UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Senin, 02 Januari 2023

Kumpulan Puisi Yuni Tri Wahyu - SEPI MERAJUK


SEPI MERAJUK
Yuni Tri Wahyu

Lembar pertama warsa berkata
Sepi merajuk pahit terasa
Tersebab sunyi berbagi fokus
Belahan jiwa berselimut kabut

Perihal kisah semalam
Terjebak genangan air mata langit
Pelangi pun sembunyi di balik gumpalan tanya
Apa salah kelopak bibir merekah

Hemmm, rupanya luput simak rumput
Di halaman sekitar tutur
Terpangkas perhatian sekilas
Maaf, diri tak bisa basa basi

Jangan lagi merajuk, sepi
Pahit sekali kopi.pagi ini
Nikmati saja, bukankah sunyi selalu sajikan manis
Dalam lirih nyanyian hati?

Tangerang, 01 Januari 2023




PUISI TERINDAH
Yuni Tri Wahyu


Tak mampu rangkai bunga-bunga kata
Untuk menuliskan ketulusanmu
Kalimat terpenggal dalam denyut syahdu
Rindu bersahutan di palung paling jantung
Engkau puisi terindah

Yang hanya mampu tereja dalam diam
Seiring lantunan doa panjang
Bersamamu diksi kehidupan lebih bernyali
Meski sepi genggam sunyi, rebah dalam hening
Tidak akan mengubah kenyataan
Aku untukmu, kamu padaku

Tangerang, 10 Januari 2023



JELANG KUMANDANG AZAN
Yuni Tri Wahyu

Serpihan luka bertabur rindu temani perjalanan
Bisu membeku di atas batu pilu
Tatap langit, kian merona jingga
Adakah belenggu lara diam berjuta tanya?

Sementara dendam mengoyak ruang kesabaran
Kepada pelaku durjana berwajah arjuna
Bergerak cepat bagai komedi putar
Mengitari lelah tidak ada pemberhentian

Jelang kumandang azan maghrib, engkau datang
Tersenyum, kemudian menggamit tanganku
"Mari kita ikuti berputaran waktu tanpa berkaca pada masa lalu" katamu
Ada teduh luluhkan sengketa jiwa memancar dari sinar ketulusan

Kita bergandeng tangan, berpisah sementara
Mengambil jernih air suci
Seteguh yakin menghadap kiblat
Tengadah tangan usai sholat, mohon dipersatukan dalam keabadian

Tangerang, 10 Januari 2023




PILIHAN TERAKHIR
Yuni Tri Wahyu

Berkaca pada cermin retak, luka tersibak
Satu satu mengoyak kenangan
Perih pedih tumpang tindih tikam kenyataan
Segaris memar manis terlukis

Gambaran kisah terlewat, bercucuran keringat
Darah nanah pelengkap warna
Ketika hijau harapan tersungkur angan
Keinginan sederhana menjelma bayangan luka

Berkejaran di balik benderang purnama
Lihat, titik rasa semakin parah jamah rindu hakiki
Sejatinya sunyi bersembunyi di dalam nadi
Diam tunjuk pilihan terakhir, hanya tentangMu

Tangerang, 16 Januari 2023



USAI TAK SELESAI
Yuni Tri Wahyu


Lingkaran getir mengitari langkah
Di mana pahit sebagai poros paling manis
Tidak ada kata lelah, sejenak rebah untuk kembali berlari
Kejar tentram, serupa angan

Berkejaran tikam kenyataan
Telah kuputus satu mata rantai dengan kunci ikhlas
Namun satu demi satu kaitan masa lalu bermunculan
Membentuk simpul, bergelombang

Tanpa kompromi tikam senyuman
Inilah perjalanan sesungguhnya
Warna-warni hiasi kisah kasih perempuan sunyi
Tentang usai yang tak selesai sebelum keabadian datang

Tangerang, 13 Januari 2023




SERPIHAN PERIH
Yuni Tri Wahyu


Berputar arah hindari genangan tanya
Suatu ketika terpaksa injak duri-duri tak berarti
Sisakan sakit menusuk nyali
Mengiris tipis jantung sunyi

Pada hitungan keberapa roda kehidupan terhenti sejenak?
Tanpa mematahkan jeruji mimpi
Melambungkan angan menjadi sebuah harapan
Untaian doa mengalun iringi rintihan hati

Beterbangan, tembusi kepekatan malam
Sanjung hening di puncak nestapa
Meneteslah embun sepenuh pandangan
Engkaukah perempuan seribu serpihan perih itu?

Tangerang, 18 Januari 2023




MENJAGA KESADARAN
Yuni Tri Wahyu


Dilema berbicara gundah melanda
Senyum manis simpan pahit luka
Irisan tipis lebam tertata rapi di menu perjalanan
Setiap waktu berganti sajian lara mengisi perputaran

Silam, berkesinambungan bagai komedi putar
Kini masih setia lengkapi cerita
Entah kapan usai, atau Sang Sutradara perankan aku
Tokoh utama paling jiwa

Tersenyum saja, tanpa harus bicara apalagi riuh urai keluh
Hanya kisruh semakin rapuh
Diam luahkan rasa, menulis menjaga kesadaran
Cukup apa adanya tidak ingin terlihat istimewa

Sejujur waktu punya cerita
Aluri titah-Nya
Esok kan tergenggam
Bahagia,nyata

Tangerang, 28 Januari 2023

YUNI TRI WAHYU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar