UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Sabtu, 21 Januari 2012

Kumpulan Puisi Dyang Uthy Sinta - JANGAN ADA LUKA LAGI




PERSAHABATAN

Hitam putihnya persahabatan
Suasana semakin carut marut
Persahabatan menjadi rancu
Ketika persahabatan saling membenci

Apalagi yang di harapakan
Tidak ada yang mau mengalah

Semua merasa menang
Tiada saling memafkan
Semua semakin arogan

Hitam nya persahabatan membuat derita
Putihnya persahabatan alhamdululah
Masih bisa kah diperbaiki ?
Untuk masa2 kedepan ?

Jangan biar kan kebencian mendera
Jangan isi hati dengan kedengkian
Biarlah waktu akan menjawab 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



JANGAN ADA LUKA LAGI

Setia dalam penantian 
Setiap asa yang mengalir laju 
Hari-hari penuh nan mengharu biru
Kasih sayang terpatri penuh 

Ketika hati berbunga cinta 
Rasa kasih berbalur rindu
Namun apa mau di kata 
Ternyata hanya permainan semu belaka

Kini kusadari 
Tak mungkin itu di lanjuti 
Lebih baik ku undur diri 
Agar dapat kau gapai kebahagiaan sejati 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



SI KECIL YANG MALANG

Nyaring suara tangis mu 
Menghentak di keheningan malam
Jeritan yang memilukan 
Suasana malam berubah 
Yang semula sepi mencekam 
Menjadi gemuruh suara orang

Anak siapa itu ?
Yang menangis pilu di tengah malam
Tergeletak di pos ronda yang sepi
Tanpa ada orang yang tau 
Anak yang malang ?
Siapa orang tuamu ?

Kau di tinggalkan dalam dinginnya malam
Menahan lapar dan haus 
Dengan jerit yang memilukan 
Kau coba untuk cari pertolongan
Duhai anak yang malang 
Dimana kah ibu bapak mu ?

Sikecil yang malang 
Masih ada yang peduli padamu 
Dengan penuh kasih sayang 
Seorang wanita tua mengangkat mu 
Dengan penuh kasih memeluk erat tubuh kecilmu
Allahu Akbar 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



JIWA YANG GERSANG


Bukan yang ditanam yang tak tumbuh
Bukan yang dimaksud yang tak tercapai
Bukan yang dituju yang tak sampai 
Bukan pula makanan yang tak terhidang
Bukan rumah yang tak lapang 
Bukan uang yang tak banyak di bank
Bukan pula istri /suami yang tak sayang

Tetapi mengapa hati kering kerontang 
Dan jiwa yang gersang
Apa gerangan yang menimpa jiwa tak bisa tenang
Mungkin kah karena tidak sembahyang ????????

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



HATIKU DAN HATIMU

Sapa indah mu di malam nan syahdu
Membuat hati berbunga rindu 
Ku tau kau juga sedang merindu 
Dan ku tau juga kau ada disitu 
Sembunyi dari pandangan mata 
Dalam diam kau telah jatuh cinta


Duhai engkau yang ada disana 
Hati kita bicara penuh mesra 
Walau jarak yang memisahkan
Akan ku jaga hati ini 
Untuk mu seorang 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumnatera Utara



COBALAH UNTUK MENGERTI

Terlalu banyak yang terlewati 
Terlalu banyak waktu yang terbuang 
Seonggok asa yang terbengkalai
Ga tau mau berbuat apa
Sedang kau sebenarnya masih berguna

Cobalah untuk melihat disekelilingmu 
Janganlah kau buta kan matamu 
Sedang kan engkau masih dapat melihat

Cobalah untuk mendengar apa yang bisa kau dengar
Jangan lah kau tulikan pendengaran mu 
Sedang kau masih bisa mendengar dengan baik

Cobalah untuk mengerti 
Apa yang bisa kau lakukan untuk hidup mu
Jangan lah kehilangan akal untuk berbuat negatif
Hidup adalah perjuangan 
Pahit dan getir nya semua pernah merasakan.

Tiada orang yang tak menderita 
Tiada orang yang tak sengsara 
Semua pernah merasakan nya
Namun kita jangan lah berputus asa 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



SESAL KU

Ku teringat padamu 
Masa-masa bersamamu
Kesungguhan mu 
Yang telah ku abaikan 

Ketulusan hati mu 
Dan tak pernah berputus asa
Walau aku tenggelam 
Dalam angan yang semu 
Dan melupakan mu 

Sekarang baru kusadari 
Ketika hatimu terluka 
Dan pergi menjauh dari ku 
Hanya rasa sesal yang ada 

Kau tidak ada lagi disisiku
Kasih mu tak kutemukan lagi
Dan aku pun tersendiri 
Tersudut dengan penuh sesal yang ada 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



MALAM INI

Terbayang wajah sendu mu
Dalam malam dingin yang membisu
Seakan kau hadir disisku 
Untuk melewati malam-malam sepi ku

Malam ini 
Seandainya mungkin
Aku dapat bersama mu 
Menjalani hari-hari bersamamu 

Malam ini 
Kasih ku ada bersamamu 
Menyala kan rasa sayang 
Yang masih menyala 

Walau pun kadang meredup 
Namun rasa kasih dan sayang 
Akan selalu ada hingga akhir hayatku

Mengapa ini harus terjadi 
Seakan ku raih nuansa indah
Gelisah dan mengapa rindu datang menggoda
Pada malam ini

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



DAWAI TAK BERTUAN

Terdengar suara denting nya 
Namun tak terlihat pemilik nya
Siapa yang memetik senar nya
Tak ada orang didekatnya 

Suara itu semakian mencekam 
Lagu rindu bisikan sang bayu 
Dawai itu tetap bergetar 
Menyuarakan suasana hati nan resah

Sendu 
Gelitik nya nan pilu 
Tak seorang pun yang tau 
Siapa pemilik dawai itu 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



KELUH TAK MAMPU BICARA


Sebening air tatapan matamu 
Merdu suaramu
Indah dan mempesona gerakkanmu

Dengan alunan yang membuai 
Kau gerakkan tubuhmu
Mengikuti irama nan melow 

Bias-bias kenikmatan 
Kau rasakan dalam gerak langkahmu
Seolah tanpa sadar 

Kau terbuai 
Dalam alunan lagu asmara
Mata yang terpejam 

Penuh sensual 
Dan menghentakkan yang melihat
Mempesona dan penuh kegilaan

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Medan,Sumatera Utara



SERPIHAN HATI YANG TERLUKA

Masih dapat ku rasakan
Bilur luka nya hati
Seakan tak pernah hilang
Rasa sakit masih terkenang

Serpihan hati yang terluka
Penuh dengan amarah dan kebencian
Namun itu harus ku singkirkan
Agar dapat benahi hati yang tersakiti

Ku coba untuk bangkit 
Secercah cahaya kasih dan sayang
Mulai menyinari dan memberi makna
Bahwa masih ada kasih yang tertunda

Akan ku benahi semuanya
Untuk hati ku 
Untuk hidup ku 
Dan untuk cinta ku 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



BIRUNYA RINDU

Cahaya yang redup
Berwarna kebiruan
Dalam samar nya bayangan
Sejuta angan membaur
Tanpa kepastian 

Bayangan semu tak berjejak
Jauh menerawang dalam kegelapan
Birunya rindu semakin nyata
Pilar kasih semakin pudar
Namun apa mau dikata 

Tak dapat disangkal
Selalu ada dalam penantian
Selalu ada dalam doa
Dan selalu ada dalam ingatan
Namun apa mau dikata ..

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan, Sumatera Utara



BADAI ITU TELAH BERLALU


Tidak pernah terpikirkan
Apalagi merencanakan
Semua terjadi begitu cepat nya
Hantaman dari gelombann dan badai
Hampir tak mampu ku bertahan

Penuh dengan derai airmata
Tak tau lagi harus berbuat apa
Namun kasih sayang Allah sunguh tak berbatas
Ditengah hantaman badai masih ada cinta Ilahi ya Rabbi

Kini badai itu telah berlalu
Dengan lemah lunglai ku coba bangkit
Memberi semangat pada anak-anak
Bahwa masih ada kasih dan cinta Ilahi ..

Alhamdulilah ya Allah ...
Mudah2an diriku bisa bangkit kembali .
Menata ulang apa yang telah hancur

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



SEBENING TETES AIR

Sebening tetes air ..
Setulus hati yang tanpa pamrih
Memberi rasa damai menenangkan batin
Menyirami kalbu dengan seribu doa
Membawa kita ke jalan Ilahi 

Oleh :Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



DALAM PERJUANGAN

Melangkah tertatih ..namun pasti
Walau tenaga sudah tak pasti
Rasa sakit di sekujur tubuh
Rasa lelah yang melilit
Tidak ku rasa

Aku harus mampu dalam perjuangan ini
Untuk membela hak yang memang untuk ku
Sedikit pun tiada belah kasih di hati mu
Kebengisan dan kebencian menyelimutimu

Namun aku tidak akan gentar 
Demi hak dan masa depan anak - anakku
Akan ku perjuangkan apa yang memang menjadi milikku .

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



BAGAIMANA ??

Bagaimana mungkin bisa lupa ?
Sedangkan sampat saat ini selalu teringat
Bagaimana mungkin kenangan itu hilang ?
Sedang kan sekarang saja tidak pernah lekang
Dan benar tidak semudah membalikkan telapak tangan

Namun ..sang batu karang itu akan tetap menjadi suatu lambang
Yang tidak akan pernah pudar .
Dan sangat disayangkan 
Mengapa selalu diam membungkam ?
Bagaimana mungkin harus menerjemahkan kebisuanmu ?

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara


SEBENING HATI YANG TERLUKA

Lembut sapaanmu yang membuat sejuta impian
Senyum yang menggoda namun bibir selalu keluh
Hanya dalam diam kau bicara
Kasih yang ada namun tersamar

Tergores oleh waktu yang tersingkirkan
Masih jelas dalam ingatan 
Terbalut rapi di pojok hati
Engkau masih ada dalam relung hatiku

Waktu semakin cepat 
Dan senja semakin kelam
Namun hati bening ini masih terbalut luka

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



POHON BESAR

Aku tak ingin sekedar menjadi rumput kering
Yang mudah terbakar 
Aku akan men jadi pohon kayu yang besar
Dan kokoh 
Tahan terhadap hempasan badai dan topan

Aku sang pohon 
Berdiri tegak dibawah teriknya sang mentari
Yang dapat memberi keteduhan 
Maka, jangan pernah rusak aku dan alamku 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



SEPI

Terdiam 
Tertunduk lesu
Ga semangat 
Mau apa ?
Hanya sepi yang melilit
Jiwa tertekan 
Cukup diam membisu 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



MALAM KELAM

Hai malam
Temani aku dalam sepiku
Hilangkan luka goresan yang menyayat
Aku tergolek dalam amarah ku 
Dan menangis dalam dukaku 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



APA MAU DIKATA

Berjalan dengan wajah tertuduk lesu 
Baju lusuh dengan alas kaki yang yang sudah robek
Dengan membawa bekal seberkas ijazah 
Untuk mencari kerja di belantara ibukota

Dari pintu ke pintu kau coba 
Untuk mencari siapa yang membutuhkan tenaga mu
Peluh sudah membasahi tubuh mu 
Namun belum ada juga yang memakai jasamu

Terduduk lesu dipinggir jalan 
Dibawah pohon rindang kau lepas lelah 
Perut lapar tak ada uang untuk makan
Kerongkongan kering ga ada air untuk beli

Dengan seberkas ijazah SMA kau lalui
Pejalanan penuh liku dan carut marut nya
Hanya impian semu yang kau dapat 
Ibukota bukan tempat tujuan utama

Apa mau dikata 
Siapa mau disalahkan 
Dan harus berbuat apa 
Asal jangan salah jalan 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Medan,Sumatera Utara



USAINYA SANDIWARA ITU

Sekian lama nya sudah kau tutupi 
Kebohongan demi kebohongan 
Kau lemparkan cerita nan duka nestapa
Agar yang melihat tergelitik duka

Tak sedikit pun ada rasa takutmu 
Bahwa sandiwara akan ada babak akhirnya 
Masih terus kau lakoni kebusukan hatimu
Untuk menjerat belas kasihan 

Kini terungkap sudah 
Ternyata kau pembohong belaka 
Rasa sakit yang kau rasakan adalah 
Buah dari ketidak jujuranmu 

Apakah masih ada rasa malu mu ?
Ketika pengadilan keluarga sudah turut campur
Masih teruskah kau akan berkelit
Ketika bukti sudah didepan mata 

Jangan pernah mengkambing hitam kan 
Jangan coba membalikkan fakta 
Sadarlah apa yang sudah menjadi hukuman 
Masih mampukah kau terus berkelit 

Hanya untuk kepentingan pribadimu
Sandiwara ini telah usai 
Kebohongan mu sudah terbongkar
Ga usah lagi kau tangisi 
Kepercayaan itu telah sirna 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



KU MASIH ADA DI SINI

Di tengah luasnya hamparan sawah nan hijau
Menghirup segarnya angin sepoi -sepoi bebukitan 
Menghilang kan sejenak , rasa penat dan jenuh yang ada
Jauh sudah melangkah 
waktu nya untuk berbenah

Ditempat ini
sunyi senyap 
Dikelilingi rimbun nya pepohonan 
Menjadi pengobat rasa yang ada
Jauh dari keramaian 

Hilang kan rasa lelah yang ada 
Hilang kan gundah yang melanda
Cukup sendiri dan menikmati ketenangan
Tafakur memuji akan karunia Allah yang maha indah

Aku masih ada disini 
Dalam alam yang damai 
Mengalirkan energi-energi positip 
Dan menyingkirkan energi yang negatif 

Aku masih ada disini 
Dalam damaiku 
Dalam hatiku 
Masih ada sebersit rindu untuk mu 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



KAU MENJADI INSPIRASIKU

Hanya sekedar menuangkan pandangan mata
Dan tidak bermaksud apa-apa 
Kejadian yang tak terduga 
Sebatas selayang pandang

Kau menjadi inspirasi ku 
Untuk menjadi bahan puisi ku 
Cerita indah yang kau ukir kan 
Ku kemas menjadi bait-bait nan menawan

Kau memberi sugesti padaku 
Akan makna dari cerita mu
Suatu awal yang baik 
Untuk membina suatu hubungan 

Kau penuh sensasi 
Dengan kesederhanaan mu 
Banyak yang tergoda padamu 
Dan .. itu menjadikan sumber inspirasiku 

Kau memang gagah 
Dengan senyum pesona mu 
Postur tubuh yang tegap 
Wajar banyak yang tergila-gila padamu 

Namun permainan mu jangan di terus kan 
Agar tiada yang terluka 
Aku hanya sekedar mengingatkan 
Bahwa tak selama nya selingkuh itu indah 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Tanjungbalai,Sumatera Utara



RINDU YANG TERSAMAR

Dalam balutan suasana nan dingin 
Hujan gerimis dan angin yang kencang
Menerpa pilar-pilar hati nan kaku
Tanpa gerak yang memadai 

Ada sorot mata nan syahdu 
Tatapan nan lembut bermakna penuh kasih
Mencairkan kebekuan yang ada
Tanpa mampu berkata

Hanya bisa saling pandang penuh pesona
Tegur sapa nan lembut 
Selembut bisikkan angin 
Yang menembus pilar-pilar kasih

Ada rindu yang tersamar
Dalam gelak dan tawa
Ada rindu yang membara 
Dalam diam yang membisu 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Tanjungbalai,Sumatera Utara



GELORA HATI

Ketika suasana nan syahdu 
Merajuk hati nan merayu 
Akan kemana langkah ku kan terhenti 
Ketika rindu mimpi pun berlalu

Hanya ada sebuah angan
Dalam gelora hati yang membara
Ada sepotong asa 
Yang masih mengisyaratkan cinta

Lembayung senja hampir selesai
Diufuk barat akan tenggelam 
Berharap kasih yang masih tergenggam
Duhai dikau yang kusayang 

Oleh:Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



BAHASA KALBU

Semakin lama semakin terasa 
Ada seberkas rasa yang tersamar
Terhalangi oleh aral yang melintang
Namun masih dapat kurasakan

Jauh melangkah 
Keujung dunia pun dijalani
Tak mampu menyembunyikan diri
Kata hati tak dapat dibohongi

Bahasa puisi adalah bahasa perantara
Yang menghubungkan dua hati
Tanpa ada yang mengetahui
Ketika janji bergulir sepi

Bahasa kalbu tak dapat di pungkiri
Indahnya kasih terbuai rindu
Duhai engkau kekasih hati 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



EPISODE KEHIDUPAN

Indah nya pelangi hanya sesaat 
Dia akan datang dan kemudian menghilang
Warnanya yang alami 
hanya tinggal bayangan semu 

Itu lah episode kehidupan 
Adakala nya bertemu dan tertawa
Setelah itu berpisah dan ada airmata

Dibalik keindahan ada ketenangan dan kedamaian
Yang lebih berharga dari seonggok intan berlian
Kelembutan hati bagaikan air yang mengalir
Yang mampu bertahan melewati bebatuan .

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



ENGKAU YANG KU SAYANG

Terima kasih sayang 
Untaian kata yang menyentuh sanubari
Bait demi bait terpatri seribu makna
Tanpa mampu ku berkata-kata

Hanya diam membisu membaca kata
Biarlah waktu bergulir 
Dan nikmati hidup dengan sahaja
Nostalgia indah akan terurai 

Dengan senyum manis ku 
Yang khusus untuk mu 
Engkau adalah yang ku sayang
Akan selalu ada getar didada 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



JANGAN ADA AIRMATA DUKA LAGI

Terdengar suaramu tersengal - sengal
Dan isak tangis yang menahan rasa sakit
Kau keluhkan rasamu 
Ya Allah, betapa miris nya hati ini

Aku tak mampu menolong mu
Aku tak punya kekuatan lagi untuk menyentuh mu
Ku tau betapa sakit dan menderitanya dirimu
Ya Allah, apa yang harus kulakukan 

Jangan ada airmata duka lagi ya Allah 
Jangan biarkan ia merintih karena sakitnya
Aku bisa apa 
Dan aku harus bagaimana

Ya Allah, hanya Engkau yang menentukan
Hidup dan mati 
Aku mohon beri kesempatan pada nya ya Allah
Untuk dapat menikmati sisa kehidupannya
Dengan rasa bahagia 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



PASTI

Ga usah kau takut 
Cepat atau lambat seiring berjalan nya waktu
Aku akan segera melupakan mu

Ga perlu lagi ada komunukasi antara kita
Semua sudah terhapus dari memori ku
Kuanggap sudah tak mengenalmu
Dan itu mungkin akan lebih baik 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Medan,sumatera Utara



BIARLAH

Akan ku hapus kenangan buruk itu
Akan ku tutup lembaran masa lalu
Akan ku coba berbenah diri 
Untuk menyambut hari esok yang tak pasti

Biarlah ku langkahkan kaki ini 
Sampai rasa penat pun tak terjajaki
Melangkah jauh meninggalkan asa 
Tanpa harus menoleh kebelakang

Ku coba untuk menghilangkan
Semua rasa dan asa yang ada
Tidak bermaksud memutuskan
Namun biarlah kesendirian ini ku jalani

Tidak akan lagi berfikir negatif tentang mu
Tidak akan lagi beburuk sangka padamu
Semua sudah menjadi takdir bagi ku
Tidak apa-apa, akan kuterima 
Dengan lapang dada

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan, Sumatera Utara



KALAU

Kalau saja kita tidak pernah bertemu 
Kalau saja kita tidak pernah berkenalan 
Kalau saja kita tidak pernah bersahabat 
Kalau saja kita tidak pernah saling mengingat

Semua itu akan ku acuh kan 
Semua akan ku anggap angin lalu 
Dan semua akan ku anggap tidak pernah ada
Tidak akan saling menyakiti 
Tidak akan saling membenci 

Yaah ... kalau saja semua itu tidak pernah ada
Mungkin akan lebih baik ..
Agar tidak ada airmata dan duka
Agar tidak ada kebencian 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan, Sumatera Utara



KETIKA HARAPAN ITU TAK TERWUJUD

Ketika semakin banyak kebrutalan dan tindakan anarkis
Tiada satu pun yang dapat mempertangung jawabankan nya
Semua mengatas nama kan demi keadilan
Tanpa ada yang peduli siapa yang telah menjadi korban

Harapan reformasi yang dulu digaung kan 
Ternyata tidak ada hasil yang maksimal
Masih menjadi isapan jempol belaka 

Semakin banyak rakyat kelaparan 
Semakin banyak korupsi merajalela
Ketidak adilan berbuah kebrutalan 
Pembataian terjadi ...hanya untuk sebidang lahan 
Tanpa hati dan perikemanusian 
Masih kah di mungkiri ?

Semua adalah kekonyolan dan bagaikan dagelan belaka ...
Sadis, dan bener-bener sadis 
Akan kah harapan itu berwujud ?
Hanya Allah yang Maha Tau 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan, Sumatera Utara



MENIKMATI HARI HARIKU

Dalam suasana pagi yang tenang dan damai 
Hari-hari selalu dapat ku nikmati dengan baik
Walau pun masih ada ketidak sempurnaan
Namun aku harus selalu mensyukuri nya 

Kicauan burung yang terbang diatas pohon
Saling bercanda riang seolah tanpa beban 
Mentari pagi nan cerah 
Mengucapkan salam sejahtera nya 

Belaian angin pagi yang menyegarkan 
Mampu membuatku terlena sejenak 
Merenungi hari2 yang hampir usai 
Dan harus melupakan hal yang menyakitkan

Merah nya buah rambutan 
Terlihat indah diantara rimbunan dedaunan 
Kupu2 ...berterbangan ...menghisap bunga - bunga
Dan kumbang saling berebut sari bunga

Aaaaah .............
Lupa kan sejenak masalah yang ada
Menikmati hari2 yang indah 
Mensyukuri ...masih diberi kesempatan 

Indah nya hari - hariku
Dalam diam ku dan dalam sepi ku 
Semoga damai itu selalu ada dalam hati ku
Juga dalam hati mu 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Medan,Sumatera Utara



KENANGANKU BERSAMA AYAH TERCINTA

Sulit ku uraikan dengan kata demi kata
Betapa kasihmu saat ini bener-bener kurindukan
Ayah ...engkau adalah kebanggaan ku 
Sampai saat ini kau adalah panutan ku 

Begitu banyak contoh budi pekerti yang kau waris kan padaku
Jerih payah mu telah membesarkan dan mendidik ku sangat luar biasa
Kau kenalkan aku dengan budaya jawa 
Budaya yang kau bawa dari tanah jawa 
Kau waris kan aku kesenian yang belum kukenal sebelum nya

Ayah ...masih ku ingat belaian mu kasih mu
Ketika diriku terbaring sakit 
Kau elus kening ku sambil berkata 
"cepat sembuh anakku sayang"

Oh, ayah ....
Masih terasa semua nya baru kemarin kurasakan 
Kini kau sudah pergi kehadapan Ilahi Ya Rabbi 
Kini aku -berjuang sendiri , ayah 
Membesarkan anak - anakku
sebagai seorang ibu dan sekaliguis seorang ayah 

Tak berani banyak mengeluh seperti kau dulu 
Semua ku jalani dengan keikhlasan 
Aku bangga menjadi anakmu ayah 
Akan ku jaga nama baik mu 
Rindu ku pada kasih mu ayah 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Medan,Sumatera Utara



SELALU LAH BERSYUKUR

Betapa banyak kau mengeluh dan berkata tak punya apa-apa
pada hal bumi , langit dan bintang adalah milikmu

Ladang bunga yang semerbak dan segar-segar 
Burung-burung yang berkicau 
Gemericik air disekitar mu .
Dan mentari bersinar lantang , memandang geram padamu 
Tidak kah kau mensyukurinya ?

Cahaya pagi dikaki bukit
Dunia selalu ceria menyambut mu 
Lalu ...mengapa kau masih cemberut ?
Tiada lagi senyum manis mu !
Tidakkah kau pantas bersyukur ?

Jika kau bersedih karena masa lalumu 
Lalu kenapa harus kau libatkan orang yang tak tau apa-apa ?
Masa muda mu adalah masa mu dan jangan salah kan zaman yang berlaku

Lihat lah 
masih ada rona merah yang penuh pesona 
yang mengintip di balik embun 
Seakan bicara betapa indah nya anugerah Allah 
Bersyukur lah selalu 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Medan,Sumatera Utara



KAUMKU WANITA

Jadilah kita seperti kupu-kupu , yang indah dipandang 
sedikit bergantung pada yang lain 
terbang dari satu taman ke taman yang lain
Tidak banyak mengeluh atas hidup nya yang hanya sebentar
Namun dalam hidup yang singkat telah menebarkan keindahan

Atau jadilah kita seperti lebah yang selalu makan yang baik
dan mengeluarkan yang baik pula 
Jika ia hinggap diatas tangkai tidak akan merusak nya
walau menyentuh nektar namun tidak menghancurkannya
mengeluarkan madu terbang dengan rasa cinta 
dan hinggap dengan tali kasih 

Itulah ibarat wanita yang lembut 
perempuan sejati yang kehadirannya dan kedatangannya
membawa keindahan dan sejuta manfaat 
Tidak ada yang tersakiti melalui perbuatan ataupun lisan

Semoga kita kaum wanita dapat menjadi permata yang berkilau
yang tidak mudah disentuh kecuali oleh yang berhak
yang menyadari kemuliaan nya 
yang selalu menundukkan pandangan nya 
memelihara auratnya 
yang terjaga kehormatan dan kesuciannya 

Oleh : DYANG UTHY SINTA
Medan,Sumatera Utara



PERJUANGAN CINTA

Cinta ...andaikan saja kau bisa
Merasakan getaran hatiku 
Kau akan tahu betapa aku sangat merindukanmu

Andai saja kau yang jauh dari diriku 
Kau akan lihat betapa kosong nya hidupku 
Andai saja kau hilang dariku 
Berjuta nyawa pun tak mampu menghidupkan jiwaku 

Cinta 
jatuh nya aku pada kekuatan cinta mu 
Tanpa melihat mu
Buta nya aku pada dugaan yang menguji kasih ku

Biar nyawa jadi taruhan asal kan cinta ini dipertahankan
Biar harta dan jasad tewas 
Karena cinta ini yang di dambakan 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara



UNGKAPAN HATI SEORANG IBU

Duhai anakku 
Tak terlintas sedikit pun melihat kau kini telah tumbuh menjadi dewasa
Bayangan masa kecil mu masih terasa seperti kemarin saja
Tawa dan candamu
senyum dan tangismu 
Semua masih terlintas jelas pada ingatan ibu 


Duhai anakku 
Perjalanan hidup ini sudah mulai kau rasakan
Pahit dan getirnya sudah pula kau jalani 
Pengorbanan hidup dan mati ibu kini juga sudah mulai kau rasakan
Jangan gentar anakku 
Inilah lakon yang harus kita jalani 
Tak pernah terpikirkan oleh ibu 
Untuk minta disanjung 
Untuk minta balas jasa 


Duhai anakku 
Peluk kasih ibu tulus adanya 
Tanpa mohon imbalan 
Pengorbanan ibu lahir dan bathin adalah murni keikhlasan
Kasih sayang ibu abadi untuk mu anakku 
Tiada yan tak dapat menggoyahkannya 
Hanya Allah lah semua ini terjadi 
Ridho Allah lah ini terjalani 

Oleh : Dyang Uthy Sinta
Medan,Sumatera Utara




RINDU KU

Met malam rindu ku
Hari kemarin masih ku dengar tawa canda mu
Malam kemarin masih kau isi relung hati ku
Rindu ku .
Kemana angin membawa mu
Kemana mentari menyembunyi kan mu
Dimana rembulan menjadi saksi kasih mu .
Rindu ku .
Sang bayu menebar semilir nya pesona mu Meninggalkan jejak di relung kalbu ..

Oleh : Dyang Sinta Q
Medan, Sumatera Utara



KAU KEMBALI


Rasa terkejut bercampur suka
Ketika kulihat kau ada disana ..
Walau ku tak berani bertegur sapa
Namun
baru kusadari
Kau sudah ada didepa n mata ...
Ada nada rindu dalam bahasa kalbu mu .
Senang melihat kau kembali .

Oleh : Dyang Sinta Q
Medan, Sumatera Utara



MIMPI YANG TERTINGGAL

Jauh di balik remang nya bilik
Masih terdengar sayup -sayup
Celoteh dan cekikan ..
Berawal dari pertemanan
Dan berlanjut pada kisah cinta
Namun .... aaaah..
Masa bodoh dengan mereka
Aku hanya ingin menggali mimpi ku
Yang masih ada tertinggal
Kerinduan pada mu kadang masih mengganggu
Mimpi yang tertinggal
Berbuah angan ..
Ntah sampai kapan ...

Oleh : Dyang Sinta Q
Medan,Sumatera Utara



JERIT TANGIS SANG BAYI

Jauh ku melangkah
Terik mentari berganti mendung
Tatap kosong sang bayi
Jerit tangis pilu menusuk kalbu

Keegoisan berteriak lantang .
Tanpa kompromi saling menggugat
Tangis sang bayi
Merontak pilu
Apa mau di kata
Nasi sudah menjadi bubur .

Oleh : Dyang Sinta Q
Tanjungbalai,Sumatera Utara

DYANG SINTA Q
(DYANG UTHY SINTA)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar