UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Kamis, 12 November 2020

Kumpulan Puisi Nebula - JEJAK LANGKAH



Terakhir padamu mata
Jangan ditanya, aku berlalu bersama rinai tenggara
camar yang kita lepas tak lagi pernah akan kembali pulang, sebab ribuan cahayanya telah buta membaca makna
Andai bersilih dalam menikam langkah sampaikan jejakku raib dibasuh sesal di ringkik lenguh
dan kau ...
Jangan memintas dijalan basah, sebab kering belum pasti memberi

" jejak langkah "
by.
Nebula

#bumi_minang
Oktobre, 27-2020

 

---------------------------------------------------

 

dan padamu duhai...
telah ku jerang rasa ini dalam terik meninggi sampai arang membuih dingin, adakah pilin kasih yang pernah kita buhul dalam doa doa larut akan meniris sari dalam purnama penuh pada peluk cium di kelak waktu kekasih
kucoba susun jari tak bersilang dalam merangkai dan melepuh bibir dalam berucap untuk menata hari menjadi senyum kita, adalah engkau yang lelap di bilik jantung tempat memacuh harapan rasa dan kusemayamkan dalam temali dzikri menyisir detak menyambut fajar, maka tabah kugantung mati digelanggang riuh biar siur dan kicau mu yang selalu menembang
namun....... ranting yang kusirami bersama tiris tatap tak jua pernah kau tabur dengan liur ingin
duhai .....deru mana yang membawamu mampu berpatah tempuh, sedang lurus kulangkah tiada tertemukan belokan
sebelum rembang petang mencium remang senja, tikamlah kembali atau basuh jejak jejak iring yang pernah ada kita gali untuk anakanak kasih kelak bersarang
kini asahlah taji, sabung tabu akan berkibar dalam merah bersimbah atau....

" tempuh terpatah "
by : Nebula

_nebula
#bumi_minang
Oktobre, 26-2020

 


dan duhai....
apa mungkin banca itu kita gelanggangkan lagi, sejak jantung ini lepuh kau diang dalam penungguan
dan.. silang yang patah tak semestinya kau liangkan dulu, sebab putik yang kurawat akan berbuah pada musim semi, maka..
kininya tak lagi melayang pulang mencari hinggap, kala sabit lengkung pada pucatnya kelam dan rasa tak lagi beriak sejak pasang kau sunsang arus alirnya menuju muara kasih
kinilah _ra saatnya harus runduk pada terik tabah

 

" penungguan "
by. nebula

#bumi_minang
Nov, 11-2020



Adalah ia mayang perindu
penyambung tebu bagi yang kelat
temali ikat membalut patah, menimang lara diulas bibir atas seteguk pelepas lelah bagi yang luka menimbun harap
Liuk selanting bagi yang yang kalah, bentang titian menuju pulang biar sampai bagi yang gamang
Sebab dunia selembar lontar, cabik dipayau deru tenggara, lalai waktu berkalang belatung, tertatih letih menuju surau berharap lahat bersuluh nanti, sebab kubur dijelang nanti, mari menabur kasih sesama
Jemputlah tepat kisaran kumandang, itulah sayap menuju Jannah
Tak elok berharap pasti terik menjemput petang, tergagap diri hujan tengah hari, sansai badan dipatanggungkan, maka ratap tak butuh sudah.


" Tuah Maimbau "
................
by. Nebula
#bumi_minang
November, 28-2020
.....sansai (sengsara)
dipatangguangkan ( dipertanggungkan)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar