Dalam kalut
masih bisa kuingat kata turut
meski diam diam akhirnya kau tinggalkan arena
serupa pengecut bersembunyi dibalik kerdilnya jiwa
hanya karena harga diri tak ingin rahasia diketahui
atau karena naluri tak bisa lari dari kebiasaan diri
Sungguh tak kupahami warna nyali
setelah mengingkari lalu menyemai bara api
malah menuduhku mengobral hati
aku curiga semua cuma modus pembenaran diri
mencercanya tapi toh pasrah nikmati selingkuh abadi
jika bukan simpanan lama, kemana lagi kau cari pengganti
Kuharap kita tak saling menuding lagi susahkan diri
kini leluasa sesukamu silahkan nikmati,
aku sudah tak perduli
oleh Mikhael Rajawane sang mahesa
Alastua, Jakarta Raya
## Lembah bayangbayang, Senin 02092013 / 16:33wib.-
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar