UNTUK MENCARI PUISI-PUISIMU CUKUP KETIK NAMAMU DI KOLOM "SEARCH" LALU "ENTER" MAKA SELURUH PUISIMU AKAN TAMPIL DI SINI

Jumat, 28 Januari 2022

Kumpulan Puisi S Pandi Wijaya - KEINDAHAN MENARI


AKU

Adalah aku
Ditempa waktu
Diajari menyanyi
Diajar menari
Dirajah jejak
Dan lakuku selayak tapak

Adalah aku
Dimainkan angin
Diambing ombak
Menjadi karang

Adalah aku
Angan yang paling ingin
Ketidakwarasan
Kenangan
Puncak cinta mencinta
Arang dan debu

Adalah aku
Dua persimpangan

SPW,
Pandeglang, 23012022
( Catatan Kelana Bodo )



DI SENJA MEREMANG 

Aku menatapmu
Senja mulai meremang
Karatnya tumpahan kopi di atas meja
Masih harummu

Aku menatapmu
Kenangan pada pepuisiku jadi tegas
Pada senyummu yang masih seperti dulu
Yang terbang, terpaksa harus kulepas

Aku menatapmu
Perempuan yang kusebut kekasih
Kemilau di senja
Ketidakwarasanku
Keinginan yang paling angan masih
Rembulan yang kunanti, purnama

Biar kuseduh lagi secangkir kopi
Dan malam kehilangan kelam

SPW,
Pandeglang, 22012022
( Catatan Kelana Bodo )



PERTEMUAN SENJA 

Yah ...
Sudah terlalu lama
Malah rembulan sudah mulai pucat
Di mata nanar rindu yang kelu
Wajah-wajah di belantara kota hanya wajahmu
Menyesak hela nafas penat
Pada langkah sang pengelana

Yah, sudah terlalu lama
Pertemuan pun hampir lepas dari angan
Sesekali kenangan memberi tamparan
Seolah menyadarkan Ketidakwarasan

Sini, duduk dekat-dekat
Senja ini hampir habis
Kopi pun nyaris tersisa ampas

Sini, ceritakan yang manis-manis
Sebelum engkau pergi lagi
Dan aku, tidak waras lagi

SPW,
Pandeglang, 22012022
( Catatan Kelana Bodo )



PURNAMA MENDUNG 

Akh ...
Bila kau memang harus terbang
Jangan biarkan awan terus mengambang
Menjadi mendung di setiap purnamanya rembulan

Dan kenangan
Ia kerap mengerang sebagai angan
Menjalin pepuisi sepi
Nyeri dalam sunyi

SPW,
Pandeglang, 22012022
( Catatan Kelana Bodo )



KEINDAHAN MENARI


Di ujung senja kulihat senyummu, di kaki pelangi
Aku menari dalam keindahan
Air hujan menggenangi kisah lama
Pada wajahmu
Kenangan jadi impian yang terus mengawan
Telah ribuan purnama
Ingan yang hanya jadi angan

Akulah bayangan Madjnun
Yang membungkus barutan duka
Dengan rajutan sutra cinta
Yang bahagia, mengintip senyum di wajahmu

Laraku biar mencari kata-kata
Lalu menceritakan mimpi-mimpi pada puisi

Di ujung senja di kaki pelangi
Aku melihat senyummu
Engkau yang selalu ada di hati
Di genang hujan, aku menarikan keindahan cinta itu

SPW,
Pandeglang, 04122021
( Catatan Kelana Bodo )



RINDU TABU

Aku hanya bisa memandangmu
Di antara awan dan gemintang
Sebagai rembulan
Rindu adalah puisi-puisi tabu bersembilu

SPW,
Pandeglang, 14122021
( Catatan Kelana Bodo )

#puisi_dan_cerpen
~" PUISI DI LESEHAN JOGYA "~



Tidak ada komentar:

Posting Komentar