. JENDELA PUISI: Oktober 2016
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Sabtu, 22 Oktober 2016

BISIK


Aku tidak bersama orang orang saat mereka berangkat pagi,mereka bawa air mataku di pipi karena rindu dendam.tandu mereka miring karena kata dan kataku,esok menghadang,janganlah cepat usai

Huh berkenan

Bagaimana aku berbisik pada akal
Sedangkan air mata menggenang
Pada pelupuk mata kesabaran dan derita
Penguasa itu tidak memusuhi ku dengan keadilannya terhadap orang lalim yang berkeras untuk jauh melarang

Oleh : Razyied Rieza
Selangor Okt.2016

AKU DAN ANGAN


Terbangkan angan melepas pilu saat hujan semakin deras.....,
telusuri jalan tapak demi tapak, walau dingin udara menusuk raga.....
Sebentar menoleh kebelakang...
Terlihat jelas roda sejarah membentang.....
Angin menari-nari bersama percikan hujan & halilintar.....
Berharap reda kan tiba, terang kan datang bersama pelangi....
Kapan waktu itu kan menjelang...??
Hanya sabar menanti kepastian....
Sanjungan hati terhadap Ilahi Rabby....
Agar sedih berganti ria....

AKU & ANGAN
YBD 20102016

Sabtu, 15 Oktober 2016

INGINKU


Pegang erat jemariku, menelusuri nista dunia ini, rengkuh erat jiwaku, lewati ranting- ranting dosa yang menjeratku.
AKU..., manusia hina yang penuh dosa, berusaha berjalan di lembah sunnah, langkah ini kian terseok, jatuh bangun dan merangkak kulalui.

Bantu aku menuju syurga itu, andaikan waktu ini tak mampu membawaku, lepaskan ikatan itu, biar ku merangkak lewati asaku,

Jangan iringi langkahku ke neraka, sungguh kutaksanggup untuk kesana, walau harus terseok langkah ini biarlah itu menjadi pilihanku, kutakingin kebahagiaan dunia yang kau janjikan, aku hanya ingin RidhoNYA

Aku hanya mencintaiNYA, lebih dari yang kupunya, bantu aku menggapai syurga itu.

Oleh : Riri Eka Putri

BULAN SEULAS SENYUM


Bulan melengkungkan senyuman
Termangu dalam kabut, menunggu?
Hanya lengang sunyi yang bergelimang
Senyap, lenyap dalam selimut gelap
Diantara
Rasa sakit yang mengendap

Oleh : Hany Juwita
Oktober, 2016

Sabtu, 08 Oktober 2016

RUANG SEPI


Di sudut ku hening...
Menyapa gelap yg tiada sinaran...
Diam tertatap...
Sunyi menyelimuti....
Entah apa rencana sang Lentera,
Hingga padam tak terbayang...
Teringat ku kisah usang...
Kisah dimana kau rencanakan mahligai indah....
saat2 itu kita masih mesra bersama....
Tanpa dusta atau pun angkara...
Rona wajahku berubah saat bisikan itu di telinga berhembus...
Kau kejutkan ku....
Senyumku hilang....
Ceriaku pudar....
Semangat itu pupus....
Bersama langkah mu yg semakin menjauh dariku ...
Tinggallah impian yg tak mukin lg terwujud....
Di sudut ruang inilah aq menanti cahaya.....
Menanti sirnanya gelap....
Ruang ku begitu sempit dan sepi....

BY: YBD

ANTARA SAROJA DAN KAMBOJA


Dalam titian sendu berurai peluh.
Menapak sayu di antara harum seroja.
Meski pahit di lingkarkan sampai ke hulu.
Namun langkah tetap lurus di kesunyian.
Bertaburan kamboja menjadi puisi lara.
Biarpun pedih dan penat itulah ujian.
Dalam kepanasan terbakar pesona dunia.
Tetap sujud dan bersyukur pada Tuhan yang esa.
Suatu hari kerlip cahaya nan tiba.
Menerobos dinding awan hitam.
Dan sinarnya menembus hati.
Lalu terlelap berpusara harum seroja dan kamboja.

Karya : sariv
Surabaya

TONGKAT MASA DEPANKU


Beliau yang aku kalahkan suatu hari nanti
Dan Beliau
Yang tak takut dengan mati
Demi mendengar tangisan pertama anaknya didunia
Beliau yang selalu menyelesaikan segala masalah.
Yang selalu beri aku nasihat
Yang selalu beri aku petunjuk
Yang selalu mendoakanku dari jauh
Beliau yang selalu mengkhawatirkan Ketika aku belum pulang
Beliau yang akan takut bila aku membangkang
Beliau yang akan marah, jika ku dzalimi diriku sendiri
Beliau yang akan melepas musik yang aku dengarkan,ketika aku terjaga,
Beliau yang selalu menimangku saat aku masih kecil
Melepaskanku ke sebuah desa yang amat terpencil di kaki gunung lawu
Mengajarkanku sebuah kemandirian
Agar tahu getirnya hidup ini
Beliau melepasku ke desa, demi mencari sebutir beras untuk keluarga dikampung
Dan hanya berjumpa setahun sekali dihari raya
Karena
Beliau yang ditengah malam tetap bersujud, meminta kepadaNya untuk aku
Beliau yang selalu mengucapkan "anakku sayang"
Kasihnya tak terhingga
sepanjang masa
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Karya: Iqbal Al Javpad
Ngawi 5-10-2016/13:56


Selasa, 04 Oktober 2016

SATU MUHARAM


Malam ini tak seperti malam kemarin
Suasananya pun hening dan sayu
Menambah rasa penasaran hatiku saat itu
Aku pun mulai keluar rumah
Melihat lingkungan sekitar yang tampak sunyi
Aku mencoba untuk berkeliling desa
Ternyata pada bulan muharam
Banyak masyarakat sekitar yang melaksanakan adat malam 1 suro
Konon katanya malam itu penuh dengan aura mistis
Akupun beranjak pulang kerumah
Duduk merundukk di tengah malam.
Mengingat dosa dan kejahatan yang pernah aku perbuat

Ya Allah ampunilah dosa hamba
Sinarilah hati hamba
Kuatkanlah dinding iman dan taqwa hamba
Jadikan hamba kader-kader umat dan pemikir bangsa di masa mendatang
Lindungilah kedua orang tua hamba Sebagaimana mereka melindungku semenjak aku masih kecil

Iqbal Al Javpad
Ngawi, 02-10-2016 15:52