UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Sabtu, 18 Februari 2017

HILANG TANPA TANDA



Sang Terompet Pagi tak luput dari kewajibannya
Membangunkan satu persatu masyarakat dari alas yang empuk
Dari sebelah Kiri diUjung Ufuk timur tak lupa
Sang surya mulai mengintip dari awan yang sedikit pekat.
Entah perintah Raja mana yang dipatuhinya.
Ku hirup Betapa segarnya udara yang Membentang sejagat Raya
Udara yang tak terlihat oleh indra
Hawa yang dapat diNikmati
Membuat Bulu kutudukku merinding
Kutemukan satu pemuda dari ujung hilir sambil melambaikan tangan kanan
Saat pandangan tajam mengarah ke kelopak mataku
Sambil kami mengerti Bisikkan sukma
Memberikan se sajak Nasihat kepada jati diriku yang sudah menjadi garis tangannya,saat dia terlahir digendongan sanak dagelan.
Suatu pagi saat pagi menyongsong dengan diiringi suara terompet dan dilatarkan dengan pancaran Kuning di Ujung Ufuk timur itu
Tak ku temukan pemuda yang selalu mengenakan celana panjang itu.
Nasihat yang selalu mengiringiku saat aku pergi ke sekolah
Nasihat yang selalu mendampingiku saat aku berdiri diatas tanah altar kepastian
Nasihat yang menjadi ujung tombak masa depan.
Tak pernah Kujumpai dikau dikala fajar hadir,Kemanakah aku harus mencari satu kerangka badanmu
Yang selalu mengingatkan aku saat berjalan diatas kerikil kerikil kecil.

Oleh : JA Mansiz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar