UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Senin, 18 April 2022

Kumpulan Puisi Retno Rengganis - MENGHARAP SETEGUK CINTA



MENGHARAP SETEGUK CINTA

Sejenak meraba hati sambil meneguk
Secangkir wedang serai campur jahe
bukan manis tetapi pahit rasa meramai
Mirip tetesan huruf-huruf tersusun pada diary
menjeritkan puisi yang memetik waktu

Kembali pada sendu luruh satu-satu jatuh pada pangkuan siapa
Asa yang gerimis miris liris

Seruput wedang serai campur jahe
Pagi terus lari pada panas siang menantang
Kalimat bergerak sendiri dari hati ke langit
Ke langit
Berharap kata itu jatuh bersama cinta
Ke hatinya.

Cepu. 10-2-2017
Retno Rengganis.



KAPAL PERAHU JOKO TOLE

Debar debur ombak indah
pecah air laut terbelah
Wah?

Joko Tole lewat sungguh kelewat
Walau tak ada yang sambat
Bikin tobat
Penumpang berjejal sambat
Tetap laju kedemaga merapat

Laju melaju berenang kupu-kupu
Potret indah kapal jua perahu
Pulau Madura tempat tertuju
Dari Surabaya para tamu
anak negeri pulang kerumah ibu
Joko tole tetap abadi walau ada Suramadu

Joko tole seindah kapal pesiar
Ketika cinta bertemu kesasar
Dag dig dug jantung berdebar
Kasih memeluk senyum melebar
Sungguh kini hati labuh terdampar
Seperti Joko tole merapat tali dilempar
Sauh terikat para penumpang keluar

Hahaha... Cetar
Joko tole tetap makentar-kentar.

Cepu 6-1-2018
RETNO RENGGANIS.



PASRAH


Sempoyong tubuh disatukan pada angin
biarkan pergi terbang itu yang di ingin

Betapa ajal seakan telah merobek perut bumi
siapa yang tahu tangis perihnya?
siapa yang akan diserunya?
luka terlanjur lekat di punggung malam

Pada orang-orang bisu berkegelapan
kelaparan keparat memikat
karena itu hidangan nikmat berbagi khianat

Dan---
pagi-pagi
akan kembali kepada mereka
yang menggenggam hidupnya di tangan
pasrah

CEPU 5-2-2018
RETNO RENGGANIS.



NAMAKU CINTA


Namaku cinta
Penuh pesona
Selalu dipuja
Sepanjang masa

Namaku cinta
Simpan di jiwa
I'tikafkan saja
dengan doa-doa

Namaku cinta
Jangan kau lupa
Ukir di dada
agar kau sahaja

Namaku cinta
Sinar cahaya
Ikatan raga
Hingga akhir dunia.

Cepu. 11-1-2018
RETNO RENGGANIS.



OBSESI


Rindu kutimang
di atas bukit cinta
Kukantongi dalam dada
Agar tak menebar seantero raya
tuju utama labirin jiwa kanda

Lihatlah mentari
Kutangisi 'tuk menyinari
Pernak pernik kasih yang kutasbih
menari-nari bersama semilir angin
seperti kuingin
Jatuh bermain di ladang bidangmu

Terus dan terus waktu bersama rindu
Menyulam rasa meronce kata
Di kabut asmara

Cepu 1-3-2018
RETNO RENGGANIS.



PUPUS DALAM PASRAH

Pena ini masih terus mencoretkan nukilan hati
berbicara dengan dinding kamar bisu
bukan aku risau
tetap di rangkaian celah-celah hidup
namun merasa sepi
sunyi yang liris
kenapa?

Mencoba bicara pada sang rembulan bersinar?
atau pada sang mentari?
atau pula pada mendung dan angin?
kenapa terasa kosong jiwa
tiada jawab
hanya rerenggeng nyanyian bisu
bahasa palsu!

Gelak tawa yang rapuh
tangis sedih nan perih
mencari keindahan pada dunia
setumpuk uang?
setinggi jabatan?
setampan laki-laki?
merantau dan terus merantau?
apa yang kutemui?

Mencari kebahagiaan abadi
berlabuh pada suatu pelabuhan
mencari apa yang tenang
tetap sama
pulang kehalaman
bersama debu dosa 

Mengapa keindahan kekal abadi itu tak kunjung tiba?
padahal daku sudah siap-siap
berdosa tidak apa
bukan putus asa
tetapi sudah tak berdaya 
karenanya pupus harapan
pasrah impian 

Cepu 22-2-2018
RETNO RENGGANIS.



TITIAN ASMARA


Usah mengajariku tentang cinta yang tak pernah selesai
kebersamaan lebih dalam maknanya
hingga selamanya

Cinta itu anugrah
lewat rasa kau bisa membangun istana
dari kepingan puisi
dan rumbai-rumbai syair

Cinta sebentuk waktu kangen
rindu yang mengalunkan doa
seumpama detik dan puisi
lahir dari senyum
terbit dari sorot matamu

Berjauhan tidaklah terpisah
sebab hati tetap berpelukan
pasrah bermuhasabah
karena sejak awal kulibatkan sang empunya cinta

Memilih pasangan bukan memilih pacar
tetapi belahan jiwa pasangan surga
mata bertemu mata bernyanyi senandung cinta
menuju cahaya itu

Tiada dapat terkecup ke jantung puisi
kecuali menemukan sandaran hakiki
berenang kembali di laut matamu
menatap cakrawala di langit wajahmu

Hidup itu tentang kasih berbalut asmara
memilih langkah membawa makna
merangkai titian nada-nada cinta
menuju Ridho-Nya

Cepu 20-2-2018
RETNO RENGGANIS.



PASRAH

Bening ini Tuhan
Menetes membentuk anak-anak sungai
Membasah gelisah resah

Raga ini Tuhan
Merapuh lemah sayah
Tak kuasa dalam pasrah
Walau gelisah hancur terbelah

Biarlah semua menjadi cerita misteri
Berdiri di antara mega-mega duri
Tegar menunggu mati
Hingga tetes darah ini

Cepu 20-3-2018
Retno Rengganis.



MUTIARAKU


Kemilau indah di taman hati
Semakin diasah cerlang menyinari
Mendamba terang membuka naluri
Terpeluk sayang hilang beban nyeri

Mutiara di taman jiwa
Santun merendah bukan hilang wibawa
Berlian safir tak merenggut takwa
Andai disulangkan memati dakwa

Gelombang asmara butiran mutiara
Kasih sayang merumpun tiada tara
Datang beliung inginkan poranda
Teguh iman cinta kan selalu berada

Indahnya kerlip mutiara seribu
Bijinya tertanam di ceruk kalbu
Tiada tengok tiada lagi memburu
Sebab setia satu jiwa itu perlu

Mutiaraku mutiara kasih
Sepanjang waktu kutasbih
Dalam doa-doa yang fasih
Sekedar kau tau ini sesulih
Teguh hati tiada beralih

Cepu. 10-3-2018
RETNO RENGGANIS.



STORY


Bermain ayun di akar langit
Berpayung awan di bukit cakrawala
Senandungkan lagu irama semilir
Sesekali luruhkan bening merintik
di sudut kedip
Dari pendarnya bintang rembulan
Serak melirih petir menyindir
Desah hilang ditelan alam

Saban hari kumaknai gigil ini
Bagai penyair jingga kehilangan seroja
Terpaksa merayakan pedih perihnya luka
Menggantung terjerat problema
Resah yang teramat fani
Desah yang terkafani

Mendamba lupa binasa
Memanggil-manggil entah
Biarlah semua pori menggetah
Terlarung hilang di lorong rengkah
Hancur lebur terkubur
Dari awal berayun jatuh tersungkur

Cepu 9-3-2018
Retno Rengganis



Geguritan
TRESNO PATI

Gurah ati iki putihe melati
Dak sumping ana pucuking lading
Yen nora nemu ndiko
Dhadha rila kajuwing-juwing

Lila ati lila rasa
Katemah pati lebur mring tresna
Jalaran sumpah janji tuhu setya
Ajur mumur lebur pangastutine raga



Terjemahan atau puisi
CINTA MATI

Bersih hati seputih melati
Kuselipkan di pucuk belati
Andai tiada bertemu dikau
Dada pasrah terbelah- belah

Rela jiwa rela rasa
Biarlah gugur melebur bersama cinta
Sebab sumpah janji setia
Hancur lebur pasrah raga

Cepu 5-3-2018
Retno Rengganis.



RINDU YANG PERIH

Nyanyian malam
Kuseduh kepedihan dari secangkir kopi pahit
lalu mataku menitiskan butiran perih
Atas rindu yang bisu

Dari tiap rongga waktu
Aku mencintaimu dengan segenap kerumitan
begitu pelik namun berkelip pelangi
Inilah mengasihimu sederhana

Kamu di sana
Aku di sini
Tapi kita tetap bisa berpelukan
Dalam doa dan puisi

Cepu. 4-3-2018
Retno Rengganis.



BERBAGI SEDEKAH

Sejenak memandang jendela
Duafa merintih di bawah pohon kamboja
tiada bapak tiada mama
Menengadah jemari pertanda papa
Inginkan sedekah dari empunya harta
Akankah kita diam saja

Kabut sutra ungu
Usah berdiri termangu
Ambil sedikit ulurkan sangu
Sebab itu pembersih kalbu
Kematian adalah rindu
Yang tak pernah keliru mencumbu
Kekasih yang paling tepat waktu
Maka cepatlah kejar surgamu
Suapkan makanan pada duafa sayu

Cepu 3 Maret 2018
RETNO RENGGANIS.



MENGULUM PERIH IKHLASKU

Apakah cinta akan mempertaruhkan rasa, cuaca dan masa
Merangkak tertatih menua, tergugu di gerbang janji?

Lara yang lancip kujadikan puisi pasi
Kubungkus nyeri agar air mataku menjelma sajak retak
Paling duri
Paling angin
Paling dingin
Paling hening

Jalan hidupku begitu gigil yang senyap
Sedangkan waktu kian sekarat dalam dekap

Hari-hari dipenuhi basi yang perih
Asa yang terbakar
Bayang yang semu itu pun membisu

Biarlah aku menjadi biru yang haru
Meski napasku lara
Meski tergulung dera
Ikhlasku tetap meraja.

Cepu 16-4-2018
RETNO RENGGANIS.



SERUPUT BUANG

Mendekatlah tuan usah mencibir
Akan kuceritakan sepotong rindu yang termangu di bibir cangkir
Hangat rasa cinta nganga di jurang sajak mangkir

Biarlah mereka terbakar panas uap kopi
Mereguk, menjilati, menikmati
Hingga terbelenggu tertikam terkuliti

Cinta sepasang anak kepodang
Dalam lingkar derit ranjang
Penghalang adalah palang-palang membentang
Namun tetap menyeruput kopi wedang jalang
Di arena bisnis terlarang

Pura-pura buta mata
Tuli telinga
Rahasia tetaplah terjaga
tanpa dusta merajalela

Silahkan mencicip teguk kopi pahit
Nikmati, racun manis legit
Tak perduli bila engkau tergigit
Usah menjerit

Secangkir kopi pahit puisiku
Kuagendakan dalam buku
Diary kusam catatan syair bisu
Dekil hitam karena debu-debu

Seruput sekali lagi wedang
Kopi secangkir mubasyir dibuang
Tak lapuk jua tak lekang
Sajak penahan ngantuk abis begadang.

Cepu 25-4-2018.
RETNO RENGGANIS.



TENTANG ARTI


Mendekatlah kewajahku
Lihatlah ada bintang di sudut netra,
melukiskan bayangan tentang ayat ayat langit

Telaah tiap bait mantranya adalah tohokan jiwamu akan arti kasih dan cinta
Seperti menelanjangi tiap ruhmu

Kerudung hitam pemanis jasat dalam kubur di musim daun daun gugur
Kubisikkan senja merah yang sepi
Tentang arti mati dan sendiri.

Cepu 23-4-2018
RETNO RENGGANIS.
RETNO RENGGANIS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar