingin mendompleng hajatan kami ini,Pembusukan sudah tercium dipertengahan perjalanan.Teror gencar dilesatkan lewat sepeda air yang jalannya dengan gayuhan kaki.Kami pekerja bukan buruh yang mendapat gaji di setiap akhir pekan.Konplik itu terhendus dari kalian yang mencurangi kami.Tenang tenang sayangku,ada kami untukmu.

Bersenda anak desa didalam kali
Kali penuh dengan cenggondok
Sudahlah sudah yang kau busukkan
Disini kami tetap bernyali

Oleh : Irfan Ramadhan

HANYA UNTUKMU

Aku pernah melukis banyak wajah didinding anganku
tapi hanya wajahmu yang menghiasi kanvas hatiku
aku pernah menulis banyak nama dipapan hayalku
tapi hanya namamu yang terukir indah diatas prasasti jiwaku

Oleh : Masita Shanti
Takalar, Sulawesi Selatan

KU INGIN JAWABANNYA

Kutatap mega…
Kulihat awan beriringan …
Menginggalkan ku dalam kesendirian ….
Sayup-sayup kudengar …
Lantunan kidung malam yang sunyi..
Aku terpaku dalam kesendirian
Ingin kutanya pada semilir angin
Adakah hatinya akan teringat padaku
Aku ingin jawabnya….

Oleh : Arsyad Optional Yus
Tanjungbalai,Sumatera Utara

CERITA CINTA

Cerita cinta tergores dalam lubuk hati
Indah terasa sampai ke sanubariku…
Namun jalinan ini masih semu
Tak pasti akan bersatu …..
Ada lautan pemisah antara kita
Kau jauh di julang langit
Untuk kudekap itu tak mungkin
Perahu kasihku coba untuk berlayar
Anganku terbang meraih wajahmu
Dalam rindu sertakan namamu
Aku terbuai dalam diamku
Mungkinkah akan bertemu
Untuk sekali saja dalam hidupku….
Mentari terus bersinar … aku tak tahu
Entah sampai kapan dia akan berhenti …
Menyinar wajah bumi dengan kasihnya…
Akankah terwujud impian semalam ….
Nyataku rasa …. Semu kupandang
Garis tangan telah terukir …..
Tulusnya cinta ku .…padanya
Tak perlu diragukan…
Lihatlah hari esok masih akan menyapa kita
Untuk merajut kasih …….
Selamanya………….


Oleh : Arsyad Optional Yus
Tanjungbalai,Sumatera Utara