Tiap kata puisiku pekat sekali
kau sunting jadi belati
penasaran :layaknya pemburu mengendus jejak kaki
ditiap tikungan belatimu menikam ulu hati
aku yang kau cari
untuk apa lagi......
Aku iba menatap dirimu diperhamba angkara murka
sampai tak bisa lagi memilah urat dan aurat sama saja
Tiap jejak puisiku bermata sejuta
kau sunting jadi senjata
tidak terima : semua pemirsanya harus binasa
apalagi kalau tercium bau intim disana
dekati, beberkan fitnah keji lalu adu domba
aku yang tak punya apa-apa
untuk apa terus kau dera
Karya Drs Mustahari Sembiring sang muham.-
## Pondok bambu istanaku, Rabu 04 Sept 2013 / 09.00wib
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar