UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Kamis, 30 Juli 2015

TAKJUB


Hujan di balik pintu, mengintip. berdansa bersama angin yang lalu. mekar buahnya merajai basah, sedang gema senandung petir, tak henti - hentinya menyambarkalbu, takut.

dalam dentuman gemuruh, melodinya sahut menyahut. petir dan guntur adalah lawan, kilap sebagai pembatas.

gemericik hujan, basah. perkosa bumi, lumuri kita.
Kantor Pusat Sanggar

Oleh : Adhiet's Ritonga
Analisa, Rabu 15 Juli 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar