UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Senin, 24 Oktober 2011

NOSTALGIA BIRU, SAAT-SAAT BAHAGIA


Merona awan diufuk timur,
saat ayam jantan berkokok sahut menyahut,
mengabarkan pagi buta ,berselimut embun
bertelanjang kaki, jalan setapak ini kerap kulalui
setelah tiga puluh tahun ,kuukur : jauhnya 10 kilometer...
dibawah atap seng bocor SD Taman Siswa, kuanyam bekal
alam mendidik, lingkungan mencabik-cabik,keluarga tak laik, jiwaku menghardik
kenapa begitu dihina, dicerna, tak dihitung meski ada dalam barisan...
untungnya : Kasih Tuhan begitu Nyata, menuntun kaki merambahi negri
menantang ibukota, berbekal seadanya, cuma tekad cendrung nekad : bekalku
pemuda lugu cendrung wagu dari diski, tak mengerti pat gulipat negeri ini...
sang Ghoib, menuntun dan menjaganya menuju samudra cita cita
berbhakti buat negeri, tegakkan kebenaran hakiki, harga diri jangan lagi dizolimi
kuserahkan jiwa ragaku tak perduli remuk redamnya hingga ulu hati,
tak kuhitung yang kuterima, kuberikan yang aku miliki ...
jalan panjang merentang memahatkan jati diri, inilah jalanku ....
berlaksa nostalgia, suka duka, tertata rapi diberanda jiwa....
kini, satu persatu kutitipkan padamu tunas muda " Sang Muham ", anak anakku....
begitu pahit saat kujalani, begitu bahagia saat kukenangkan kini....
semoga kalian pahami, selanjutnya meneruskan estafet ini.....

----oleh Drs Mustahari Sembiring.---
----Makassar 22 Oktober 2011. Serat jiwa, amanah untuk pewaris "Sang Muham ", ---------anak anakku.---

Serat Jiwa buat "Sang Muham", anak-anakku
oleh Drs Mustahari Sembiring pada 22 Oktober 2011 jam 12:29.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar