. JENDELA PUISI: Maret 2015
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Senin, 30 Maret 2015

TITIAN HIDUP



Sebab aku Juga jingga telah menghilang dibalik malam yang menikung..
usah kau cari lagi seutas senyum yang pernah merekah untukmu
Pernah aku berfikir untuk kembali menghadiahimu pelangi senja yang mengindahkan hari-hariku kala itu,
Namun, aku Sudah tak menemui jalan untukmu kembali
menyibak lara atau sekedar membasuh luka
Mentari enggan bersinar lagi menerangi jalanmu kepadaku.

maka cukuplah kita hanya berjalan masing-masing
menyusuri titian hidup yang berahsia itu,
cukup hanya kata maaf yang saling terucap, lalu bergerak saling menjauh.
tanpa perlu kau tahu, arah mana yang kutuju.

Oleh : Shaqa Yeq

CORETAN RINDU TERUNTUK JULITA


Cepatlah sembuh kekasihku.
Kekasihku.kekasihku.kekasihku
hariku terasa kaku tanpamu
Gedung putih yg biasa mnmni senyum kitapun trasa tak menentu.
Kasihku doaku menyertaimu
cptlah kembali dengan ceria d sisiku.
kekasihku
ku yakin kau tgar sprti yg kutau.
kekasihku aku takbsbr ingin bercerita ttng cerita lalu dan masabdepan yg msh tabu

#coretan rindu teruntuk julita
Oleh : Lentera Kecil

AKSARAKU


benar
aku adalah si buta
tak faham apa isi yang memburai
pun tak melihat
haruskah kau marah karenanya?
tidakkah kau tahu aku bertanya karena tak tahu?.

by'mardianasiti14@gmail.com
_ kaltim, 28.03.15

JALAN KITA


Di balik rahasia ada rahasia ,di balik jawaban ada kebenaran,di antara kejelasan tentu tidak ada kesamaran,adanya keyakinan sudah pasti itulah jalan,cahaya tetaplah membawa terang,cinta kata lain dari sayang,dan hidup adalah suatu perjuangan,terjadinya perubahan akan menentukan keadaan,tidakkah engkau menggerti kawan.....

Oleh : Abu Gussa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Minggu, 29 Maret 2015

WANITA


Pada lintas mata ku memandang nan rupa
Menoreh lirik rona pukaunya sang paras
Kedip yang bergeming liuk pesona raga
laku semampai anggun rias cara sang jati
Pada lembut merdu melodi sapa bercakap
Merayu telinga getarkan raga ku mendegup
canggung tingkah mematungkan aksi
lengking tawa, mengilukan debar jantung
Pada lembut sentuh manja menyambut raga
Cermin sikap semerbak hangat menguyur jiwa
Lakunya berantonim rasa, linglung meraba maksud
Tak terselami akal pikir, jauh ada di palung rasa
Sungguh..
Membius memperdaya rasa, kacaukan benak
Melamun pada imajinasi merajut fantasi romansa
Jauh berbanding kegarangan hidup anak adam
Pelengkap sanding bagian nuansa hidup
Sungguh.. indah karya sang pencipta
wahai kau wanita. Para kaum hawa.

Oleh : Devin Suryawijaya

KU INGIN



Ingin aku membendung dari mana muara air yang mengalir di matamu , kepedihan jelas terlihat dikelopak matamu yang indah,aku tak sanggup melihatmu terus begini,"hentikan jangan kau teruskanlagi"dengan rasa iba aku melarangnya,tetapi tampa ku duga dia berkata"tenang bang sebentar lagi juga habis"dengan hati yang gelisah ku tatap kembali mata nya yang basah,harus kah aku turut serta dalam kepedihan ini,dan haruskah kita berbagi,tidak... aku tidak mau ,biar di katakan aku seorang pengecut dan juga tega,aku juga tahu dia tidak akan mau berbagi dengan ku,dia pasti menyelesaikan apa yang sedang di hadapinya,aku yakin itu. sesaat kemudian ku tatap kembali wajahnya yang manis,kulihat dia mulai perlahan tersenyum dan tertawa seraya berkata"ha..ha..ha..ha..akhirnya bawang bawang merah ini habis juga ku iris semua, ha... ha..ha...ha... selamat tinggal pedih ...selamat tinggal perih ...aku tak nangis dan sedih lagi ...da..da sayang...."

Oleh : Abu Gussa
Tanjngbalai,Sumatera Utara


MERAMBAH MALAM BERSAMA BAYANGMU


Meniti pekat dalam hembusan angin malam
Senandung lirihpun meluruhkan rasa
Aku, kamu… Mungkin tak lagi tergapai oleh waktu
Namun penantian ini tetap tergapai oleh bayangan
Dan waktu tetap mencurah lewat detak jam
Dan kamu begitu saja melewatinya
Dan aku disini, sendiri, sepi…
Hanya bisa membayangi rautmu lewat gemintang..
Malam kian menjurang
Aku masih saja menggeluti bayangmu
Aku masih saja merangkulmu lewat bisikan malam
Sanggupkah kau merasakannya?

Oleh : Cacan Sambas
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Minggu, 15 Maret 2015

AKU ADALAH AKU DENGAN AKU UNTUKMU



Adalah aku,
Dengan cintaku yang melebihi derajat para orang kaya
Dengan cintaku yang melebihi hasrat para pemuda
Dengan cintaku awal kehidupanku

Itulah aku
Aku, aku, dan aku
Aku yang hanya untukmu
Dan kamu yang hanya untukku

Inilah aku dengan seluruh kuasaku
Inilah aku dengan seleruh keinginanku

Begitulah aku
Sengketaku menggebu
Sengketaku menyapu
Sengketaku lahan hidup untukmu

Matamu yang berkilau
Senyummu yang memukau
Tubuhmu yang anggun telah membentuk santunku
Untuk menghiburku, meyakinkanku dalam rupamu

Akulah pilihanmu
Menjadi pangeran untuk dukamu
Akulah pilihanmu
Berpaling dari masa lalumu
Akulah pilihanmu
Satu pria untukmu
Akulah pilihanmu
kisah kita di hari tua

cinta untuk kekasihku
cerita untuk bekal menjadi Satu

padamu adalah tawaku
padamu adalah cintaku
padamu adalah ceritaku
padamu adalah inginku

aku tak lagi bertanya
aku tak lagi berkata
kaena aku adalah aku
dengan aku untukmu

Padang 13 maret 2015
Alex Wahyu
untuk kekasihku "FITRIANI"


KEBESARAN MASA DEPAN


Sesungguhnya, kasih sayang di hatimu adalah tanda kebesaran masa depanmu. Maka, setialah kepada hati baikmu. Kehidupan ini bukan hanya tentang memiliki, tetapi tentang menghargai dan bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Syukur adalah menjalani hidup dengan apa yang kita miliki tanpa harus membandingkan dengan milik orang lain.

Oleh : Nur Aini Natakusuma

PATUNG


Indah menawan selalu ada saat kau sedih
tapi kau lupakan saat bercanda ria bersama kawananmu
adakah terlihat linangan keperihan telah menghujam sedalamnya? akh! kau amat sibuk sayank! Raguku kau mengerti rasa ini pun membeku dikedalaman tak berasa.

Karya : mardianasiti14@gmail.com
14.03.15/ 18.23, Kota TePian


Sabtu, 14 Maret 2015

KEEGOAAN



Ke egoan membuatku hampir setengah gila ,tak tau aku apa yang ku lakukan sebatas kewajaran atau lampiasan nafsu belaka,oh betapa hebatnya aku menghunus pedang di mulut berbisa,tapi untuk apa ,sepertinya aku hanya menaklukkan diri ku sendiri,apa yang ku cari ,pujian atau caci maki ,ataukah kepuasan bathin yang selama ini tak terpenuhi,inikah kebahagiaanku,inikah kebanggaanku,entahlah mungkin semua jawabannya tak perlu ku jelaskan,waktu pasti merubah keadaan,ku jua berharap perubahan yang lebih baik akan menjelang,semoga.....

Oleh : Abu Gussa
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Sabtu, 07 Maret 2015

REMBULAN TELUNGKUP


hari ini malam tak berbulan
mngkin esok malam ada bulan
memang bulan ada di malam hari
namun saat ini ia telungkup di rimbun awan
hilang pula akan pandangan
hingga aku pun tak berkawan
ini malam
memang tak berbulan tak berkawan

Oleh : ~mahyar_dermaga~

MALAM


Hai.. Malam apa kabar engkau saat ini
Kau.. masih saja membisu berteman tanya
Kemerlip harap menghias indah pekatnya gulita
Larut besama sunyi yang menjamu kenangan
Sedih.. marah.. Senang.. Resa.. dan rindu...
Menyuguh aneka rasa penikmat malam

Malam.. Kau Adalah teras waktu wadah curah rasa
Detik hening kebisingan terik mentari menyengat
Inilah saat akal menjerni dan pekat mengendap
Malam.. Kau tontonkan sang lalu di baring perenunganku
Dingin mu membius pudar kesadaranku..
Dan larut dalam lelap...

Hoam... Bo.. bo.. dulu ah...

Oleh : Devin Suryawijaya