. JENDELA PUISI: Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - KELUHAN RESAH ARAI
RUANG PEKERJA SENI ADALAH GROUP DI JEJARING SOSIAL FACEBOOK, BERTUJUAN…MENGEPAKKAN SAYAP – SAYAP PERSAHABATAN…MELAHIRKAN KEPEDULIAN ANTAR SESAMA…MEMBANGUN SILATURAHMI/TALI ASIH…SAHABAT LEBIH INDAH DARIPADA MIMPI.

Jumat, 06 Desember 2013

Kumpulan Puisi LUmbang KAyung - KELUHAN RESAH ARAI

# MAAFKAN JANJI TERSAKITI #

Hilang Sang Mentari,
Berselimutkan Kabut Mendung,
Menanti Hujan membasahi,
Temani jiwa yang Tersandung,
Dalam menanti Ketulusan Janji.

Tiada lagi Kabar Berita,
Tak terdengar lagi Canda Menggoda,
Hanya Kerinduan yang Menyiksa,
Kala Hayal mengundang Pesona,
Bayangkan Cerita Cinta yang Sirna.

Ingin ku Melupakan,
Semua yang ada di dalam Kenangan,
Biar Bayang Rindu tak menjadi Kesedihan,
Pelukan Cinta mu pun dapat Ku lupakan,
Karena Harapan ku bukanlah permainan.

Biar ku melangkah bersama Gerimis,
Agar kisah tak lagi menjadi Tangis,
Di kala Hati ini sedang Teriris,
Bersama Cinta kita yang telah Terkikis Habis.

Selamat Tinggal Penantian,
Selamat Jalan Kepedihan,
Karena Harapan ini akan Menemukan,
Cerita Cinta yang telah lama ku Rindukan,
Yang kan Menjadikan Indahnya Kenangan.

By : LUmbang KAyung
-------------------------------


# BERSAMA MU #

Sejuta Pesona menemani,
Kala dirimu Menggoda,
Memberikan Sebuah arti,
Hangatkan debar Cinta di Dada,
YAng kursa saat itu hingga kini.

Ada Impian Menemani ku,
Manja di antara Angan,
semua ini karena ada kamu,
yang kini di dalam Pelukan,
Menghiasi Getaran Rindu.

Hembusan Angin Meniub Menggoda,
Diantara Belaian Tangan Ku,
Mengelus Rambut mu dengan Manja,
Yang membangkitkan Gelora Cinta ku,
Bersama Canda dan Tawa kita.

Tak ingin ku Melepas mu,
Lelab di dalam rasa Bimbang
Tak dapat pula ku Lebur Hasratku,
Sayang ku tak dapat terbilang,
Karena akulah yang terbaik untuk mu.

Namun Malam kini tinggalkan Senja,
Mengusik Simponi Kita Berdua,
Menyapa Perisahan Sementara,
Yang Larut terbuai Gelora Cinta,
Dalam melebur Cinta Kasih Asmara.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 05:12:2013 )
------------------------------------------


# KELUHAN RESAH ARAI #

Entah apa salah diri ini,
Adakah Silap ku menghukum,
Atau mimpi di tinggal Pagi,
Tertinggal Bersama Malam Kelam,
Di dalam Kekecewaan Diri.

Benang Cinta lama di Tenun,
Menjadi Kain membalut Sepi,
Namun Semua terlupakan,
Terbuang bagai tak Berarti,
Terbengkalai dengan Kekecewaan.

Ingin Dia raih Kembali,
Memungut dalam Kecewa,
Di antara Lara nya Hati,
Menimang penuh rasa Cinta,
Karena Cinta Arai Sesungguhnya Suci.

Dia ingin kau pun Mengerti,
Biar Musim kembali Bersemi,
Bertahta dalam diri,
Membangun kebali Mahligai Janji,
Menuwai semua Mimpi2.

Gita Cinta Arai Cimahi,
Menantikan cinta mu Kembali,
Menghapus Air Matanya kini,
Melebur Kecewanya Hati,
Menyemai Cinta Kembali Berseri.

By : LUmbang Kayung
-----------------------


# HASRAT SEJUTA HARAPAN #


Tiada Indahnya Bintang2,
Tampa dirimu menemani,
Tiada lagi Sinar Benderang,
Tampa Canda mu di sisni,
Walau pun Malam berganti Siang.

Dirimu kini telah menjadi Mimpi2,
Menemani Hayal sepanjang Hari,
Menghiasi kesunyian Hati,
Lamunan tak lagi menyakiti,
Hingga kini sebuah Hasrat menghantui.

sejuta Harapan ku titipkan,
Kepadamu yang kini menjadi Idaman,
Dalam Mimpi2 bersama sinari Rembulan,
Kesendirian kadang membawa Hayalan,
Menghapus kerinduan bersama Lamunan.

Ku ingin kau disini,
Menemani Cinta yang Suci,
Bersama Malam menanti Pagi,
Dalam Membahagiakan segenab Sanubari,
Hinnga disini ku tak lagi Sendiri.

Hanyalah bayangan diri mu yang menjelma,
Menemani segenab Rasa Jiwa,
Dalam menggapai Kasih Asmara,
Menciptakan Sorga di atas Dunia,
Untuk Cinta kita selamanya.

By : LUmbang KAyung
-----------------------


# KU RINDUKAN CINTAMU #

Andai ku dapat Bernyanyi,
Kan ku nyayikan tentang Dirimu,
andai ku dapat Menari,
kan ku Ingat Langgkah Gemulai mu,
Yang selalu Menggoda Pikiran ini.

Tak ingin ku Pergi,
Menjauihi Gelora Cinta,
Bersama Hangat nya Kerinduan ini,
ingin ku Raih Cinta yang tercipta,
yang Terlahir begitu Suci.

Andai kau dapat Tahu,
Mimpi ku selalu menggoda,
Menyiksa Jiwa Ragaku,
Menyesakkan Nafas di Dada,
Dalam Cumbuan Rayumu.

Cinta ini telah Lama terpedam,
Tersimpan tersusun Rapi,
Di antara Mimpi Malam,
Dalam Catatan Goresan Hati,
Yang hanya di Sinari Cahaya Tamaram.

Mungkinkah ku dapat memiliki Cintamu,
Aku hanya ingin Cinta yang Sempuna,
Tulus Yang Jauh dari rasa Ragu,
Terukir Indah denga Sejuta Pesona
Atau ini hanya sekedar Harapan Semu.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 02:12:2013 )
------------------------------------------


# RAJUK DI HUJAN PAGI #


Kulepaskan Lelahnya Rasa,
Menyambut Pagi yang ber Hujan,
Diantara Puing Harapan yang tertunda,
Entah apa lagi yang dapat ku kerjakan,
Menanam benih saja sudah tak bisa.

Ku nanti Redanya Hujan Pagi,
Sebelum terik Mentari di Siang Hari,
agar ku dapat mengais Kepingan Rejeki,
Yang Menjadi Anugrah dari Rahmat Illahi,
Saat ku bangun dari Mimpi Pagi ini.

Namun Hujan Masih menyirami Juga,
Rasa jiwa semangkin Gelisah,
Tajak dan Cangkul Bagai tak Berguna,
Di tanah Yang kini Semangkin Basah,
Di Siram Hujan yang tak kunjung Reda.

Dingin Sudah Segelas Kopi,
Sepotong Ketela Masih tersisa,
Merenungi Haparapan di Pagi Hari,
Bersama Segelintir Rasa Kecewa,
Di antara Mentari Semangkin yang Tinggi.

Entah Kemana Nanti ku Kais Rejeki,
Apakah Menanti Esok Hari,
Sampai Recehan di Saku ini tak tersisa lagi,
Atau Mungkin Esok Hari Hujan Menanti,
Menemani Resah ku di sini seperti di Hari ini.

By : LUmbang KAyung
-------------------------


# HANYA TINGGAL KENANGAN #

HAnya kamu yang di Mata ini,
Menggoda di dalam Raga ku,
Menari dan Menari,
Hilangkan sejenak rasa Rindu,
Yang Larut di dalam Lamunan Sunyi.

Kini Senja telah datang,
Tak terlihat lagi Keramaian,
Bayang2 mu pun Ikut Menghilang,
Hilang di dalam Lamunan,
Menyambut Cahaya Bintang2.

Malam bersama Kemarau Panjang,
Terasa di dalam Kehampaan,
Sejak kau telah Berpulang,
Tinggalkan ku bersama Kenangan,
dan menanti Bayangan mu kembalai Datang.

Ingin ku Lari dari Kekeringan,
Biar Dahaga ini tak lagi menyiksa,
Namun ku tak mampu juga melakukan,
Bersama Ikatan Cinta yang selalu Meronta,
Yang tak mungkin dapat ku Lupakan.

Biarlah kini ku Berdendang dalam Sepi,
Menari di dalam Penderitaan,
Karena ini mungkin menjadi Takdir Diri,
Menantikan Tuhan dapat Mempertemukan,
Walau diri ini menanti di dalam Mimpi.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 03:12:2013 )
------------------------------------------


# IJINKAN AKU MENEMANI MU #

Bila kamu selalu Hanya Untuk ku,
Kemana lagi Kegelisahan ini Pergi,
Cinta ini Lama Membelenggu,
Entah sampai kapan berakhirnya nanti,
Menyirami Kemarau Cemburu ku.

Ku Renungi Kesabaran ini,
Menyentuh Ke Ikhlasan Diri,
Mengusik Setiab Langkah Kaki,
Untuk dapat juga kau Nikmati,
Kasih Sayang di dalam diri ini.

Entah Bila Canda Guarau kita Terhenti,
Mungkin Nanti Asa ini terbang Tinggi,
Dan lalu terjatuh Kembali,
Remuk terhempas di Tanah ini,
Kemudian Kamu dan dirinya Berlalu Pergi.

Kadang kusadari arti Hidup ini,
Hanya Menjerat Mimpi,
Mengapaikan Pelangi,
Yang penuh Warna Warni,
Coba memberikan Berjuta Arti.

Ini Karena Kasih Ku Pada mu,
Ku Nikmati Juga Makna Rindu,
Walaupun Duri Menusuk Cemburu,
Namu ku tetab Menjadi Penjaga Hati mu,
Di sepanjang Waktu saat2 kita Bertemu.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 04:12:2013 )
------------------------------------------


# DAMAI YANG MENYAPA #


Kicauan burung burung,
Menyambut mentari Pagi ini,
Bernyanyi dengan riang,
Hinggab lalu terbang lagi,
Di antara pohon2 Rindang.

Kutatap Indah nya Alam,
Memandang tingginya Pegunungan,
Di antara Luas nya Lautan yang dalam,
Ku sambut Dendang Kehangatan,
Coba merangkulkan kenangan Silam.

aku disini masih Menikmati,
Indahnya Alam ciptaan Tuhan,
Mengagumi sepenuh Hati,
Lukiskan semua ke Indahan,
Yang mengundang ke Bahagiaan.

Ingin ku meneriakan,
Satu kata melepaskan Lelah ini,
Biar semua dapat mendengarkan,
Jerita dari Suara Sanubari,
Atas semua Rahmat Karunia Tuhan.

Hembusa Nafas ini meniupkan Doa,
Tatapan Mata ini Ukirkan Pesona,
Langkah Kaki yang penuh Makna,
Mensukuri Ciptaan Tuhan di Nusantara,
Bersama Damai yang kini ku Rasa.

By : LUmbang Kayung ( T Balai 02:12:2013 )
-----------------------------------------


# DIERY #


Diery Tertulis Senyuman,
Mengepalkan Harapan,
Yang masih dalam Kenangan,
Dalam Ingatan,
Sendiri di Sebait Goresan.

Kadang terasa kelucuan ini,
Tawa terdengar Perlahan,
Menghempaskan Sepi,
Tinggalkan Kebosanan,
Sendiri di Lamunan Ilusi.

Tak terdengar Burung2 Berkicau,
Di Biru dan Luasnya Lautan,
Hanya ada Kemarau,
Di tengah Lebatnya Hujan,
Yang Menjadi Canda Gurau.

Diery Tertulis nama mu,
Menyapa Bayang Hampa,
Dari Segenab Waktu,
Tersentuh Sebuah Tanya,
Adakah kamu juga rasakan Gelora Rindu.

Diery berikan Ke Damaian,
Diery ku Membawa Kenangan,
Indah di Atara senyuman,
Ilusi Mimpi ku di dalam Lamunan,
Hingga Mata ini tenggelam dalam Kelelahan.

By : LUmbang KAyung ( T Balai 04:12:2013 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar