. JENDELA PUISI: Corridoio Vasariano
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Minggu, 28 Februari 2016

Corridoio Vasariano


Setidaknya aku mampu menikmati sesajian alam pada abad terdahulu
Bernardo Buontalenti, Gua tiga bilik semacam rumah bermain
Khayalan alami dan Ghotic dramatis yang menyerupai beton menetes dan batu apung mengalir
Ini memanjakan mata seluruh pemuda yang mengunjungi Pitti Palace
Mengaliri dinding dalam aksen air, merambah kesejukan selama musim panas
Seakan sedang melahap atau memuntahkan patung-patung berupa Manusia dan Hewan.

Gembala, Petani, Pemusik, Hewan, dan tambahan Empat Kriminal lainnya
Yah, mungkin aku akan dikatakan kampungan atau di cap norak
Semua kebutuhan, Makanan, Rumah, Pakaian, dan Kendaraan tampak seadanya
Dan juga agaknya aku akan bermimpi tanpa harus tertidur siang ini
Aku bermimpi tentang keberadaan kita di balik patung sepasang kekasih yang tengah berciuman
Mimpi kita untuk ku hadirkan ketika nanti terlelap
Tepatnya pukul Sembilan malam, di tengah kabut berawan
Lampu kota, dan beraneka jajanan khas Negri ini
Yah sayang, Abad pertengahan dengan kekayaan berlimpah
Saksi sejarah yang akan menimbulkan perselisihan

Sesaat sebelumnya, Aku memberimu nada nakal, Kau tau apa artinya itu?
Dua kali dalam hari ini aku menuliskan sajak untukmu
Sajak yang sedikit tertolong oleh para Seniman Renaisans, Vasari, Vasari.
Dan, Kau menyeringai lebih lebar sayangku, dengan tatapanmu nun begitu serius
Gedoran pintu kelabu, tempat aku bermimpi,
Kau datang dengan membawa sedikitnya ubi bakar kesukaanku
Berjalan menghampiriku di tengah cahaya remang dan dinginnya malam nanti

Ah, Aku menantikannya sayang, tepat pukul sembilan malam nanti
Rumah kecil kelabu dengan patung dua kekasih yang saling bertautan
Dan, Sajak-sajakku siang ini akan memandumu sepanjang koridor dan mulai bertanya, "Untuk apa ini"
Kegugupan dan keberadaanmu mengepung seluruh sumber dayaku
Tempat aku beribadah, memanjatkan Do'a dalam Shalatku
Keselamatan Ibu, Ayah, Adik, dan Keluargaku
Tentunya dengan mimpi dan khayalku,
Sebuah keluarga kecil, dimana kau dan aku,
Sepasang bocah, Laki-laki dan Perempuan
Kesederhanaan kita, Melanjutkan proses di dunia.

Corridoio Vasariano lorong rahasia yang khas
Tempat kita bermain dan menikmati senja
Saat usia kita berlanjut tua dengan berkelok-kelok melewati Galeri Uffizi
Kita menatapnya, menikmati limpahan sederhana.
Dibalik sungai Arno jembatan batu abad pertengahan
Oh sayang, inilah kota tua kita, tempat dahulu mereka berada
Menjadikannya kebun tempat berlayar, lalu mengiringnya pada halusinasi
Yah, kejayaan dahulu, tempat kita berada sekarang
Menikmati peninggalan-peninggalan mereka untuk kita ceritakan pada orang-orang terdekat
Saat ini dan nantinya kita warisakan pada bocah yang kita percaya.
Fitriani Alexandra dan Alex Wahyu Nurbista Lukmana.

~Alex Wahyu~
27 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar