. JENDELA PUISI: Agustus 2016
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 29 Agustus 2016

CURAHAN HATI


Sebatas apa kau memandang bahagia,
mencampuradukkan sukacita dan canda tawa,
tanpa bumbu dilema?

Curahan Hati
Kapan kau menjadi sebuah pinta dalam keinginan
Melampaui apa kau menjadi sebuah tanya dalam jawab,
Menjadi sebuah sketsa bening nan indah di ujung mata,
Menjadi sebuah ilustrasi yang mumpuni
dan menjadi sebuah gambaran abstrak yang terbaca?

Curahan Hati
Bianglala yang ku ukir dicakrawala fana
tak jua menampakkan hasil yang sempurna
Ku bungkam sejuta bahasa
tuk mengerti dan memaknai selaksa.

Curahan Hati
Siasat ku terlewati
Senyum ku terbebani
Sayang ku terkunci mati
Diantara sunyi sepinya membaca diri di malam hari
lebih dalam lagi...

Tanjungbalai, 27082016
By : Maia Syifa (NH)

Jumat, 26 Agustus 2016

SATU


Kau dan Aku adalah satu
Pada saat bertemu dalam ruang dimensi dan waktu
Bercengkrama dibawah kaki langit cinta
Nuansa yang tercipta adalah irama
Kau begitu terpesona
Mata mu begitu liar karena kau adalah pemangsa

Jangan tanya kenapa,
Tetapi nikmati saja nuansa yang tercipta
Dari bahasa tubuh dan tatapan mata

Kau adalah lagu dan aku adalah irama
Untuk menjalani bahtera kita harus senada
Sepak terjang tak butuh kata
Tapi bukti nyata pengertian dan penantian di ujung sana...

Kamis,25082016
By : Maia Syifa (NH)

Senin, 22 Agustus 2016

NYAWA


Apa nilai sekeping nyawa itu
Tatkala mudah tangan itu menggapainya
Di bawa lari entah ke mana
Terkubur tanpa tanda nesan
Sepi diselangi terbang peluru
Yang masih jua tidak bermata
Tidak juga mengenal tuannya
Membeku bersama maraknya api
Kemarahan yang menjulang berkobar
Lenyap berselindung disebalik bunyi
Ledakan kimia yang jatuh dari langit
Yang disangka hujan rahmat
Rupanya penamat nyawa ummat....

Oleh : An Dark
‪#‎peacenowar‬
‪#‎prayforpeace‬

KEKASIH TERCINTA


" Tiada cinta yang indah, selain cinta atas nama Tuhan.
Tiada pula rindu yang Merejam, selain merindukan Kekasih Tercinta.
Perlu Kau ketahui...
Dulu aku tersesat dalam prolog jiwa sendiri.
Dulu aku tenggelam dalam lautan air mata sendiri.
Tapi sekarang...
Aku hidup kembali.
Demi langit yang bisa tegak dengan satu Nama Tuhan Semesta Alam.
Kutegakkan hati ini demi mendapatkanmu kembali.
Sekalipun dunia tak lagi kudapati.
Mari lah bersujud kepada-Nya, karena aku akan merebutmu dengan BISMILLAH.
Tak kan kulepas lagi, hingga bibir kita basah mengucapkan HAMDALAH."

Oleh : Ahmad Effendi

SANG PRIBUMI


SANG PRIBUMI

t e r l e n a berkicau ria

sementara NEGERI
dikepung SILUMAN PERTAPA

‪#‎paraJAWARAterkontaminasiUPETI‬
Oleh : Anzara
***kisaranJIWA
20agt2016

Minggu, 14 Agustus 2016

BACA WAKTU


Semakin jauh hati mu pada ku
Semakin sulit kau mengetahui siapa aku

Semakin kau larut dalam bias mu
Semakin sulit kau menjangkau angan mu
dan menemukan jati dirimu

Baca Waktu
Waktu kan memberi mu pintu
tuk menuntun mu ke gerbang sadar mu

Baca Dirimu
Kau punya talenta dan jumawa
yang akan memberi mu ruang dalam jeda

Baca Aku
Aku adalah bom waktu
yang akan kau ledakkan sewaktu waktu
karena kau lah pemegang tombol pemicu

Baca Dia
Dia adalah metamorfosa nyata
yang bergelantungan di langit cakrawala cinta
yang menebarkan pesona dengan segala cara

Mari Membaca
Mungkin dengan begitu kau akan lebih banyak mengerti
tentang rasa dan cinta yang sesungguhnya...

Tanjungbalai, 13082016
By : Maia Syifa (NH)

Rabu, 10 Agustus 2016

AKU


Aku ini wanita lemah,,
Dari kawanan paling rendah...
Tak perlu bercanda untuk memaki,,
Aku tahu itu maksudmu...
Lalu, ,
Tawa mana yang tak kau buat luka di dada.
Tegur sapa selalu kau cela,,
Tingkah laku kau anggap buat malu,,
Siapa....
Lalu siapa aku,,,

Oleh : Dian Temy Chan

SEANDAINYA


" Seandainya bisa ku ketahui titik akhir perjalananku ini.
Pastilah akan kuperbanyak amal perbuatanku.
Kupersembahkan diri dan jiwa ini untuk berserah kepada Mu.
Tuk melewati hari-hari. Dengan segala hal yang bermamfaat.
Ya... Rabb...
Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui.
Ya... Tuhan kami.
Janganlah Engkau rangkaikan kehidupan kami dengan waktu yang sia-sia.
Kami terus berharap....
Bahwa kebaikan akan ada dimasa sekarang .... Atau dimasa kekal nanti".

Karya : Bang Toyyib Sibarani

BERTAHANLAH SEHAT SEHARAP ASA


bertahanlah SEHAT seharap ASA

bantu aku berupaya menikmati TERIK yang semakin penuh menimpuk UBUN-UBUN

‪#‎yaROBB‬......
tiada henti tadah menanti

Oleh ; Youthma All Qausha Aruan


Kamis, 04 Agustus 2016

INDONESIA


Indonesia adalah Aku dan Kamu

Aku dan Kamu yang selalu menghormati perbedaan Suku, Agama, Ras, dan Adat serta perbedaan Pendapat

Indonesia adalah Aku dan Kamu
Aku dan Kamu yang selalu Suka Bergotong Royong dan membantu sesama Rakyat Indonesia

Indonesia adalah kita
Kita yang cinta Kedamaian.

Saya Izwan Muhammad Nazri
Sekretaris FKM KORPRI
Mengucapkan
Dirgahayu HUT
Republik Indonesia
Ke 71

Baktiku untuk Negeri
Jayalah Abdi Negara.

INDONESIA....MERDEKA

By Izwan Muhammad Nazri

MULAI LAYU MENANTI GUGUR


serasa tergeser ke pilah sia2
rumpun yang berangkulan erat dan indah

daun muda berMartabat
enggan bertahan lugu dikehijauan

kalian tabur PUPUK BERVIRUS
AKAR dan BUMI terINFEKSI

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
‪#‎tumbuhanNEGERIpertiwi‬
m e r o n t a

Selasa, 02 Agustus 2016

MIMPI INDAH


Dalam mimpi indahku
Kucari dirimu dalam gelapnya malam
Ditemani bintang yg berkelip indah
Dan cahaya bulan yang temaram
Tapi yang kutemui hanya bayang semu yang hampir padam
Dan hilang dalam awan kelam

Oleh : Endang Misnawaty

PUAN


Pedih berserbuk, berputik majemuk
Menggaruk pandang setumpuk bercak, sisa gerimis angan dirujuk
Engkau limau puan, pada prosa usang menganga
Sungguh berkarat ukiranmu bukan, bahkan pada nampan singgasana bulan

Oleh : Urs Meliala
FnNf,25-07-2016

ITU DI SINI


duduk menikmati
singgahsana NURANI

.......dan
seindah perlu
melantai diruang SANUBARI

duhai DIRI
berterusanlah
sandarkan sadar dikukuh getar

#‎bersama_NYA‬
Oleh : Anzara
kisaran,
28072016 0300

KEPASTIAN


Ketika kupaksa mata ini terpejam
Justru hati terus bercerita
Bicara tentang kesepian malam
Tentang mentari yang tlah tenggelam
Kesepian adalah pengharapan kasih....
Sedang tenggelam adalah masa lalu
Saat akhir bukan berarti kebahagian ...
Perasaan menjadi terlukakan
Kan kucari mutiara ketulusan
Kristal mujarab penawar kesedihan
Sungguh,hanya sang dewa yg memiliki...
Sebelum sang fajar di ufuk timur menjelang
Kupastikan sang dewa penentuan...sembuhkan atas
Sayatan luka2 ini...,

"KePastian"
by Elza TitaNium
290616'1:00

AKU


ini...diriku yang baru..tanpa kontaminasi bunga terlarang yang dulu menemaniku ditiap spasi puisi..ini diriku yang baru ingin bernafas tanpa asap apa pun itu?bahkan belum sempat kutulis judul puisi ini

AKU
Oleh : Zibril Azanafa

EGOIS


Langkah kecil itu seolah terhenti
Ada kecewa menggunung dlm tetesan air mata, bagai mimpi di siang bolong, pedang itu menghujum pilu, luka yg tak berdarah namun membekas bagai cikatrik
Ah.....
Dalam tawa tangis itu pecah
Mencabik semua kenangan indah
Nuansa rindu itu menjadi pulau airmata
Haruskah bertrimakasih untuk semua kisah
Dan haruskah tersenyum untuk waktu yg mencabik kisi hati?
Lupakan lah.....
Dan berlalulah andai waktu itu tak mampu merajut asa andai hari hari hanya menambah luka. Berhentilah pada sebuah kisah ya kisah kisah itu yg telah terkoyak oleh keegoan.

Oleh : Riri Eka Putri

SAJAK BUAT ARINI


kasihmu serupa gelisah angin
mengetuk malumalu pada jendela tak terkunci
meski sanggup merayu embun
tuk datang lebih awal dari dini hari

mungkin matamu mulai rabun
keliru menafsir isyarat dunia
atau tak kau insyafi benar, betapa airmata
kadang membasuh hatimu lebih bening bercermin

mestinya kau bidadari
jika saja nalarmu lebih cerdas memilah
memilih hati tempat kau jatuhi

kau adalah bintang
berpijar lebih benderang dari Matahari
bakar saja nyali..dan melesat lah lebih tinggi

kau cuma merapuh
belum saatnya untuk mati

kau terjatuh
lekas bangkit! hidup belum berhenti disini.

berdamailah dengan irama bumi , Arini...

Sangubanyu, 2004
Cintaku Cahayu Arini.
Senandung Panglipur

By ; TGUH KLASBUNGAMATAHARI

CAMBUK IMAJINASI


Sakiti aku, sayat rindu ini hingga tercecer darah di pelataran hampa kalbuku.
Pasti kuusap dengan telapak tanganku sendiri tapi tidak kubersihkan.
Aku suka rindu yang memerah dan sesekali terlihat beku.
Dengan begitu otakku kembali normal.

PP. 13/7/2016

ISTRI KU


Senyum dong
Masih marah ya?
Bukankah kita telah berjanji
Tidak akan saling menyakiti.
Aku sakit tau,jika kau diamin.
Besok kita shoping ya.
Aku baru dapat pinjaman uang.
Belikanlah baju kesukaan mu itu.

Nah begitu dong.
Tidak marah lagi kan?
Bukankah aku telah bersumpah
Akan selalu berusaha membahagiakan mu seumur hidupku.
Tidak akan membiarkan mu
Menderita apa lagi susah.

Kemari dong
Peluk aku
Berikan ciuman terindah mu
dipipiku,Yang tak dimiliki perempuan mana pun di bumi ini.

Oleh : Irawan Naga Siantar
( Belalang Tempur Syawal 016.)

AKU INGIN MENJADI EMBUN YANG JATUH DI HATIMU


Aku ingin menjadi embun yang terjatuh di hatimu
Nur Aini Natakusuma•16072016

Aku ingin menjadi embun yang terjatuh di hatimu, terbit kala pagi hari dan setiap hari kau tunggu, penuh dengan rindu.Masih saja, nyanyian mantra surgawi memeluk pagi. Matamu yang cahaya, membias mentari. Berdirilah di sisiku, agar kau paham rasa hatiku. Setialah denganku, agar kau tahu betapa banggaku memilikimu. Bersamamu aku tak butuh kata-kata rindu; yang kuingin waktu melambat sekian detik dari semestinya. Matamu bukan hanya bulatan utuh retina; tapi cahaya disaat jiwaku tersesat diluasnya semesta cinta. Pada hujan aku sendirian. Melihat daun melambai pada angin, merasa ingin dihidupkan sebagai, rinai matamu. Sebab saat kusendiri, ada kenangan erat mengikatmu disini. Kurelakan tubuhmu pergi tanpa rasa takut. Sebab saat kusendiri, ada kenangan erat mengikatmu disini. Berbaringlah bersama rinduku, agar bibirmu tak jadi kelu, kuukir bersama madu, agar manis mencecap kalbu. Sepagi ini, ada kejutan yang menghalau dadaku, rindu yang terus berdetak tanpa malu, menyesakkan seluruh iga-igaku. Paling tidak, dengan jauh yang kau jarak, rindu tak bisa ku elak, bergejolak susah tertebak, terjebak dalam napas sesak. Bulan begitu sabit malam ini, seperti tajam senyummu--yang ku pandang berkali-kali.Rebahkan penat hari ini. Pejamkan mata, serahkan raga pada Sang Pencipta. Selamat Malam, Sobat ~





SANG PENCERAH


Sebuah nama pendamai jiwa
Tenangkan riuh angkara
Wujudmu nyata
Pencerah

Barokah
Setiap langkah
Memberi petunjuk arah
Engkau Sang Maha Pemurah

Dalam sepi duduk bersimpuh
Membuang rasa angkuh
Amarah luruh
Peneduh

Pencipta
Tuhan semesta
KasihMu sungguh nyata
Memeluk seluruh alam raya.Rasa bersyukurku selalu kupanjatkan padaMU Ya ILAHI. ‪#‎Jum‬'at Mubarak, barokallahu