UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Senin, 01 Maret 2021

Kumpulan Puisi Bung Kamal Nasution - JIKA JODOHKU DATANG


 
ADUH...

Lorong ini begitu panjang
Kelelahan tak dapat ditutupi
Untuk mencapai Ujung penantian
Yang semakin tak dapat dimengerti.

Ingin mengadu pada siapa
Melepaskan penat yang sekejap
Semakin jauh di tengah
Semakin menyesatkan pikiran.

Gelap...
tak tampak cahaya
Tak ada yang menerangi langkah.

Dan...
Akhirnya jatuh terhempas
Aduh..."

Bung Kamal Nasution
12 November 1992/2021.



JIKA JODOHKU DATANG

dik,
Baringkan ragaku dipangkuanmu
karena jodohku akan datang menjemput
di senja hari nanti.

dik,
Tersenyumlah...
Jika jodohku membawa semua
cerita kita.
Ucapkanlah dua kalimat
yang pernah ada di telingaku
agar kuat keyakinanku.
Menunggumu menuju aku...

dik,
Harum air mawar tercium
di senja hari ini
Pasti jodohku sudah datang menjemput dengan kereta kencana
segera ambil kain putih itu.
Selimuti sekujur tubuh Ini
agar di perjalanan terasa hangat
kasih sayang dan do'a tulus
pada balutannya.

dik,
Jodohku sudah datang
Kereta kencana di depan pintu rumah
Tersenyumlah...
Cium keningku
sebagai ungkapan do'a..."

Bung Kamal Nasution
Tarutung,15 Maret 2019/2020.



PESAN AYAH

Nak,
Ada sebuah catatan yang ayah tulis
Jika hari senja ayah terlelap panjang
Bersandarlah pada tiang keyakinan yang sudah ayah bangun.

Nak,
Ada sebuah catatan yang ayah tulis...
Di setiap tetes keringat ini
mengucur doa
meski belum memberikan apa-apa
tapi inilah ayah...

Nak,
Ada sebuah catatan yang ayah tulis
Jika hari senja ayah terlelap panjang
Tutupi dengan selimut kasih sayang
Taburi dengan harumnya bunga Doa

Nak,
Ada sebuah catatan yang ayah tulis
Jika hari senja ayah terlelap panjang
Terangi ruang dengan lentera doa
Agar tak gelap jika terbangun nanti.

Nak,
Ada sebuah catatan yang ayah tulis
Jika hari senja ayah terlelap panjang
Kecup kening ayah
Dan bisikkan di telinga ayah
Laaillahaillah....
Muhammad Rasullulah...
Agar mimpi ayah indah.

Sssttt....
Jangan menangis
Simpan air matamu
Tersenyumlah...

Nak,
Maafkan
segala kekurangan ayah.

Tarutung, 06 Februari 2019/2021
Bung Kamal Nasution.



MENUNGGU 1

Di teriknya matahari
Aku menggapai do'a dan harapan
yang belum terbayar.
Dan aku masih menunggu di pintu waktu.

Jati Rejo Deli Serdang , 26 Februari 2021
Bung Kamal Nasution.



MENUNGGU 2

Berdiri di kelamnya malam
berharap purnama di tangan.
Aku masih menunggu
di batas pintu waktu
meski bermandi cahaya.

Bung Kamal Nasution
27 Pebruari 2021



SEBUAH CATATAN KECIL
( membaca rona bahagia istriku )

Bersama deru angin yang berhembus
mengantar jejak kaki di pelataran sawah.
Teriknya matahari tak melarutkan
semangat menggapai bahagia.

Gemerisik suara daun padi yang menguning memecah angan.

Di balik wajahmu...
aku melihat rona bahagia serta senyum manis anak-anak yang bermain di pinggiran pematang sawah.
Ketika itu aku bertanya..."

Di mana angin...
Mampukah angin melepas lara.
Di mana senja...
Mampukah senja bertahan memberi warna.
Di mana aku...
Mampukah aku menjaga bahagiamu
dan senyum anak-anak yang hampir lelah.

Dalam gubuk tepian pematang sawah
tertulis sebuah catatan kecil
yang tertulis mengurai tanya pada lembarannya.

Semoga..."

Pematang Johar,04 Januari 2021
Bung Kamal Nasution.



MENEPIS ANGAN

Malam
terasa gerah
Embun tak jua turun
di dedaunan

Malam
melebur warna
Gelap menyelimuti
cahaya

Malam
telah merampas bulan
Termangu menunggu biasnya

Malam
menepis angan
Lepaskan sukma yang menggelayut

Bung Kamal Nasution, 19 April 2020



APA CERITAMU HARI INI


Apa ceritamu hari ini
Masihkah seperti kemarin
setelah segelas kopi panas menghampiri hadirkan inspirasi radikalmu sembari mengaduk segelas kopi panas
dan menyulut sebatang rokok.

Apa ceritamu hari ini
Masihkah seperti kemarin
bercerita tentang sebuah perjalanan panjang merenggut nikmat lain
menghembuskan gumpalan asap rokok
yang tersulut.

Apa ceritamu hari ini
Masihkah seperti kemarin
merampas kemerdekaan lain
sembari meneguk kopi panas
mengedepankan segala keinginanmu.

Apa ceritamu hari ini
Masihkah seperti kemarin
Larut...
dan luput...
bersama waktu yang mulai senja.

Bung Kamal Nasution
Tebing Tinggi,21 Desember 2018



SEGENAP JIWA

Hari ini...
Sebuah keyakinan hadir
untuk mengarungi bahtera cinta bersamamu.
Meskipun terkadang ombak menghempas
serta mengguncang perahu mimpi kita
jangan pernah melepas genggaman tangan ini.

Senyummu hadir di sudut ruang batin
menghias warna baru kehidupan
hingga di batas senja lautan asmara.

Hangatnya kasih sayang adalah bukti
hadirnya dirimu melebur dan menepis
dinginnya malamku di peraduan.
Satu rasa...
Satu jiwa...
Ikrar cinta tertambat dalam hati
untuk menyatukan dua hati yang berbeda.

Hari ini...
Kita menyatu meraih bahagia
hingga di ujung senja.

Medan,17 Januari 2021
Bung Kamal Nasution



SEBUAH CATATAN


Sebuah catatan.
Kemarin
Melepas angan
Di mana jiwa membalur ada gejolak yang melemah.

Sebuah catatan.
Kemarin
Tak leluasa
Menggenggam cahaya menyentuh pelupuk mata.

Sebuah catatan.
Kemarin
Kau lemah nalar
Kau juga lemah rasa
Kau juga lemah berkata-kata

Aku hadir dalam sebuah catatan
Kemarin
Melepas bayang
Menyunting harapan.

Bung Kamal Nasution.
TBSU,07/10/2004// 23/12/2020.




LEWAT SEBUAH PUISi ( 1 )

Lewat sebuah puisi
aku mau kau tahu
yang kumau...

Lewat sebuah puisi
Kucoba ungkapkan rasa
Agar kau lihat betapa indahnya
nyanyian ombak
dan tarian sepasang camar
di atas birunya lautan.

Lewat sebuah puisi
Aku mau kau tahu
ketika aku berlari dan berteriak

Teruslah...
Teruslah menari...
Teruslah...
Teruslah bernyanyi wahai ombak
wahai camar
Teruskanlah.

Lewat sebuah puisi
Aku mau kau tahu yang kumau.

Lubuk Pakam 24 September '97
Bung Kamal Nasution.



LEWAT SEBUAH PUISI ( 2 )

Lewat sebuah puisi
Kucoba ungkapkan rasa
Agar kau tahu dan mengerti.

Lewat sebuah puisi
Bertanya pada malam.
Ke mana mencari asmara
bila tak pernah hadir mengusir sepi.

Bagan Batu,23 Mei 98'
Bung Kamal Nasution.



LEWAT SEBUAH PUISI ( 3 )

Begitu lembut angin
menerpa wajahku pagi ini
Larut aku dalam dinginnya
Mengurai kata demi kata
meski aku sadar bukanlah
seorang pujangga
Namun aku terus mencoba
menulis nya menjadi puisi
terindah

Lewat sebuah puisi
Menguraikan angan menjadi
sebuah ungkapan
Agar kau tau dan mengerti
Karena aku adalah bayangan
yang mencari asmara dalam
sepinya malam.

Okhh...
angin yang berdesir di pagi hari
Sampaikan salamku pada bulan
Lewat sebuah puisi
di penghujung malam sepi.

Samosir, 14 April 2020
Bung Kamal Nasution.



LEPASKAN


Menggelepar jiwa
Lepaskan impian menikam kenangan
Menggelepar jiwa
Lepaskan cerita semalam
meninggalkan masa
Menggelepar jiwa
Lepaskan genggaman
melebur semua kisah
Lepaskan
segala rasa menikam kenangan
meninggalkan masa melebur semua kisah
Berdiri
melangkah bersama waktu

Medan,15052020 / 06032021
Bung Kamal Nasution.



SEGENAP JIWA


Hari ini...
Sebuah keyakinan hadir
untuk mengarungi bahtera cinta bersamamu.
Meskipun terkadang ombak menghempas
serta mengguncang perahu mimpi kita
jangan pernah melepas genggaman tangan ini.

Senyummu hadir di sudut ruang batin
menghias warna baru kehidupan
hingga di batas senja lautan asmara.

Hangatnya kasih sayang adalah bukti
hadirnya dirimu melebur dan menepis
dinginnya malamku di peraduan.
Satu rasa...
Satu jiwa...
Ikrar cinta tertambat dalam hati
untuk menyatukan dua hati yang berbeda.

Hari ini...
Kita menyatu meraih bahagia
hingga di ujung senja.

Medan,17 Januari 2021
Bung Kamal Nasution

BUNG KAMAL NASUTION



Tidak ada komentar:

Posting Komentar