UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Sabtu, 18 September 2021

Kumpulan Puisi Masita Shanti - AMUKAN AKSARA NESTAPA


AMUKAN AKSARA NESTAPA

Jika harus dengan bernyanyi baru bahasa hatiku sampai padamu, maka bukalah telingamu. Aku akan bernyanyi untukmu.

Jika harus dengan menari baru isyarat cintaku sampai padamu, maka bukalah matamu. Aku akan menari untukmu.

Dan jika harus dengan kepergianku baru kau bisa menyadari arti diriku di sisimu, maka lepaskanlah tanganku. Aku akan pergi ...

Aku di sisimu pun percuma, selama hati dan tatapanmu fokus pada dia yang tak pernah menoleh meski hanya untuk sekedar menyadari perhatianmu.

Takalar, 14 September 2021



AZAB CINTA

Aku lelah...
Sampai kapan ujian ini mencabarku dalam sabar...

Aku seperti menangis
tapi tak tahu duka mana yang telah menggoresku...

Merasa terpenjara...
Tanpa pernah tahu
dinding mana yang telah menyekatku...

serasa digantung...
Tanpa pernah tahu
ditiang mana tali gantungan yang mengikatku...

Sungguh inikah azab cinta...
tanpa tahu dosa dan khilapku
mengapa aku didera begini...

Aku masih disini...
Dalam selaksa tanyaku
akan takdir yang kini menyapaku

Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan
01-10-2013



HITAM PUTIH KANVAS HATIKU


Ribuan taburan bintang
bahkan tak mampu menerangi gelapku
bilapun mentari mampir kebumi
niscaya cahayanyapun akan redup

Tujuh warna pelangi dilangit jingga
tak akan biaskan warna apapun
hitam putih kanvas hatiku
terlanjur tak bisa berganti warna

pemergianmu membawa turut lentera hidupku
aku kegelapan tanpa warna dan cahayaku
hitam putih kanvas hatiku
selamanya akan begini

kecuali bila kau kembali
bersama canda tawamu
dan semua warna cintamu
yang pernah beriku arti...

Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan
01-10-2013



JALAN CINTA INI

kugenggam erat dalam kaca2 mimpiku
cinta dan janji yang belum pernah terucap dari bibirmu
karena sorot mata dan bahasa tubuhmu
mengatakan kau mencintaiku

Semakin berjalannya waktu semakin cintaku u/mu
semakin rinduku membuncah
semakin hasratku membakarku
tanpa perduli entah ada atau tidak diriku dihatimu...

Mengapa jalan cinta ini berliku...
Hingga tanpa sadar tiba2 kau telah lenyap dari pandanganku
lenyap dari pandangan dan hidupku...
Lenyap tanpa jejak yang harus kubuntuti

Kini aku tertinggal
dijalan cinta ini
meratapi kaca-kaca mimpiku yang terhempas ketanah
berhamburan seiring hancurnya impianku u/ bersamamu...

Masita shanti
Takalar.28-09-2013



DEBAT NURANI


ketenangan itu
kedamaian itu
kudapatkan dalam sujud demi sujudku
dalam cengkrama dan aduku pada-Mu ya Robb...

Lantas mengapa rasa malas ini mencengkramku
membebani langkahku
u/ sampai pada-Mu
u/ sujud dihadapan-Mu

sampai kapan aku harus lari...?
Menghindar dari debat nurani
yang melelahkan
menguras tenaga dan menambah rapuhku

Tuhan...
peluklah aku dalam lingkaran kasih-Mu
menangkan hati nuraniku dalam perdebatan antara iman dan rasa malasku.
Agar bisa kureguk nikmatnya kedamaian dalam sujudku...
Amin...!

Oleh : Masita shanti
Takalar.28-09-2013



KETIKA SENJA TAK LAGI INDAH

putaran zaman akan terus bergulir mengikis pesonamu
memudarkan jingga dipipimu
meredupkan binar indah diguratan wajahmu

ketika zaman tak lagi berpihak pada tubuhmu yang rentah
ketika indah telah berganti suram yang tak elok lagi tuk dipandangi
meremasmu hingga kusut...

Ribuan syair yang selalu jadi tumbal keangkuhanmu
tak akan lagi menghiasi dinding hidupmu...
Tinggallah dirimu bagai senja tanpa jingga yang tak lagi indah...

Masita shanti
Takalar.25-09-2013



TERLUKA DALAM

Pantaslah kau tak meraba lukaku
tak pernah merasai perihku
karena tak pernah kau temui tangisku
karena tak pernah kau dengar keluhku

dibibirku rintihan telah berubah senyuman
tangis menjelma jadi tawa
tapi pernahkah kau baca sorot mataku...???

Luka ini menganga sayang...
Perih dan mencabik sukma
menggerogoti jantung hatiku
mengikis kesabaranku
dan perlahan mencemari setiaku

ah kau tak tahu
aku terluka dalam...
hingga kutakut kelak saat kau menyadarinya
aku telah jauh dari jangkauan tanganmu.

Masita shanti
Takalar.26-09-2013



GARUDAKU KEPAKKAN SAYAPMU

Darah2 yang mengalir dibumi ibu pertiwi mendidih
terbakar semangat yang menggedor dada
menggetarkan dinding2 sukma

debar-debar harap cemasku...
Melonjak-lonjak menanti sebuah harapan baru...
Ayo garudaku kepakkan sayapmu
terbanglah tinggi raih kemenangan

harumkan bumi pertiwi...
Biarkan ibu pertiwi yang telah lama kering dalam kemarau prestasi
basa oleh air mata haru
biarkan kembang nusa bangsa mekar pamirkan harumnya

ayo garuda muda..
Kepakkan sayapmu
terbanglah tinggi raih kemenangan taklukkan lawanmu
patahkan kelemahan kita dimata dunia.

Masita shanti
Takalar.22-09-2013



MERANGKAK DI ATAS BARA RINDU


andai bisa kembali hatimu
seperti saat pertama kali kau meminta hatiku
seperti saat pertama kali debaranmu menyahirkan namaku
seperti saat pertama kali rindu itu membakarmu

tapi kini lain yang kurasakan
aku menangis dan tertawa sendiri
aku terluka dan mengobainyapun sendiri
padahal kita bersama menyulut api asmara ini
kenapa aku terbakar sendiri

kini aku benar2 sendiri
merintih perih menangisi sepi
mengejar bayangmu
merayap...
merangkak di atas bara rinduku

Masita shanti
Takalar.23-09-2013



RINDU INI TAK BERLIDAH

andai rindu ini bisa bicara
ia akan berkata
"Betapa inginnya aku memeluk dan mendekapmu saat ini"
tapi rindu ini bisu tak berlidah

ia hanya mampu mengerjapkan matanya yg berkaca-kaca
tampa mampu berbisik apalagi berteriak
bahwa betapa ianginnya ia bersamamu saat ini...

Masita shanti
Takalar-08-09-2013



HUJAN

betapa mesra dedaunan menyambut pelukmu
setelah sekian lama raga kering kerontang menanti cumbumu

kini seperti sepasang kekasih yg terkulai lemas
oleh kepuasan yang tak terlukiskan
dedaunan kuyup merambah dalam kenikmatan yang tida tara

ah hujan
Jangan terlalu lama kau biarkan bumiku kering kerontang menanti kecupmu
tak sanggup rasanya terpanggang panas yang menggigit itu..
Makasih Tuhan u/ hujan-Mu hari ini

Oleh : Masita Shanti
Takalar, Sulawesi Selatan



MENITI PEMATANG BERDURI


sungguh iba
terasa bagai ujung sembilu yang mengoyak dan mencabik ulu hatiq nak...

Melihatmu terjengkang dan jatuh bangun diatas pematang penuh duri
melihatmu kadang dgn wajah memelas
meminta belas kasihan

tapi kau harus tahu nak
inilah hidup yg keras
kau harus belajar meniti pematang berduri ini
jika kau ingin jadi pelari hebat dijalan raya.

Masita shanti.
Takalar-22-07-2013



INI AIRMATA ATAU KERINGAT ?

Bulir2 peluh dan air mata
jatuh berhamburan mengiringi
beratnya perjuangan ini
jadi saksi betapa bahagia tak mudah tuk kita raih dalam genggaman.
jangan bertanya pada ibu nak...
Ini air mata atau keringat
karena jawab yang akan kau temukan
hanya seulas senyum.
yang mungkin tak pernah kau tahu
dibalik senyum itu pernah tergores ribuan perih...

Masita shanti
Takalar.22-07-2013



IKHLASKU

Emosiku masih diuji
dalam cabar sabar yang entah usainya

lelah kemengejar senyum dalam lemah derapku
yang nyaris lenyap

lelah kumenjaga ikhlasku dalam redup jiwaku yang perlahan padam

Tuhan...!
Ditengah paparan sengat mentari
dalam himpitan duka dan ribuan perkaraku

kenapa masih aku
dihempaskan dalam perih
ditengah lapar dan hausku...???

Oleh : Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan.
-Dalam lapar dan hausku-



BAKTI CINTAKU

jika berpagar duri ini
bila berendam air mata ini
adalah bagian dari bakti cintaku padamu
demi Tuhan aku ikhlas...

Jika berselimut dera ini
jika berkumur empedu ini
adalah bagian dari bakti cintaku
demi Tuhan aku ikhlas...

Karena cintaku padamu
telah kuikatkan nafas cintaku padamu.
Telah kutambatkan hati dan jiwaku ditanganmu.

Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan
06-07-2013



TAWANAN CINTA


tak seberapa perih hidup terkurung
dan terikat aturan

bila kuharus bebas
tapi merana
karena terpisah darimu

biarlah...
Kuikhlas dalam penjaramu
sebagai tawanan cintamu

asal jangan pernah abaikan aku
karena aku haus akan kasihmu
dan selalu lapar belaian tanganmu.

Masita shanti
Takalar-Sulawesi selatan
02-07-2013



KECUP DIA DITENGAH HATINYA

lihatlah perilaku angin
kalau dia bersahabat
lebarkanlah layarmu
dan berlayarlah...

Berlayarlah setenang dan sehalus mungkin
hingga lautpun tak akan menyadari
kalau kau tengah mengarunginya

pelan tapi pasti
kecuplah ia tepat ditengah hatinya
agar tak lagi pernah surut rindunya padamu.

Oleh :Masita shanti
Takalar.27-06-2013



SYURGA DALAM NERAKA

Sungguh aku tengah berada pada dua sisi jurang yang mengerikan
bergerak sedikit saja akan menghancurkan segalanya
aku tak pernah memimpikan ini sebelumnya
terjerembab dalam lautan siksa yang tak bertepi...
Sungguh ini pelik dan rumit bagi diriku
tapi apalah dayaku
keluar dari neraka ini berarti berpisah darimu
dan itu yg sgt aku takutkan
meninggalkanmu...
Karena surgaku ada padamu

Oleh : Masita shanti.
Takalar, Sulawesi Selatan



SEKEPING HATI YANG MENGGILAIMU

Lisan tak mampu mengurai cinta
Hati pun tak pasti pada rasa yang bertandang
Hanya saja ketika namamu disebut
Debaran ini seakan milikmu

Aku tenggelam pada sorot matamu
Pada tatap tajam yang penuh sihir
Ketika sudut bibir itu tertarik
Aku terseret menghamba pada lekukannya

Kau begitu sempurna
Hingga cermin netra-ku selalu haus akan pantulanmu
Setiap gerak-gerik yang kau ciptakan
Menjadi candu di relung Atma

Aku bisa apa wahai dayita?
Aku mungkin mampu mengendalikan dunia
Tapi tidak dengan hatiku
Sekeping hati yang tengah menggilaimu

Takalar, 17 September 2021



HANYA SEBUAH KEBETULAN

Aku hanyalah keharuman yang sempat kau hirup dalam
Ketika kau lalu dan aku kebetulan mekar
Aku hanyalah cinta yang sempat kau dekap
Ketika kau mencinta dan aku kebetulan sayang

Aku dan kau hanyalah sebuah kebetulan
Kebetulan indah yang manis
Kebetulan yang selalu kusyukuri
Karena kebetulan itu mengantarmu padaku

Kini di mana pun engkau dengan kisahmu yang lain
Kudoakan bahagia selalu membingkai
Biarlah titik-titik rindu yang masih kerap membasahi
Menjadi penawar dahaga dalam kemarauku

Takalar, 17 September 2021




Tidak ada komentar:

Posting Komentar