UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Rabu, 28 Desember 2011

PAWANG KEHIDUPAN


Saat Sang Awal , Lanange Jagad lena dalam tidur
atas kehendak Nya,
sepotong tulang rusuk pada awalnya,
menjelmalah sesosok Bidadari Maha Sempurna,
Sang Hawa, Maha Wanita , jelita tanpa tanding
melalui lapisan atmosfir dan mega persada angkasa raya,
kerna terlena pada rayuan Bianglala,
Yang Maha Awal diusir kedunia fana,
meninggalkan tanah penciptaan, taman Eden Syuarga loka
dan poyangku terdampar ditanah Andalas,
karena tautan kasih, cintapun mewujud dalam sang Muham
maka sebagian usia, nyawa, peruntungan ,
bahkan hak kehidupan yang diwarisinya sebagai sang Hawa,
diikhlaskannya atasku, saat kuhadir didunia fana
sembilan bulan masa derita , pelunasan atas lenanya,
saat memakan dan memberikan buah larangan pada pasangannya,
diantarkanya aku dengan tali puser
dibekalinya dengan ari ari, yang adalah dirinya
jeritan pertamaku, memutuskan sangkakala senyawa
maka kuterimalah karmaku sebagai sang Muham
meski terbata bata dalam lindungan kasih bertautkan nyawa
diantarkannya aku dalam asuhan bertaruhkan segalanya,
tak ada hitungan apapun yang kutemui dalam buku jiwanya,
berarti aku datang dengan gratis ,
bahkan sebagian nyawanya dibekalkannya pula,
duh...apalah gerangan balasan yang mesti dia terima,
tapi nyatanya : perlawanan, penolakan, kebencian
segala bentuk durjana , kuhempaskan dihadapannya
hingga airmatanya mengalir ke asal kehidupan di Syuarga Loka,
menangislah Empat puluh Malaikat penjaga nya,
kerna alfaku menjadi tanggungannya,
duh....Emak, sekarang apa yang bisa kulakukan
ketika panggilan pulang telah kau aminkan,
tak cukup bekal yang telah diberikan,
untuk memahami arti sebuah kelahiran.....
kerna segala yang ada berasal dari rahimnya
dibawah kakinya disimpan kunci Syuarga loka,
kemana harus kucari jejakmu, emak
kenapa tak kau titipkan kunci kehidupan
agar bisa aku renungkan.---------

-----oleh Drs Mustahari Sembiring.--------
-----Makassar, 22 Desember 2011. surat permohonan maafku untuk emak.-----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar