. JENDELA PUISI: Kumpulan Puisi Arsyad Optimal Yus - GENERASIKU
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 06 Desember 2013

Kumpulan Puisi Arsyad Optimal Yus - GENERASIKU

GENERASI KU......
Oleh : Arsyad Optional Yus


Generasi ku...........
Di hari ini usiaku sudah menjelang pulang, sedang generasimu baru akan pergi.
Tulang-tulangmu masih kokoh untuk susuri tingginya puncak bersalju abadi.
Cita-cita pun hebat bagai nakhoda hadapi badai ganas di tengah bahari,
Dan harapanmu masih panjang bagaikan pencarian cinta para sufi.
Sedang hari-hariku, hanya tinggal sebentar lagi.

Generasi ku....
Engkau terlahir dengan menggenggam mutiara berharga dari langit.
Yang harus engkau pertahankan walau harus menahan rasa sakit,
sakitnya nafsu karena asing dizaman menjelang penjajah bangkit,
dan musuhmu akan menghadang di depan bagaikan bukit.

Generasi ku.... ingatlah! manakala seekor singa ikut mengembik bagai seekor domba,
seluruh bumi akan mengejek dan memandangmu hina dalam derai tawa,
Engkau adalah putra singa gurun yang pantang dihina dan menyerah.
Yang selalu memilih syahid atau tegak dan bersinarnya Cahaya.
Dan....berhentilah menyerah dan jadi orang yang kalah.

Dalam darahmu mengalir semangat para syuhada ......
Keberanianmu membuat pasukan musuh buyar.
Inginkan engkau seperti mereka? membuat para pembenci gemetar...
Kibarkan bendera kemenangan.....
Dan tunjukkan kepada dunia....
Engkau adalah pejuang yang pantang menyerah...

--------------------------


PENGGALAN MAUT
Oleh : Arsyad Optional Yus


Intipan maut dari segenap penjuru,.
Tempat bersembunyi pasti kan tahu..
Ke mana saja dia tangkap..
Untuk selamat tiada terhindar..

Ingatlah hai orang yang terpedaya kenapa kau bermain saja..?
Kamu dambakan segala macam harapan padahal kematian itu makin dekat jua..
Kamu tahu, tamak itu bagai lautan kapal yang dekat dia jauhkan..
Dan ternyata kamu jadi sasaran pada gilirannya kena hantaman..

Kamu tahu, kematian itu penjagal cita..
Segala keyakinanmu, cepat, dihadang rasa..
Penggalan maut sakit dirasa..
Kamu tahu memang tidak nyaman adanya..,

Seakan-akan kamu berpesan kata..
Sambil memandangi anak-anakmu yatim merana..
Sementara ibu mereka menanggung derita..
Berteriak tangis, duka nestapa..

Rupanya dia tercekik oleh kesedihan lalu dia tampar sendiri tembam mukanya,
Dilihat orang sembarang pria padahal semula hidup terjaga..
Seorang datang padamu bawa kain kafan bakal pembungkus ragamu dalam lipatan..
Lalu tanah kuburan dia timbunkan meski air mata linang tergenang

-----------------------------


MENJATUHKAN DIRI
Oleh : Arsyad Optional Yus


Terbangun ditengah lelap yang baru sebentar
Tercekat oleh ruas rindu semakin sesak menjalar
Mendapati tak lagi untukku teduhmu melingkar
Karena aku bukanlah tiang kokoh bagimu bersandar
Semburat malam bersaksi semua hanya kelakar
Ketika menjatuhkan diri dalam sekam lalu terbakar
Berharap kan tiada sisa kecuali debu bertebar
Namun sebentuk cinta terlanjur dalam mengakar
Menjadi sekeras intan, tak serapuh tembikar
Berkali sudah terpelanting, ke segala arah terlempar
Tak jua hancur, masih utuh dan semakin bersinar
Bertahan dari segala tempat mencoba tetap tegar
Itulah kasih yang lahir untukmu tanpa tawar-menawar
Itulah cinta yang tercipta tanpa perlu ada satu ikrar
Tak ingin mengikatmu saat kulihat senyummu mekar
Tak mesti bersanding jika tanpaku harimu berpendar

----------------------------

SUARA LONCENG..........
Oleh : Arsyad Optional Yus



Sayup kelabu menebar pesona
Indah senyuman penuh cinta
Tersentuh telapak tangan penuh luka
Menari bersama teman setia

Berteriak suara loncengan sepeda
Tertindik telinga menusuk hati
Jari menari menggores kata
Meninggalkan sajak meleburkan hati

Hancur lebur tak berdansa
Air mata membasahi hati
Bergelimang noda menutup istana
Berjalan ke depan tiada henti

Pupus kepercayaan dua senyuman
Keras hati lupakan kenangan
Mawar terlepas dari genggaman tangan
Raib terkubur di benteng kerajaan

------------------------------------


Ku ...ungkapkan Makna di balik hati
Ungkapkan kepedihan begitu runcing
Gelap hati se-gegap gempita
Tiraikan terang jalan hidupku ini

Di bait ini, critakan semua ini
Sungguh hati tegores luka
Sungguhpun semua demi cita
Kulewati walau gusar

Jalani hidup yang kutempuh
Hujamkan pedih lahirkan rasa
Pun kilau cahaya kilas berlalu
Luluh di goresan hati yang begitu mendalam

Gapai hariku, singkirkan asa
Jalani hariku, tepiskan lara
Jangan ragu smua kan luruh
Ambil makna di balik semua….

-----------------------------


Para seniman sudah banyak yang senang berpolitik
Para agamawan sudah banyak yang pandai main intrik
Para wartawan sudah banyak yang pintar bikin trik-trik

------------------------------

Jelang malam dengan senyuman
Sambut pagi dengan keceriaan
Langkahkan kaki dengan pasti
Lewati hari dengan penuh arti

Tiap detik menyuguhkan satu makna
Kala ceria mengisi suasana
Waktu berlalu tak terasa

Kepergiannya mengantarku
Pada sebuah penantian
Kehadiran hari penuh makna
Menumbuhkan asa yang memerah

------------------------------


Lima pepatah Melayau yang menjadi prinsip hidup masyarakat Kota Kerang Tanjungbalai ,hingga kini masih terus terjaga dan dikenal diberbagai penjuru antara lain :

1 - HIDUP SERUMAH BERAMAH TAMAH
2 - HIDUP SEKAMPUNG TUNTUN MENUNTUN
3 - HIDUP SEDESA BINA MEMBINA
4 - HIDUP SENEGERI BERUNJUK BERI
5 - HIDUP SEBANGSA BERTENGGANG RASA

Oleh : Arsyad Optimal Yus
Tanjungbalai,Sumatera Utara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar