Rabu, 11 September 2013
PANTANG MENYERAH
Waktu beringsut berkerut
segala upaya sia-sia, rebah tak berdaya
satu persatu tuntutan hidup datang berurut
menggigil sosok senja dipangkunya semua luka
jiwa kalut catatan hidup layaknya benang kusut
pakem ini penuh tanda tanya
Jujur : hidup terasa sudah berhenti meski belum mati
siapakah aku hingga terus dimampukan jalani semua ini ?
Pagi mengejar malam beriringan langkahku goyah
hambar serupa mati rasa , semua seperti tak berguna, payah
tegarnya gelegar semangat anak desa patah,
serentak jiwa raga tersungkur rata tanah
sungguh aku tak pandai meniti buih
meski hancur lebur aku takkan pernah menyerah...
Karya Drs Mustahari sembiring sang muham.
##Pondok bambu istanaku, Rabu,04 Sept 2013 / 23:10 wib
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar