. JENDELA PUISI: Desember 2016
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 25 Desember 2016

PAGI


Pagi yang indah dan sejuk
Dengan angin yang menggetarkan jiwa dan raga
Ku minum secangkir teh hangatkan tubuh ini
Dengan pesona alam yang asri dan ramah

Ngawi,21 Desember 2016

KETABAHAN


Ka, bukan kau dan aku saja yang menunggu pertemuan tapi kota ini juga menantikan perjumpaan kita, kau tau? Rinduku masih paling tinggi yang belum pernah dijejaki setapak pun, kemarin pada suatu sore kota ini bilang kalau ia sangat ingin menjadi saksi perjumpaan ini. Ia tempatkan kita dikota paling sudut, Aku telah niatkan untuk asmara tanpa pilu, cinta tanpa kehilangan.
aku yakin kau akan tabah merawat rindu disetiap pejalanan ini, jika kau aku gelisah cukuplah doa-doa sebagai penawarnya. Kita harus percaya kelak pertemuan adalah tempat paling manis dari rindu, perjumpaan adalah buah dari ketabahan.

Oleh : Pengendara Langit
(161216 ketabahan medan-deliserdang)

BERANG


aku lelah melirik lidah kotor berbuih
memaki sepanjang hari
disambar arwah siluman gentayangan
kecewa tak terbagi korupsi berkoloni

aku bosan mendengar raungmu liar
mengerang haus syahwat syaiton
berdandan patriot yang kau curi entah kapan
nafasmu congkak terengah gusar

disini aku menari
mengimbangi lasak iramamu kutampik
kupanjat tangga demi tangga
memilin nada tendangkan rasukmu

enyahlah kau
penghasut titisan iblis
ini disini negeri pertiwi
cinta kami sejati bumi NKRI

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
*kisaran
17desember2016

ULAT


Kupu-kupu, namamu kelak
Jika sampai pada waktu, prosesmu mutlak
Serangga, gelarmu berwatak
Perusak, bagi hijau hak

Abaikan saja penghina kepompongmu
Bahkan anggapan mati keharusanmu
Kelak warna dan gurat kepakmu
Adalah jejak magis bagi cucumu

FnNf, 23-12-2016

TAK LAGI ADA


Seperti waktu yang telah berlalu, kita pernah bersulang kata dengan riangnya
Kita rajah ruang maya dan nyata dengan bait sederhana
Kini; dimana getar jemari yang biasa menorehkan kekata, dimana kita temui resah yang menggelitik itu, lewat syair engkau dan aku?

♥ KSJ ♥
Ck, 23 Desember 2016 21:35 WIB

DIARY WANITA SOLEHA Bag. 2


ya Akhi,
Tiada yang lebih kunantikan kecuali Ar-Rahman, yang kau jadikan mahar atas diriku
Tiada yang lebih kuinginkan kecuali mendengarkan kata "sah" dari wali dan para saksi
Tiada yang lebih kurindukan kecuali menggenggam dan mencium tanganmu
Dan tiada yang lebih sukai kecuali berbakti dan mengikutimu yang akan menjadi imamku

ya Akhi,
Langit malam ini begitu terang
Bulan seakan tertawa riang
Malaikat tersenyum
Melihat jutaan Hamba yang senantiasa bergantung dan berdo'a
Rukuk dan Sujud
Memeluk Al-Qur'an
Melantukannya setiap saat,
Mengamalkan Sunnah
Keinginan untuk segera berumah tangga.

ya Akhi,
Apa yang tengah kau lakukan?
Sudahkah kau menjalankan kewajibanmu atas diri-Nya?
Takbiratul ihram dan Al Fatihah
An-Nas atau Al-Ikhlas sesudahnya?
Kuharap kau tidak lupa untuk selalu membacakan Ar-Rahman disetiap Shalatmu.

ya Akhi,
Sudahkah kau memintaku dalam sujudmu?
Sudahkah kau membujuk Pencipta kita?
Untuk menjadikan kau dan aku lebih dekat
Menjadikan kau dan aku dalam Fitrah dan Sunnah
Menjadikan kau dan Aku dalam keridhoan-Nya
Menjadikan kau dan aku jalan untuk memantapkan hijrah.

ya Akhi,
Kau mungkin akan tertawa dan melirikku dengan manja
Ketika diary ini kuperlihatkan
Seusai Shalat dan tadarus
Kau akan berfikir bahwa aku terlalu mengharapkanmu

Tapi akhi ingatlah,
Tulisan ini bukanlah sebuah pengharapan semata
Tulisan ini ialah Do'aku
Pengantar keinginanku terhadapmu
Kepada Sang Pencipta aku juga memintamu
Tulisan ini ialah Do'aku
Pengantar keinginanku untuk bisa melangkah bersamamu
Menjaga hijabku,
Memantapkan hijrahku
Denganmu ya akhi, Imamku
Bersamamu menuju Istana di Surga.

~Alek Wahyu~

Selasa, 13 Desember 2016

RINDUNYA HANYA UNTUK SYURGA


Untuk apa kau jual kesenduan
dan kesendirianmu
Apakah angin, bayu dan hujan
Akan kasihan padamu ....
Menyedihkan lelaki cengeng menangisi kesendirian di gelap malam
Atau kau hanya penjual mimpi di siang bolong
penenjual simpati di malam buta ???

Berharap agar orang orang kasihan padamu
Mengemis rasa dan cinta orang
Agar menyelimuti dirimu yang berselimut sunyi ....
Huh ....sungguh mengharukan bung
Lelaki dii tikam sepi ....
Meratapi hari
Menghitung detak nadi bersama jarum jam yang bergulir dalam sunyi

Jika kasihmu pergi
Maka berkacalah ??
Dan telisik hatimu. Masih bersihkan ?
Masih setiakah ?
Coba lihat lidahmu masih lembut dan santunkah ???
Atau ia sudah berubah
menjadi sebilah pisau jahat
Yang mengiris hati kekasihmu

Kini kasihmu telah pergi
Mungkin untuk selamanya
Saat ini mungkin jiwa kasihmu sedang terbang
Mengangkasa
Terbang di alam bidadari Syurga
Dia tak sempat mengucap selamat tingggal
Padamu ....

Dia pergi membawa hati luka berdarah
Ia pergi tuk selama lamanya
Di Syurga bahkan ia tak kan mengenalmu lagi
siapa dirimu lelaki malang
Yang menaburkan derita dalam batinnya

Sungguh bidadari itu telah terbang
Dengan sayap berdarah ....
Bahkan isak tangisnyapun memerah
Serupa darah
Ia tak sudi merindumu lagi
Rindunya hanya untuk syurga ...

Lukamya terbawa hingga akhirat

Karya : Srihan
#Bandung 13-12-2016

GURU KU


Guru
Kau adalah suri tauladan bangsa
Kau adalah tunas bangsa
Kau adalah permata bangsa
Kau adalah pencipta generasi bangsa yang mulia

Guru
Semua baktimu akan kuukir didalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku tuk pengabdianmu
Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau sebagai embun penyejuk dalam kehausan

Guru
Tanpamu negeri ini tidak ada
Kolonialisme dan imperialisme yang ada
Mendidik generasi bangsa dengan penuh semangat dan tegas
Menciptakan pahlawan-pahlawan bangsa
Yang siap menumpas kemurkaan di bumi nusantara

Ki Hajar Dewantara, RA Kartini
Beliau orang hebat
Beliau orang berpengaruh dalam negeri ini
Tanpa jasa beliau Orde baru, Orde Reformasi apakah ada

Guru
Terima kasih atas jasa-jasamu
Layak mendapat sebutan pahlawan tanpa tanda jahasa

#selamat_hari_guru
Ngawi, 25112016

Karya : Iqbal Al Javpad

BAYANGANMU


Pada satu saja sesal yang kita ciptakan, membuat sesak dalam hati
Tentang tautan kekata yang dahulu pernah bertaut menjadi ribuan puisi
Semua begitu manjakan netra ini
Bawa cerita indah pada tiap spasi
Hiasan purnama rindu yang bersinergi
Namun kusadari
Engkau kini hanya sebuah bayang yang masih menikai keping hati ini?

♥ KSJ ♥
Ck, 25 November 2016 22:28 WIB

AKU TAKUT, YA UKHTI


ya Ukhti,
Aku tak lagi sanggup bila harus mengulangi bait-bait cinta yang pernah aku utarakan padamu

Aku takut,
Bila nantinya kau kembali terperangkap akan kiasan yang aku gunakan untuk menundukkan hatimu

Aku takut,
Bila cinta, kasih sayang dan kerinduan itu kembali terpupuk subur hingga kau nantinya akan menangis

Aku takut,
Tiga hal yang akan membuatmu lupa akan hakekatmu yang sebagai wanita yang Sholehah

Aku takut,
Tiga hal yang akan membuatmu buta akan rasamu sendiri
Aku takut ya Ukhti

Aku takut,
Cinta, kasih sayang dan kerinduan ini kita tanam tanpa ada Keridhoan dari-Nya
Aku takut ya Ukhti
Aku takut.

~Alek Wahyu~

SUDAHKAH


Inspirasiku menjalar
Menebus alam bawah sadar
Menari mengikuti aliran darahku
Ku gali lebih dalam lagi
Tuk mencari motivasi

Ku taklukkan ketakutanku
Bersama emosi jiwaku
Ku hadirkan sesuatu
Kedalam sumber logikaku
Ku poles dan ku kemas menjadi seperti itu

Kekhawatiranku ku bungkus rapi
Menjadi tanda baca yang tak terbaca
Menjadi apa yang entah kenapa

Biarlah...
Pembiaran yang tak bersyarat
Dan syarat makna
Pembiaran yang berbatas waktu
Waktu yang membisu

Segitiga, segiempat, segilima
Segala segi dan sisi ku ukur pasti
Menjadi tolak ukur keakuratan ilmu pasti
Namun tak akan pernah pasti

Kata kata yang diterjemahkan
Dalam bahasa sangsekerta
Tak akan menemukan artinya
Yang mencari pusat penterjemah
Selalu berbeda makna

Sudahlah...
Walau sebenarnya tak akan pernah sudah

Medan
Sabtu, 26112016
By : Maia Syifa


AKU INI, ITU AKU


.......
siAKU
kini terseret amarah dan bangga

hingga tak berasa
tergeser sudah keJiwa Liar

dibakar dendam dan sakit hati
menghujat dan maki dirumah suci

hasratnya memaksa
syiratnya membara
serunya tajam
niatnya kejam

mungkin siAKU bermaksud MALAIKAT
padahal LAKU undangkan IBLIS LAKNAT

oh Duhai nafsunmuthma'innah
basuhlah siAKU dirasa nan tenang

#akuini_ituaku
terbuang diprasangka malang

Oleh : Youthma All Qausha Aruan
***kisaran 04des2016
rasa 03.19


ISTERIKU


Bagaimana caranya aku bisa mengkhianati cintamu.
Jujur,sebenarnya aku ingin menyelingkuhi malam.
Diperaduan dengan bidadari lain.
Tapi semua tak pernah bisa kulakukan.
Meskipun mereka telah menaburkan madu yang lezat.
Aroma tubuh berbau kasturi nan semerbak.
Jerat pukat begitu hebat.
Jujur,tak ada satupun membuat aku terperangkap.

Bagaimana caranya agar aku berdusta padamu?
Pohon pinus ditapak kaki gunung Kerinci masih tegar berdiri.
Saksi hidup ketika sebuah sumpah terucap."Aku akan setia sampai ajal memisahkan kita,aku akan menyayangimu sampai mati menanti."Tak sanggup ikrar itu kunistai.

Bagaimana caranya agar aku bisa membencimu.Sedang darimu lahir keturunanku yang lucu.Darimu sejuk,teduh tergambar utuh.
Darimu hidupku kau asuh.
Darimu kekayaanku tumbuh.Dan pada Cintamu aku akan menjaga selalu.

Karena aku adalah nafasmu.
Aku akan berusaha menjadi Cinta yang terbaik untukmu.Terimakasih atas kepercayaan yang telah kau beri selama ini.

( Aku..Suamimu.Naga Siantar)

Oleh : Irawan Naga Siantar

CINTA BUKAN PUISI


makasih yaaaa..zibril masih ada disini..sedikit konfirmasi...cinta bukan puisi..maksudku bukan..puisi itu tidak berarti apa apa..tapi kata kata tidak akan mampu melukiskan indahnya arti cinta..sama seperti warna juga tidak akan mampu melukiskan indahnya surga..mungkin akan lebih bijaksana kita sama sama berusaha meyakinkan..kiblat agama itu adalah kebenaran..kiblat seni adalah keindahan..kiblat cinta adalah kasih sayang..sedangkan kiblat politik itu kekuasaan semu yang terbatas waktu

Oleh : Zibril Azanafa