UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Rabu, 09 Desember 2015

KOTA KECIL DI UJUNG BARAT



Kekasih,
Aku hanyalah seorang pemuda yang selalu berkeliaran kesana kemari,
Mencari fenomena-fenomena menarik, untuk kuberikan padamu. Dan tak lupa pula kusisipkan rindu teramat dalam
Bersama senja ini
Agar hari-harimu indah,
Penuh dengan senyuman,
Penuh dengan kegembiraan,
Ah.. Ingin sekali rasanya aku berada tepat dihadapanmu,
Memandang wajahmu tanpa harus berkedip,
Memeluk dan membelai rambutmu, Mencumbumu sore itu.
Begitu banyak cerita,
Sayang, seakan semua mengerti kerinduanku,
Menemani setiap langkahku, Menghibur dan mengingatkanku akan dirimu,
Bunga bermekaran,
Langit bergemuruh merdu,
Dan burung-burung berkicau Bercanda riang pada sangkar yang dibuat si pejantan,
Saling bercinta.
Selanjutnya,
Bila hujan menyambangi tempat tidurku,
Aku tertawa lantang,
Purnama saling mencinta,
Cahaya dan musim semi,
Lautan berpacu,
Angin berhembus syhdu,
Kupejam mata,
Langkah berpadu,
Bunga biru dari negriku,
Membuka pintu-pintu,
Mencariku ketika pergi,
Kembali tak akan mati.
Lain halnya dengan di kota,
Kekasih, berbagai toko berjejer disini,
Sisi ke sisi tampak ramai,
Seperti antrian tiket Bon jovi,
Satu jam ludes, habis terjual.
Berdesakan hingga ada yang pingsan,
Aku sedikit takut,
Melihat tak ada satupun yang membantu,
Mereka berdiri memandangi jasad terkulai di jalan,
Kota yang sangat berbeda dengan tempatku kemarin.
Sedikit kekanan,
Ada taman bermain anak,
Judulnya sih begitu,
Namun tahukah kau kekasih,
Ini bukanlah tempat bermain anak,
Ini tempat berpacaran,
Lebih tepatnya "Taman pacar muda-mudi",
Atau kaula muda bahasa dulunya,
Jalan setapak dan berbagai bunga,
Tubuh subur ditengah pancuran,
Cabang tiga, pastinya tinggi,
Menjulang kanan lima meter
Menjulang kiri sepuluh meter,
Ah.. Kota ini membingungkan,
Lantas, apakah kau mau mengunjunginya kekasih?
Menghabiskan seluruh waktu bersamaku,
Bercumbu dan saling merengkuh,
Ah.. Disini juga ada jembatan kecil,
Dipenuhi gembok-gembok yang terkunci,
Tertulis nama si A dan si B,
Nantinya kita akan ada sini sayang,
Berkeliling membawa secarik kertas dan pensil,
Ikatkan pada gembok yang kita beli,
Berpegangan tangan,
Satu nama kita,
"Fitriani Alexandra"


Padang, 07 Desember2015
_Alex Wahyu Nurbista Lukmana_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar