UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Sabtu, 04 Mei 2013

BUNG TOMO

Debu kembali ke tanah
Jejak sembunyi ke tanah
Bung Tomo seorang Ksatria
Tak gentar meski berkalang tanah

di Surabaya ada lorong yang tak terlihat.
Ada gema adzan di langit yang dia lihat.

Kemudian dengan gagah dan lantangnya
dia berpidato dengan telanjang dada
di atas sebuah menara Hotel Tua di Surabaya

Sore itu Ksatria Pemberani itu
mengumandangkan­ perlawanannya

Siapakah diantara bangsaku yang berkhianat
hari ini, kami semua akan mengutukimu
kita bangsa yang tak rela di jajah, maju
hantam mereka tanpa ragu-ragu

“Tahukah kau, saudara-saudara­ku,
kalian kuperintah melawan mereka
dengan gagah berani?”

(Suaranya mengetarkan langit di sore ini)

Kalian penjajah telah menghina bangsaku
kaupamerkan kekuatan senjatamu, kauremehkan
bangsaku, dan kalian perkosa perempuan-perem­puanku

Kalian harus dilenyapkan dari negeri ini, selamnya

Terlihat matanya memerah,
Bung Tomo sangat marah sekali
matanya berapi-api, seakan hendak membakar
siapa saja yang berani menjajah negeri ini

Mata BUNG TOMO tak begitu nampak,
tapi dari pipinya yang mengeras terasakan
Cadas api yang membara panas sekali

SORE ITU, BANGKITLAH SURABAYA DENGAN SEMANGAT
BERAPI-API, MESKI KOTA ITU HANCUR, SURABAYA IKHLAS TERBAKAR API

Oleh : Jaka Malela
Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar