. JENDELA PUISI: Kumpulan Tembang Kata Juank Hadapi - BILA HATI TERSAKITI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 06 Desember 2013

Kumpulan Tembang Kata Juank Hadapi - BILA HATI TERSAKITI

GADIS ITU....?

Terores Bait Tanpa Koma...
Tercipta Syair Tiada Nada...
Terucap Kata Dengan Tertunduk Muka...
Tika Senyum Mengalir Keseluruh Jiwa....

Lekuk Sutra Dirambutmu...
Menyadarkan Diri Dari Lamunan Kegelapan...
Dan Hati Tak Mampu Mengecup Kening Sang Halal...
Atau Memang Tiada Yang Mampu Untuk Melukiskan Panorama Suci...

Gadis Itu...?
Langkahmu Tiada Akan Terhenti...
Saat Angin Surgawi Terlintas Didepan Dinding Patamorgana...
Dan Saat Pelangi Hadir Tanpa Iringan Gerimis Ditengah Hari...

-----------------------------------------

UNTUKMU DITATAPAN YANG TIADA BERKESUDAHAN

Bila Terpejam Mata...
Bila Terbaring Raga...
Indahmu Tetap Terselimuti...
Oleh Rasa Kagum Tiada Henti...

Dalam Sendunya Keheningan Udara Malam...
Kehangatanmu Terpancar Disela-sela Bibir Yang Terkatup...
Merasuk Cepat Dinadi Jiwa...
Namun Tiada Sudi Untuk Berlalu...

Kau Yang Kupuja Dialiran Tulisan Hati...
Egoku Luntur Karena Kau...
Tapi Sungkanku Tertahan Dikursi Yang Terpaku Didasar Bumi...
Tidak Dengan Tatapan Ku...
Bak Magnet Yang Mencari Sahabat Sejatinya...

--------------------------------------------------------

HATI YANG GALAU AKAN HATI

Sapa Sudah Berjalan Ditepian Hati...
Menuju Ruang Gelap Tanpa Kesadaran...
Penuh Dengan Tumpukan Nama...
Disebuah Batu Yang Penuh Ukiran Jiwa...

Meranakah Rindu Yang Kembali Tersahuti...?
Tika Ukiran Yang Berdebu Tersapu Angin...
Dan Mengubah Kelam Menjadi Benderang...
Menutup Benderang Menjadi Gelap...

Hati Bukan Untuk Tersayati...
Hati Bukan Untuk Dinodai...
Namun Hati Untuk Dihiasi...
Dengan Wangian Semerbak...
Dan Lukisan Yang Penuh Senyum Keikhlasan...

By : Juank Hadapi
04 Desember 2013
02:06 wib

------------------------------


Disaat Langkah Ingin Berganti...
Gerimis Pun Turun Membelai Wajah Yang Berpeluhkan Tanda Tanya...
Akankah Terhenti Suatu Cerita Yang Baru Dimulai...
Atau Harus Melepaskan Genggaman Dari Batu Yang Panas...
Memang Benar Telunjuk Tiada Lagi Berarti...
Namun Ada Saatnya Bukan Telunjuk Yang Dikhawatirkan...
Tapi Pandangan Yang Akan Terhalang Kerumunan Orang2...
Dan Tiada Mampu Lagi Langkah Menuju Kebaris Terdepan...

--------------------------------

Bila Hati Tersakiti...
Apakah Sama Rasa Sakitnya Dengan Jemari Yang Teriris Pisau...
Antara Salah Dan Maaf Tidak Jauh Berbeda...
Terpisah Oleh Suatu Kata Yang Sangat Lembut...
Dan Berjarak Sehelai Rambut Yang Tipis...

------------------------------------

Kebinalan Matamu...
Bukan Membuat Samudra Itu Surut...
Bahkan Kini Dianya...
Semangkin Meluap Keangkasa...
Jangankan Senyummu, Belaian Tanganmu Pun Tak Terhirau Kini...
Dari Itu Jangan Lagi Kau Coba Menggapai...
Jika Tanganmu Tak Sanggup Untuk Menampung Derasnya Yang Turun....

----------------------------------

Kebinalan Matamu...
Bukan Membuat Samudra Itu Surut...
Bahkan Kini Dianya...
Semangkin Meluap Keangkasa...
Jangankan Senyummu, Belaian Tanganmu Pun Tak Terhirau Kini...
Dari Itu Jangan Lagi Kau Coba Menggapai...
Jika Tanganmu Tak Sanggup Untuk Menampung Derasnya Yang Turun....

-----------------------------------

Kelelahanku Sudah Diujung...
Tika Melihat Gambaran Sebuah Fenomena...
Lemah Pun Sudah Berhadir...
Tika Sang Penyiar Kehilangan Pendengarnya...

------------------------------------


Apa Arti Bintang Kecil yang Sudah Diberi...
Kalau Tiada Makna Bagimu...
Apa Masih Kurang....
Dan Apa Harus Ditambah...
Apa Harus Bintang 4 Untukmu...??
Yakinlah Kau Akan Lupa Sang Pemberi Bintang...
Sebab Tugas2 Yang Diemban Bintang 4...
Akan Lebih Sulit Dibanding Bintang 1...

--------------------------------


Kepada Kasih Yang Terungkap...
Apa Yang Diharap Dari Malam Yang Berteman Dingin...
Apa Yang Ditunggu Dari Bisunya Suara Jalanan...
Mungkin Memang Sudah Tiada Yang Mengerti...
Arti Kegelisahan...
Arti Kegaduhan...
Arti Kecemasan...
Lantang Bicara Sipemanis Bibir...
Kau Suarakan Ketenangan...
Namun Hati Berkata TIDAK...
Aku Bukan Dalam Area Kemahiran...
Aku Hanya Berada Jauh Dari Lingkaran...
Yang Berpenghuni Bintang Yang Gemerlap Penyilau MATA...

---------------------------------


Memandang Dari Arah Yang Berbeda...
Antara Cinta Kasih Yang Tertahan...
Bukan Karena Dilema Yang Meraja...
Melainkan Asa Yang Kian Meredup...

Jauhlah Sudah Rangkaian Dari Alurnya...
Terpisah Tapi Masih Terlihat...
Bagai Ungkapan Para Pujangga...
Yang Selalu Membagi Berjuta Pertanyaan...
Yang Tiada Tepat Untuk Menjawab...

Kau Yang Hadir Diderai Langkahku...
Sebentar Kita Menyapa...
Namun Terlalu Lama Tersingkir Dari Ingatan...
Kau Adalah Keindahan Yang Terpuji Dihati Bukan Dibibir...
Karena Satu Alasan...
AKU ENGGAN....

-------------------------------

Didalam Sebuah Jaring...
Siapakah Yang Akan Diselamatkan TUHAN...
Seekor Laba - Laba...?
Atau Seekor Lalat...?

----------------------------


Air Mata Itu Mengalir Tika Rasa Sakit Itu Kembali Mencabik-cabik Raga...
Ibu...
Andai Aku Mampu Memindahkan Penyakitmu...
Aku Ikhlas Untuk Dipindahkan Keragaku...
Dan Aku Ikhlas Menggantikan Setiap Tetesan Air Matamu Yang Mengalir...
Ibu...
Maafkan Aku...
Karena Aku Tiada Daya Dan Tiada Mampu...
Sembuhlah Ibu...
Senyummu Dan Canda Tawamu Selalu Kunantikan...


By : Juank Hadapi
Tanjungbalai,Sumatera Utara


Tidak ada komentar:

Posting Komentar