siang itu,
ketika terik seakan ingin memecah bumi
derai tawaimu juga ikut membahana mengambil andil akan kebisingan alam
menyisakan butir-butir rindu
yang menggelayut rona merah matari
kau katakan "aku cinta"
dalam kebingungan akan rasa yang tiba-tiba
ku coba mencari dikebeningan matamu
"Tulus"
meski hari-hari kita tak seindah dan tak istimewa menurut mereka
namun pada cinta yang menyapa kita,
semua menjadi indah dan istimewa
hidup didalam ruang minda kita
akan sebuah mimpi yang mencoba kita wujudkan pada sakinah bersama
wahai yang telah membuat gejolak,
wahai yang telah menawanku pada sebilah hati yang kau miliki
pada cinta yang menyapa kita
kukatakan juga "aku cinta"
Oleh : Elegi Sunyi
*sudut sunyi*
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar