UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Kamis, 02 Januari 2020

Kunpulan Puisi Endang Astuti - PINTA UNTUK MELUPA




----PINTA UNTUK MELUPA----

Melupa jejak setapak tentangmu, meski detak rindu masih memburu, menelantarkan hamparan asa di ketiak senja, Engkau serupa malam, gelapnya selalu berkuasa di kegamangan rasa.

Kapan siangku 'kan datang menjemput impian? mungkinkah dia yang kini menjelma di antara rentetan prahara? Dia menawarkan manisnya cinta yang 'tlah terhimpit derita atau kehadirannya hanya sebatas penyejuk gulana kala kerinduanku padamu bertalu.

Entahlah....
Yang kutahu, sejengkal tatapnya mampu membuat lupa akan dirimu, meskipun engkau terlalu indah 'tuk dilupakan namun kini sedikit demi sedikit bayangmu raib tertembus batas semu.

Malam nanti, pergantian tahun dimulai, gemuruh petasan dan warnawarni kembang api menjadi saksi.
Apakah kerinduanku padamu segera mati atau mungkin tangisan sepi yang 'kan mendekap diri?

Hanya setangkup harapan saat tahun baru datang, aku ingin pulang dari sebuah penantian panjang, sebab kutlah jemu oleh penjamuan rindumu yang tiada pernah ada titik temu. Semoga Tuhan YangMahaEsa mengabulkan segala pinta 'tuk melupa.

By Endang Astuti
Bekasi, 31 Desember 2019



--CINTAKU MATI DI PANTAI MENGANTI—

Desir bayu pantai itu meramu pilu
Gemuruh ombak melabuhkan rasa kelu
Cintaku layu bak tertusuk sembilu

Biduk cinta yang kita dayung bersama
Tlah tenggelam memudarkan asmara
Musnah seketika di tepian telaga jiwa

Kau berikan segurat lara
Tika terakhir kita bersua
Cintaku mati di pantai menganti
Terkikis oleh erosi hati

Karya : Endang Astuti
Kebumen, 25 April 2019



----MENGHAPUS JEJAK----
By Endang Astuti


Terjalin kisah smaradhana nun bahagia
Cinta tumbuh menghiasi relung atma
Begitu mewah tanpa tau arah
Benar ataukah salah

Terjerembab ke lain hati
Meskipun sadar t'lah termiliki
Hati melekat pada dirinya yang hadir setiap saat

Rentan masa 'kan berbicara
Menyemai rasa liku asmara
Meneguk luka dengan terpaksa
Perlahan melupa akan indahnya

Singkat rasa, kuharus menghapus jejakmu hingga tiada lagi sisa cinta di antara kita
Meski sakit menghunjam sukma
Selamat tinggal kekasih bayangan
Biarlah cerita cinta kita menjadi kenangan

Kebumen, 24 Desember 2019



---AKU BUKAN DIRINYA---
By Endang Astuti


Ada secebis prasangka tak terduga hinggap di daun telinga, lara mendera ketika sayup terdengar jika engkau kini t'lah bersamanya. Bagai tertusuk sembilu, pilu menderu, luluh lantak rasaku.

Lalu, setapak ini kau anggap aku siapa? hanya setetes embun di jelaga pagi dan siangnya mengilang terseret mentari yang riang atau bagai butiran debu yang raib tertiup sang bayu?

Aku sadar aku bukan siapasiapa dibandingkan dengan dia yang cantik dan berjari lentik, rambutnya tergerai panjang seperti mayang teruai, kulitnya kuning langsat dan segalanya mampu dia dapat.

Kuhanya wanita tiada bertahta dan buruk rupa, namun kupunya sebuah cinta tanpa umpama, usah kau bandingkan aku dengannya karena aku bukan dirinya.

Kebumen, 21 Desember 2019



ANTARA YOGYAKARTA DAN BEKASI
By Endang Astuti


Berat rasa terpisah jarak
Gelabah hati memburu detak
Pun cemburu kian bertalu
Kala sesaat tiada kabar darimu

Antara Yogyakarta dan Bekasi
Terbentang sekat antar provinsi
Cobaan asmara silih berganti
Genggam setia demi cinta sejati

Aksa t'lah pisahkan dua atma
Masa mengulum nestapa
Hanya suaramu mampu membunuh rindu yang bermukim di ruang kalbu

Antara Yogyakarta dan Bekasi
Sebuah janji t'lah terpatri
Tetap menanti, hingga bersatunya dua hati mahligai suci

Kebumen, 18 Desember 2019



----TANGISAN KERINDUAN----


Gemuruh petir menggelegar malam ini
Menggelar kehampaan jiwa yang sunyi
Ruang kosong berliku mengitari labirin rindu
Kepadamu duhai penopang rentetan pilu

Engkau laksana semilir angin
Berhembus membawa dingin
Menembus poripori hati
Berlalu bak misteri

Entah berapa purnama tiada kehangatan selimut malam
Belum jua reda tangisan kerinduan duhai dambaan
Menarik paksa urat nelangsa
Apakah sama yang engkau rasa di sana

Tangisan kerinduan merenggut kebahagiaan
Menembus batas sabar goyahnya iman
Asaku padamu semoga segera kembali
Atau rindu ini 'kan mati

By Endang Astuti
Kebumen, 11 Januari 2020



#KANDA


Kanda....
Kala pagi melambai embun turut berderai
Sang surya mengantarkan kemilau kirananya
Kala itu, teringin kata manismu membuka netraku dengan syahdu. Membangunkan keelokan mimpi semalam, 'tuk mengawali hari penuh ambisi.

Engkau pengobat rasa pilu yang selama ini mengusik kalbu, bersamamamu kulabuhkan rasa kelu. Kehadiranmu mencairkan hati yang dulu beku, menceriakan senyum yang sempat layu.

Kanda, mungkin cinta ini salah
Keadaan membuat kita harus mengalah
Namun percayalah persinggahanmu melemahkan penantianku kepadanya bertahun-tahun lamanya.

Meski tiada dipungkiri rinduku kepadanya masih tetap ada. Sebab dia 'tlah melekat di relung atma.
Namun kini kubahagia bersamamu Kanda.

By Endang Astuti
Kebumen, 9 Januari 2020



----RENJANA NIRMALA----

Seberkas aura menjamah minda
Terlintas akara akan dirinya
Menimang asa relung atma
Menyemai fatamorgana asmara

Sesejuk embun pagi
Seindah burung merpati
Seharum kasturi
Menaungi taman hati

Adalah Dia renjana nirmala
Teman hidup seia sekata
Namun 'tlah raib tertelan masa
Entah dimana

Kini, bunga sayu mengusik kalbu
Kala ingatan akan dirinya menggebu
Tiada mampu sekejap 'tuk melupa
Karena bagiku dia mutiara cinta di atas segala

By Endang Astuti
Kebumen, 15 Januari 2020



,,,,,,,,,,,,,,DI JALAN ITU,,,,,,,,,,,,
(Cintamu Palsu)

Semenjak kau meninggalkanku di jalan itu, seakan tiada rasa tuk kembali melewatinya sebab kepergianmu menorehkan kecewa yang sangat mendalam
Kau memutuskan hubungan kita tanpa suatu alasan
Apa salahku sayang????
Kuhanya termangu bimbang tak menentu
Tanpa terucap kata maaf, kau bergegas meninggalkanku yang mencintaimu tanpa batas

Aku mencintaimu dengan sangat
Namun kau teramat jahat
Setega itukah kau padaku
meninggalkanku sendiri dalam bisu

Di jalan itu...
Cintaku hilang dan terbang melayang bak debu berhamburan tertiup bayu
Cintaku kandas tertindas keegoisanmu
Terlalu sadis hingga cintaku kau buat miris

Pada akhirnya kutersadar
Ternyata cintamu palsu
Hanya sebuah buaian semu

By: Endang Astuti
Kebumen, 23 April 2019



***AKHIR SEBUAH PERSELINGKUHAN***

Sebuah ikatan berkalung indah tiada arah, merekah bagai kelopak mawar merah. Bibir basah terbuai desah, pelukan hangat temani malam pekat, senyum tipis sebagai pemanis kala terjerat cinta tanpa logika.

Bahagia sesaat, saat pelita jiwa tertutup mendung hati penuh angkara. Durja merongrong napsu tanpa iba dan membabi buta, membubuhi lumuran dosa akan kenikmatan syurga dunia.

Sesekali sadar menghinggapi, menampar, terlempar dan menggelepar di relung terdalam. Sesal pun bertandang, pikiran berlalu-lalang mengitari laknatnya perselingkuhan.

Perpisahan menjadi akhir sebuah perselingkuhan, mungkin selingkuh itu indah namun akan ada hati yang terluka parah. Kembali ke jalan Ilahi, Ridha Tuhan pasti menghampiri.

By Endang Astuti
Kebumen, 15 Januari 2020




Tidak ada komentar:

Posting Komentar